PONDASI
Pondasi didefinisikan sebagai bagian dari struktur yang berhubunganlangsung dengan tanah, dan berfungsi untuk menyalurkan ...
Pemilihan jenis pondasi yang cocok untuk bangunan bergantung pada : Kedalaman tanah dari dasar pondasi Daya dukung tanah...
Pondasi dapat diklasifikasi menjadi :A. Pondasi dangkalB. Pondasi dalamPONDASI DANGKALPondasi dangkal adalah pondasi yang ...
PONDASI DALAMPondasi dalam adalah pondasi yang meneruskan beban struktur ke lapisan tanahkeras atau batuan yang terletak r...
TIPE PONDASIa. Pondasi Telapakb. Pondasi Memanjangc. Pondasi Rakitd. Pondasi Sumurane. Pondasi Tiang
Pondasi telapak adalah pondasi yang berdiri sendiri dalam mendukung kolom.Pondasi memanjang adalah pondasi yang digunakan ...
Pondasi Telapak Pondasi MemanjangPondasi Rakit
Pondasi SumuranPondasi Tiang
FASE-FASE KERUNTUHAN PONDASIUntuk mempelajari perilaku tanah pada saat permulaan sampaimencapai keruntuhan dilakukan tinja...
FASE IAwal pembebanan tanah dibawah pondasi turun, terjadideformasi lateral dan vertikal ke bawah. Penurunan yang terjdise...
FASE IIPada penambahan beban selanjutnya, penurunan tanah terbentuktepat di dasar pondasi dan deformasi plastis tanah menj...
FASE IIIFase ini dikarekteristikkan oleh kecepatan deformasi yangsemakin bertambah sejalan dengan penambahan beban yangdii...
MEKANISME KERUNTUHANBerdasarkan pengujian model vesic (1963) membagi mekanismekeruntuhan pondasi menjadi 3 macam:a. Kerunt...
KERUNTUHAN GESER UMUMKeruntuhan yang terjadi pada tanah yang tidak mudah mampat,yang mempuntai kekuatan geser tertentu ata...
KERUNTUHAN GESER SETEMPATPola keruntuhan terjadi pada tanah yang mudah mampat atautanah yang lunak. Bidang gelincir tidak ...
KERUNTUHAN GESER PENETRASIPenggembungan permukaan tanah tidak terjadi, akibatpembebanan pondasi bergerak kebawah arah vert...
Lapisan tanah yang mempunyai pola keruntuhan ini; Lapisan pasir yang sangat lunak Lapisan tanah yang mudah mampat Lapis...
TEORI DAYA DUKUNGDaya dukung : tahanan geser tanah untuk melwan penurunanakibat pembebanan yaitu tahanan geser yang dapat ...
ANALISIS TERZAGHIAsumsi Terzhagi dalam menganalisis daya dukung : Pondasi memanjang tak terhingga Tanah di dasar pondasi...
DAYA DUKUNG ULTIMATEPengaruh Bentuk PondasiTerzhagi memberikan pengaruh faktor bentuk terhadap dayadukung ultimit yang did...
qu : daya dukung ultimatec : kohesi tanahp = . Df : tekanan overburden pada dasar pondasi: berat volume tanahDf : kedalama...
FAKTOR DAYA DUKUNG TERZAGHI
Penyelidikan tanah dimaksudkan untuk mendapatkan informasi yangrepresentatif tentang formasi dan jenis tanah pada lokasi d...
Beberapa metode untuk mendapatkan informasi tentang data tanah :1. Pengujian langsung (direct sampling), yaitu pengambilan...
Beberapa metode pengambilan tanah secara langsung :Contoh Tanah Terganggu (Disturbed)Metode Kedalaman KegunaanAuger Boring...
Auger DrillingRotary DrillingPercussion Drilling Wash Boring
Cone Penetration Test (CPT) yang juga disebutsondir adalah usaha untuk mendapatkan besarantahan ujung (konus, qc ), yaitu ...
Standard Penetration Test (SPT) padaprinsipnya adalah usaha untuk mendapatkanbesaran tahanan tanah, yaitu kemampuan tanahu...
Hasil pembacaan tahan konus (qc) dan tahan gesek (fs) pada setiap kedalaman kemudiandipresentasikan dalam grafik 2.7a dan ...
Jenis pengujian tanah yang umum dilakukan di laboratorium :a. Pengujian Karakteristik TanahPengujian karakteristik tanah m...
c. Sifat Kompresibilitas dan Kepadatan TanahSifat kompresibilitas tanah dapat ditentukan dari pengujian contoh tanah di la...
Pondasi 1
of 33

Pondasi 1

Published on: Mar 4, 2016
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Pondasi 1

  • 1. PONDASI
  • 2. Pondasi didefinisikan sebagai bagian dari struktur yang berhubunganlangsung dengan tanah, dan berfungsi untuk menyalurkan beban-beban pada struktur atas ke tanah.Pondasi suatu bangunan berfungsi untuk memindahkan beban –beban pada struktur atas ke tanah. Pondasi harus direncanakansedemikian rupa agar dapat mendukung beban –beban struktur, baikberat sendiri, beban hidup, beban angin, gempa, dll.Pondasi bertujuan untuk meratakan beban kedalam bidang yangcukup luas, sehingga tanah yang ada bisa mendukung bebandiatasnya dengan aman tanpa penurunan yang berlebihan.Fungsi ini dapat berlaku secara baik bila kestabilan pondasi terhadapefek guling, geser, penurunan, dan daya dukung tanah terpenuhi.Umumnya pondasi terbuat dari beton bertulang, meskipun kadang –kadang juga digunakan beton tanpa tulangan atau pasangan batu.
  • 3. Pemilihan jenis pondasi yang cocok untuk bangunan bergantung pada : Kedalaman tanah dari dasar pondasi Daya dukung tanah dan keseragaman dari tanah Jenis dari bangunan atas yang didukungnya Ukuran dari pondasi yang berkaitan langsung dengan beban yangbekerja diatasnyaPondasi harus memenuhi dua persyaratan dasar, yaitu :a. Faktor keamanan terhadap keruntuhan geser (shear failure) daritanah pendukung harus memadaib. Penurunan pondasi dapat terjadi dalam batas toleransi danpenurunan sebagian (differential settlement) tidak bolehmempengaruhi struktur
  • 4. Pondasi dapat diklasifikasi menjadi :A. Pondasi dangkalB. Pondasi dalamPONDASI DANGKALPondasi dangkal adalah pondasi yang memindahkan beban langsung ke lapisan permukaantanah. Contoh : Pondasi tapak, pondasi memanjang, pondasi rakitPondasi dangkal biasanya dibuat dekat dengan permukaan tanah, umumnya kedalamanpondasi didirikan kurang 1/3 dari lebar pondasi sampai dengan kedalaman kurang dari 3meter. Kedalaman pondasi dangkal ini bukan aturan yang baku, tetapi merupakan sebagaipedoman.Pondasi dangkal biasanya digunakan ketika tanah permukaan yang cukup kuat dan kakuuntuk mendukung beban yang dikenakan dimana jenis struktur yang didukungnya tidakterlalu berat dan juga tidak terlalu tinggi.Pondasi dangkal umumnya tidak cocok dalam tanah kompresif yang lemah atau sangatburuk, seperti tanah urug dengan kepadatan yang buruk , pondasi dangkal juga tidak cocokuntuk jenis tanah gambut, lapisan tanah muda dan jenis tanah deposito aluvial, dll.
  • 5. PONDASI DALAMPondasi dalam adalah pondasi yang meneruskan beban struktur ke lapisan tanahkeras atau batuan yang terletak relatif jauh dari permukaan.Contoh pondasi sumuran atau pondasi tiang.Pondasi dalam biasanya dipasang pada kedalaman lebih dari 3 meter di bawahelevasi permukaan tanah.Pondasi dalam digunakan pada : Lapisan tanah bagian atas lunak,beban struktur besar; memerlukan pondasitelapak yang sangat besar. Lapisan tanah bagian atas dapat tergerus. Pondasi harus masuk melalui air. Perlu kapasitas uplift yang besar. Perlu kapasitas beban lateral yang besar.
  • 6. TIPE PONDASIa. Pondasi Telapakb. Pondasi Memanjangc. Pondasi Rakitd. Pondasi Sumurane. Pondasi Tiang
  • 7. Pondasi telapak adalah pondasi yang berdiri sendiri dalam mendukung kolom.Pondasi memanjang adalah pondasi yang digunakan untuk mendukung dinding memanjang ataudigunakan untuk mendukung sederetan kolom yang berjarak dekat sehingga bila dipakai pondasitelapak sisi-sisinya akan berimpit satu sama lain.Pondasi-rakit (raft foundation atau mat foundation), adalah pondasi yang digunakan untukmendukung bangunan yang terletak, pada tanah lunak atau digunakan bila susunan kolom-kolomjaraknya sedemikian dekat di semua arahnya, sehingga bila dipakai pondasi telapak, sisi-sisinyaakan berimpit satu sama lain.Pondasi sumuran (pier foundation) yang merupakan bentuk peralihan antara pondasi dangkal danpondasi tiang, digunakan bila tanah dasar yang kuat terletak pada kedalaman yang relatif dalam.Peck, dkk. (1953) membedakan pondasi sumuran dengan pondasi dangkal dari nilai kedalaman (Df)dibagi lebarnya (B). Untuk pondasi sumuran Df/B > 4, sedang untuk pondasi dangkai Df/B < 1Pondasi tiang (pile foundation), digunakan bila tanah pondasi pada kedalaman yang normal tidakmampu mendukung bebannya, dan tanah keras terletak pada kedalaman yang sangat dalam.Demikian pula, bila pondasi, bangunan terletak pada tanah timbunan yang cukup tinggi, sehinggabila bangunan diletakkan pada timbunan akan dipengaruhi oleh penurunan yang besar. Bedanyadengan pondasi sumuran adalah pondasi tiang umumnya berdiameter lebih kecil dan lebih panjang.
  • 8. Pondasi Telapak Pondasi MemanjangPondasi Rakit
  • 9. Pondasi SumuranPondasi Tiang
  • 10. FASE-FASE KERUNTUHAN PONDASIUntuk mempelajari perilaku tanah pada saat permulaan sampaimencapai keruntuhan dilakukan tinjauan terhadap pondasi kakupada kedalaman dasar pondasi yang tidak lebih dari lebarpondasinya dengan penambahan beban secara berangsur-angsur.
  • 11. FASE IAwal pembebanan tanah dibawah pondasi turun, terjadideformasi lateral dan vertikal ke bawah. Penurunan yang terjdisebanding dengan besarnya beban tanah dalam kondisikeseimbangan elastis. Masa tanah di bawah pondasi mengalamikomresi sehingga kuat geser tanah naik, sehingga daya dukungbertambah.
  • 12. FASE IIPada penambahan beban selanjutnya, penurunan tanah terbentuktepat di dasar pondasi dan deformasi plastis tanah menjadidominan. Gerakan tanah pada kedududkan plastis dimulai daritepi pondasi, dengan bertambah beban zona plastisberkembang,kuat geser tanah berkembang.Gerakan tanah ke arah lateral semakin nyata, sehingga terjadiretakan lokal dan geseran tanah di sekeliling tepi pondasi.
  • 13. FASE IIIFase ini dikarekteristikkan oleh kecepatan deformasi yangsemakin bertambah sejalan dengan penambahan beban yangdiikuti oleh gerakan tanah kearah luar sehingga permukaan tanahmenggembung, sehingga tanah mengalami keruntuhan disebutbidang gesr radial dan linier.
  • 14. MEKANISME KERUNTUHANBerdasarkan pengujian model vesic (1963) membagi mekanismekeruntuhan pondasi menjadi 3 macam:a. Keruntuhan geser umum (general shear failure)b. Keruntuhan geser lokal (local shear failure)c. Keruntuhan penetrasi (penetration failure)
  • 15. KERUNTUHAN GESER UMUMKeruntuhan yang terjadi pada tanah yang tidak mudah mampat,yang mempuntai kekuatan geser tertentu atau dalam keadaanterendam.Suatu baji tanah terbentuk tepat pada dasar pondasi (zona A)yang menekan ke bawah hingga aliran tanah sacara plastis padazona B. Gerakan ke arah luar ditahan oleh tahanan pasif dibag C.Saat tahanan pasif terlampaui, terjadi pengembungandipermukaan. Keruntuhan secara mendadak yang diikuti olehpenggulingan pondasi.
  • 16. KERUNTUHAN GESER SETEMPATPola keruntuhan terjadi pada tanah yang mudah mampat atautanah yang lunak. Bidang gelincir tidak mencapai permukaantanah tetapi berhenti di suatu tempat. Pondasi tenggelam akibatbertambahnya beban pada kedalaman yang relatif dalamsehingga tanah yang didekatnya mampat.Terdapat sedikit penggembungan tanah, tetapi tidak terjadipenggulingan pondasi. Dari grafik terlihat bahwa denganpertambahan bebanakan bertambah pula penurunannya sehinggabeban maksimum mungkin tidak dicapai.
  • 17. KERUNTUHAN GESER PENETRASIPenggembungan permukaan tanah tidak terjadi, akibatpembebanan pondasi bergerak kebawah arah vertikal dengancepat dan menekan tanah kesamping sehingga terjadipemampatan tanah dekat pondasi. Penurunan bertambah secaralinier dengan penambahan beban.
  • 18. Lapisan tanah yang mempunyai pola keruntuhan ini; Lapisan pasir yang sangat lunak Lapisan tanah yang mudah mampat Lapisan pasir yang terletak diatas lapisan tanah lunak Lapisan tanah lunak yang mendapat pembebanan perlahan danmemungkinkan tercapainya kondisi drainase.Pola keruntuhan ini dapat juga terjadi apabila kedalaman pondasi(Df) sangat besar bila dibandingkan dengan lebarnya (B)
  • 19. TEORI DAYA DUKUNGDaya dukung : tahanan geser tanah untuk melwan penurunanakibat pembebanan yaitu tahanan geser yang dapat dikerahkanoleh tanah disepanjang bidang gesernya.Persamaan-persamaan daya dukung yang berkaitan dengan sifat-sifat tanah, umumnya dibagi menjadi dua klasifikasi tanah, yaitu: tanah berbutir kasar (granular soil)Contoh tanah berbutir kasar adalah tanah pasir. Salahsatu parameter penting tanah pasir adalah sudut geserdalam, . (internal friction) tanah berbutir halus (cohesion soil)Contoh tanah berbutir halus adalah tanah lempung (clay) dantanah lanau (silt). Parameter penting yang ada pada tanah iniadalah nilai kohesi tanah, c.
  • 20. ANALISIS TERZAGHIAsumsi Terzhagi dalam menganalisis daya dukung : Pondasi memanjang tak terhingga Tanah di dasar pondasi dianggap homogen Berat tanah di atas pondasi dapat diganti dengan beban terbagirata sebesar p = D x , dengan D adalah kedalaman dasarpondasi, adalah berat volume tanah di atas dasar pondasi. Tahanan geser tanah di atas dasar pondasi diabaikan Dasar pondasi kasar Bidang keruntuhan terdiri dari lengkung spiral logaritmis danlinier Baji tanah yang terbentuk di dasar pondasi dalam keadaanelastis dan bergerak bersama-sama dengan dasar pondasinya. Pertemuan antara sisi baji dengan dasar pondasi membentuksudut sebesar sudut gesek dalam tanah . Berlaku prinsip superposisi
  • 21. DAYA DUKUNG ULTIMATEPengaruh Bentuk PondasiTerzhagi memberikan pengaruh faktor bentuk terhadap dayadukung ultimit yang didasarkan pada analisis pondasimemanjang, yang diterapkan pada bentuk pondasi yang lain: Pondasi menerusqu = c.Nc +p.Nq+ 0,5. .B.N Pondasi bujur sangkar:qu = 1.3 c.Nc +p.Nq+ 0,4. .B.N Pondasi lingkaran:qu = 1.3 c.Nc +pq.Nq+ 0,3. .B.N Pondasi empat persegi panjang:qu = c.Nc (1+0.3 B/L) + p.Nq + 0,5. .B.N (1-0.2 B/L)
  • 22. qu : daya dukung ultimatec : kohesi tanahp = . Df : tekanan overburden pada dasar pondasi: berat volume tanahDf : kedalaman pondasiB : lebar/diameter pondasiL : panjang pondasiNc ,Nq ,N : faktor daya dukung pondasi
  • 23. FAKTOR DAYA DUKUNG TERZAGHI
  • 24. Penyelidikan tanah dimaksudkan untuk mendapatkan informasi yangrepresentatif tentang formasi dan jenis tanah pada lokasi dimana bangunanakan didirikan.Penyelidikan tanah harus dapat memberikan informasi mengenai : Jenis pondasi (dangkal atau dalam) Daya dukung pondasi Perkiraan penurunan (settlement) Lokasi muka air tanah Solusi terhadap permasalahan yang dihadapi di lapangan Kemungkinan timbulnya permasalahan pada bangunan di sekitarnya Kemungkinan adanya permasalahan mengenai lingkungan
  • 25. Beberapa metode untuk mendapatkan informasi tentang data tanah :1. Pengujian langsung (direct sampling), yaitu pengambilan contoh tanahsecara langsung di lapangan dengan jalan mengebor lapisan tanahsampai pada kedalaman yang diinginkan kemudian mengambil contohtanah untuk selanjutnya dianalisa di laboratorium. Tes ini meliputi Test Pitdan Core Test.2. Pengujian tidak langsung (In-Direct Sampling), untuk mengestimasi sifat-sifat tanah berdasarkan uji penetrasi, seperti Cone Penetration Test (CPT)yang sering disebut Sondir dan Standard Penetration Test (SPT).3. Pengujian di lapangan (In Situ Test), yaitu pengujian tanah yang dilakukandi lapangan untuk mendapatkan data lapangan seperti Plate BearingTest, Vane Shear test, dan Permeability Test di lapangan.
  • 26. Beberapa metode pengambilan tanah secara langsung :Contoh Tanah Terganggu (Disturbed)Metode Kedalaman KegunaanAuger Boring Tergantung pada kapasitas alat danwaktu, dapat sampai pada kedalaman35 mSegala jenis tanah. Agak sulit padatanah yang berbatu (gravelly)Rotary drilling, Washboring, danPercussion drillingTergantung pada kapasitas alat,sebagian besar dapat mencapaikedalaman 70 mUntuk lapisan batuan, memerlukanmata bor khususTest pits dan opencutsMenurut kebutuhan, pada umumnyakurang dari 6 mSPT dilakukan bersamaan denganpengeboran. Semua jenis tanahContoh Tanah Tidak Terganggu (Undisturbed)Auger Boring,Rotary drilling, Washboring, danPercussion drillingTergantung kapasitas alat, sebagianbesar dapat mencapai kedalaman 70m.Pengambilan contoh tanah dipakaimetode thin-walled tube dan postonsamplers. Diamter contoh tanahbiasanya berkisar antara 5 – 10 cmTest pits Menurut kebutuhan, pada umumnyakurang dari 6 mPengambilan contoh tanah sedapatmingkin tidak mengganggu kondisi aslitanah (undisturbed)
  • 27. Auger DrillingRotary DrillingPercussion Drilling Wash Boring
  • 28. Cone Penetration Test (CPT) yang juga disebutsondir adalah usaha untuk mendapatkan besarantahan ujung (konus, qc ), yaitu kemampuan tanahuntuk menerima desakan torak seluas 10 cm2 dantahanan gesek antara tanah denganselimut/selubung tabung seluas 150 cm2.Prinsip kerja CPT :1. Tabung (bi-conus, A) seperti pada gambar 2.6 (posisi 1) ditekan kedalam tanah melalui stang dalam (inner road) dan tahanan ujungtabung (konus) dibaca pada dial konus qc. Pada saatpenekanan, gesekan antara tanah dengan dinding tabung (fs) diabaikankarena dinding tabung konus (torak) berbentuk tirus (tapered) sehinggadiasumsikan tidak ada gesekan.2. Setelah ujung tabung menekan tanah sedalam a cm (posisi 2) makatabung kedua (B) akan ditarik oleh tabung konus sampai sedalam b cm(posisi 3). Gaya yang diperlukan untuk menekan tabung konus dantabung kedua diakibatkan oleh hambatan konus qc dan gesekan antaratanah dengan dinding tabung kedua (fs).3. Pada akhir penekanan sejauh (a + b) cm, stang luar (outer road)ditekan sehingga kembali seperti pada posisi semula (posisi 4).
  • 29. Standard Penetration Test (SPT) padaprinsipnya adalah usaha untuk mendapatkanbesaran tahanan tanah, yaitu kemampuan tanahuntuk menahan tabung standar (split-spoon)yang dipukul dengan cara menjatuhkan bebanstandar sebesar 63,5 kg dari ketinggian 76 cm.Jumlah pukulan yang diperlukan untukmemasukkan tabung ke dalam tanah sampaikedalaman 45 cm dicatat dalam 3 intervalpenetras, sehingga masing-masing intervalpenetrasi mempunyai kedalaman 15 cm. NilaiSPT (N) lapangan ditentukan dari jumlahpukulan 2 interval penetrasi terakhir (interval ke-2 dan interval ke-3) atau pada penetrasi 30 cmterakhir.Gambar 2.9 dan 1.10 masing-masingmemperlihatkan tipe Beban (hammer) danTabung Standar yang umum digunakan.
  • 30. Hasil pembacaan tahan konus (qc) dan tahan gesek (fs) pada setiap kedalaman kemudiandipresentasikan dalam grafik 2.7a dan 2.7b.. Sedangkan prosentase rasio antara tahanan gesekdan tahanan konus dipresentasikan pada gambar 2.7c. Perbandingan antara tahanan gesek dantahan konus, FR (gambar 2.7c) tersebut dapat digunakan untuk memprediksi jenis tanah, sepertipada gambar 2.8.
  • 31. Jenis pengujian tanah yang umum dilakukan di laboratorium :a. Pengujian Karakteristik TanahPengujian karakteristik tanah meliputi : Kadar air (moisture content) : untuk mendapatkan kandungan air dalam tanah Berat jenis (specific gravity) : untuk mendapatkan antara berat-volume butiran tanah ( s)dan berat air pada volume yang sama ( w), Konsistensi (atterberg limits) : untuk mengklasifikasi jenis tanah dan mendapatkaninformasi tentang perilaku tanah pada kandungan kadar air tertentu.b. Parameter Kekuatan Geser TanahParameter kekuatan geser tanah terdiri dari kohesi (c), sudut geser-dalam ( ), modulus geser(G), dan modulus elatis (E) tanah. Pengujian laboratorium untuk menentukan parameterkekuatan geser tanah meliputi hal-hal sebagai berikut :• Direct Shear TestMerupakan metode untuk menentukan parameter kekuatan tanah. Metode ini seringdipakai untuk menentukan parameter tanah kepasiran (non-cohesive) Unconfined Compression TestMetode ini hanya akurat untuk mendapatkan kekuatan geser tanah lempung jenuh(saturated clays) dalam keadaan undrained. Triaxial Compression TestMerupakan metode pengujian di laboratorium yang paling mendekati untukmensimulasikan keadaan/tekanan di lapangan. Metode ini dapat dipakai untuk tanahpasir (noncohesive) maupun tanah lempung (cohesive)
  • 32. c. Sifat Kompresibilitas dan Kepadatan TanahSifat kompresibilitas tanah dapat ditentukan dari pengujian contoh tanah di laboratoriumdengan uji konsolidasi (consolidation test) dan pengembangan (Swelling).d. Kepadatan Tanah di LaboratoriumKepadatan tanah dapat ditentukan dari pengujian Proctor (Standar atau Modified) danpengujian California Bearing Ratio (CBR)

Related Documents