POLITIK IDENTITAS CALEG
PEREMPUAN PADA PEMILU 2014
Mite Setiansah,M.Si
LATAR BELAKANG
Affirmative
action kuota
30%
Jumlah
perempuan di
parlemen
(DPR/DPRD)
meningkat
Perempuan
diharapkan dapa...
KENYATAAN
KASUS
PERSELING
KUHAN DAN
PERCERAIA
N
KASUS
KORUPSI
PERDA
TIDAK
SENSITIF
GENDER
TANTANGAN CALEG PEREMPUAN
201...
IDENTITAS PEREMPUAN
• Mariana Aminuddin (2012: 88) tantangan yang
dihadapi oleh perempuan pejabat publik
berbeda dengan l...
MASALAH IDENTITAS
“all politics is identity politics. Political activity
is –and, at its best, is-animated by efforts
to d...
PERTANYAAN?
• BAGAIMANA POLITIK IDENTITAS YANG
DILAKUKAN OLEH CALEG
PEREMPUAN PADA PEMILU 2014
METODOLOGI
• Analisis semiotik sosial terhadap 5 iklan
caleg perempuan di media luar ruang
• tidak semata-mata fokus pada ...
IDENTITAS
• Thoits (dalam Settles, 2004: 488)
“Identity provides individuals with scripts
or guides about how to behave.”...
HASIL DAN PEMBAHASAN
POLITIK
IDENTITAS
CALEG
PEREMPUAN
TIDAK BERBEDA
DENGAN LAKILAKI
CALEG JADI
SERAGAM
IDENTITAS YANG
...
NO URUT 1,
JILBAB,
JARGON,
EKSPRESI WAJAH
NO URUT 1,
KERUDUNG,
JARGON,
EKSPRESI WAJAH
PERHATIKAN: MODEL
RAMBUT, MAKE UP,
MODEL BAJU
IDENTITAS YG
DIBANGUN?
BEDA: PERCAYA DIRI,
TULISAN, IKON YANG
DITAMPILKAN,...
APA YANG
TERBERSIT DLM
BENAK ANDA?
•JARGON?
•PENAMPILAN?
•KAPASITAS/ KUALITAS
DIRI YANG
DITAWARKAN?
PEREMPUAN BIASA
YANG ...
PEMBAHASAN
KESIMPULAN
• Belum banyak perempuan yang secara professional
menerapkan strategi politik identitas ketika mencalonkan diri...
of 14

Poltik identitas caleg perempuan pada pemilu 2014

Published on: Mar 4, 2016
Published in: News & Politics      
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Poltik identitas caleg perempuan pada pemilu 2014

  • 1. POLITIK IDENTITAS CALEG PEREMPUAN PADA PEMILU 2014 Mite Setiansah,M.Si
  • 2. LATAR BELAKANG Affirmative action kuota 30% Jumlah perempuan di parlemen (DPR/DPRD) meningkat Perempuan diharapkan dapat membawa isu gender dlm perumusan kebijakan, membangun sistem perintahan yang lbh baik dan bersih, serta menjadi role model bagi perempuan lain
  • 3. KENYATAAN KASUS PERSELING KUHAN DAN PERCERAIA N KASUS KORUPSI PERDA TIDAK SENSITIF GENDER TANTANGAN CALEG PEREMPUAN 2014 SEMAKIN BERAT
  • 4. IDENTITAS PEREMPUAN • Mariana Aminuddin (2012: 88) tantangan yang dihadapi oleh perempuan pejabat publik berbeda dengan laki-laki. • Tantangan perempuan bukanlah pada prestasi dan kemampuan dalam melaksanakan tugas jabatannya melainkan tuntutan bahwa “perempuan harus lebih baik” di ruang publik sebagaimana harapan masyarakat tentang ibu yang baik atau istri yang baik di ruang domestik.
  • 5. MASALAH IDENTITAS “all politics is identity politics. Political activity is –and, at its best, is-animated by efforts to define and defend who I am, or we are, or you are, or hope to be, or hope to be seen to be.” (Parker ,1994)
  • 6. PERTANYAAN? • BAGAIMANA POLITIK IDENTITAS YANG DILAKUKAN OLEH CALEG PEREMPUAN PADA PEMILU 2014
  • 7. METODOLOGI • Analisis semiotik sosial terhadap 5 iklan caleg perempuan di media luar ruang • tidak semata-mata fokus pada tanda (sign) tetapi pada cara penggunaan tanda tersebut dalam konteks sosial
  • 8. IDENTITAS • Thoits (dalam Settles, 2004: 488) “Identity provides individuals with scripts or guides about how to behave.” • Stuart Hall (dalam Noviani, 2012: 55) “identity is not accomplished fact, but rather is a production, which is never complete, always in process and always [re]constituted within representation”.
  • 9. HASIL DAN PEMBAHASAN POLITIK IDENTITAS CALEG PEREMPUAN TIDAK BERBEDA DENGAN LAKILAKI CALEG JADI SERAGAM IDENTITAS YANG DIKONSTRUKSI DALAM IKLAN HANYA DIANGGAP PENCITRAAN (PEYORATIF)
  • 10. NO URUT 1, JILBAB, JARGON, EKSPRESI WAJAH NO URUT 1, KERUDUNG, JARGON, EKSPRESI WAJAH
  • 11. PERHATIKAN: MODEL RAMBUT, MAKE UP, MODEL BAJU IDENTITAS YG DIBANGUN? BEDA: PERCAYA DIRI, TULISAN, IKON YANG DITAMPILKAN, AKSESORIS, EKSPRESI, SIKAP TUBUH
  • 12. APA YANG TERBERSIT DLM BENAK ANDA? •JARGON? •PENAMPILAN? •KAPASITAS/ KUALITAS DIRI YANG DITAWARKAN? PEREMPUAN BIASA YANG MENCALONKAN DIRI JADI ANGGOTA LEGISLATIF
  • 13. PEMBAHASAN
  • 14. KESIMPULAN • Belum banyak perempuan yang secara professional menerapkan strategi politik identitas ketika mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. • Belum banyak perempuan yang menampilkan identitas dirinya secara tegas dan komprehensif, yang bukan saja sekedar mengedepankan identitas gendernya namun juga kapasitas lain yang dimilikinya. • Politik identitas caleg perempuan umumnya cenderung seragam sehingga meski jumlah perempuan yang maju sebagai caleg menunjukkan peningkatan yang signifikan namun hal tersebut tidak berkorelasi positif dengan meningkatnya variasi pilihan yang tersedia.

Related Documents