1 | P a g e
Praktek Ilmu Ukur
Tanah II
Pengukuran
Polygon Tertutup
Menggunakan
Sokkisha
Lembar Kerja
Program : PTB
Jurusan...
2 | P a g e
E. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mahasiswa dapat membuat denah lokasi praktek yang digunakan dengan
benar.
2. Mahasis...
3 | P a g e
g. Patok : 5 buah
h. Alat tulis : seperlunya
H. LANGKAH KERJA
1. Memperhatikan dan mendengarkan petunjuk serta...
4 | P a g e
d. Pesawat diputar 1800 kembali jika ada kesalahan, setengah kesalahan
dibetulkan dengan koreksi nivo dan sete...
5 | P a g e
f. Kemudian K1 dikendurkan dan K2 tetap dan micrometer kita nolkan.
10. Memasang bak ukur dititik P5, kemudian...
6 | P a g e
22. Memasukkan semua data hasil pengukuran kedalam tabel.
23. Memeriksa semua alat dan mengembalikan ke labora...
7 | P a g e
I. TABEL DATA PENGUKURAN
Tabel Data Pengukuran Poligon Tertutup
No.
TP
Pembacaan
benang
Azimuth Jarak(mm) Ket
...
8 | P a g e
J. ANALISIS DATA
Rumus-rumus dalam perhitungan hasil kerja
a. Kontrol benang tengah
2
BbBa
Bt


b. Jarak opt...
9 | P a g e
P2 – P1 belakang = (Ba – Bb) x 100 mm
= (1171 − 0925 ) x 100 mm = 24,6 m
P2–P3 muka = (Ba – Bb) x 100 mm
= (11...
10 | P a g e
P4 = beda tinggi = Tp4̶ - Bt + tinggi titik
= (950 + 280) – 1288 = -58
Tinggi titik = 89980 - 58 = 89922
P5 =...
11 | P a g e
< P2 = ( P2 P3 - P2 P1 ) + 360°
= (184° 27’ 00" - 278° 51' 00") + 360°
= 265°36' 00"
<P3 = ( P3 P4 - P3 P2 ) ...
12 | P a g e
8. Perhitungan sudut luar setelah koreksi
<P1 = ( P1 P2 - P1 P5 ) + 360° + Koreksi <P1
= (101° 51 ’00" - 187°...
13 | P a g e
αP5 P1 = αP4 P5 + <P5 - 180° 00' 00"
= 286° 08' 51" + 261° 29' 06"- 180° 00' 00"
= 7° 37' 56"
10. Perhitungan...
14 | P a g e
11. Perhitungan koreksi
a. Koreksi absis ( X )
Koreksi =
Jarak
Σjarak
xselisih absis Dx
KP1 =
24600
139600
𝑥 ...
15 | P a g e
Titik P3 = (45 x sin 187°27'07")+Titik P2+KP2 =-5,836+24,079+0,006
= 18,249
Titik P4 = (15,2 x sin 278°18'29"...
16 | P a g e
13. Koordinat Poligon Tertutup (X,Y)
P1 = ( 0 ; 0 )
P2 = ( 24,079 ; -5,051 )
P3 = ( 18,249 ; -49,669 )
P4 = (...
17 | P a g e
L. TABELPERHITUNGAN POLIGON TERTUTUP
TITIK
TP
(mm)
T.patok
(mm)
ARAH
BACAAN BENANG (mm) JARAK
(m)
BEDA TINGGI...
18 | P a g e
Titik Target
Bacaan Sudut Besar Sudut Pengambilan
Jarak Azimuth (a)
S.Sin(a) S.Cos(a) Koordinat
Biasa Data Ko...
19 | P a g e
M. KESULITAN YANG DIHADAPI
1. Dalam pemegangan bak ukur sering goyang sehingga menyulitkan dalam
pembacaan.
2...
of 19

Polygon tertutup

Pengukuran Poligon Tertutup
Published on: Mar 4, 2016
Published in: Science      
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Polygon tertutup

  • 1. 1 | P a g e Praktek Ilmu Ukur Tanah II Pengukuran Polygon Tertutup Menggunakan Sokkisha Lembar Kerja Program : PTB Jurusan : PTK Semester : IV Hari : Senin Tanggal : 7 & 21 April 2014 Waktu : 2x Pertemuan Kelompok : II A. STANDAR KOMPETENSI Membuat Peta Sederhana, Situasi dan Kontur. B. KOMPETENSI DASAR Membuat peta sederhana. C. SUB KOMPETENSI DASAR Membuat kerangka polygon tertutup. D. INDIKATOR 1. Membuat denah lokasi praktek yang digunakan. 2. Mendirikan statif. 3. Memasang pesawat. 4. Menyetel kedataran pesawat. 5. Menentukan azimuth utara. 6. Membaca bak ukur. 7. Membaca sudut jurusan. 8. Mengukur tinggi pesawat. 9. Mengecek jarak manual dan perhitungan jarak optis. 10. Menghitung beda tinggi. 11. Menghitung tinggi titik. 12. Menghitung koordinat titik. 13. Menggambar hasil analisis data.
  • 2. 2 | P a g e E. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Mahasiswa dapat membuat denah lokasi praktek yang digunakan dengan benar. 2. Mahasiswa dapat mendirikan statif dengan benar. 3. Mahasiswa dapat memasang pesawat dengan benar. 4. Mahasiswa dapat menyetel kedataran pesawat dengan benar. 5. Mahasiswa dapat menentukan azimuth utara dengan benar. 6. Mahasiswa dapat membaca bak ukur dengan benar. 7. Mahasiswa dapat membaca sudut jurusan dengan benar. 8. Mahasiswa dapat mengukur tinggi pesawat dengan benar. 9. Mahasiswa dapat mengecek jarak manual dan perhitungan jarak optis dengan benar. 10. Mahasiswa dapat menghitung beda tinggi dengan benar. 11. Mahasiswa dapat menghitung tinggi titik dengan benar. 12. mahasiswa dapat menghitung koordinat titik polygon dengan benar. 13. Mahasiswa dapat menggambar hasil perhitungan dengan benar. F. PENDAHULUAN Poligon tertutup merupakan poligon yang titik awal dan titik akhir saling berimpit atau pada posisi yang sama atau saling bertemu..Dimana titik sudut pertama sama dengan titik sudut yang terakhir, atau dengan kata lain titik terakhir menempati titik pertama. Tujuan pengukuran polygon tertutup adalah untuk menentukan titik koordinat titik yang diukur. Yang perlu diukur didalam polygon tertutup ini adalah sudut dan jarak. G. ALAT YANG DIGUNAKAN a. Pesawat SOKKISHA : 1 buah b. Statif : 1 buah c. Bak ukur : 1 buah d. Unting – unting : 1 buah e. Payung : 1 buah f. Rol meter : 1 buah
  • 3. 3 | P a g e g. Patok : 5 buah h. Alat tulis : seperlunya H. LANGKAH KERJA 1. Memperhatikan dan mendengarkan petunjuk serta pengarahan dari pembimbing. 2. Menyiapkan alat – alat yang digunakan untuk praktek polygon tertutup di lapangan. 3. Memeriksa kelengkapan dan kondisi alat yang akan digunakan di lapangan. 4. Membuat sketsa gambar lokasi yang akan digunakan untuk praktek polygon tertutup di lapangan. 5. Menentukan titik P1 sebagai kedudukan pesawat 6. Menempatkan pesawat dititik P1 dengan cara : a. Memasang statif dengan unting-unting tepat di atas paku, tinggi statif disesuaikan dengan tinggi anggota kelompok. b. Menempatkan ketiga kaki statif dengan membentuk sudut ± 60º atau membentuk segitiga sama sisi. c. Memasang pesawat pada kepala statif, bila posisi sudah siap dihubungkan dengan skrup meja statif dan dikuncikan. 7. Menyetel pesawat di mulai dengan mengatur kedataran pesawat di titik P1 a. As teropong ditempatkan disalah satu as skrup penyetel ( kedua skrup penyetel yang lain sejajar dengan nivo tabung ). b. Menyetel gelembung nivo tabung dengan cara memutar dua skrup penyetel yang sejajar dengan nivo tabung keluar atau kedalam secara bersamaan hingga gelembung nivo ditengah-tengah garis. c. Pesawat diputar 1800, apabila gelembung nivo belum ditengah gelembung nivo ditengahkan dengan cara menyetel dua skrup penyetel yang sejajar dengan nivo tabung keluar atau kedalam secara bersamaan hingga gelembung nivo ditengah-tengah garis.
  • 4. 4 | P a g e d. Pesawat diputar 1800 kembali jika ada kesalahan, setengah kesalahan dibetulkan dengan koreksi nivo dan setengah kesalahan dengan dua skrup penyetel yang sejajar dengan nivo tabung. e. Putar pesawat 900, putar skrup penyetel ketiga untuk menempatkan gelembung nivo tabung ditengah-tengah garis. f. Jika gelembung nivo sudah berada di tengah-tengah, pesawat diputar ke segala arah untuk memastikan kedudukan gelembung nivo tetap berada ditengah. Jika tetap berada di tengah maka pesawat siap dioperasikan, tetapi jika gelembung nivo berubah maka dilakukan penyetelan ulang seperti langkah kerja a – f. 8. Menempatkan teropong tegak lurus terhadap sumbu vertikal dengan cara: a. Kencangkan skrup pengunci arah horizontal dan kendorkan skrup pengunci arah vertikal, putar teropong pesawat hingga kedudukan mendekati 900 sumbu vertikal pesawat. b. Kunci skrup penggerak kasar arah vertical dan putar skrup penggerak halus arah vertikal hingga menunjukkan sudut 900. 9. Menentukan azimuth utara dengan cara: a. Kendorkan skrup penggerak kasar K1 arah horizontal, pesawat diputar sampai arah horisontal mendekati 00 pada garis indeks pembacaan skala horizontal dengan melihat pada luph pembacaan, kemudian skrup penggerak kasar K1 dikencangkan. b. Skrup penggerak halus H1 diputar sampai arah horizontal tepat 0o. c. Menempatkan kompas pada tempat yang tersedia di pesawat kemudian kendorkan skrup pengunci kompas. d. Skrup arah horizontal K2 dikendorkan, pesawat diputar sampai jarum kompas mendekati tengah-tengah garis indeks kompas, kemudian kunci skrup penggerak kasar arah horisontal K2. e. Gunakan skrup penggerak halus arah horizontal H2 untuk menempatkan jarum kompas tepat arah di tengah-tengah garis indeks kompas.
  • 5. 5 | P a g e f. Kemudian K1 dikendurkan dan K2 tetap dan micrometer kita nolkan. 10. Memasang bak ukur dititik P5, kemudian mengarahkan teropong dan membidik bak ukur dan dibaca benang atas, benang tengah, benang bawah dan nonius. 11. Memindah arah teropong ke titik P2 dan membaca benang atas, benang tengah, benang bawah dan nonius. 12. Memindah pesawat ke titik P2, kemudian menyetel alat hingga siap untuk dioperasikan, mengukur dan mencatat tinggi pesawat. Melakukan pembidikan terhadap titik P1, dan melakukan pembacaan benang atas, benang tengah, benang bawah dan nonius. 13. Membidik titik P3 dan membaca benang atas, benang bawah, benang tengah dan nonius. 14. Pindahkan pesawat ketitik P3 kemudian melakukan penyetelan alat hingga dapat dioperasikan dan mencatat tinggi pesawat. 15. Mengarahkan teropong ke titik P2 kemudian melakukan pembidikan terhadap titik P2 dan melakukan pembacaan benang atas, benang tengah, benang bawah serta nonius 16. Mengarahkan teropong ketitik P4 dan melakukan pembacaan benang atas, benang tengah, benang bawah dan nonius. 17. Menempatkan pesawat di titik P4 kemudian melakukan penyetelan pesawat hingga pesawat siap dioperasikan 18. Mengukur tinggi pesawat P4, melakukan pembidikan terhadap titik P3 sebagai bacaan belakang. 19. Mengarahkan teropong ke titik P5 dan melakukan pembacaan benang atas, benang tengah, benang bawah dan nonius ( bacaan muka ) 20. Memindah pesawat ke titik P5, kemudian menyetel alat hingga siap untuk dioperasikan, mengukur dan mencatat tinggi pesawat. Melakukan pembidikan terhadap titik P4, dan melakukan pembacaan benang atas, benang tengah, benang bawah dan nonius. 21. Membidik titik P1 dan membaca benang atas, benang bawah, benang tengah dan nonius.
  • 6. 6 | P a g e 22. Memasukkan semua data hasil pengukuran kedalam tabel. 23. Memeriksa semua alat dan mengembalikan ke laboraturium.
  • 7. 7 | P a g e I. TABEL DATA PENGUKURAN Tabel Data Pengukuran Poligon Tertutup No. TP Pembacaan benang Azimuth Jarak(mm) Ket Pswt Baak Muka Blkng Muka Belakang Muka Blkng P5 1179 187°38’00" 452000953 0727 P1 1298 P2 1380 101°51'00" 246001257 1134 P1 1171 278°51'00" 246001048 0925 P2 1263 P3 1110 274°28'03" 450000885 0660 P2 1520 6°58'20" 450001295 1070 P3 1255 P4 1180 277°49'40" 152001104 1028 P3 0964 101°00'00" 152000888 0812 P4 1288 P5 0998 288°50'20" 96000950 0902 P4 1254 92°5'58" 96001206 1158 P5 1373 P1 1418 353°34'56" 452001192 0966
  • 8. 8 | P a g e J. ANALISIS DATA Rumus-rumus dalam perhitungan hasil kerja a. Kontrol benang tengah 2 BbBa Bt   b. Jarak optis d = (Ba - Bb) x 100 c. Beda tinggi  Bak muka = (Bt + Patok) – Tp d. Koreksi tiap-tiap titik = kesalahanbesar d d   1. Kontrol benang tengah P5 Blkng = Bt = Ba+Bb 2 = 1179 + 727 2 = 0953 P2 Muka = Bt = Ba+Bb 2 = 1380 + 1134 2 = 1257 P1 Blkng = Bt = Ba+Bb 2 = 1171 + 0925 2 = 1048 P3 Muka = Bt = Ba+Bb 2 = 1110 + 0660 2 = 0885 P2 Blkng = Bt = Ba+Bb 2 = 1520 + 1070 2 = 1295 P4 Muka = Bt = Ba+Bb 2 = 1180 +1028 2 = 1104 P3 Blkng = Bt = Ba+Bb 2 = 0964 + 0812 2 = 0888 P5 Muka = Bt = Ba+Bb 2 = 0998 + 0902 2 = 0950 P4 Blkng = Bt = Ba+Bb 2 = 1254 + 1158 2 = 1206 P1 Muka = Bt = Ba+Bb 2 = 1418 + 0966 2 = 1192 2. Perhitungan Jarak Optis Poligon Tertutup P1 – P5 belakang = (Ba–Bb) x 100 mm = (1179 − 727) x 100 mm = 45,2 m P1 – P2 muka = (Ba–Bb) x 100 mm = (1380 − 1134 ) x 100 mm = 24,6 m
  • 9. 9 | P a g e P2 – P1 belakang = (Ba – Bb) x 100 mm = (1171 − 0925 ) x 100 mm = 24,6 m P2–P3 muka = (Ba – Bb) x 100 mm = (1110 − 0660 ) x 100 mm = 45 m P3 – P2 belakang = (Ba – Bb) x 100 mm = (1520 −1070 ) x 100 mm = 45 m P3–P4 muka = (Ba – Bb) x 100 mm = (1180 − 1028 ) x 100 mm = 15,2 m P4 – P3 belakang = (Ba– Bb) x 100 mm = (0964 − 0812) x 100 mm = 15,2 m P4 – P5 muka = (Ba – Bb) x 100 mm = (0998 − 0902) x 100 mm = 9,6 m P5 – P4 belakang = (Ba – Bb ) x 100 mm = (1254 − 1158 ) x 100 mm = 9,6 m P5 – P1 muka = (Ba – Bb) x 100mm = (1418 + 0966) x 100 mm = 45,2 m ∑ Jarak = 24,6 + 45 + 15,2 + 9,6 + 45,2 = 139,6 m 3. Perhitungan Beda Tinggi dan Tinggi Titik Tinggi Persamaan = ± 90000 P1 = beda tinggi = (Bt + tinggi patok) - Tp = ( 1257 + 0) - 1298 = -41 Tinggi titik = 90000 - 41 = 89959 P2 = beda tinggi = (Bt + tinggi patok) Tp2 = (0885 + 310) - 1263 = -68 Tinggi titik = 89959 - 68 = 89891 P3 = beda tinggi = (Bt + tinggi patok) - Tp3 = (1104 + 240) – 1255 = 89 Tinggi titik = 89891 + 89 = 89980
  • 10. 10 | P a g e P4 = beda tinggi = Tp4̶ - Bt + tinggi titik = (950 + 280) – 1288 = -58 Tinggi titik = 89980 - 58 = 89922 P5 = beda tinggi = (Tp5 - Bt + tinggi patok) = (1192 + 260) - 1373 = 79 Tinggi titik = 89922 + 79 = 90001 Jadi besar koreksi = 90001 – 90000 = 1 mm 4. Perhitungan besar koreksi beda tinggi masing-masing titik polygon Koreksi = Jarak Σjarak 𝑥 selisih tinggi titik P1 – P2 = 24600 139600 𝑥 1 = + 0,176218 P2 – P3 = 45000 139600 𝑥 1 = + 0,32235 P3 – P4 = 15200 139600 𝑥 1 = + 0,108883 P4 – P5 = 9600 139600 𝑥 1 = + 0,068768 P5 – P1 = 45200 139600 𝑥 1 = + 0,323782 5. Perhitungan Tinggi Titik Poligon Tertutup Setelah Koreksi Titik P1 = ( 90000 - 41 - 0,1762178 ) = 89958,82378 Titik P2 = ( 89958,82378 – 68 - 0,32235 ) = 89890,50143 Titik P3 = ( 89890,50143 + 89 - 0,108883 ) = 89979,39255 Titik P4 = ( 89979,39255 – 58 - 0,068768 ) = 89921,32378 Titik P5 = (89921,32378 + 79 - 0,323782) = 90000 6. Perhitungan Sudut Poligon Tertutup yang diukur (Sn) <P1 = ( P1 P2 - P1 P5 ) + 360° = (101° 51 ’00" - 187° 38’ 00" ) + 360° = 274° 13' 00"
  • 11. 11 | P a g e < P2 = ( P2 P3 - P2 P1 ) + 360° = (184° 27’ 00" - 278° 51' 00") + 360° = 265°36' 00" <P3 = ( P3 P4 - P3 P2 ) + 360° = (277° 49' 40" – 06° 58' 20" ) + 360° = 270° 51' 20" <P4 = ( P4 P5 - P4 P3 ) + 360°00'00" = (288° 50' 20" - 101° 00' 00" ) + 360°00'00" = 187° 50' 20" <P5 = ( P5 P1 - P5 P4 ) + 360°00'00" = ( 353° 34' 56" - 92° 5' 58") + 360°00'00" = 261° 28' 58" Σ<Pn = 1259° 59' 38" Cek Koreksi sudut luar (n + 2) X 180° - Σ<Pn = (5 + 2) x 180° - 1259° 59' 38" = 0° 0’ 22” 7. Perhitungan besar koreksi sudut luar masing-masing titik polygon Koreksi = Jarak Σjarak 𝑥 koreksi sudut luar <P1 = 24600 139600 𝑥 0° 0’ 22” = + 0° 0’ 3,88” => + 0° 0’ 4” <P2 = 45000 139600 𝑥 0° 0’ 22” = + 0° 0’ 7.09” => + 0° 0’ 7” <P3 = 15200 139600 𝑥 0° 0’ 22” = + 0° 0’ 2,40” => + 0° 0’ 2” <P4 = 9600 139600 𝑥 0° 0’ 22” = + 0° 0’ 1,51” => + 0° 0’ 2” <P5 = 45200 139600 𝑥 0° 0’ 22” = + 0° 0’ 7,12” => + 0° 0’ 7”
  • 12. 12 | P a g e 8. Perhitungan sudut luar setelah koreksi <P1 = ( P1 P2 - P1 P5 ) + 360° + Koreksi <P1 = (101° 51 ’00" - 187° 38’ 00" ) + 360° + 0° 0’ 4” = 274° 13' 04" < P2 = ( P2 P3 - P2 P1 ) + 360° + Koreksi <P2 = (184° 27’ 00" - 278° 51' 00") + 360° + 0° 0’ 7” = 265°36' 07" <P3 = ( P3 P4 - P3 P2 ) + 360° + Koreksi <P3 = (277° 49' 40" – 06° 58' 20" ) + 360° + 0° 0’ 2” = 270° 51' 22" <P4 = ( P4 P5 - P4 P3 ) + 360°+ Koreksi <P4 = (288° 50' 20" - 101° 00' 00" ) + 360° + 0° 0’ 2” = 187° 50' 22" <P5 = ( P5 P1 - P5 P4 ) + 360°00'00" + Koreksi <P5 = ( 353° 34' 56" - 92° 5' 58") + 360° + 0° 0’ 7” = 261° 29' 06" Σ<Pn = 1260° 0' 0" 9. Perhitungan Sudut Jurusan Poligon Tertutup Setelah Koreksi αP1 P2 = 101°51' 00" αP2 P3 = αP1 P2 + <P2 - 180° 00' 00" = 101°51' 00" + 265° 36' 07" - 180° 00' 00" = 187° 27' 07" αP3 P4 = αP2 P3 + <P3 - 180° 00' 00" = 187° 27' 07" + 270° 51' 22" - 180° 00' 00" = 278° 18' 29" αP4 P5 = αP3 P4 + <P4 - 180° 00' 00" = 278° 18' 29" + 187° 50' 22" - 180° 00' 00" = 286° 08' 51"
  • 13. 13 | P a g e αP5 P1 = αP4 P5 + <P5 - 180° 00' 00" = 286° 08' 51" + 261° 29' 06"- 180° 00' 00" = 7° 37' 56" 10. Perhitungan koordinat sebelum koreksi a. Perhitungan Koordinat (x) Titik P2 = (24,6 x sin 101°51' 00") + Titik P1 = 24,076+0,00 = 24,076 Titik P3 = (45 x sin 187°27'07") + Titik P2 = -5,836+24,076 = 18,240 Titik P4 = (15,2 x sin 278°18'29") + Titik P3 =-15,041+18,240 = 3,199 Titik P5 = (9,6 x sin 286°08'51") + Titik P4 = -9,221+3,199 = -6,022 Titik P1 = (45,2 x sin 7°37'56") + Titik P5 = 5,999+-6,022 = - 0,023 Jadi koreksi absis Dx = - 0,023 b. Perhitungan Koordinat (y) Titik P1 = 0,000 Titik P2 = (24,6 x cos 101°51' 00") + Titik P1 = -5,052 + 0,00 = -5,052 Titik P3 = (45 x cos 187°27'07") + Titik P2 = -44,620 + (-5,052) = -49,672 Titik P4 = (15,2 x cos 278°18'29") + Titik P3 = 2,196 + (-49,672) = -47,476 Titik P5 = (9,6 x cos 286°08'51") + Titik P4 = 2,670 + (-47,476) = -44,806 Titik P1 = (45,2 x cos 7°37'56") + Titik P5 = 44,800+ (-44,806) = - 0,006 Jadi koreksi absis Dy = - 0,006
  • 14. 14 | P a g e 11. Perhitungan koreksi a. Koreksi absis ( X ) Koreksi = Jarak Σjarak xselisih absis Dx KP1 = 24600 139600 𝑥 0,023 = +0,003 KP2 = 45000 139600 𝑥 0,023 = +0,006 KP3 = 15200 139600 𝑥 0,023 = +0,002 KP4 = 9600 139600 𝑥 0,023 = +0,001 KP5 = 45200 139600 𝑥 0,023 = +0,000 b. Koreksi absis ( Y ) Koreksi = Jarak Σjarak xselisih absis Dy KP1 = 24600 139600 𝑥 0,006 = +0,001 KP2 = 45000 139600 𝑥 0,006 = +0,002 KP3 = 15200 139600 𝑥 0,006 = +0,001 KP4 = 9600 139600 𝑥 0,006 = +0,000 KP5 = 45200 139600 𝑥 0,006 = +0,002 12. Perhitungan koordinat setelah koreksi a. Perhitungan Koordinat (x) Titik P2 = (24,6 x sin 101°51' 00")+Titik P1+KP1= 24,076+0,00+ 0,003 = 24,079
  • 15. 15 | P a g e Titik P3 = (45 x sin 187°27'07")+Titik P2+KP2 =-5,836+24,079+0,006 = 18,249 Titik P4 = (15,2 x sin 278°18'29")+Titik P3+KP3 =15,041+18,249+0,002 = 3,211 Titik P5 = (9,6 x sin 286°08'51")+Titik P4+KP4 = -9,221+3,211+0,001 = -6,009 Titik P1 = (45,2 x sin 7°37'56") +Titik P5+KP1 =5,999+-6,009+0,006 = 0,000 b. Perhitungan Koordinat (y) Titik P2 = (24,6 x cos 101°51' 00")+Titik P1+KP1 = -5,052 + 0,00 + 0,001 = -5,051 Titik P3 = (45 x cos 187°27'07")+Titik P2+KP2 = -44,620+(-5,051)+0,002 = -49,669 Titik P4 = (15,2 x cos 278°18'29")+Titik P3+KP3 = 2,196+(-49,669)+0,001 = -47,472 Titik P5 = (9,6 x cos 286°08'51")+Titik P4+KP4 = 2,670+(-47,476)+ 0,000 = -44,801 Titik P1 = (45,2 x cos 7°37'56") +Titik P5+KP5 = 44,800+(-44,801)+0,002 = 0,000
  • 16. 16 | P a g e 13. Koordinat Poligon Tertutup (X,Y) P1 = ( 0 ; 0 ) P2 = ( 24,079 ; -5,051 ) P3 = ( 18,249 ; -49,669 ) P4 = ( 3,211 ; -47,472 ) P5 = ( -6,009 ; -44,801 ) K. GAMBAR HASIL KERJA (Terlampir)
  • 17. 17 | P a g e L. TABELPERHITUNGAN POLIGON TERTUTUP TITIK TP (mm) T.patok (mm) ARAH BACAAN BENANG (mm) JARAK (m) BEDA TINGGI (mm) KOREKSI TINGGI TITIK (mm)BA BT BB P1 1298 260 P5 1179 953 727 45,2 90000 P2 1380 1257 1134 24,6 -41 0,176218 89958,82378 P2 1263 0 P1 1171 1048 925 24,6 P3 1110 885 660 45 -68 0,32235 89890,50143 P3 1255 310 P2 1520 1295 1070 45 P4 1180 1104 1028 15,2 89 0,108883 89979,39255 P4 1288 240 P3 964 888 812 15,2 P5 998 950 902 9,6 -58 0,068768 89921,32378 P5 1373 280 P4 1254 1206 1158 9,6 P1 1418 1192 966 45,2 79 0,323782 90000
  • 18. 18 | P a g e Titik Target Bacaan Sudut Besar Sudut Pengambilan Jarak Azimuth (a) S.Sin(a) S.Cos(a) Koordinat Biasa Data Koreksi Terkoreksi Dx Koreksi Dy Koreksi X Y [..o] [..'] [.."] [..o] [..'] [.."] [..'] [.."] [..o] [..'] [.."] [m] [..o] [..'] [.."] [m] [m] [m] [m] [m] [m] P1 P5 187 38 0 274 13 0 0 4 274 13 4 0,000 0,000 P2 101 51 0 24,600 101 51 0 24,076 0,003 -5,052 0,001 P2 P1 278 51 0 265 36 0 0 7 265 36 7 24,079 -5,051 P3 184 27 0 45,000 187 27 7 -5,836 0,006 -44,620 0,002 P3 P2 6 58 20 270 51 20 0 2 270 51 22 18,249 -49,669 P4 277 49 40 15,200 278 18 29 -15,040 0,002 2,196 0,001 P4 P3 101 0 0 187 50 20 0 2 187 50 22 3,211 -47,472 P5 288 50 20 9,600 286 8 51 -9,221 0,001 2,670 0,000 P5 P4 92 5 58 261 28 58 0 7 261 29 5 -6,009 -44,801 P1 353 34 56 45,200 7 37 56 6,003 0,006 44,800 0,002
  • 19. 19 | P a g e M. KESULITAN YANG DIHADAPI 1. Dalam pemegangan bak ukur sering goyang sehingga menyulitkan dalam pembacaan. 2. Adanya tanaman liar yang dapat mengganggu jalannya praktek . 3. Lokasi praktek yang berbatasan dengan pagar proyek pembangunan Rumah Sakit UNS. N. KESIMPULAN Melalui praktek pengukuran memanjang keliling dapat diketahui beda tinggi dan jarak suatu tempat. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka dibutuhkan ketelitian, kekompakan, dan ketrampilan yang memadai. O. SARAN 1. Mahasiswa diharapkan lebih tenang dan rileks pada saat memegang bak ukur. 2. Mahasiswa bersama petugas kebersihan kampus membersihkan area sebelum melaksanakan praktek. 3. Mahasiswa hendaknya lebih kreatif dalam menghadapi situasi dan kondisi yang ada di area praktek.

Related Documents