DUNIA ORANG-ORANG MATI a ar ...
a ar nt s...
Dramatis PersonaeDARMA 45 tahun Veteran; Ahli keuanganJUARSA 50 tahun ...
Babak I Ruang Kepala Bagian Analis Kredit pada sebuah bank di suatu kota besar diIndonesia. Ada meja kerja, sebuah kur...
SUPANDI : (MENDESAK) Berpura-pura lagi, ya? Mengapa kamu rawat ruangan ini berbeda dengan ruangan...
SUPANDI : Ooo, jadi kamu juga mencuci mobil Pak Darma, ya?UYUNG : (MULAI SADAR ARAH PEMBI...
SUPANDI : Lain?UYUNG : Ya. Pak Darma tidak pernah sayang dengan uang kecil. Kalau beli rokok ...
RUSLAN : Tinggalkanlah dulu pelayan-pelayan itu, Di. Kita harus mencari jalan supaya si Darma se...
SUPANDI : Saya paham.RUSLAN : Kamu tidak akan paham perasaan orang yang hamper terkencing-kencin di ...
RUSLAN : Ya, Dar.SUPANDI : Betul, Dar. Dua setengah milyar.DARMA : (TERTAWA GELI) Yang benar sa...
SUPANDI : Barangkali memang kamu ahli di bidangmu, Dar. Akan tetapi kamu harus sadar bahwa klien ...
DARMA : Cemburu ?ENJANG : Perlengkapan minum lain daripada yang mereka pergunakan, Pak.Lebih ...
ENJANG : Mudah-mudahan itu tidak benar, Pak.DARMA : Ah, enak juga kuenya ini. Bilang terima kasih pada ...
DARMA : Upacara apa ?MAYA : (MULAI BIMBANG). Tampaknya dia benar-benar bingung. Kamu ...
bahwa kamu pandai menyimpan rahasia dan berpura-pura, bahkan kepada istrimu sendiri. Terima kasih, sekali...
MAYA : Apa ini ?JUARSA : Baiklah, Dar. Tapi kamu tidak punya pilihan lain. Lihatlah istrimu.MAYA ...
JUARSA : Siapkan surat keputusan pengangkatan Markum.SUPANDI : Segera, Pak.RUSLAN : Pak, bagaima...
Babak 2 Ruang Direktur pada suatu perusahaan swasta. Perlengkapan yang ada samadengan. Perlengkapan yang ada pada bab...
DARMA : Saya kira dia sudah datang, jadi sopir saya suruh ngebut tadi.SURYANA : Saya khawatir kamu tidak...
YOPI : Dua hari yang lalu, Pak. Saya melihat-lihat daerah-daerah di sini, diantaranya mengunju...
SURYANA : Silahkan tanyakan langsung kepada Pak Darma yang bertindak sebagai orang lapangan.YOPI ...
YOPI : Saya paham, Pak.SURYANA : Tapi tidak hanya pemberian saham yang kami laksanakan di sini.YOPI ...
YOPI : Saya juga tidak mau mengganggu, Pak.SURYANA : Tidak, tidak mengganggu. Sementara Saudara minum d...
DARMA : (MENYELA) Saya kira kita menghadapi suatu persoalan yang sungguh- sungguh.HARRIS ...
HARRIS : Dar, kamu harus mengerti, bahwa kalau kita menolak proyek itu mungkin jatuh ke tangan o...
SURYANA : (MAKIN KIKUK) Sudahlah, sudahlah. Uruslah segera. Pergilah. (HARRIS PERGI). Dar, kamu k...
DARMA : Siapa?YOPI : Anak-anak yang mendapat beasiswa itu.DARMA : Oh, mereka anak-anak pega...
MAYA : Selamat siang, Pak.SURYANA : Ah, silakan duduk.MAYA : Sebenarnya saya mau bertemu……(M...
MAYA : Tolong ! Tolong !YOPI : (KEPADA HARRIS) Bapak menghalangi kebebasan pers !SURYANA : S...
Babak 3 Sebuah kompleks pekuburan Kristen di suatu kota di Jawa Tengah. Salib – salibnisan berjajar menjadi latar bela...
PARTO : Sudah saya katakan padanya, dia harus malu kepada Bapak kalau sekolahnya tidak betul, P...
bulan sekitar natalan dan Tahun Baru. Pada bulan – bulan itu memang banyak turis datang. Kadang – kadang ...
PARTO : Bapak tidak pulang ?DARMA : Tidak Mas Parto. Akan ada tamu dari Jakarta. Saya menerima telegra...
Batalyon Tutul diundang. Kami, maksud saya, saya dan Suwaya ingin sekali bertemu dengan kamu. Tetapi tern...
Mari tinggalkan tempat ini dengan segera.DARMA : Saya mengerti dan menghargai maksud baik kalian, Din, Ya. Akan ...
dan keahlianmu untuk usaha kita yang baru. Usaha besar, Dar, pasti kamu bergairah bekerja di sana. Saya t...
Naskah: Dunia Orang-orang Mati
Naskah: Dunia Orang-orang Mati
Naskah: Dunia Orang-orang Mati
Naskah: Dunia Orang-orang Mati
Naskah: Dunia Orang-orang Mati
Naskah: Dunia Orang-orang Mati
Naskah: Dunia Orang-orang Mati
of 43

Naskah: Dunia Orang-orang Mati

Published on: Mar 3, 2016
Published in: Education      
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Naskah: Dunia Orang-orang Mati

  • 1. DUNIA ORANG-ORANG MATI a ar nt Sandiwara Tiga Babak sa Oleh: Saini K.M Nu ul nd Ba Bandung, 1986 k (Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009) po lomKeDUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 1Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 2. a ar nt sa Nu Kepada ul RENDY HERRINDRA nd SUMANTRI SOELIN Ba dan k PURWOTO HANDOKO po lomKeDUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 2Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 3. Dramatis PersonaeDARMA 45 tahun Veteran; Ahli keuanganJUARSA 50 tahun Veteran; Direktur utama sebuah bankSUPANDI 45 tahun Veteran, Kepala bagian di bank tersebut a arRUSLAN 45 tahun Veteran, Kepala bagian di bank tersebut ntMAYA 35 / 40 tahun Istri Darma saENJANG 30 tahun PelayanUYUNG 30 tahun Nu PelayanSURYANA 50 tahun Direktur utama usaha kontraktor ulHARRIS 45 tahun Kepala bagian di perusahaan tersebut ndAJO 30 tahun Pelayan BaYOPI 30 tahun Wartawan ekonomi & bisnisMAS PARTO 45 tahun Pekerja di pekuburan Kristen k poTAUDIN 45 tahun Sahabat Darma; Veteran lomSUWAYA 45 tahun Sahabat Darma; VeteranVAN REES 55/60 tahun Wakil sebuah perusahaan Multinasional ASKeBEBERAPA PEKERJA KUBURANDUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 3Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 4. Babak I Ruang Kepala Bagian Analis Kredit pada sebuah bank di suatu kota besar diIndonesia. Ada meja kerja, sebuah kursi bagi kepala bagian dan sebuah atau lebih kursiuntuk penghadap. Terdapat juga seperangkat kursi dan meja bagi para tamu. Pot-potpenyegar ruangan dan lemari buku-buku akan menunjang suasana ruangan. Waktu pagihari. Pertengahan dasawarsa tujuhpuluhan.Adegan 1 a arKetika layar dibuka atau lampu dinyalakan, tampak Enjang sedang membersihkanruangan dengan seksama dan teliti sekali. Muncul Supandi. nt saENJANG : Selamat pagi, Pak.SUPANDI : Selamat pagi. (MELIRIK KE SEGALA ARAH DAN Nu MEMPERHATIKAN ENJANG BEKERJA). Bersih! Rapi! Segar!ENJANG : (SENANG) Asyik! Sedap ya Pak!SUPANDI : Kamu tidak pernah mengurus ruangan saya sebaik ini, ya? ulENJANG : (SADAR DAN BERFIRASAT BURUK) Siapa bilang, Pak? ndSUPANDI : Saya yang bilang.ENJANG : (MENCOBA MELOLOSKAN DIRI) Kalau begitu, sudahlah pak. Saya Ba mengaku.SUPANDI : Mengaku apa?ENJANG : (MENGHINDAR)Ruangan ini bersih dan rapi, Pak. kSUPANDI : (MENDESAK) Ya. Jadi mengapa? poENJANG : Mengapa apa, Pak?SUPANDI : Otakmu di mana, Jang? lomENJANG : Otak saya tidak penting, Pak. Yang penting tangan saya selalu di gagang sapu, Pak.KeSUPANDI : Kamu mengalihkan persoalan, ya?ENJANG : Saya tidak mengerti maksud Bapak, Pak.SUPANDI : (LEBIH MENDESAK) Sudah. Kamu jangan pura-pura. Mengapa kamu pilih-kasih?ENJANG : Pilih-kasih?SUPANDI : Mengapa kamu merawat ruangan Pak Darma lebih baik daripada merawat ruangan saya?ENJANG : Astaga! Apa memang begitu, Pak?DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 4Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 5. SUPANDI : (MENDESAK) Berpura-pura lagi, ya? Mengapa kamu rawat ruangan ini berbeda dengan ruangan lain.ENJANG : (SEKENANYA) Kan Bapak bukan Pak Darma, Pak.SUPANDI : Itu jelas. Tapi itu bukan alasan kamu melebihkan dia daripada saya.ENJANG : Memang itu jelas, Pak.SUPANDI : Jelas apa?ENJANG : Bapak maunya apa?SUPANDI : Astaga, Enjang!ENJANG : Jelas Bapak bukan Pak Darma, kan? aSUPANDI : Jelas kamu pilih-kasih! arENJANG : Kalau Bapak tidak setuju saya terus bekerja di sini, saya anggap kerja saya nt di sini selesai. (BERGEGAS PERGI).SUPANDI : Nanti dulu. Nanti dulu. saENJANG : Kan Bapak tidak setuju saya merapikan ruangan ini.SUPANDI : Bukan itu! Kamu belum mengaku. NuENJANG : Kan tadi sudah, Pak.SUPANDI : Mengaku apa? ulENJANG : Tidak tahu, Pak. Terserah Bapak. (PERGI)SUPANDI : Sialan! ndAdegan 2 BaMuncul Uyung. Ia langsung merawat ruangan dengan seksama dan penuh pengabdian. kSUPANDI : Astaga! poUYUNG : Selamat pagi, Pak.SUPANDI : (HERAN DAN KESAL) Uyung! lomUYUNG : Ya,Pak.SUPANDI : Ruangan ini sudah dibersihkan si Enjang!UYUNG : (KECEWA) O, begitu Pak? Rupanya saya kedahuluan, padahal sayaKe ngebut dari rumah.SUPANDI : Ruangan ini sudah bersih dan rapi. Kamu tak perlu mengurusnya lagi.UYUNG : Kalau begitu lebih baik saya segera pergi ke tempat parkir:SUPANDI : Ke tempat parkir?UYUNG : Ya, Pak. Saya pergi sekarang, supaya tidak kedahuluan lagi (BERSIAP PERGI).SUPANDI : (MENCEGAT) Nanti dulu. Buat apa kamu pergi ke tempat parkir?UYUNG : Cuci mobil Pak Darma, Pak.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 5Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 6. SUPANDI : Ooo, jadi kamu juga mencuci mobil Pak Darma, ya?UYUNG : (MULAI SADAR ARAH PEMBICARAAN) Yang lain juga melakukannya, Pak. Makanya saya mohon diri, saya bisa kedahuluan lagi ‘ni, Pak. (BERUSAHA PERGI. SUPANDI MENGHALANGINYA)SUPANDI : Nanti dulu.UYUNG : Ada apa, Pak?SUPANDI : Jawab dulu pertanyaan saya.UYUNG : Tanya yang lain saja,Pak. Saya tergesa-gesa ‘ni.SUPANDI : Cuma kamu yang ada di sini. Kamu harus menjawab pertanyaan saya. a Jadi, kamu dan yang lain biasa mencuci mobil Pak Darma, ya? arUYUNG : Tidak saya saja, Pak, harap Bapak tahu. Enjang, Adun, Maman juga nt mencucinya.SUPANDI : Kenapa kamu dan juga yang lain tidak pernah mencuci mobil saya? saUYUNG : (GUGUP, BINGUNG) Saya tidak tahu , Pak.SUPANDI : Tidak tahu? Jawaban macam apa itu? NuUYUNG : Tidak tahu, Pak.SUPANDI : Jadi kamu tidak tahu mengapa kamu mencuci mobil Pak Darma dan tidak ul mencuci mobil saya?UYUNG : Bukan, Pak. ndSUPANDI : Jadi tidak tahu apa, heh?UYUNG : (GUGUP) Tidak tahu jawaban macam apa itu tadi. BaSUPANDI : Astaga! Uyung, Uyung! Baiklah, itu tidak penting. (MENDESAK) Sekarang jawab: Kenapa kamu merawat ruangan Pak Darma lebih k bersungguh-sungguh dan mengapa kamu mencuci mobilnya? poUYUNG : Bukan saya saja, Pak, yang lain juga.SUPANDI : (TAMBAH KESAL DAN BERTERIAK) Peduli amat dengan yang lain. lom Saya tanya kamu. Kenapa kamu pilih-kasih?UYUNG : (MERASA TERPOJOK) Apakah saya harus menjawab, Pak?SUPANDI : Kamu digaji di antaranya untuk menjawab pertanyaan, Uyung!KeUYUNG : Apakah Bapak tidak akan tersinggung, Pak?SUPANDI : Astaga! Saya sudah tersinggung, Yung. Saya akan tersinggung kalau kamu tidak menjawab.UYUNG : Betul, Pak?SUPANDI : Astaga! Darah tinggi saya bisa naik, Yung. Jawablah mengapa kamu, kalian pilih kasih! Mengapa kalian merawat ruangan ini lebih baik dan mengapa kalian mencuci mobil Pak Darma!UYUNG : (NEKAD) Karena Pak Darma itu lain, Pak.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 6Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 7. SUPANDI : Lain?UYUNG : Ya. Pak Darma tidak pernah sayang dengan uang kecil. Kalau beli rokok atau yang lain, kembaliannya biasanya diberikan kepada kami.SUPANDI : (SADAR AKAN GELAGAT BURUK) O, begitu.UYUNG : (BERSEMANGAT) Lebih daripada itu, Pak. Beliau selalu bertanya tentang keadaan keluarga kami, Pak.SUPANDI : (RISI) Saya paham.UYUNG : (KEJAM) Bapak belum paham. Kalau ada anggota keluarga kami yang sakit beliau biasa menengok. aSUPANDI : (TERDESAK) Saya paham. Sudahlah. Kamu boleh pergi. arUYUNG : (MENDESAK) Tidak, Pak. Yang lain sudah mencuci mobil Pak Darma. nt Lebih baik saya memberikan penjelasan kepada Bapak.SUPANDI : Sudah cukup jelas, Yung. saUYUNG : Belum, Pak. Kalau beliau tidak dapat datang secara pribadi, biasanya beliau mengirim pesan dan sumbangan. NuSUPANDI : Sudahlah. Kamu boleh pergi.UYUNG : Belum cukup jelas, Pak. Kalau dapat rezeki, misalnya kalau ada klien ul yang tanpa diminta mengirim sesuatu, kami selalu mendapat bagian.SUPANDI : Sudah jelas, Yung, kamu boleh pergi. ndUYUNG : (TEGAS) Itulah sebabnya kami merawat ruangannya dengan seksama.SUPANDI : Saya mengerti. Sekarang kamu boleh pergi. BaUYUNG : Itulah sebabnya kami berlomba-lomba membawakan tasnya.SUPANDI : Sudahlah, Yung, sudahlah. kUYUNG : Itulah sebabnya kami mencuci mobilnya dengan penuh kasih sayang, po seperti beliau menyayangi kami.SUPANDI : Sudahlah, Yung, saya paham benar. lomUYUNG : Saya digaji untuk menjelaskan ini, Pak. (PERGI)SUPANDI : (MEMEGANG DADA KIRINYA) Aduh, tekanan darahku!KeAdegan 3Muncul Ruslan, salah satu di antara kepala-kepala bagian di bank itu.RUSLAN : Belum datang?SUPANDI : Belum. Sialan, biasanya dia datang lebih dulu dari siapapun. Pagi ini malah dia terlambat.RUSLAN : Ada apa dengan dadamu itu?SUPANDI : Pelayan-pelayan itu sialan. Bisa pecah jantung saya karena ulah mereka.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 7Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 8. RUSLAN : Tinggalkanlah dulu pelayan-pelayan itu, Di. Kita harus mencari jalan supaya si Darma setuju.SUPANDI : Saya harus beristirahat dulu. (DUDUK)RUSLAN : Nantilah kalau mau beristirahat. Saya sendiri hampir tidak tidur tadi malam. Saya bangun terlambat dan terpaksa ngebut ke sini tadi. Hampir menabrak orang di jalan. Eh, malah sekarang si Darma belum datang.SUPANDI : Kenapa mesti gelisah betul? Sebentar lagi dia datang.RUSLAN : Bagaimana tidak gelisah, Di? Kita sudah menerima hadiah, termasuk Boss. aSUPANDI : Saya juga menerima hadiah, tapi tidak gelisah seperti kamu. arRUSLAN : Kamu tidak tahu, Di, apa yang terjadi dengan mobil hadiah itu. ntSUPANDI : Apa yang terjadi?RUSLAN : Begitu kami terima mobil itu, si Teddy, anak saya yang sulung, langsung sa mengendarainya. Dan a… apa yang terjadi?SUPANDI : Apa yang terjadi? NuRUSLAN : Setengah jam saja dia pergi, kemudian kami terima telpon bahwa mobil itu tabrakan. ulSUPANDI : Astaga!RUSLAN : Di samaping mobil hadiah itu rusak berat, kami pun harus mengganti nd kerusakan mobil yang ditabraknya. Kamu tahu berapa, Di?SUPANDI : Berapa? BaRUSLAN : Dua ratus lima puluh ribu, Di.SUPANDI : Rupanya kerusakannya berat juga mobil yang ditabrak itu. kRUSLAN : Cuma penyok sedikit, Di. Cuma sedikit. poSUPANDI : Lha kenapa harus kamu bayar dua ratus lima puluh ribu?RUSLAN : Itulah, Di. Soalnya pemiliknya tentara, dan kumisnya, Di, kumisnya! lomSUPANDI : Ada apa dengan kumisnya?RUSLAN : Sebesar tanduk kerbau, Di. Persis bentuknya seperti tanduk kerbau. Siapa yang tidak ngeri?KeSUPANDI : Saya paham, memang kamu sial, Lan.RUSLAN : Makanya saya gelisah, Di. Saying kan kalau si Darma tudaj setuju. Bukankah kit harus mengembalikan hadiah itu kepada klien?SUPANDI : Apa boleh buat.RUSLAN : Kamu bisa mengatakan begitu, Di. Tapi bagaimana dengan saya? Saya tidak bisa mengembalikan mobil yang sudah penyok-penyok. Saya juga sudah rugi dua ratus lima puluh ribu rupiah. Di samping itu dibentak- bentak si Kumis tanduk kerbau itu.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 8Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 9. SUPANDI : Saya paham.RUSLAN : Kamu tidak akan paham perasaan orang yang hamper terkencing-kencin di celananya dibentak si tanduk kerbau itu, Di.SUPANDI : Saya juga tidak lebih beruntung, Lan.RUSLAN : Ada apa dengan kamu?SUPANDI : Pelayan-pelayan itu telah menghina saya, Lan. Saya harus memeriksakan tekanan darah saya nanti sore. Jantung saya berdebum-debum rasanya dan saya berkeringat dan lelah sekali. aAdegan 4 ar ntMuncul darma diiringi oleh Enjang yang menjinjing tasnya dan Uyung yangmembawakan barang-barangnya yang lain. saRUSLAN & SUPANDI : Selamat pagi, Dar.DARMA : Hai! Selamat pagi! Tumben pagi begini kalian sudah datang. NuRUSLAN : Kamulah yang kesiangan. Biasanya kamu dating pagi sekali, Dar.DARMA : Habis kalian minta saya membuat analisa kredit terakhir itu dengan ul segera. Punya Tek Wan itu. Saya terlambat tidur tadi malam karena ingin merampungkan dan melaporkan pada kalian. ndRUSLAN : Kami benar-benar ingin tahu hasilnya, Dar.DARMA : Tergesa-gesa amat, sih. BaSUPANDI : Soalnya si Teddy menabrak mobil tentara.RUSLAN : Ssssshh ! kDARMA : Si Teddy ? Anak Sulungmu itu? poRUSLAN : Ya. Tapi itu di luar persoalan, marilah kita bicara tentang hasiul kerjamu itu. Kamu sudah menyelesaikannya, Dar? lomDARMA : Sudah.SUPANDI : Hasilnya bagaimana, Dar?RUSLAN : Kamu setuju kan?KeDARMA : Setuju?SUPANDI : Maksudnya, klien kita itu diberi pinjam dua setengah milyar?DARMA : Itu kan sangat tergantung pada kelayakan proyeknya. Kalian ini bagaimana, sih. Saya tidak berada dalam kedudukan menyatakan setuju atau tidak. Saya ahanya menyatakan layak atau tidak layaknya suatu proyek dan memberikan rekomendasi.RUSLAN : Tapi proyek itu layak diberi pinjaman dua setangah milyar, bukan?DARMA : Mintanya memang dua setengah milyar.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 9Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 10. RUSLAN : Ya, Dar.SUPANDI : Betul, Dar. Dua setengah milyar.DARMA : (TERTAWA GELI) Yang benar saja. Kalian ini bagaimana? Paling-paling layak untuk seperlimanya.RUSLAN : (HAMPIR BERTERIAK) Seperlimanya?DARMA : (TENANG) Ya, lima ratus juta.SUPANDI : Astaga! (MENJATUHKAN DIRI KE KURSI). Sore ini saya harus memeriksakan darahku. Jantungku.RUSLAN : Dar, apakah pendapatmu itu mutlak? aSUPANDI : Dar, kamu tahu, hasil analisamu sangat penting bagi…….. ar Bagi…………… bagi klien kita itu. ntDARMA : Jelas. Makanya dia mendesak kalian agar mendesak saya menyelesaikan analisanya secepatnya, bukan? saSUPANDI : Maksud saya kamu, kamu bisa menolongnya, bukan?DARMA : (HERAN) Lha, bukankah dengan membuat analisa itu saya sudah Nu menolongnya dari kemungkinan rugi?RUSLAN : Jai pokoknya kamu tidak setuju memberi dia dua setengah milyar? ulDARMA : Ini bukan soal setuju atau idak setuju. Ini soal masuk akal atau tidak masuk akal. ndSUPANDI : Jadi kamu anggap proyek klien kita itu tidak masuk akal?DARMA : Masuk akal juga, Di, tapi hanya untuk lima ratus juta. BaSUPANDI : Kamu yakin, Dar?DARMA : (TERTAWA PAHIT) Saya dan anak-anak buah saya sudah bolak-balik k menghitungnya, Di. Kamu tahu, tugas saya tidak hanya melindungi klien po kita dari banyak kerugian, akan tetapi juga melindungi kekayaan Negara. Jadi percayalah kepada saya dan anak-anak, bahwa proyek klien itu hanya lom layak untuk lima ratus juta.RUSLAN : Tidakkah kamu dan anak-anak buahmu bisa mengusahakan menambahnya, Dar?KeDARMA : (MULAI KESAL) Astaga, Lan! Bayangkan olehmu Tek Wan ini mau mebangun sebuah gedung di tengah-tengah bangunan lain yang diperguanakan sebagai kompleks pertokoan dan perkantoran. Kalian tahyu bahwa gedung-gedung yang sudah adapun belum terisi semuanya. Ada yang hanya terisi satu dari lima tingkat; ada bioskop yang hanya ditonton tukang sapunya; ada kios-kios yang ditinggalkan lagi penyewanya karena tidak ada pembeli. Jelas bukan bahwa saya harus melindungi klienmu dari kerugian dan melindungi Negara dari pengerahan dana yang tak terarah?DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 10Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 11. SUPANDI : Barangkali memang kamu ahli di bidangmu, Dar. Akan tetapi kamu harus sadar bahwa klien kita itu.wiraswastawan yang berpengalaman dan berhasil. Dia orang lapangan, Dar. Ada hal-hal yang luput dari perhitungan belakang meja. Oelh karena itu, kamu tidak dapat yakin secara mutlak tentang perhitungan-perhitunganmu.RUSLAN : Dan boss sudah setuju memberinya pinjam dua setengah milyar, Dar.DARMA : Kalian tahu saya hanya melaksanakan tugas. Tgas saya menganalisa usulan kredit sesuai dengan cara-cara yang baku. Unutk itu sudah dikerahkan tenaga beberapa insinyur teknik industri. Perhitungan mereka a saya periksa dan meyakinkan saya. Saya hanya bersedia memberikan ar rekomendasi kalau Tek Wan memimjam dalam jumlah yang masuk akal. ntRUSLAN : Kamu harus tahu, boss sudah siap menandatangani formatnya, Dar.DARMA : (HERAN) Barangkali itu bukan urusan saya, Lan. Tugas saya melapor dan sa memberikan rekomendasi. Rekomendasi saya negative terhadap proyek klienmu itu. NuSUPANDI : Lan, kalau Darma tidak setuju kita tidak perlu mebicarakannya lebih lanjut. ulDARMA : Saya sudah mengatakan, ini bukan soal setuju atau tidak setuju. Ini adalah soal layak atau tidak layak. Layak atau tidak layak proyek itu tidak saya nd yang menentukan akan tetapi perhitungan-perhitungan yang saya buat dengan bantuan Ir. Prasadi dan Ir. Sambas BaRUSLAN : Kalau begitu kita masalahkan boss. Ini persoalan boss juga, Di?DARMA : Silakan kalian membicarakannya, tugas dan persoalan saya sudah saya k selesaikan. Saya sudah merasa cukup berusaha melindungi klien dari po kerugiannya dan melindungi Negara dari pengerahan dana yang tidak benar. lomSUPANDI : Kami akan membicarakannya dengan boss.DARMA : SilakanSUPANDI : Mari, Lan (MEREKA PERGI)KeAdegan 5Muncul Enjang membawa baki berisi poci, cangkir dan toples.DARMA : Mengapa baru sekarang, Jang ?ENJANG : Tadi ada Pak Supandi dan Pak Ruslan, Pak.DARMA : Lha, apa salahnya kamu membawa teh saya selagi mereka ada di sini ?ENJANG : (KIKUK) Ita, Pak, Mereka suka cemburu.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 11Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 12. DARMA : Cemburu ?ENJANG : Perlengkapan minum lain daripada yang mereka pergunakan, Pak.Lebih baik bahkan daripada yang dipergunakan Bapak Kepala.DARMA : Apa bagitu ?ENJANG : Ya, Pak.DARMA : Mengapa begitu ?ENJANG : Ini bukan perlengkapan kantor, Pak.DARMA : (HERAN) Nanti dulu. Ini bagaimana ? aENJANG : Bu Nunung menggantinya dengan yang ada di rumahnya, Pak. arDARMA : Mengapa?ENJANG : Bu Nunung ingin Bapak mempergunakan poci dan cangkir yang lebih nt baik, Pak. saENJANG : Ketika Bu Nunung mengajukan usul, kami semua setuju, Pak.DARMA : Saya tidak tahu, apa yang harus saya katakana Jang (MINUM).ENJANG Nu : Tehnya juga lain, Pak.DARMA : Lain ?ENJANG : Si Uyung pesan dari uwaknya, Pak. Katanya itu teh yang paling baik di ul seluruh dunia dan tidak dijual di toko. ndDARMA : Memang enak. Katakan terimakasih kepada kawan-kawanmu.ENJANG : Dan kue itu dari Soleh, Pak. BaDARMA : O. Terima kasih.ENJANG : Pak ?DARMA : Ya ? kENJANG : Betulkah Bapak akan dipindahkan ? poDARMA : (HERAN) Saya tidak tahu. Dari mana kamu dengar kabar itu? lomENJANG : Katanya Bapak akan jadi kepala sebuah cabang diinokota suatu propinsi.DARMA : Siapa bilang begitu ?ENJANG : Saya dengat dari kawan-kawan dan kawan-kawan dengar dari yang lain.Ke Katanya, Pak Markum akan menggantikan Bapak.DARMA : Begitukah ?ENJANG : Ya, Pak. Katanya Bapak memang sangat ahli, akan tetapi Bapak agak kaku dan kurang pandai bekerja sama di sini.DARMA : O, begitu.ENJANG : Kami akan merasa sedih dan kehilangan kalau Bapak pindah.DARMA : Janganlah kamu terlalu percaya desas-desus, Jang. Disamping itu saya tidak bisa dipindah-pindah dengan seenaknya saja.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 12Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 13. ENJANG : Mudah-mudahan itu tidak benar, Pak.DARMA : Ah, enak juga kuenya ini. Bilang terima kasih pada Soleh.ENJANG : Dia akan senang sekaliBapak suka kue itu, Pak.Adegan 6Muncul MayaDARMA : (TERKEJUT) Mam ? Ada apa? Apa si tito berkelahi lagi ? aMAYA : (HERAN TAPI KEMUDIAN TERSENYUM) Jangan pura-pura, Pap. arDARMA : (HERAN) Pura-pura ?MAYA : Ternyata Papi pandai main sandiwara, ya ? ntDARMA : (BINGUNG) Main sandiwara ? saMAYA : Sudahlah, jangan berlagak pilon. Rahasiamu sudah bocor. Sudah terbongkar (TERTAWA).DARMA Nu : Astaga ! Apa saya mimpi ? Apa barangkali karena kurang tidur ?MAYA : (GELI DAN SENANG) Sudahlah, Pap. Bayangkan, Pak Juarsa sendiri yang menilon. ulDARMA : Menilpon ? Menilpon apa ? ndMAYA : Aduh pura-puranya. Apa harus saya jelaskan ? Masih mau main sandiwara rupanya ? BaDARMA : Saya benar-benar tidak mengerti, Mam!MAYA : Pak Juarsa sendiri menilpon. Katanya saya harus datang ke sini karena kamu punya surprise bagi saya, Pap. Nah sekarang jelas, bukan. Sekarang k jelas rahasiamu terbongkar, bukan ? poDARMA : Rahasia apa ? lomMAYA : (TERTAWA) Sudahlah, tidak perlu main sandiwara lagi.Adegan 7KeMuncul Juarsa, Supandi dan Raslan, Enjang segera pergi.JUARSA : Memang kamu tidak usah berpura-pura, Dar.MAYA : O, Bapak. Selamat pagi, Pak.JUARSA : Selamat pagi.MAYA : Selamat pagi, Pak Pandi, Pak Raslan.SUPANDI DAN RASLAN : Selamat pagi, Bu Darma.JUARSA : Nah, sekarang upacaranya bisa dimulai, bukan ?DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 13Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 14. DARMA : Upacara apa ?MAYA : (MULAI BIMBANG). Tampaknya dia benar-benar bingung. Kamu memang pandai main sandiwara atau kena surprisemu sendiri, Pap ?DARMA : (BERFIRASAT BURUK) Kamu boleh menganggap ini sandiwara, akan tetapi saya kira ini sungguh-sungguh.JUARSA : Darma benar. Marilah kita tinggalkan sandiwara ini dan kita mulai bersungguh-sungguh. (KEPADA MAYA) Bu Darma, Anda tahu benar betapa besar jasa suami Anda bagi kemajuan usaha kita. Kami juga tahu, a betapa besar cinta suami Anda kepada Anda. Sejak lama ia ingin ar mengungkapkan cintanya yang besar itu kepada Anda dengan sebaik- baiknya, akan tetapi kesempatan itu belum datang uga. Itulah sebabnyu nt kami semua membantunya. Hari ini, saat ini, kami harap akan menjadi sa saat-saat yang paling indah bagi Anda dan suami Anda. Akhirnya suami Anda dapat mencapai cita-citanya. Ia dapat menepati janji kepada dirinya Nu sendiri. Oleh karena itu, tadi Anda saya panggil untuk melaksanakan upacara yang hikmat ini. (KEPADA RUSLAN) Pak Raslan, bawalah hadiah itu dan juga cermin itu. (RASLAN MENYERAHKAN KOTAK ul KECIL DAN MENGAMBIL SERTA MENYIAPKAN CERMIN. nd JUARSA MEMBUKA KOTAK DAN MENGAMBIL ISINYA, LALU MENYERAHKAN KOTAK KEPADA SUPANDI). Atas nama cinta Ba kasih yang tak terhingga dan atas nama persahabatan kami yang terjalin sejak kami sama-sama bergerilya di hutan-hutan di Jawa Barat, dengan ini saya persembahkan kalung, gelang dan giwang ini kepada Anda. k (MENYERAHKAN PERHIASAN MEWAH GEMERLAPAN KEPADA po MAYA, RASLAN MENYIAPKAN CERMIN DI DEPAN MAYA). lomMAYA : O, Papi ! O ! Terima kasih, Papi! (MERANGKUL DARMA, MEMAKAIKAN KALUNG DAN GELANG, MENGHADAP CERMIN). O ! Indah sekali ! Terima kasih Papi, Pak Juarsa, Pak Pandi, Pak Raslan.Ke (KEPADA DARMA) Papi, ternyata kamu tahu bahwa saya sering bolak- balik di depan toko Mas Galaxy hanya untuk memandang perhiasan ini. Kamu benar-benar memahami keinginan istrimu walaupun kamu terus- menerus berpura-pura.JUARSA : Kamu benar-benar suami yang baik, Dar. Kami benar-benar iri dengan gagasanmu yang hebat ini.MAYA : Saya tahu, kamumemang hebat, Pap. Kamu kadang-kadang memang agak aneh tapi kamu begitu banyak gagasan. Dan saya juga tahu sekarang,DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 14Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 15. bahwa kamu pandai menyimpan rahasia dan berpura-pura, bahkan kepada istrimu sendiri. Terima kasih, sekali lagi terima kasih, Pap. Kenapa kamu diam saja ?JUARSA : Sebanarnya kita segera meninggalkan ruangan ini, Di, Lan. Berilah suami- istri yang berbahagia ini untuk berduaan. (KEPADA MAYA) Bu Darma, suami Anda harus menandatangani tanda terima perhiasan ini dulu. (KEPADA SUPANDI) Di, serahkan mapnya kepada Darma. (SUPANDI MENYERAHKAN MAP REKOMENDASI PEMBAGIAN KREDIT, a DARMA MEMBUKANYA DAN UNTUK BEBERAPA LAMA ar MEMANDANGNYA. IA MENGAMBIL VULPENNYA, AKAN TETAPI KEMUDIAN MEMASUKKANNYA KEMBALI. INI nt DILAKUKANNYA BEBERAPA KALI SEMENTARA YANG LAIN sa MEMPERHATIKANNYA, SELAIN MAYA YANG LEBIH MEMPERHATIKAN BAYANGAN DIRINYA DI DALAM CERMIN). Nu Tanda tanganilah demi istrimu yang kamu cintai, Dar.MAYA : (MULAI MENYADARI AKAN ADANYA SESUATU YANG ANEH) Mengapa kamu belum juga menandatanganinya, Pap ? ulJUARSA : Tandatanganilah, Dar. Bukankah kamu mencintai istrimu ? ndDARMA : (BIMBANG) Kamu tidak mengerti, Mam.MAYA : Tidak mengerti ? Apa ini ? Memang saya tidak mengerti mengapa kamu Ba tidak menantanganinya ?JUARSA : Tandatanganilah. Jangan terus main sandiwara, Dar.DARMA : (KEPADA JUARSA). Saya tidak menduga kamu akan memperlakukan k saya seperti ini, Ju. Saya bicara bukan sebagai bawahan kepada atasan, po akan tetapi sebagai kawan seperjuangan. Sungguh saya tidak menyangka lom kamu sampai hati.JUARSA : Zaman sudah berubah, Dar. Kamu tidak dapat bersikap dan bertingkah kaku.KeDARMA : Tapi ini soal prinsip, Ju. Kita bertempur melawan Belanda bukan untuk ini. Berubah bukan berarti melepaskan prinsip.MAYA : Apa ini ?JUARSA : Tenanglah, Bu. Biasa. Salah satukeanehan Darma. Ia masih senang main sandiwara rupanya.MAYA : Sudahlah, Pap. Tandatanganilah.DARMA : Mami, kamu tidak tahu berapa harga perhiasan itu. Harganya dua milyar. Dengar itu. Dua milyar dan itu bukan uang kita. Itu uang rakyat.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 15Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 16. MAYA : Apa ini ?JUARSA : Baiklah, Dar. Tapi kamu tidak punya pilihan lain. Lihatlah istrimu.MAYA : Papi, apa ini. Katakanlah, apa ini ?DARMA : Kamu tidak akan mengerti. Tapi baiklah akan saya jelaskan. Semua upacara ini mereka adakan agar saya mau menandatangani format analisa kredit sebesar dua setengah milyar untuk sebuah proyek yang menurut pendapat saya hanya berharga setengah milyar. Kamu sekarang seharusnya mengerti bahwa perhiasan itu merupakan sebagian dari a sogokan klien agar bank mau mengeluarkan dana duasetengah milyar itu. arMAYA : Saya tidak mengerti.JUARSA : Tidak hanya Anda, Bu Darma, yang tidak mengerti jalan pikirannya, akan nt tetapi kami semua juga sering tidak mengerti. (KEPADA DARMA) sa walupun begitu, Dar, kamu tidak punya pilihan.DARMA : Saya tahu. Saya tidak bisa melawan kamu semua dan klien itu. Akan tetapi Nu kalian keliru kalau kalian beranggapan saya mau menyerah. (KEPADA MAYA) Mami, lepaskanlah perhiasan itu.MAYA : Apa ini ? Apa arti semua ini ? ulJUARSA : Artinya jelas, Bu Darma, bahwa suami Anda mengundurkan diri sebagai nd Kepala Bagian Analisa Kredit.DARMA : Ya. Bukan hanya dari Bagian Analisa Kredit, saya mengundurkan diri dari Ba bank ini. Saya memutuskan hubungan kerja dengan bank ini saat ini juga. (MENGAMBIL TAS DAN PERGI).MAYA : Kamu keterlaluan, Pap. Masa ? Masa tidak mau tanda tangan ? kDARMA : (MUNCUL LAGI) Ayo, cepat lepaskan perhiasan itu. Mari kita pergi ! poMAYA : Tidak ! lomDARMA : Lepaskan, itu bukan punya kamu!MAYA : Kamu memang terlalu. Pantas kamu dianggap aneh, dianggap linglung, dianggap sinting oleh kawan-kawanmu. Disangkanya saya tidak pernahKe mendengar gunjingan tentang kamu. Kamu ini suami macam apa?DARMA : Saya tak perduli saya ini suami macam apa. Tapi lepaskan perhiasan itu.MAYA : Tidak!DARMA : Kamu kira kamu akan bisa membayar harganya?MAYA : (MELEPASKAN PERHIASAN) Kamu terlalu! Kawan-kawanmu benar. Kamu sinting! Saya putuskan hubungan perkawinan kita! (DARMA PERGI. MAYA MENGEJARNYA SAMPAI MENJERIT-JERIT). Kamu sinting, kamu linglung! Suami macam apa kamu ini? Kamu sok suci! Terkutuk kamu! (HENING)DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 16Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 17. JUARSA : Siapkan surat keputusan pengangkatan Markum.SUPANDI : Segera, Pak.RUSLAN : Pak, bagaimana kalau di mengoceh kepada wartawan?JUARSA : Kita cukup punya banyak kertas untuk menyumpal mulut usil wartawan- wartawan itu. BLACKOUT a ar nt sa Nu ul nd Ba k po lomKeDUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 17Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 18. Babak 2 Ruang Direktur pada suatu perusahaan swasta. Perlengkapan yang ada samadengan. Perlengkapan yang ada pada babak 1, kecuali warna, gaya dan letaknya yangsedikit berbeda. Pagi hari, kira-kira jam 10 (sepuluh)Adegan 1Ketika layar dibuka atau lampu dinyalakan tampak Suryana, direktur perusahaan, sedang a mengawasi Ajo, pelayan, mematut-matut ruangan. arSURYANA : Hari ini harus lebih rapi daripada hari-hari biasa, Jo.AJO : Baik, Pak. ntSURYANA : Pak Darma sudah datang? saAJO : Setengah delapan sudah datang, Pak, tapi pergi lagi. Saya diminta menyampaikan kepada Bapak bahwa beliau akan mengontrol proyek di Cimangga. NuSURYANA : Seharusnya Pak Darma sudah kembali, Jo.AJO : Kata beliau, beliau tidak akan lama, Pak. ulSURYANA : Cukup, Jo. Nah, jangan digeser lagi potnya. ndAJO : Begini, Pak?SURYANA : Ya. Baiklah, kamu bisa pergi. Kalau Pak Darma sudah datang, katakan Ba Bapak menunggu di sini.AJO : Baik, Pak. (PERGI). k poADEGAN 2 lomDarma masuk hampir bertabrakan dengan Ajo.KeDARMA : Up!AJO : Aduh! Maaf, Pak. Ah rupanya sudah diperlukan rambu-rambu lalu lintas di kantor ini. (PERGI)DARMA : Rem kamu barangkali sudah blong, Jo.AJO : Untung rem Bapak masih kuat makannya. Permisi, Pak.DARMA : Yuk! (KEPADA SURYANA YANG DUDUK DI KURSI). Dia belum datang?SURYANA : Bilangnya mau datang kira-kira jam sepuluh. Sekarang sudah lebih sepuluh menit.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 18Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 19. DARMA : Saya kira dia sudah datang, jadi sopir saya suruh ngebut tadi.SURYANA : Saya khawatir kamu tidak datang. Saya perlu bahan-bahan darimu dan bantuanmu.DARMA : Apa yang dia butuhkan, Sur?SURYANA : Dalam teleponnya dia bilang, dia ingin keterangan dan penjelasan tentang faktor-faktor yang mendorong kemajuan usaha kita.DARMA : Saya kira kamu sendiri bisa menjawabnya, Sur.SURYANA : Memang, akan tetapi secara garis besar saja. Perinciannya kamulah yang menjawab. aDARMA : Saya sedang ada pekerjaan yang tidak boleh terlambat, Sur. arSURYANA : Mungkin hanya setengah jam waktu yang diperlukan, Dar. ntDARMA : Begini saja. Kalau dia datang nanti, kamu dulu yang menghadapi. Seandainya pertanyaannya memerlukan jawaban terperinci, panggil saja sa saya.SURYANA : Okey. NuDARMA : Jadi saya bisa mengerjakan garapan itu sekarang, bukan?SURYANA : Okey. (DARMA BANGKIT). Eh, Dar, saya dengar anakmu sedang ul berlibur di sini?DARMA : Oh, si Tito. Ya, selama dua minggu libur kenaikan kelas dia berlibur di nd sini.SURYANA : Rupanya hati ibunya sudah menjadi lunak sekarang. Kalau tak salah dulu Ba anakmu tidak pernah diberi izin mengunjungimu.DARMA : Sebetulnya tidak begitu. Dulu masih terlalu kecil, masih kolokan. k Sekarang sudah dapat berdiri sendiri. Walupun begitu, selama dia berlibur po saya tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas di rumah. Saya harus membawanya ke berbagai tempat. lomSURYANA : Anggap saja kamu sendiri yang berlubur. (KETUKAN). Silahkan masuk.DARMA : Sebaiknya saya pergi sekarang. (PERGI)KeADEGAN 3Muncul Yopi, wartawan suatu berkala ekonomi dari ibukota. Mereka bersalaman.YOPI : Saya Yopi, Pak, yang kemarin menelepon Bapak.SURYANA : O, ya. Silahkan duduk. Kapan dari Jakarta?DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 19Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 20. YOPI : Dua hari yang lalu, Pak. Saya melihat-lihat daerah-daerah di sini, diantaranya mengunjungi proyek-proyek yang ditangani perusahaan Bapak.SURYANA : Bagus.YOPI : Agar tidak terlalu memboroskan waktu Bapak, sebaiknya wawancaranya kita mulai saja, Pak.SURYANA : Silahkan, silahkan.YOPI : Seperti yang saya kemukakan di telpon, saya ingin tahu hal-hal yang mendorong kemajuan perusahaan Bapak, yang menurut beberapa a pengamat, sangat cepat.Ini penting sekali bagi pembaca kami, khususnya ar mereka yang berberak dalam business. ntSURYANA : Okey. Pendorong pertama dan utama adalah idealisme.YOPI : (SAMBIL MENCATAT ATAU MENYODORKANH RECORDER sa KECIL) Maksud Bapak?SURYANA : Perlu anda ketahui, bahwa semua pimpinan perusahaan ini adalah Nu eksponen Angkatan Empat Lima. Saya sebagai Direktur Utama, Pak Harris sebagai Direktur Pemasaran, Pak Darma sebagai Direktur ul Anggaran dan perencanaan adalah kawan-kawan lama. Kami adalah anggota-anggota Tentara Pelajar dalam Perang Kemerdekaan. Begitu nd penyerahan Kedaulatan dari fihak Belanda kepada Republik Indonesia Serikat dilaksanakan, kami langsung kembali ke sekolah. Dengan Ba dilandasi semangat empat lima dan didorong itikad untuk mengisi kemerdekaan, kami semua belajar dengan bajk dan setelah menyelesaikan k sekolah, kami terjun ke dalam dunia business. poYOPI : Kalau begitu, sudah cukup lama Bapak bergerak di bidang business, Pak.SURYANA : Sudah hampir duapuluh lima tahun. lomYOPI : Baiklah, Pak. Tadi Bapak mengatakan bahwa idealisme dan semangat empat lima menjadi pendorong kemajuan usaha Bapak. Bagaimana Bapak menerapkan semangat Empat Lima itu dalam praktek berusaha?KeSURYANA : Perusahaan ini dijalankan secara kekeluargaan.YOPI : Maksud Bapak?SURYANA : (GUGUP) Em……….em….Perinciannya lebih baik bukan saya yang menjawab. (BERSERU). Pak Darma!Adegan 4Muncul Darma dan langsung duduk.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 20Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 21. SURYANA : Silahkan tanyakan langsung kepada Pak Darma yang bertindak sebagai orang lapangan.YOPI : Bapak Direktur Anggaran bukan?DARMA : Ya.SURYANA : Tugas Pak Darma tidak hanya meliputi perencanaan dan penegelolaan modal dan anggaran, akan tetapi juga kesejahteraan pegawai.YOPI : Begini, Pak. Tadi Pak Suryana menjelaskan kepada saya bahwa perusahaan ini dikelola secara kekeluargaan. Saya kira, pengelolaan secara a itulah diantaranya yang memungkinkan perusahaan ini di dalam tiga tahun ar terakhir maju dengan cepat sekali. Dapatkah Bapak menjelaskan kepada nt saya bagaimana azas kekeluargaan itu diterapkan dalam kegiatan sehari- hari? saDARMA : Sederhana saja. Semua pegawai perusahaan ini kami anggap sebagai anggota keluarga. Kami berusaha agar mereka berada di dalam perusahaan Nu seperti di dalam keluarga.YOPI : Maksud bapak? ulDARMA : Mereka harus merasa aman dan terjamin.YOPI : Caranya bagaimana? ndDARMA : Yang sudah memperlihatkan kesetiaan dalam jangka waktu tertentu kami beri semacam saham. BaYOPI : Jangka waktu berapa lama, Pak?DARMA : Lima tahun. Jadi, saya belum berhak mendapatkan saham, karena baru k tiga tahun bekerja di sini. poYOPI : Ah, jadi Bapak baru di sini?DARMA : Tiga tahun. Sebelumnya saya bekerja di sebuah bank, di ibu kota. lomYOPI : Kalau begitu, kehadiran bapak di sini bersamaan dengan pesatnya kemanjuan perusahaan.SURYANA : Darmalah yang memanjukan perusahaan.KeDARMA : Tidak benar. Tanpa pengertian Pak Suryana sebagai direktur utama, tidak mungkin ada kemajuan.YOPI : Baiklah, saya tertarik pada pemberian saham itu, Pak. Apakah menurut pendapat bapak pemberian saham merupakan salah satu pendorong kemajuan perusahaan ini?DARMA : Mungkin.SURYANA : Pak Darma terlalu rendah hati. Saya yakin, pemberian saham itu benar- benar merupakan salah satu pendorong.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 21Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 22. YOPI : Saya paham, Pak.SURYANA : Tapi tidak hanya pemberian saham yang kami laksanakan di sini.YOPI : Apalagi kebijaksanaan yang kira-kira mendorong peningkatan daya kerja itu, Pak?SURYANA : Perasaan terjamin. Penjelasannya mintalah pada Pak Darma.YOPI : Saya benar-benar penasaran, Pak.DARMA : Keuntungan perusahaan tidak seluruhnya dipergunakan secara konsumtif.YOPI : Contohnya?DARMA : Kemajuan usaha tidak berarti kenaikan gaji atau pemberian bonus. a Pertama, kami salurkan sebagian sebagai dana pensiun. Maka, sejak tiga ar tahun yang lalu, setiap pegawai kami sudah punya buku tabungan bank. nt Kedua, keuntungan itu sebagian disalurkan untuk pembukaan usaha-usaha baru, yaitu perluasan kesempatan kerja. Kesempatan kerja ini pertama- sa tama diberikan kepada sanak keluarga pegawai kami. Terakhir, misalnya, kami akan membuka Taman Kanak- Kanak. Gagasan ini timbul karena Nu tiba-tiba disadari bahwa ada empat orang gadis anak pegawai bersekolah untuk jadi guru Taman Kanak-kanak; di samping itu kami sadar pula, ul banyak pegawai yang harus bayar uang pangkal tinggi kalau meemasukkan anak mereka ke Taman Kanak-kanak. Maka dibuatlah nd perencanaan pendirian Taman Kanak-kanak Perusahaan, yang akan menampung anak-anak pegawai, baik sebagai guru maupun sebagai Ba murid, dan juga anak-anak mereka yang tinggal dekat-dekat ke sini.YOPI : Saya paham, Pak. Apakah intisari kebijaksanaan-kebijaksanaan yang k dikeluarkan perusahaan ini? poDARMA : Tidak mudah mengatakannya, Saudara Yopi. Mungkin kami boleh mengatakan bahwa perusahaan kami ingin memperlakukan semua lom pegawai sebagai manusia dan tidak cuma sekedar alat yang dapat dibuang atau diganti.KeYOPI : Saya paham, Pak. Saya paham. Ini menarik, benar-benar menarik.Adegan 5Muncul Harris.HARRIS : Maaf mengganggu. Rupanya ada tamu. Na, Dar, dapatkah kalian menyelang sebentar?SURYANA : Kita atur saja. Saudara Yopi, bagaimana kalau saudara beristirahat dulu dan nanti kalau perlu kita bicara lagi nanti?DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 22Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 23. YOPI : Saya juga tidak mau mengganggu, Pak.SURYANA : Tidak, tidak mengganggu. Sementara Saudara minum dulu. (KEPADA AJO) Jo, Ajo!AJO : (MUNCUL DI PINTU) Antar Pak Yopi ke Kantin.YOPI : Nanti saya kembali untuk membuat foto-foto, Pak.SURYANA : Silakan. (YOPI PERGI). Bagaimana, berhasil?HARRIS : (GEMBIRA) Kita berhasil, Na, Dar. Ini proyek paling besar yang pernah kita dapat. Kita terpilih sebagai partner dalam suatu joint-venture di bidang eksplorasi migas. Pihak Amerika menganggap kualifikasi kita a paling tinggi. Kita sudah sembilan puluh sembilan persen terpilih. ar Perincian-perincian sedang diolah oleh anak-anak. Kalian bias segera nt memeriksanya nanti.SURYANA : Syukurlah kalau begitu. saHARRIS : Segala biaya yang kita keluarkan untuk mendapatkan proyek ini Insya Allah akan kembali. NuSURYANA : Tapi, mengapa tadi kamu bilang proyek ini baru Sembilan puluh Sembilan persen pasti? ulHARRIS : Itulah yang ingin saya bicarakan.SURYANA : Memangnya, ada masalah apa? Ada pejabat yangingin membonceng? ndHARRIS : Bukan. Soal begitu sudah ada pola pemecahannya. Akan tetapi yang ini lain. BaSURYANA : Lain?HARRIS : Begini, Na, Dar. Manajer Lokal fihak sana, yang bernama van Rees, k mengajukan permintaan khusus. Ia minta disediakan rumah lengkap po dengan isinya.SURYANA : Itu bukan persoalan sama sekali. lomHARRIS : Rumah lengkap dengan istrinya itu berarti meliputi seorang sekretarise yang all-in.DARMA : All-in?KeHARRIS : Maksudnya, siang jadi sekretarise malam jadi kawan tidurnya.DARMA : Astaga!HARRIS : Ada tambahnya. Karena van Rees ini umurnya hamper enam puluh tahun ia minta agar sekretarise itu berumur antara tiga puluh lima empat puluh.SURYANA : Apakah itu merupakan persoalan?HARRIS : Sama sekali tidak, walaupun lebih mudah tentunya mencari gadis-gadis dua puluhan. Akan tetapi, kata van Rees, ia ingin hidup dengan wanita dewasa yang bias diajak mengobrol. Tentu saja harus cantik, katanya.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 23Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 24. DARMA : (MENYELA) Saya kira kita menghadapi suatu persoalan yang sungguh- sungguh.HARRIS : Yang jadi persoalan ialah bahwa van Rees tidak mau membayar wanita itu dari tangannya sendiri. Ia mengatakan, pergaulannya dengan wanita itu ingin memberikan kesan sebagai suami-istri yang normal. Oleh karena itu, ia minta bantuan kepada kita untuk membayarkan hak wanita itu setiap bulan melalui Bagian Keuangan kita di sini.SURYANA : Sama sekali tidak ada persoalan.DARMA : Saya tidak setuju! aHARRIS : Lha, mengapa? arDARMA : (HERAN) Tapi bukankah ini bertentangan dengan idealisme kita? nt Bukankah ini bertentangan dengan segala yang kita cita-citakan? Dengan moral? saSURYANA : Dar, kalau kita mencampur-aduk moral dengan ekonomi kita akan kebingungan sendiri. NuDARMA : Tapi saya tidak bisa membayangkan bahwa kita akan terlibat dalam suatu.......pelacuran, ya, penjualan manusia. ulHARRIS : Hal-hal seperti itu sudah biasa, Dar.DARMA : Walaupun sudah biasa, itu tidak benar. ndSURYANA : Kalau sudah bicara tentang kebenaran, kita tidak berada dalam dunia nyata, akan tetapi di dunia filsafat, Dar. Kamu tahu, sampai sekarang Ba pertanyaan Pilatus belum ada yang dapat menjawab : Apakah kebenaran itu? kDARMA : Saya tidak tahu tentang filsafat, Na, Ris. Tapi masalah yang kita hadapi po sangat sederhana, bahwa ada wanita, wanita Indonesia, yang akan kita jual demi proyek joint-venture itu. lomHARRIS : Kamu bingung, Dar. Kita tidak menjual siapa-siapa. Wanita itu yang menjual dirinya, atau tanggung jawabnya sendiri.DARMA : Tapi kita membantunya, Ris.KeHARRIS : Tanpa kita bantu pun dia akan berhasil menjual dirinya.DARMA : Kamu benar, akan ettapi………………….SURYANA : Saya paham akan perasaanmu, Dar. Akan tetapi dunia nyata menuntut kita untuk pada saat-saat tertentu kita meninggalkan perasaan.DARMA : Ini bukan soal perasaan, Na. Ini soal prinsip.HARRIS : Jadi kamu usul supaya kita menolak permintaan van Rees?DARMA : Kalau itu dapat dilakukan, mengapa tidak?DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 24Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 25. HARRIS : Dar, kamu harus mengerti, bahwa kalau kita menolak proyek itu mungkin jatuh ke tangan orang lain. Kamu harus dapat membayangkan, betapa keras pejuangan yang telah kami lakukan, saya dan anak-anak, untuk memenangkan proyek itu. Betapa keras dan bengis persaingan yang harus kami hadapi.DARMA : Kalau van Rees tidak mau membayarkan uang seakan akan ia membayar pelacur, mengapa beban itu harus diletakkan di pundak kita?SURYANA : Saya ada jalan tengah. Harris, sebaiknya Darma tidak dilibatkan dalam persoalan itu. Kamu sendirilah yang mengurusnya. Artinya, dana untuk itu a tidak perlu lewat Direktur Anggaran. arHARRIS : Memang dana itu tidak tertulis dalam kontrak, Na. ntSURYANA : Itu lebih baik. Bagaimana kamu, setuju, Dar? (DARMA DIAM SAJA. SURYANA BERJALAN KE ARAH DARMA DAN SAMBIL sa MEMEGANG PUNDAKNYA MELANJUTKAN BICARA). Saya paham akan perasaan kamu dan prinsipmu adalah prinsip kita juga. Akan tetapi, Nu di dalam kenyataannya, kita tidak dapat mendesakkan prinsip kita secara kaku. Kita harus berkompromi. Kita boleh kalah dalam pertempuran, akan ul tetapi tidak dalam perang. Bukanah itu yang sering kamu ucapkan dulu, ketika kita mengembara di hutan-hutan di sekitar Ujungjaya atau Gunung nd Kareumbi? Kita kalah dalam pertempuran untuk memenangkan perang, Dar. BaDARMA : (SETELAH HENING). Saya minta saya tidak dilibatkan dan tidak diajak bicara lagi tentang urusan itu. kSURYANA : Okey. Okey. poHARRIS : Jadi persoalannya selesai. Terima kasih, Dar. Saya benar-benar lega. Saya lom sudah mengurus semuanya, Na. semuanya sudah beres.SURYANA : Sudah beres bagaimana?HARRIS : (MENDEKAT KEPADA SURYANA) Bahkan van Rees sudah memilihKe salah seorang calon dari belasan yang melamar.SURYANA : (KIKUK). Sudahlah, sudahlah. Saya percaya padamu. Uruslah semuanya. (KEPADA DARMA) Dan kamu, Dar, lupakanlah semua pembicaraan kita tadi. Anggap semuanya tidak pernah terjadi.HARRIS : (BERBISIK) Dan calon terpilih itu akan dating ke sini hari ini, untuk ambil panjar dan konsultasi.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 25Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 26. SURYANA : (MAKIN KIKUK) Sudahlah, sudahlah. Uruslah segera. Pergilah. (HARRIS PERGI). Dar, kamu kira wawancara itu bisa dilanjutkan sekarang?DARMA : Terserah kamu, Na. Saya kira, saya bisa pergi sekarang?SURYANA : Jangan, Dar. Kamu temani saya di sini. Mungkin kamu pula yang harus menjawab pertanyaan-pertanyaan wartawan itu.DARMA : Baik.SURYANA : (KEPADA AJO) Jo!AJO : (MUNCUL DI PINTU) Ya, Pak? aSURYANA : Kalau sudah minum, silahkan wartawan itu datang lagi ke sini. arAJO : Ya, Pak. (PERGI) ntAdegan 6 saYopi muncul membawa beberapa folder.NuSURYANA : Silahkan, silahkan. ulYOPI : Baik, Pak. Ternyata makin lama makin menarik.SURYANA : Begitukah? ndYOPI : Ya, Pak. Sebenarnya saya harus minta maaf karena tanpa seijin Bapak saya mewawancarai beberapa pegawai. BaSURYANA : (TERTAWA) Tidak apa-apa. Disini semuanya terbuka. Apa yang diketahui pimpinan, diketahui karyawan. kYOPI : Kalau begitu syukurlah. Di antaranya saya menanyai Ajo tadi. Ada yang po sangat menarik saya, Pak. Ternyata perusahaan ini juga memberi beasiswa. lomSURYANA : Benar. Itu sejak dua tahun yang lalu.YOPI : Berapa orang yang mendapat beasiswa itu?SURYANA : Dar, berapa orang?KeDARMA : Tujuh orang.SURYANA : Nah, soal beasiswa, tanyalah Pak Darma.YOPI : Siapakah mereka itu, Pak? Apaka mereka anak-anak orang tak mampu sekitar ini?DARMA : (LESU) Bukan.YOPI : Bapak sakit?DARMA : Tidak. Tidak. Silahkan teruskan.YOPI : Jadi, mereka itu siapa, Pak?DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 26Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 27. DARMA : Siapa?YOPI : Anak-anak yang mendapat beasiswa itu.DARMA : Oh, mereka anak-anak pegawai atau karyawan di sini.YOPI : Jadi, emua anak karyawan di sini akan mendapa beasiswa?DARMA : Tidak.YOPI : Jadi?DARMA : Jadi apa?YOPI : Siapa yang mendapat beasiswa itu?SURYANA : (MENYELA) Tidak sembarang anak pegawai di beri beasiswa, Saudara a Yopi. arDARMA : (SEPERTI SADAR DARI RENUNGANNYA) O, ya. Mereka anak yang nt berbakat dari pegawai rendahan di sini.YOPI : Oh, saya paham, Pak. Misalnya anak Pak Ajo. saSURYANA : Betul.YOPI : Baik, Pak. Tampaknya saya harus mempelajari berkas-berkas ini dulu, Nu baru saya dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan lain. Ternyata begitu banyak yang menarik dari perusahaan Bapak ini. ulSURYANA : Silahkan. Silahkan.YOPI : Dapatkah Bapak memberi waktu lagi kepada saya untuk berwawancara nd lagi? Maksud saya begini, Pak. Setelah mempelajari berkas-berkas tentang perusahaan ini, saya yakin, akan banyak hal-hal yang perlu saya tanyakan Ba untuk melengkapi bahan laporan saya. Oleh karena itu, saya harus pulang dulu ke Hotel sampai Bapak punya waktu luang lagi untuk menerima saya. kSURYANA : Saya lihat Buku Harian dulu. (MELIHAT BUKU) Kamis pagi jam yang po sama, bisa?YOPI : Tentu saya bisa, Pak. Kan saya yang membutukan. lomSURYANA : Jadi, silahkan datang hari Kamis.YOPI : Ya, Pak. Sekarang saya ingin membuat foto Bapak dan Pak Darma. (YOPI MULAI MEMOTRET-MOTRET. MUNCUL AJO DI PINTU).KeAJO : Pak, ada tamu bagi Pak Harris, tapi pak Harris sedang di luar.SURYANA : Silakan saja masuk sini, Jo.YOPI : Ah, saya harus segera pergi, Pak.SURYANA : Tidak perlu. Santai saja. Silakan saja.Adegan 7Muncul Maya dengan busana sexy dan rias yang agak berlebihan.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 27Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 28. MAYA : Selamat siang, Pak.SURYANA : Ah, silakan duduk.MAYA : Sebenarnya saya mau bertemu……(MELIHAT DARMA).DARMA : Mengapa kamu harus menyusul-nyusul dia? Bukankah si Tito itu anak saya juga ? Wajar saja kalau dia tinggal tiga minggu atau sebulan pada ayahnya. Mengapa kamu menyusul – nyusulnya ? Kamu kira saya tidak sayang padanya ?MAYA : Kamu salah paham. Sebaiknya saya pergi dari sini. Maaf, Pak. Permisi. a arAdegan 8 ntMaya akan meniggalkan ruangan ketika Harris muncul. saHARRIS : Maaf, Nyonya, saya sedang ada perlu ke luar sebentar. Kebetulan, ini Pak Nu Suryana, Direktur Utama kami, dan ini Pak Darma, Direktur Perencanaan dan Anggaran. Pak Suryana, Nyonya Maya adalah fihak yang akan ul membantu kita dalam joint – venture itu. (KEPADA MAYA) Segalanya sudah beres, hanya ada sedikit perubahan. Nyonya akan langsung nd berhubungan dengan saya dan tidak perlu berhubungan dengan Bagian Keuangan bawahannya Pak Darma. Segalanya sudah beres, Nyonya. BaDARMA : Anjing betina! Kuntilanak! Jadi kami, kamu ibu anakku yang mencampakkan kehormatan wanita Indonesia ke tempat sampah itu ! k (DARMA AKAN MENYERANG MAYA; HARRIS po MELINDUNGI;YOPI MEMBUAT POTRET ADEGAN ITU).MAYA : Tolong ! Tolong ! lomDARMA : (DITAHAN SURYANA) Apa kamu tidak cukup dengan biaya yang kukirim padamu ? Dasar pelacur ! Lonte ! Kuntilanak ! (LOLOS DAN AKAN MENYERANG MAYA, TAPI DITAHAN SURYANA. TERJADIKe PERGULATAN KACAU – BALAU;YOPI MEMOTRET KEJADIAN ITU) Perempuan bejat ! ANjing betina ! Tidak kubiarkan kamu mengambil si Tito ! Kamu tidak berhak !MAYA : Tolong ! Tolong !SURYANA : Sabar, Dar ! Sabar Dar ! (PERGULATAN).DARMA : Ini tidak bias kubiarkan ! Anjing betina !HARRIS : (MELIHAT YOPI MEMBUAT FOTO) Jangan bikin foto ! (Merebut kamera. Terjadi tarik – menarik).DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 28Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 29. MAYA : Tolong ! Tolong !YOPI : (KEPADA HARRIS) Bapak menghalangi kebebasan pers !SURYANA : Sabar, Dar ! Baca istigfar, Dar !DARMA : Kuntilanak ! Kali ini kamu bisa lolos !HARRIS : Kami beli foto – foto Anda !YOPI : Nanti dulu ! (MENGHINDAR. HARRIS MENGEJAR).DARMA : Jangan menghalangi, Sur ! Anjing betina itu pantas kucekik !MAYA : Tolong ! Tolong ! (MUNCUL AJO, TERKEJUT, PINGSAN).SURYANA : Baca istigfar ! Sabar ! aHARRIS : (MENGEJAR YOPI BERKELILING) Saya beli dengan kameranya. Saya ar borong. Berapa anda mau jual ? (YOPI MALAH MEMOTRET HARRIS nt YANG MENGEJARNYA).YOPI : Berapa tawaran Bapak ? saMAYA : Tolong ! Tolong !SURYANA : Ya Tuhan ! Ya Allah ! Sabar Dar ! NuDARMA : kubunuh kamu ! Kubunuh kamu !MAYA : Tolong ! Tolong ! ul BLACKOUT nd Ba k po lomKeDUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 29Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 30. Babak 3 Sebuah kompleks pekuburan Kristen di suatu kota di Jawa Tengah. Salib – salibnisan berjajar menjadi latar belakang. Siang hari.Adegan 1Ketika layar dibuka atau lampu dinyalakan, tampak Darma sedang berdirimemperhatikan dan atau tiga orang pekerja yang sedang membersihkan rumput – arumput di antara nisan - nisan. arDARMA : Mas Parto, kapan mau istirahat ?PARTO : Sedikit lagi, Pak. Kepalang. ntDARMA : (MELIHAT ARLOJINYA) Masih ada besok, Mas. Sudahlah. saPARTO : Sedikit lagi, Pak.DARMA : Saya jadi malu. Soalnya saya tidak dapat menyediakan uang lembur, Mas.PARTO Nu : Lho, kenapa bawa - bawa uang lembur segala ? Kami bekerja ikhlas lho pak.DARMA : Kalau begitu, saya hanya bisa ………. Mengucapkan terima kasih atas ul kebaikan Mas Parto dan kawan – kawan. ndPARTO : Bukan apa – apa, Pak. Sekarang juga selesai. (KEPADA YANG LAIN) Anak – anak, sudah waktu pulang. (MEREKA BERJALAN KE ARAH Ba DARMA. DARMA MENGELUARKAN ROKOKNYA DAN MENYODORKANNYA. MEREKA MENGAMBIL ROKOK DENGAN SENANG HATI. SETELAH MENGUCAPKAN TERIMA KASIH, k PEMBANTU – PEMBANTU PARTO MENGUCAPAKAN PERMISI po DAN PERGI. TINGGAL PARTO).DARMA : Bagaimana anak Mas PArto itu, sudah masuk sekolah ? lomPARTO : Sudah, Pak.DARMA : Syukur.KePARTO : Kami sekeluarga mengucapakan terimakasih kepada Bapak. Tanpa bantuan Bapak anak itu akan manganggur, Pak. Dari mana kami bisa membayar uang – pangkal sebesar itu. Sebelum saya bicara dengan Bapak, sudah kami putuskan anak saya tidak sekolah dan cari kerja saja.DARMA : Cuma kebetulan, Mas Parto. Kebetulan saya ada uang yang menganggur. Kalau sedang tidak ada, pasti saya tidak bisa menolong.PARTO : Kami tidak akan dapat melupakan budi Bapak, Pak.DARMA : Kalau anak itu maju sekolahnya, saya sudah merasa senang.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 30Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 31. PARTO : Sudah saya katakan padanya, dia harus malu kepada Bapak kalau sekolahnya tidak betul, Pak.DARMA : Mas Parto sudah lama bekerja di sini ?PARTO : Lama sekali, Pak. Sejak kecil.PARTO : Sejak kecil ?DARMA : Kakek saya bekerja sebagai tukang membersihkan kuburan ini; ayah saya juga begitu, walupun berhenti sebentar di zaman perang. Saya mewarisi kerja ini dari ayah, Pak. Bapak sendiri, bagaimana sampai Bapak bekerja di sini ? aDARMA : Waktu itu saya menganggur beberapa bulan. Pada suatu hari saya ar membaca iklan di Koran, bahwa ada lowongan kerja sebagai Pengurus nt Kuburan. Saya pikir pekerjaan ini cocok bagi saya. Lalu saya pergi ke Kedutaan Besar Belanda. Mula – mula mereka tidak mau menerima saya. saPARTO : Kenapa, Pak ?DARMA : Mereka heran, mengapa saya melamar. NuPARTO : Mengapa mereka heran ?DARMA : Karena sebelumnya saya bekerja di suatu bank yang cukup besar dan ul kemudian di suatu perusahaan swasta yang cukup besar. Mereka meragukan itikad saya. ndPARTO : Tapi akhirnya diterima juga, ya ?DARMA : Rupanya fihak Kedutaan Belanda menghubungi bekas – bekas majikan Ba saya yang juga kawan – kawan lama saya karena kami sama – sama bergerilya di zaman Perang Kemerdekaan. kPARTO : Dan mereka membujuk kedutaan untuk menerima Bapak ? poDARMA : Mereka mengatakan kepada fihak kedutaan bahwa menjadi pengurus kuburan merupakan satu – satunya kerja yang cocok bagi saya. lomPARTO : Syukurlah.DARMA : Lha, kenapa Mas Parto bersyukur ?PARTO : Kedatangan Bapak ternyata merupakan keberuntungan bagi kami semuaKe para perkerja di sini.DARMA : (RIKUH) O, begitu.PARTO : (BERSEMANGAT) Pengurus yang lama benar – benar bajingan, Pak. Waktu gajian tidak tentu, kami biasa disuruh menandatangani kwitansi kosong. Alasannya banyak, katanya uangnya uang Belanda harus ditukar dulu; kalau tidak harus ditukar dulu, belum datang dari Jakarta; kalau tidak belum datang belum beres administrasinya dan banyak lagi. Agar kami tidak rewel, ia hanya mengharuskan kami bekerja terutama pada bulan –DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 31Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 32. bulan sekitar natalan dan Tahun Baru. Pada bulan – bulan itu memang banyak turis datang. Kadang – kadang diantara turis itu ada yang leluhurnya dikubur di sini. Bulan – bulan lain kami dibiarkan menganggur dan gaji kami dipermainkan. Tapi, pernah pula kami dibangunkan jam satu malam dan disuruh membersihkan kuburan karena ia mendapat berita orang – orang dari kedutaan akan datang. Bayangkan, Pak, kami harus membersihkan semak – semak, bukan semak, hutan, mulai jam satu malam sampai pagi. Memang dia itu sinting !DARMA : Kalau dibiarkan berbulan – bulan, pasti kuburan ini jadi semak – semak. aPARTO : Bukan semak, Pak, hutan ! kami pernah tidak membersihkannya selama ar hampir sepuluh bulan. Akibatnya pekuburan ini begitu lebatnya ditumbuhi nt semak hingga jadi sarang ular. Orang – orang kampung sekitar mulai mengomel, takhyul – takhyul mulai muncul. Pada suatu hari, seorang turis sa ‘nyelonong datang ke sini dan tidak menemukan kuburan leluhurnya melainkan suatu hutan lebat tempat ular. Dia marah kepada kedutaan dan Nu akibatnya pengurus lama itu dipecat ! Kena batunya dia. Setelah dia dipecat baru kami tahu berapa banyak uang kami yang dia curi, Pak. Ada ul yang usul supaya kami membayanya ke pengadilan. Repot, Pak. Biar saja, semoga rezeki kami yang dimakannya jadi penyakit ! ndDARMA : Apakah uang Mas Parto dan kawan – kawan yang dicuri mendapat penggantian dari kedutaan ? BaPARTO : Tidak, Pak. Tapi memang kami mendapat sumbangan sekedarnya. Walaupun begitu kami berterimakasih kepada kedutaan yang telah k mengirim BApak ke sini sebagai ganti si bajingan itu. poDARMA : (GELI) Sedikitnya saya tidak akan menyuruh Mas Parto dan kawan – kawan bekerja jam satu malam. lomPARTO : Kalaupun Bapak akan menyuruh kami bekerja jam satu malam, kami rela kok Pak. (MEREKA TERTAWA).DARMA : Dan kedutaan akan memecat saya, bukan ? (MEREKA TERTAWA).KePARTO : sekarang daerah pekuburan ini mungkin yang paling bersih dan rapi di kampung ini, Pak. Bapak lihat, makin lama makin banyak anak – anak yang bermain – main di sini. Saya katakan pada mereka agar mereka tidak mengotori atau merusak. Lebih dari itu, Pak. Pernah saya memergoki muda – mudi yang pacaran di sini. Bayangkan, kuburan macam apa yang digunakan pacaran ? (MEREKA TERTAWA). Baiklah, Pak, saya harus permisi.DARMA : Silakan.DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 32Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 33. PARTO : Bapak tidak pulang ?DARMA : Tidak Mas Parto. Akan ada tamu dari Jakarta. Saya menerima telegram kemarin sore.PARTO : (TERTAWA) Ah, kenapa Bapak tidak menyuruh kami bekerja jam satu malam tadi ?DARMA : (TERTAWA) Lain kali saja, Mas Parto.PARTO : Permisi, Pak. (PERGI)DARMA : Mari, Mas Parto (MELAMBAIKAN TANGAN. DARMA BERJALAN DI ANTARA NISAN – NISAN. IA MEMBACA NAMA – NAMA a PADA NISAN). Hougronye……Tack………van der Plaas……..van ar Mook……..van Rees. Banyak nama – nama terkenal……..mungkin ada nt hubungan darah dengan orang – orang terkenal itu. saAdegan 2 NuMuncul Suwaya dan Taudin. Mereka nampak makmur.DARMA : (GEMBIRA) Suwaya ! Taudin ! Setan apa yang mengirimkan kalian ke ul sini?(MEREKA BERPELUKAN DAN SALING MENEPUK PUNGGUNG MASING – MASING). ndTAUDIN : Bukan setan yang mengirim kami ke sini, Malaikat !SUWAYA : Dan kawan – kawan di Kantor Pusat ! BaDARMA : Bagaimana kalian tahu saya berada di sini ?TAUDIN : Kamilah yang harus bertanya bagaimana kamu sampai ada di sini, Dar kDARMA : (TERTEGUN) Masalahnya sangat bersifat pribadi, Din. Sukar bagi saya po untuk menerangkannya.SUWAYA : Din, memang kita tidak datang ke sini untuk memasalahkan sebab-sebab lom Darma ada di sini, bukan ?TAUDIN : Kamu benar, Ya. Dar, kami datang ke sini justru untuk menjemput kamu.DARMA : (HERAN) Menjemput ? Nanti dulu. Apa ini ?KeTAUDIN : Jangan berlagak bodoh, Dar.DARMA : Saya benar-benar tidak mengerti, Din.SUWAYA : Sifatmu benar-benar tidak berubah, Dar. Kamu tetap begini di sekolah dulu dan juga ketika kita menggambar di gunung-gunung.DARMA : Tapi saya benar-benar tidak mengerti mengapa kalian datang ke sini untuk ………………….. menjemput saya.SUWAYA : Ceritakanlah, Din.TAUDIN : Mula-mulanya kita mengadakan reuni di Jakarta. Semua kawan-kawan exDUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 33Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 34. Batalyon Tutul diundang. Kami, maksud saya, saya dan Suwaya ingin sekali bertemu dengan kamu. Tetapi ternyata kamu tidak datang. Kami bertanya-tanya ; bukan saya dan Suwaya saja, tapi banyak juga yang lain. Kami heran, kenapa orang seperti kamu tidak datang.SUWAYA : Maksud Taudi, mengapa kebanggaan Batalyon kita tidak datang.DARMA : Pujian seperti itu tidak saya perlukan, Ya. Din samping itu, mungkin sekarang tidak relevan lagi.SUWAYA : Tidak benar. Tapi baiklah, Din, lanjutkanlah.TAUDIN : Nah, pada saat reuni itu, tentu saja kami bertanya-tanya. Akhirnya Si a Juarsa dan Si Suryana memberi tahu bahwa kamu bekerja untuk Kedutaan ar Belanda. ntSUWAYA : Banyak diantara kawan-kawan kita yang terkejut setengah mati mendengar berita itu, Dar. saTAUDIN : Dan itu dapat dimengerti. Bayangkan, orang yang paling ditakuti dan dicari-cari Belanda di zaman Perang Kemerdekaan malah sekarang Nu bekerja untuk mereka sebagai penunggu kuburan pula !DARMA : Tak ada yang salah dengan semua itu. Sekarang zamannya sudah lain. ulSUWAYA : Justru di situ letak masalahnya, Dar.TAUDIN : Saya sudah menduga kamu akan berkata begitu. Saya tahu, bagi kamu nd secara pribadi mungkin ini tidak menjadi masalah. Akan tetapi bagi keluarga besar ex Batalyon Tutul, ini adalah masalah, Dar, masalah besar. BaDARMA : Maksudmu ?TAUDIN : Dar, kamu tahu, bahwa salah satu tujuan dari organisasi kita adalah k kesejahteraan anggota-anggotanya, termasuk kamu, tentunya. Kami po sangat sedih ketika mendengar kamu bekerja sebagai penunggu kuburan. Bukan saja karena menurut pendapat kami ini tidak pantas bagi orang lom seperti kamu, akan tetapi ini ada hubungannya dengan kebanggaan kita sebagai bangsa. Apa yang akan dikatakan bangsa lain kalau seorang diantara para pahlawan bangsa kita bekerja sebagai penunggu kuburanKe bangsa bekas penjajahnya ? Maaf, Dar, saya terpaksa harus blak-blakan.DARMA : Saya tahu, kamu diatas kawan-kawan kita ke sini karena kamu dekat dengan saya dan kamu suka blak-blakan.TAUDIN : Syukur kalau kamu mengerti, Dar. Jadi kamu juga akan setuju kepada usul kami yaitu agar kamu segera kembali ke Jakarta dan bekerja kembali di sana secara wajar. Kami sudah menyediakan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian kamu dengan jaminan yang sebaik-baiknya. Kami sudah menyediakan rumah dan kendaraan bagi kamu. Jadi kamu setuju, bukan ?DUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 34Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 35. Mari tinggalkan tempat ini dengan segera.DARMA : Saya mengerti dan menghargai maksud baik kalian, Din, Ya. Akan tetapi saya kira kalian salah dalam hubungan dengan pekerjaan saya ini.SUWAYA : Salah duga ?DARMA : Saya mendapat kesan bahwa kalian menyangka saya kurang sejahtera. Itu keliru. Saya mendapat gaji yang cukup menurut ukuran saya. Kebutuhan saya dan kebutuhan membiayai sekolah si Tito terpenuhi. Sayapun punya simpanan. Di samping itu, saya tidak membutuhkan banyak. Jadi, dapatlah dikatakan bahwa ……………………. Bahwa saya cukup a sejahtera. Sedikitnya menurut ukuran saya. arTAUDIN : Kamu baru melihat persoalan ini dari sudut pandang kamu dan sudut nt pandang kepentinganmu sendiri, Dar.DARMA : Maksudmu ? saTAUDIN : Sebagai seorang tokoh, ya, seorang di antara pahlawan-pahlawan perang kemerdekaan, kamu tidak dapat hanya memikirkan kepentingan diramu Nu saja. Dar. Tindakanmu menyangkut juga kepentingan orang lain, ya, menyangkut kepentingan bangsa. ulDARMA : Saya tidak mengerti, Din.TAUDIN : Dar, bayangkan, apa yang akan dikatakan bangsa-bangsa lain, kalau nd mereka tahu bahwa kamu, seorang di antara pahlawan-pahlawan kita, seorang yang berhak mendapatkan tanda-tanda jasa dalam Perang Ba Kemerdekaan, sekarang menjadi penunggu kuburan.SUWAYA : Kalau kuburan pahlawan kita sendiri barangkali tidak terlalu k ……………. menyakitkan, Dar. Tapi ini kuburan bekas musuh kita,-- poTAUDIN : Ini soal kebanggaan nasional, Dar. Keputusan akan tindakanmu kami anggap tidak menunjang usaha kita menegakkan kebanggaan nasional. lomDARMA : ( KEPADA DIRINYA ) Kesejahteraan dan kebanggaan nasional.TAUDIN : Betul, kamu mengerti sekarang maksud kami, Dar.DARMA : (TERTEGUN) Seharusnya kalian lebih banyak bicara tentang kedua halKe itu dengan Juarsa dan Suryana.TAUDIN-SUWAYA : Kenapa ?DARMA : Tidak. Sebaiknya saya tidak membawa-bawa mereka dalam pembicaraan kita ini.TAUDIN : Jadi kamu setuju dengan usul kami, bukan ? Kami sudah menyediakan segala-galanya bagi kamu. Bukan hanya demi kesejahteraan dan kebanggaan nasional saja, Dar, akan tetapi kami membutuhkan tenagaDUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 35Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)
  • 36. dan keahlianmu untuk usaha kita yang baru. Usaha besar, Dar, pasti kamu bergairah bekerja di sana. Saya tahu, pekerjaan itu cukup menantang bagi kamu.DARMA : Berat bagi saya untuk mengatakan tidak, Din. Akan tetapi, pertama, seperti sudah saya katakan saya sudah merasa cukup sejahtera di sini; kedua, mengenai kebanggaan nasional itu, saya kira pendapat kita berbeda.SUWAYA : Berbeda ?DARMA : Keadaan sudah berubah, Ya. Belanda bukan lagi musuh kita. Sekarang a Belanda, Jepang, sama saja dengan bangsa-bangsa lain. Tak ada halangan ar bagi kita untuk bekerjasama dengan mereka. Justru kerjasama benar- nt benar diperlukan. Tentu saja harus tanpa unsur penindasan yang merugikan salah satu pihak. saSUWAJA : (TERTAWA PAHIT) tapi mengadakan joint-venture tidak sama dengan menjadi penunggu kuburan, Dar. Itu jelas sekali : NuDARMA : Hakikatnya sama saja, hanya gejalanya yang berbeda, Ya. ulTAUDIN : Juarsa dan Suryana benar ketika mereka mengatakan bahwa kami tidak akan mudah meyakinkan kamu, Dar. Walaupun begitu saya tetap yakin nd bahwa hati nuranimu bertentangan dengan apa yang kamu lakukan.DARMA : (TERTAWA PAHIT) kata-katamu justru harus kamu sampaikan kepada Ba Juarsa dan Suryana, Din. Tapi baiklah, sebaiknya saya katakan padamu, bahwa hati nurani saya tidak mengizinkan saya kembali ke Jakarta. kTAUDIN : Kami ingin tahu alasannya, Dar. Kalau kami tahu alasannya barangkali po kami dapat meyakinkanmu.DARMA : Ini persoalan hati nurani, Din, soal perasaan. lomTAUDIN : Maaf kalau saya menyinggung-nyinggung masalah pribadi, Dar. Apakah tindakanmu berhubungan dengan perceraianmu ?DARMA : (TERTAWA PAHIT) Tidak. sama sekali tidak, Din.KeTAUDIN : Kalau soalnya soal perasaan, perasaan apa?DARMA : Sukar bagi saya untuk menjelaskannya, Din. Ya, karena ini memang soal perasaan. Akan tetapi baiklah. Bayangkan oleh kalian bagaimana perasaan kalian kalau harus mengemudikan sebuah mobil di jalan yang ramai sementara kalian tahu bahwa sopir-sopir lain tidak punya SIM. Perasaan seperti itulah yang saya rasakan. Saya harap kalian dapat merasakannya dan memahami saya.SUWAYA : (SETELAH TERTEGUN) saya tidak mau berpura-pura dapat merasakanDUNIA ORANG-ORANG MATI (Saini K.M.) 36Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009http://bandulnusantara.blogspot.com/)