MAKALAH
METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN DAN
PENGAJARAN MATEMATIKA
Populasi dan Sampel
Dosen Pembimbing: Dr. Armiati, M.Pd...
Populasi dan Sampel
A. Pengertian Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas o...
a. Populasi terbatas atau populasi terhingga, yakni populasi yang memiliki batas
kuantitatif secara jelas karena memiliki ...
1. Harus meliputi seluruh unsur sampel.
2. Tidak ada unsur sampel yang dihitung dua kali.
3. Harus up to date.
4. Batas-ba...
Meskipun demikian, haruslah diteliti kembali apakah informasi tersebut telah
menunjukkan validitasnya (kesahihan) .
4. Men...
karakteristik yang sama. Setiap individu juga bebas dipilih karena pemilihan
individu-individu tersebut tidak akan mempeng...
 Membagi dalam kelompok kontrol dan kelompok perlakuan sesuai dengan
bentuk desain penelitian
2. Sampling Acakan dengan S...
30-39 tahun
40-49 tahun
50 atau lebih
300
300
100
30%
30%
10%
30
30
10
Jumlah 1000 100% 100
Setelah kita melakukan stratif...
 pelaksanaanya lebih mudah, biaya yang digunakan lebih murah kerana
berpusat pada daerah yang terbatas,
 generalisasi ya...
Contoh seorang peneliti ingin mendata banyaknya anggota keluarga usia produktif
dengan mendata rumah ke 1, ke 5, ke 10, ke...
 Kelebihan,
i. Sampel ini dipilih sedemikian rupa, sehingga relevan dengan desain
penelitian
ii. Cara ini relatif mudah d...
d. Memilih sampel dengan cara ”getok tular” (snowball sampling)
Sampling ini digunakan untuyk menyelidiki hubungan antar m...
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zainal.2011. Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Nasution. 2003. Metode Research (...
of 13

Populasi dan sampel makalah 4

makalah populasi dan sampel metodologi pendidikan
Published on: Mar 4, 2016
Published in: Education      
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Populasi dan sampel makalah 4

  • 1. MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN MATEMATIKA Populasi dan Sampel Dosen Pembimbing: Dr. Armiati, M.Pd Kelompok I: EKA OKTA HAVIZAH 1201253 ISRA MARDIA 1201251 NURHASNA AHMAD 1201219 UTARI YULISTYA 1201266 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2015
  • 2. Populasi dan Sampel A. Pengertian Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Menurut Drs. S. Margono (2004), Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan. Pengertian lain, menyebutkan bahwa populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuh- tumbuhan, gejala-gejala, nilai tes, atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian (Hadari Nawawi, 1993:141). Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek yang diteliti itu. Dalam penelitian populasi dibedakan menjadi 2 yaitu: Populasi secara umum dan populasi target (target population). Populasi target adalah populasi yang menjadi sasaran keterbelakukan kesimpulan penelitian kita. Contoh: - Populasi umum adalah seluruh dosen negeri di Sumatera Barat. - Populasi targetnya adalah seluruh dosen FMIPA di Sumatera Barat - Maka hasil penelitian kita tidak berlaku bagi dosen diluar dosen FMIPA Yang menjadi sasaran penelitian merupakan anggota populasi. Anggota populasi yang terdiri dari orang-orang biasa disebut dengan subjek penelitian, sedangkan anggota penelitian yang terdiri dari benda-benda atau bukan orang sering disebut dengan objek penelitian. Populasi memiliki parameter yakni besaran terukur yang menunjukkan ciri populasi tersebut. Besaran-besaran yang kita kenal antara lain: rata-rata, rata-rata simpangan, variansi, simpangan baku sebagai parameter populasi. Parameter suatu populasi adalah tetap nilainya, jika nilainya berubah, maka populasinyapun berubah. Menurut Drs. S. Margono (2004), berdasarkan ukurannya populasi dapat di bedakan sebagai berikut:
  • 3. a. Populasi terbatas atau populasi terhingga, yakni populasi yang memiliki batas kuantitatif secara jelas karena memiliki karakteristik yang terbatas. Misalnya 5.000.000 orang guru SMA pada awal tahun 1985, dengan karakteristik: masa kerja 2 tahun, lulusan program strata 1, dan lain-lain. b. Populasi tak terbatas atau populasi tak terhingga, yakni populasi yang tidak dapat di temukan batas-batasnya, sehingga tidak dapat di nyatakan dalan bentuk jumlah secara kuantitatif. Misalnya guru di Indonesia, yang berarti harus dihitung jumlahnya sejak guru pertama ada sampai sekarang dan yang akan datang. Dalam keadaan seperti itu jumlahnya tidak dapat di hitung, hanya dapat di gambarkan suatu jumlah objek secara kualitas dengan karakteristik yang bersifat umum yaitu orang-orang, dahulu, sekarang, dan yang akan menjadi guru. Populasi ini di sebut juga parameter. Di samping itu berdasarkan sifat populasi di bedakan berikut ini: a. Populasi yang bersifat homogen, yakni populasi yang unsur-unsurnya memiliki sifat yang sama, sehingga tidak perlu di persoalkan jumlahnya secara kuantitatif. Misalnya, seorang dokter yang akan melihat golongan darah seseorang, maka ia cukup mengambil setetes darah saja. Dokter itu tidak perlu mengambil satu botol darah, karena baik setetes maupun satu botol hasilnya akan sama saja. b. Populasi yang bersifat heterogen, yakni populasi yang unsur-unsurnya memiliki sifat atau keadaan yang bervariasi, sehingga perlu di tetapkan batas-batasnya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian di bidang sosial yang objeknya manusia atau gejala-gejala dalam kehidupan manusia menghadapi populasi yang heterogen. 2. Sampel Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel adalah kelompok kecil yang secara nyata diteliti dan ditarik kesimpulannya. Penelitian dengan menggunakan sampel lebih menguntungkan dibandingkan dengan penelitian menggunakan populasi, karena penelitian dengan menggunakan sampel lebih menghemat biaya, waktu dan tenaga. Dalam menentukan sampel langkah awal yang harus ditempuh adalah membatasi jenis populasi atau menentukan populasi target. Sampel adalah bagian dari populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian. Dalam penyusunan sampel perlu disusun kerangka sampling yaitu daftar dari semua unsur sampling dalam populasi sampling, dengan syarat:
  • 4. 1. Harus meliputi seluruh unsur sampel. 2. Tidak ada unsur sampel yang dihitung dua kali. 3. Harus up to date. 4. Batas-batasnya harus jelas. 5. Harus dapat dilacak dilapangan. Menurut Teken (dalam Masri Singarimbun dan Sofyan Efendi) Ciri-ciri sample yang ideal adalah: a. Dapat menghasilkan gambaran yang dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti. b. Dapat menentukan presisi (precision) dari hasil penelitian dengan menentukan penyimpangan baku (standar) dari taksiran yang diperoleh. c. Sederhana, sehingga mudah dilaksanakan. d. Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya yang rendah. B. Kriteria Sampel Representatif Zainal Arifin (2011) mengatakan suatu sampel yang representatif adalah sampel yang anggotanya dapat diambil secara random dan dapat mewakili semua karakteristik dari populasinya. Petunjuk –petunjuk dalam mengambil sampel agar diperoleh sampel yang representatif, yaitu: 1. Daerah generalisasi Yang pentinga disini adalah menentukan dahulu luas populasinnya sebagai daerah generalisasi, selanjutnya barulah menentukan sampelnya sebagai daerah penelitiannya. 2. Pengesahan sifat-sifat populasi dan ketegasan batas-batasnya Bila luas populasinya telah ditetapkan , harus segera diikuti penegasan tentang sifat-sifat populasinya dan memberikan batas-batas yang tegas, kemudian menetapkan sampelnya. Penegasan ini sangat penting bila menginginkan adanya valliditas dan reabilitas dalam penelitian. 3. Sumber-sumber informasi tentang populasi Untuk mengetahui ciri-ciri populasinya secara terperinci dapat diperoleh melalui bermacam-macam sumber informasi tentang populasi tersebut. Misalnya, sensus penduduk dokumen-dokumen yang disusun oleh instansi-instansi dan organisasi- organisasi, seperti pengadilan, kepolisian, , kantor kelurahan, dan sebagainnya.
  • 5. Meskipun demikian, haruslah diteliti kembali apakah informasi tersebut telah menunjukkan validitasnya (kesahihan) . 4. Menetapkan besar kecilnya sampel Mengenai berapa besar kecilnya sampel yang harus diambil untuk sebuah penelitian, memang tidak ada ketentuan yang pasti namun harus dipahami bahwa ukuran sampel yang diambil harus dapat mewakili ukuran populasi. 5. Menetapkan teknik sampling Dalam masalah sampel , ada yang disebut biased sampel , yaitu sampel yang tidak mewakili populasi atau disebut juga dengan sample yang menyeleweng.. Biased sampling adalah pengambilan sampel yang tidak dari seluruh populasi, tetapi hanya dari salah satu golongan populasi saja, tetapi generalisasinya dikenakan kepada seluruh populasi. Contoh : misalnya mengadakan penelitian tentang penghasilan rata-rata orang indonesia hanya diambil sample yang kaya raya saja. Dengan sendirinya akan mengakibatkan adaanya kesimpulan yang menyeleweng atau disebut biased conclusion. C. Teknik Pengambilan Sampel Teknik sampling merupakan teknik dalam pengambilan sampling (). Pada dasarnya teknik sampling dikelompokkan menjadi 2 (Sukardi, 2003), yaitu: 1. Probability Sampling Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Pemilihan sampel dengan cara probabilitas (probability) ini sangat dianjurkan pada penelitian kuantitatif. Dalam Probability sampling, terdapat beberapa macam teknik yang dapat digunakan antara lain: 1. Sampling Acakan yang Sederhana (Simple random sampling) Dalam pengambilan acakan sederhana (Simple random sampling) seluruh individu yang menjadi anggota populasi memiliki peluang yang sama dan bebas dipilih sebagai anggota sampel. Setiap individu memiliki peluang yg sama untuk diambil sebagai sampel, krena individu-individu tersebut memiliki
  • 6. karakteristik yang sama. Setiap individu juga bebas dipilih karena pemilihan individu-individu tersebut tidak akan mempengaruhi individu yang lain. Sampling acak adalah sampling dimana eleman-eleman sampelnya ditentukan atau dipilih berdasarkan nilai probabilitas dan pemilihannya dilakukan secara acak. Teknik memilih sampling acak ini dapat dilakukan dengan beberapa cara (Sukardi,2003), antara lain: 1. Cara manual atau tradisional Cara manual atau tradisional ini dapat dilihat dalam kumpulan ibu-ibu arisan. Cara ini dapat dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu:  Tentukan jumlah populasi yang dapat ditemui  Daftar semua anggota dalam populasi dan masukkan dalam kotak yang diberi lubang penarikan  Kocok kotak tersebut dan keluarkan lewat lubang pengeluaran yang telah dibuat  Nomor anggota yang dikeluarkan adalah mereka yang ditunjuk sebagai sampel penelitian  Lakukan terus sampai jumlah yang diinginkan dapat dicapai 2. Menggunakan tabel random Sampling acakan dengan menggunakan tabel ini mudah dilaksanakan, selain itu sampel yang diperoleh cukup presentatif asal populasi yang sesungguhnya telah diketahui. Langkah-langkah yang digunakan untuk memilih sampel, yaitu:  Identifikasi jumlah total populasi  Tentukan jumlah sampel yang diinginkan  Buat aturan / petunjuk pemilihan  Pilih secara acak dengan menggunakan penunjuk pada angka yang ada didalam tabel  Pada angka-angka yang dipilih, lihat hanya angka digit yang tepat yang dipilih dan catat  Ulangi terus hingga jumlah sampel yang diinginkan tercapai
  • 7.  Membagi dalam kelompok kontrol dan kelompok perlakuan sesuai dengan bentuk desain penelitian 2. Sampling Acakan dengan Stratifikasi (Stratified random sampling) Teknik stratifikasi ini harus digunakan sejak awal, ketika peneliti mengetahui bahwa kondisi populasi terdiri atas beberapa anggota yang memiliki stratifikasi atau lapisan yang berbeda antara satu dengan lainnya. Ketepatan teknik stratifikasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan proporsional besar kecilnya anggota lapisan dari populasi ditentukan oleh besar kecilnya jumlah anggota populasi dalam lapisan yang ada. Teknik stratifikasi ini mempunyai beberapa langkah (Sukardi, 2003), yaitu:  Identifikasi jumlah total populasi  Tentukan jumlah sampel yang diinginkan  Daftar semua anggota yang termasuk sebagai populasi  Pisahkan anggota populasi sesuai dengan karakteristik lapisan yang dimiliki  Pilih sampel dengan menggunakan prinsip acak seperti yang telah dilakukan dalam teknik random diatas  Lakukan langkah pemilihan pada setiap lapisan yang ada, sampai jumlah sampel yang ada Populasi biasanya perlu digolongkan menurut ciri (stratifikasi) tertentu untuk keperluan penelitian. Misal, menjadikan buruh suatu pabrik besar sebagai populasi dan populasi ini distratifikasikan menurut usia <20 tahun, 21-30 tahun, 31-40 tahun, 41-50 tahun, dan >50 tahun. Untuk lebih sederhana, dapat diatur tiap jumlah golongan atau kategori sehingga berjumlah 1000 orang, sedangkan proporsi dipilih sebanyak 100 orang atau 10 persen. Usia Buruh Jumlah Proporsi sampel Sampel < 20 tahun 20-29 tahun 100 200 10% 20% 10 20
  • 8. 30-39 tahun 40-49 tahun 50 atau lebih 300 300 100 30% 30% 10% 30 30 10 Jumlah 1000 100% 100 Setelah kita melakukan stratifikasi atau penggolongan menurut cirri baru kemudian kita menentuka sampel setiap golongan secara acak 3. Teknik Klaser/Sampling Daerah/Area sampling (Cluster sampling) Area sampling ini merupakan sampling menurut daerah atau pengelompokannya (Nasution, 2003). Teknik klaser ini memilih sample berdasarkan pada kelompok, daerah, atau kelompok subjek secara alami berkumpul bersama. Langkah-langkah dalam menggunakan teknik klaser (Sukardi, 2003), yaitu:  Identifikasi populasi yang hendak digunakan dalam studi  Tentukan besar sampel yang digunakan  Tentukan dasar logika untuk menentukan klaser  Perkirakan jumlah rata-rata subjek yang ada pada setiap klaser  Daftar semua objek dalam setiap klaser dengan membagi antara jumlah sampel dengan jumlah klaser yang ada  Secara random, pilih jumlah anggota sampel yang diinginkan untuk setiap klaser  Jumlah sampel adalah jumlah klaser dikalikan jumlah anggota populasiper klaser Teknik klaser atau yang sering disebut dengan area sampling ini mempunyai beberapa keuntgungan dan kelemahan (Nasution, 2003), antara lain:  Keuntungan:  teknik ini dapat digunakan peneliti yang melibatkan jumlah populasi yang besar dan tersebar didaerah yang luas,
  • 9.  pelaksanaanya lebih mudah, biaya yang digunakan lebih murah kerana berpusat pada daerah yang terbatas,  generalisasi yang diperoleh berdasarkan penelitian daerah-daerah tertentu dapat berlaku pada daerah-daerah diluar sampel.  Kelemahan: jumlah individu dalam setiap daerah tidak sama. 4. Sampling Acak Klaster-Berstrata (stratified-cluster) Random ini merupakan gabungan atau perpaduan dari cara pengambilan sampel acak berstrata dengan sampel acak cluster. Setiap populasi memiliki karakteristik yang berbeda. Populasi yang memiliki strata saja terjadi karena peneliti sendiri sudah membatasi populasinya pada klaster tertentu tapi klaster ini masih cukup luas. Contoh: perajin rotan, petani yang memiliki sawah dan SMA di perkotaan. Sedangkan populasi yang memiliki klaster saja karena peneliti telah membatasi pada strata tertentu. Contoh: populasi guru-guru lulusan D3 atau S1 saja. Pengambilan sampel secara acak klaster-berstrata harus tetap memperhatikan syarat acak atau karakteristik yang sama. 5. Teknik secara sistematis (systematic sampling) Teknik pemilihan sampel ini menggunakan prinsip proporsional, dengan cara menentukan pilihan sampel pada setiap 1/k dimana k adalah suatu angka pembagi yang telah ditentukan (misal: 5,6 atau 10). Pada teknik secara sistematis ini mempunyai beberapa langkah dalam memilih sampel (Sukardi, 2003), antara lain:  Identifikasi total populasi yang akan digunakan dalam proses penelitian  Daftar semua anggota populasi  Berikan nomor kode untuk setiap anggota populasi  Tentukan besarnya jumlah sampel yang ada  Tentukan proporsional sistematis k yang besarnya sama dengan jumlah populasi dibagi dengan jumlah sampel  Mulai dengan mengacak anggota populasi  Ambil setiap k terpilih untuk menjadi anggota cuplikan, samapi jumlah total terpenuhi
  • 10. Contoh seorang peneliti ingin mendata banyaknya anggota keluarga usia produktif dengan mendata rumah ke 1, ke 5, ke 10, ke 15.. dst. 2. Non Probability Sampling Teknik non probability sampling merupakan cara pengambilan sampel yang pada prinsipnya menggunakan pertimbangan tertentu yang digunakan oleh peneliti. Teknik ini dapat dilakukan dengan mudah dalam waktu yang sangat singkat. Tapi kelemahan teknik ini adalah hasilnya tidak dapat diterima dan berlaku bagi seluruh populasi, karena sebagian besar dari populasi tidak dilibatkan dalam penelitian (Nasution, 2003). Dalam teknik non probability sampling ini ada 4 macam teknik memilih sampel yaitu: a. Teknik memilih sampel secara kebetulan (accidental sampling) Teknik ini dikatakan secara kebetulan karena peneliti memang sengaja memilih sampel kepada siapapun yang ditemui peneliti atau by accident pada tempat, waktu, dan cara yang telah ditentukan. Sampel aksidental adalah sampel yang diambil dari siapa saja yang kebetulan ada (Nasution, 2003). Misal, menanyakan setiap orang yang dijumpai ditengah jalan untuk meminta pendapat mereka tentang kenaikan harga. Teknik ini juga mempunyai kelebihan, metode ini sangat mudah, murah, dan cepat untuk dilakukan. Sedangkan kekurangan teknik ini adalah sampel ini sama sekali tidak representatif tentu saja tak mungkin diambil suatu kesimpulan yang bersifat generalisasi. Misal, seorang peneliti berdiri didepan pintu gerbang sekolah dan menanyai setiap siswa yang kebetulan lewat pintu tersebut antara jam 08.00-10.00 pagi dan dilakukan berulang-ulang beberapa hari sampai akhirnya informasi yang dicari telah tercapai. b. Memilih sampel dengan teknik bertujuan (purposive sampling) Penelitian tertentu dilakukan secara intensif untuk memperoleh gambaran utuh tentang suatu kasus. Teknik ini biasanya dilakukan dalam penelitian kualitatif, penelitian ini bertujuan mempelajari kasus-kasus tertentu. Misal, seorang peneliti memilih menikahi Kepala Suku Asmat memperoleh informasi tentang kebudayaan dan sistem kehidupan suku tersebut. Teknik ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan, (Nasution, 2003), yaitu:
  • 11.  Kelebihan, i. Sampel ini dipilih sedemikian rupa, sehingga relevan dengan desain penelitian ii. Cara ini relatif mudah dan murah untuk dilaksanakan iii. Sampel yang dipilih adalah individu yang menurut pertimbangan penelitian dapat didekati  Kekurangan, i. Tidak ada jaminan sepenuhnya bahwa sempel itu representatif seperti halnya dengan sampel acakan atau random ii. Setiap sampling yang acakan atau random yang tidak memberikan kesempatan yang sama untuk dipilih kepada semua anggota populasi iii. Tidak dapat dipakai penggolongan statistik guna mengambil kesimpulan c. Memilih sampel dengan kuota atau jatah (Quota sampling) Sampling kuota ini merupakan metode memilih sampel yang mempunyai ciri- ciri tertentu dalam jumlah atau kuota yang diinginkan (Nasution, 2003). Misalnya, peneliti ingin mengetahui kinerja suatu badan yang dibentuk oleh pemerintah, terdapat batasan berupa . Teknik ini juga mempunyai kekurangan dan kelebihan (Nasution, 2003), yaitu:  Kelebihan, i. Dalam pelaksanaannya mudah, murah, dan cepat ii. Hasilnya berupa kesan-kesan umum yang masih kasar yang tak dapat dipandang sebagai generalisai umum iii. Dalam sampel dapat dengan sengaja kita masukan orang-orang yang mempunyai ciri-ciri yang kita inginkan  Kekurangan, i. kecenderungan memilih orang yang mungkin didekati bahkan yang dekat pada kita yang mungkin ada biasanya ii. memiliki ciri yang tidak dimiliki populasi dalam keseluruhannya
  • 12. d. Memilih sampel dengan cara ”getok tular” (snowball sampling) Sampling ini digunakan untuyk menyelidiki hubungan antar manusia dalam kelompok yang akrab atau menyelidiki cara-cara informasi tersebar dikalangan tertentu (Nasution, 2003). Misal, peneliti ingin mengetahui tentang petani cabe dan tidak ada data pasti di BPS, sehingga peneliti menggunakan Snol Ball sampling dengan mendata orang per orang petani dan menyelidi informasi lanjutannya. Sampling ini mempunyai kelebihan dan kekurangan (Nasution, 2003), yaitu:  Kelebihan, » Sampling ini digunakan untuk meneliti penyebaran informasi tertentu dikalangan kelompok terbatas sampling serupa ini sangat bermanfaat  Kekurangan, » Dalam penentuan kelompok bermula ada unsur subyektif , jadi tidak dipilih secara random atau acak » Penanganannya sukar sekali dikendalikan jika jumlah sampel melebihi 100 orang
  • 13. DAFTAR PUSTAKA Arifin, Zainal.2011. Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Nasution. 2003. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: PT Bumi Aksara. Margono. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta http://lihinsholihin24.blogspot.com/2014/05/makalah-populasi-dan-sampel.html diakses tanggal 06 April 2015 https://www.academia.edu/7180638/ sumber_data_populasi_dan_sampel diakses tanggal 06 April 2015