nafas kedua
Nina Masjur
Rabu
19 Maret 2014
Tarumanagara Knowledge center
Lantai 5 - 8
Nina Masjhur (Jakarta, 1961) lulusan dalam bidang studi arkeologi
yang lalu bekerja di bidang-bidang yang sama sekali berb...
Foto: Reda Gaudiamo
Kode pos untuk Kampus satu Universitas Tarumanagara ini dijadikan
untuk nama sebuah program aktivasi Tarumanagara Knowledg...
jadwal
10.00
12.00
13.00
14.00
15.00
Nafas Kedua
Nina Masjhur
Rabu
19 Maret 2014
Tarumanagara Knowledge center
Lantai 5 - ...
of 5

Nafas Kedua Nina Masjhur

Nafas Kedua oleh Nina Masjhur Ratusan bangau origami menggantung di 'void' Tarumanagara Knowlege Center mulai Rabu, 19 Maret 2014, pukul 13.00
Published on: Mar 3, 2016
Published in: Education      
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Nafas Kedua Nina Masjhur

  • 1. nafas kedua Nina Masjur Rabu 19 Maret 2014 Tarumanagara Knowledge center Lantai 5 - 8
  • 2. Nina Masjhur (Jakarta, 1961) lulusan dalam bidang studi arkeologi yang lalu bekerja di bidang-bidang yang sama sekali berbeda. Begi- tu lulus kuliah, ia bergabung dengan sebuah ekspedisi asal Inggris di Pulau Seram. Disusul dengan bekerja sebagai periset mengenai bah- an-bahan pewarna alami di sebuah butik sutra. Selanjutnya, ia menja- di penulis lepas dengan fokus utama fotografi, dan sedikit-sedikit ter- libat dalam penyelenggaraan pameran senirupa dan fotografi. Bidang lain yang kemudian ditekuninya adalah dunia produksi film termasuk untuk iklan. Berkembang menjadi fixer (koordinator lokal / produser pelaksana) dan / atau periset untuk para film-maker dokumenter asing dan dan wartawan televisi asing. Sempat mencoba aktif dalam dunia lembaga swadaya masyarakat khusus mengenai isu-isu perempuan, penyuka kucing ini sekarang masih suka menulis tentang hal-hal yang menjadi minat pribadinya. Kini Nina asyik berkecimpung dalam dunia penerbitan buku-buku coffee-table tentang kebudayaan Indonesia. Sambil mengembangkan hobi lamanya dalam dunia kekriyaan yang menjadi nafas ke-duanya. profil profil Sekolah Nonformal bagi Remaja Jalanan Berawal dari realita di lapangan bahwa ada sebagian remaja jalanan yang putus sekolah atau belum pernah mengecap pendidikan formal dan tidak terlayani optimal di Bimbingan Belajar Sahabat Anak, maka bermodalkan 4 unit komputer bekas, ruang lantai 2 sekretariat Tam- bak, 4 pengajar, kurikulum, dan materi belajar seadanya – Pusat Ke- giatan Anak (PKA) lahir di awal tahun 2006. Tujuan jangka panjang PKA adalah agar siswa menyadari potensi diri dan mampu mengoptimalkannya untuk menjadi individu yang mandi- ri. Di tahun pertama, tercatat 20 siswa yang merupakan utusan dari area binaan dan mitra Sahabat Anak. Di tahun kedua (2007), mening- kat menjadi 25 siswa, dan di tahun 2008 masih bertahan pada angka 25 siswa. Jam belajar PKA dari Senin hingga Jumat, pukul 09 – 15 WIB, berlo- kasi di (sejak tahun 2007) rumah sewaan persis di belakang Sekretari- at, yang disekat-sekat menjadi ruang kelas, kantor guru, perpustakaan, ruang masak, dan gudang. Materi belajar terdiri dari Pengetahuan Umum (IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris), Ketrampilan/Life-skill (Kuliner, Bengkel, Komputer, Kerajinan Tan- gan, Pertanian Modern, Tata Rias), Character Building, dan Ekstra Kurikuler (Olahraga, Tari, Drama, Musik). Tiap siswa PKA diganti biaya transport, disediakan makan siang (be- lanja dan masak bersama), serta gratis materi belajar, termasuk bi- aya pendaftaran ujian Kejar Paket (bagi yang berpotensi kembali ke pendidikan formal setara SD, SMP, dan SMA). Hingga saat ini, PKA telah mengembalikan 6 anak ke sekolah formal, 4 siswa ke Pertanian Modern, dan 1 siswa menjadi Asisten Guru mengajar adik-adik kelas- nya di PKA. Ilustrasi: Aldo Muharamarizka
  • 3. Foto: Reda Gaudiamo
  • 4. Kode pos untuk Kampus satu Universitas Tarumanagara ini dijadikan untuk nama sebuah program aktivasi Tarumanagara Knowledge Cen- ter (TKC). Perpustakaan yang menempati lantai enam sampai dengan sembilan gedung utama Tarumanagara ini dibuka untuk publik sejak 2007. Lembaga yang berada di bawah Yayasan Tarumanagara ini be- rusaha melayani akademika Universitas Tarumanagara, di samping masyarakat luas yang tahu nilai pentingnya pengetahuan. Seperti yang umum diketahui, kawasan Jakarta Barat, memiliki ban- yak tempat wisata urban yang mendorong konsumtivisme. Mall, plaza, besar, kecil, menyediakan begitu banyak pilihan yang siap dikonsum- si. Umumnya masyarakat kota, termasuk mahasiswa menjadi terlena, bila tidak terpaksa, menikmati kehadirannya yang hampir selalu diu- sahakan dalam kondisi gegap gempita dengan berbagai tawaran yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Kondisi itu yang kemudian mendorong banyak pihak, untuk mengusahakan adanya penyeimbang. Satu di an- taranya adalah Grogol 11440, sebuah program yang mendorong mun- culnya harapan-harapan, pertemuan-pertemuan sederhana, namun esensial bagi manusia. Grogol11440. Kami sering menyebutnya Proyek Grogol atau Garo- gol untuk membuatnya lebih pendek, atau ge satu satu empat empat kosong, untuk memperpanjang. Ia adalah sebuah program yang di- harapkan dapat menjadi inspirasi, mengembangkan jiwa, dan mengin- jeksi energi publik untuk berkarya. Kode pos merupakan hal kecil yang sering dilupakan - dianggap remeh. Kita tidak perlu memperdebatkan itu. Yang perlu kita bersama ketahui dan ‘mainkan’ sekarang adalah Grogol 11440. Sebuah ruang yang memperbolehkan kita berharap hal-hal sederhana dapat menjadi luar biasa. Maret 2014 Instalasi Hidroponik Nina Masjhur: Nafas Kedua Instalasi tipografi: HUMANIORA Pepatah pada bentangan kaca dan rak April 2014 Panen selada dan tomat hidroponik Instalasi Becak Baca Musik Jubing Kristanto dan Reda Gaudiamo profil Jadwal (tentatif)
  • 5. jadwal 10.00 12.00 13.00 14.00 15.00 Nafas Kedua Nina Masjhur Rabu 19 Maret 2014 Tarumanagara Knowledge center Lantai 5 - 8 Nina dan murid Pusat Kegiatan Anak datang di Tarumanagara Dipersilakan ke lantai 8 untuk minum teh dan cemilan. Persiapan Bangau Origami: Nafas Kedua oleh Nina Masjhur Lantai 5 Makan siang bersama di lantai 8 Prosesi instalasi Bangau Origami Nafas Kedua Lantai 5 Foto bersama di lantai 8 Acara bebas