Nama
NRP
Mata Kuliah
Dosen
: Lukman Priasmoro
: 13.04.192
: Bahasa Indonesia untuk
Penulisan karya Ilmiah
: Dr. Agus Nero...
dengan keahlian dalam bidang masing-masing.Fungsi ketiga memberikan
kewenangan kepada kita berkomunikasi dengan siapa punm...
pendidikan menggunakan pengantarbahasa Indonesia. Lembaga pendidikan
mulai taman kanak-kanak sampai perguruan tinggimau ta...
Berdasarkan situasi pemakaianya, bahasa dapat dibagi menjadi : ragam formal,
ragam semiformal, ragam nonformal.Ragam forma...
keterampilanberbahasa menyimak, berbicara, membaca. dan menulis dengan
keterampilanmenulis akademik sebagai fokus.
c. Subs...
karangan.
Fungsi
bahasa
Indonesia
sebagai
pengembang
kepribadianberdasarkan pembelajaran bahasa Indonesia sebagai pe...
B. Sumber-Sumber
http://www.scribd.com/doc/115623159/Tugas-Politik-Bahasa-Nasional
http://rahmaekaputri.blogspot.com/2010/...
of 7

Politik bahasa indonesia

Published on: Mar 4, 2016
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Politik bahasa indonesia

  • 1. Nama NRP Mata Kuliah Dosen : Lukman Priasmoro : 13.04.192 : Bahasa Indonesia untuk Penulisan karya Ilmiah : Dr. Agus Nero Soyan, Drs., M.Hum. Politik Bahasa Nasional : Alasan Mata Kuliah Bahasa Indonesia Diberikan di Perguruan Tinggi A. Definisi Politik Bahasa Nasional Politik Bahasa Nasional yaitu kebijaksanaan nasional yang berisi perencanaan,pengarahan, dan ketentuan-ketentuan yang dapat dipakai sebagai dasar bagi pemecahankeseluruhan masalah bahasa.Politik bahasa nasional adalah kebijakan di bidang kebahasaan dan kesastraan secaranasional, yaitu kebijakan yang meliputi bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan penggunaanbahasa asing.Dari tiga butir Sumpah Pemuda 1928 menyatakan yang pertama “Kami poetra danpoetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia”. Kedua adalahUndang-Undang Dasar 1945, Bab XV, Pasal 36, yang menyatakan bahasa negara adalahbahasa Indonesia. 1. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia a. Sebagai Bahasa Nasional. Fungsi pertama mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasakebangsaan kita. Berdasarkan kebanggaan inilah, bahasa Indonesia kita pelihara dan kitakembangkan. Selain itu, rasa bangga memakai bahasa Indonesia dalam berbagai bidang harusselalu kita bina dan kita tingkatkan.Fungsi kedua mengindikasikan bahwa bahasa Indonesia – sebagaimana halnyalambang lain, yaitu bendera merah putih dan burung garuda – mau takmau suka taksukaharus diakui menjadi bagian yang takdapat dipisahkan dengan bangsa Indonesia. Jadi,seandainya ada orang yang kurang atau bahkan tidak menghargai ketiga lambang identitas kita ini tentu sedikitnya kita akan merasa tersinggung dan rasa hormat kita kepada orangtersebut menjadi berkurang atau malah hilang. Karena itu, bahasa Indonesia dapatmenunjukkan atau menghadirkan identitasnya hanya apabila masyarakat bahasa Indonesiamembina dan mengembangkannya sesuai
  • 2. dengan keahlian dalam bidang masing-masing.Fungsi ketiga memberikan kewenangan kepada kita berkomunikasi dengan siapa punmemakai bahasa Indonesia apabila komunikator dan komunikan mengerti. Karena itu,kesalahpahaman dengan orang dari daerah lain bisa kita hindari kalau kita memakai bahasaIndonesia. Melalui fungsi ketiga ini pula kita bisa memahami budaya saudara kita di daerahlain.Fungsi keempat mengajak kita bersyukur kepada Tuhan karena kita telah memilikibahasa nasional yang berasal dari bumi kita sendiri sehingga kita dapat bersatu dalamkebesaran Indonesia.Padahal, ketika dicanangkan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesiaboleh dikatakan tidak memiliki penutur asli karena berasal dari bahasa Melayu.Bahasa Jawadan bahasa Sunda paling banyak penuturnya di antara bahasa-bahasa daerah yang ada diNusantara ini.Jadi, berdasarkan jumlah penutur, yang pantas menjadi bahasa nasionalsebenarnya kedua bahasa daerah itu.Apalah jadinya seandainya bahasa Jawa atau bahasaSunda yang diangkat menjadi bahasa nasional.Mungkin saja terjadi perpecahan perangantarsuku, lalu muncul negara-negara kecil.Karena itu, tentu bukan soal jumlah penutur yangmenjadi landasan para pemikir bangsa waktu itu. Mereka berpikiran jauh ke masa depanuntuk kebesaran dan kejayaan bangsa; dan lahirlah bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.Sehubungan dengan ketentuan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, jelaslahbahwa tidak lagi hanya dipakai sebagai bahasa perhubungan/pergaulan dalam tingkatnasional, melainkan juga sebagai bahasa resmi kenegaraan. Bahasa Indonesia digunakandalam semua kesempatan, pertemuan, pembicaraan yang sifatnya resmi baik lisan maupuntulisan. b. Sebagai Bahasa Negara. Dalam fungsi pertamabahasa Indonesia wajib digunakan di dalam upacara, peristiwa,dan kegiatan kenegaraan, baik lisan maupun tulisan. Begitu juga dalam penulisan dokumendan putusan serta surat-surat yang dikeluarkan oleh pemerintah dan badan-badan kenegaraan.Hal tersebut berlaku juga bagi pidato kenegaraan.Fungsi kedua mengharuskan lembaga-lembaga
  • 3. pendidikan menggunakan pengantarbahasa Indonesia. Lembaga pendidikan mulai taman kanak-kanak sampai perguruan tinggimau takmau dalam pelajaran atau mata kuliah apa pun pengantarnya adalah bahasaIndonesia. Namun, ada perkecualian.Bahasa daerah boleh (tidak harus) digunakan sebagaibahasa pengantar di sekolah dasar sampai tahun ketiga.Fungsi ketiga mengajak kita menggunakan bahasa Indonesia untuk membantukelancaran pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang. Dalam hal ini kita berusahamenjelaskan sesuatu, baik secara lisan maupun tertulis, dengan bahasa Indonesia agar orangyang kita tuju dapat dengan mudah memahami dan melaksanakan kegiatan pembangunan. Fungsi keempat mengingatkan kita yang berkecimpung dalam dunia ilmu. Tentusegala ilmu yang telah kita miliki akan makin berguna bagi orang lain jika kita sebarkankepada saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air di seluruh pelosok Nusantara, ataubahkan jika memungkinkan kepada saudara kita di seluruh dunia. Penyebaran ilmu tersebutakan lebih efektif dan efisien jika menggunakan bahasa Indonesia, bukan bahasa daerah ataubahasa asing.Sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia memiliki multifungsi, antara lain sebagaipelaksana administrasi pemerintahan, pendidikan dan pengajaran, pengembangankesusastraan nasional, peningkatan mutu media massa, dan sebagai penulisan buku-bukupelajaran maupun buku-buku ilmu pengetahuan. Sebagai alat perjuangan bangsa, bahasaIndonesia telah terbukti menjadi alat pemersatu yang paling jitu. Bangsa Indonesia yangterdiri dari beratus-ratus suku bangsa ini dalam masa pertumbuhan yang relatif singkat,perlahan-lahan tetapi tetap dan mantap, membentuk satu bangsa karena ikatan perasaankebangsaan yang makin lama makin menjadi kuat dan akhirnya mengalahkan rasakedaerahan yang mulanya sangat kuat pada diri tiap-tiap suku tersebut. Sebagai bahasa resminegara, bahasa Indonesia harus menentukan ciri-ciri bahasa baku, bahasa yang menjadi penggunaan bahasa ragam resmi, baik lisan maupun tulisan. 2. Sifat Bahasa yang Selalu Berkembang 3. Variasi Pemakain Berbahasa (Formal dan Nonformal) acuanbagi
  • 4. Berdasarkan situasi pemakaianya, bahasa dapat dibagi menjadi : ragam formal, ragam semiformal, ragam nonformal.Ragam formal digunakan dalam situasi resmi. Ragam formal atau ragam baku yaitu ragam yang mengikuti kaidah atau aturan kebahasaan. Bahasa baku tidak dapat digunakan untuk segala keperluan, tetapi hanya untuk komunikasi resmi, wacana teknis, pembicaraan di depan khalayak ramai, dan pembicaraan dengan orang yang dihormati. Sedangkan ragam nonformal tidak mutlak untuk menggunakan pemakaian kata baku.Pemakaian ragam nonformal meliputi·berbicara sehari-hari dirumah, bergunjing.Bercerita, dan mengobrol.Ragam nonformal tulis dipakai untuk menulis surat kepada kerabat, menulis surat kepada teman, menulis surat kepada pacar, dan menulis catatan harian. Ragam formal lisan digunakan untuk berceramah ilmiah, berpidato resmi, berdiskusi formal, dan berdebat resmi. Ragam formal tulis dipakai untuk menulis surat resmi, menulis makalah/artikel, menulis proposal, dan menulis laporan formal. 4. Kemampuan Mahasiswa Berbahasa Indonesia Masih Lemah (Terutama Karya Ilmiah) 5. Mata Kuliah Bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Kepribadian Bangsa Indonesia Menjadi ilmuwan dan profesional yang memiliki pengetahuan dan sikap positif terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa nasional dan mampu menggunakannyasecara baik an benar untuk mengungkapkan pemahaman. rasa kebangsaan dan cinta tanahair, dan untuk berbagai keperluan dalam bidang ilmu. teknologi dan seni, serta profesinvamasing-masing. Substansi kajian untuk Bahasa Indonesia mencakup butir-butir berikut: a. Matakuliah bahasa Indonesia sebagai MPK menekankan keterampilanmenggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa nasionalsecara baik dan benar untuk menguasai, menerapkan, dan mengembangkanilmu pengetahuan. teknologi. dan seni sebagai perwujudan kecintaan dankebanggaan terhadap bahasa Indonesia. b. Substansi kajian yang disebut pada butir (c) di bawah ini hendaknya dipadukanke dalam kegiatan penggunaan bahasa Indonesia melalui
  • 5. keterampilanberbahasa menyimak, berbicara, membaca. dan menulis dengan keterampilanmenulis akademik sebagai fokus. c. Substansi Kajian Matakuliah Bahasa Indonesia difokuskan pada menulisakademik. Secara umurn. struktur kajian terdiri atas: 1) Kedudukan Bahasa Indonesia: (a) sejarah bahasa Indonesia (b) bahasa negara.(c) bahasa persatuan, (d) bahasa ilmu pengetahuan, teknologi. dan seni, dan (e)fungsi dan peran bahasa Indonesia dalam pembangunan bangsa. 2) Menulis: (a) makalah, (b) rangkuman/ringkasan buku atau bab. dan (d) resensibuku 3) Membaca untuk menulis: (a) membaca tulisan/artikel ilmiah, (b) membacatulisan populer, dan (c) mengakses informasi melalui internet. 4) Berbicara untuk keperluan akademik: (a) presentasi, (b) berseminar. dan (c)berpidato dalam situasi formal. Hubungan bahasa dan pengembangan kepribadian adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa Persatuan dan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara. Sebagai mata kuliah pengembang kepribadian bahasa Indonesia bertujuan agar mahasiswa dapat memahami konsep penulisan ilmiah dan mampu menerapkannya dalam penulisan karya ilmiah. Untuk itu mahasiswa dibekali berbagai keterampilan kognitif, afektif dan psikomotorik yang terkait dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi yang sekaligus dapat mengembangkan kecerdasan, karakter dan kepribadiannya. Kecerdasan yang didukung oleh kepribadian dan moral yang tinggi memungkinkan setiap orang senantiasa menggali potensi yang ada di sekitarnya dan mengembangkannya menjadi kreativitas yang baru.Untuk mewujudkan kecerdasan dan kepribadian tersebut, mahasiswa dibekali keterampilan yang secara alami diawali dengan pemahaman fungsi bahasa sebagai sarana komunikasi dalam berbagai ragam kebahasaan.Selanjutnya, mahasiswa dibekali keterampilan bagaimana mendapatkan ide ilmiah, mengorganisasikannya dengan kerangka karangan sebagai kerangka berpikir dan mengekspresikannya dengan ejaan yang benar, pilihan kata yang tepat, kalimat yang efektif dan paragraf yang benar dan sebuah
  • 6. karangan. Fungsi bahasa Indonesia sebagai pengembang kepribadianberdasarkan pembelajaran bahasa Indonesia sebagai pembangunan kepribadian, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kecerdasan, karakter, dan kepribadian. Mahasiswa yang berkompetensi berbahasa Indonesia secara aktif dan pasif akan mampu mengekspresikan pemahaman dan kemampuan dirinya secara runtut, logis, dan lugas. Hal ini menandakan kemampuan mengorganisasi karakter dirinya terkait dengan potensi daya pikir, emosi, dan harapannya.Kemudian diekspresikan dalam berbagai bentuk karya ilmiah, seperti artikel ilmiah, makalah ilmiah, proposal, penulisan skripsi dan laporan ilmiah.Selain itu, mahasiswa yang berkompetensi berbahasa Indonesia baku dengan baik dan benar akan mampu memahami konsep-konsep pemikiran dan pendapat orang lain. Kompetensi ini akan dapat mengembangkan karakter dan kepribadian melalui berpikir sinergis, yaitu kemampuan mneghasilkan konsep baru berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki bersamaan dengan pengalaman baru. Mahasiswa demikian akan menjadi lebih cerdas dan kreatif dalam memanfaatkan situasi, stimulus, dan pengalaman baru yang diperolehnya.Fungsi bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pengembang kepribadian diarahkan kepada kompetensi berbahasa baku dengan baik dan benar secara lisan dan tulisan. Fungsi ini mencakup berbagai aspek sebagai berikut. a. Mengembangkan kemampuan/kompetensi berkomunikasi ilmiah. b. Mengembangkan kemampuan akademis. c. Mengembangkan berbagai sikap, seperti sikap ilmiah, sikap paradigmatis dalam mengembangkan pola-pola berpikir sikap terpelajar. d. Mengembangkan kecerdasan berbahasa. e. Mengembangkan kepribadian terutama dalam menciptakan kreativitas baru yang terkait dengan pengalaman, pengetahuan, dan situasi baru yang dihadapi serta kemampuan mengekspresikannya. f. Mengembangkan kompetensi berkomunikasi antar pribadi memantapkan perkembangan pribadi. g. Mengembangkan kemampuan sebagai lambang bangsa dan negara. sehingga
  • 7. B. Sumber-Sumber http://www.scribd.com/doc/115623159/Tugas-Politik-Bahasa-Nasional http://rahmaekaputri.blogspot.com/2010/10/ragam-bahasa.html http://unserebloggie.wordpress.com/2013/05/01/kelompok-1-bahasa-sebagaipengembang-kepribadian/ Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Lndonesia Nomor: 43/Dikti/Kep/2006

Related Documents