Pengantar Pendidikan
Nadya Eka Putri
11.10.010.745.153
English Department
BAB IV
ALIRAN-ALIRAN POKOK PENDIDIKAN
ALIRAN KONVENSIONAL
Aliran konvensional merupakan pandangan
atau pendapat yang memba...
Macam Aliran Konvensional
Empirisme
Manusia dilahirkan dalam keadaan bersih tanpa
mempunyai pembawaan sama sekali dari lah...
Aliran Nativisme
Aliran ini manusia dilahirkan telah mempunyai
pembawaan (baik atau buruk). Pembawaan ini tidak
dapat diub...
Aliran Naturalisme
Semua anak yang baru lahir mempunyai
pembawaan baik, namun pembawaan itu manjadi rusak
karena pengaruh ...
Aliran Konvergensi
Perkembangan anak dipengaruhi oleh
pembawaan dan pendidikan. Bakat yang dibawa
sejak lahir tidak akan b...
Gerakan (Aliran) Baru
Gerakan baru dalam pendidikan
merupakan upaya yang dilakukan untuk
mencari perbaikan dan peningkatan...
Pengajaran Alam Sekitar
Prinsip Pengajaran alam sekitar:
1. Peragaan
2. Aktivitas anak
3. Pengajaran totalitas
4. Menyatu ...
Pengajaran Pusat Perhatian
Metode yang dikemukakan oleh Decroly:
1. Metode global (gestalt) yaitu pendidikan
hendaknya dim...
Sekolah Kerja
Bentuk Sekolah kerja :
a. Sekolah Kerja Sosiologis (kebutuhan
masyarakat)
b. Sekolah Kerja Psikologis (penge...
4. Pengajaran Proyek
Konsep pengajaran proyek diletakkan oleh
John Dewey dan dilaksanakan oleh W.H.Kilpatrick.
Dalam penga...
Perguruan Kebangsaan Taman
Siswa
Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar
Dewantara tanggal 3 Juli 1922 di
Yogyakarta
Ki Hajar ...
Asas Taman Siswa
1. Setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri mengingat
tertibnya persatuan dan perdamaian (sistem amon...
Dasar Taman Siswa (1947)
(Panca Darma)
1. Kebudayaan
2. Kemerdekaan
3. Kodrat alam
4. Kemanusiaan
5. Kebangsaan
Jenis Pendidikan Taman Siswa
1. Taman Indriya (Taman Kanak-
kanak)
2. Taman Anak (Kelas I – III SD)
3. Taman Muda (Kelas I...
Ruang Pendidik INS Kayu Tanam
1. INS (Indonesicche Nederlandsche
School) didirikan oleh Mohammad
Syafei pada tanggal 31 Ok...
Asas INS Kayu Tanam
1. Berfikir logis dan rasional
2. Keaktifan dan kegiatan
3. Pendidikan masyarakat
4. Memperhatikan pem...
Tujuan INS
1. Mendidik rakyat ke arah kemerdekaan
2. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa
3. Manusia yang harmonis dalam
per...
Jenjang Pendidikan
1. Ruang Rendah (7 tahun setara SD)
2. Ruang Antara (1 tahun)
3. Ruang Dewasa (4 tahun)
4. Ruang Masyar...
Perguruan Muhammadiyah`
1. Didirikan oleh Kiyai Haji Ahmad
Dahlan di Yogyakarta pada 18
November 1912
2. Kiyai Haji Ahmad ...
Latar Belakang didirikan
1. Adanya kerusakan aqidah umat Islam
2. Kebekuan dalam bidang hukum Fiqh
3. Kemunduruan dalam pe...
Dasar Pendidikan
1. Tajdid, mengubah cara berfikir dan berbuat
2. Kemasyarakatan
3. Aktivitas
4. Kreativitas
5. Optimisme
...
Diniyah Putri Padang Panjang
1. Didirikan oleh Rahmah El Yunusiyah
pada tanggal 1 November 1923 di
Padang Panjang
2. Rahma...
Program Pendidikan
1. Program Pendidikan Umum untuk
mengembangkan kemampuan dan sikap
ilmiah
2. Program pendidikan di bida...
Jenis Pendidikan
1. Sekolah menyesal
2. Sekolah Taman kanak-kanak Islam
3. Sekolah Diniyah Putri Rendah (SD)
4. Diniyah Pu...
of 25

Nadya E. Putri (Pengantar Pedidikan Bab 4)

Published on: Mar 3, 2016
Published in: Education      
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Nadya E. Putri (Pengantar Pedidikan Bab 4)

  • 1. Pengantar Pendidikan Nadya Eka Putri 11.10.010.745.153 English Department
  • 2. BAB IV ALIRAN-ALIRAN POKOK PENDIDIKAN ALIRAN KONVENSIONAL Aliran konvensional merupakan pandangan atau pendapat yang membahas tentang faktor- faktor yang menentukan perkembangan manusia dan kepribadiannya.
  • 3. Macam Aliran Konvensional Empirisme Manusia dilahirkan dalam keadaan bersih tanpa mempunyai pembawaan sama sekali dari lahirnya, tetapi perkembangan anak ditentukan oleh lingkungan yang akan menentukan arah hidupnya. Aliran ini disebut juga dengan “Tabularasa” yang berarti anak lahir seperti kertas putih yang masih kosong dan dapat ditulis sesuai dengan keinginan orang yang akan menulisnya. Aliran ini dipelopori oleh John Locke.
  • 4. Aliran Nativisme Aliran ini manusia dilahirkan telah mempunyai pembawaan (baik atau buruk). Pembawaan ini tidak dapat diubah ke arah lain oleh lingkungan atau pendidikan. Aliran ini dipelopori oleh Schopenhauer.
  • 5. Aliran Naturalisme Semua anak yang baru lahir mempunyai pembawaan baik, namun pembawaan itu manjadi rusak karena pengaruh lingkungan, bahkan pendidikan yang diberikan orang dewasa kepada anak dapat merusak pembawaan baik itu. Aliran ini dipelopori oleh John Jacke Rousseau.
  • 6. Aliran Konvergensi Perkembangan anak dipengaruhi oleh pembawaan dan pendidikan. Bakat yang dibawa sejak lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan yang sesuai untuk perkembangan bakat itu. Sebaliknya lingkungan yang baik tidak akan menghasilkan pendidikan yang optimal kalau tidak ada bakat yang kuat. Aliran ini dipelopori oleh William Stern.
  • 7. Gerakan (Aliran) Baru Gerakan baru dalam pendidikan merupakan upaya yang dilakukan untuk mencari perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan khususnya perbaikan dalam proses pembelajaran. Ada beberapa model (bentuk) perbaikan yang dajukan oleh gerakan baru pendidikan ini.
  • 8. Pengajaran Alam Sekitar Prinsip Pengajaran alam sekitar: 1. Peragaan 2. Aktivitas anak 3. Pengajaran totalitas 4. Menyatu dengan pengalaman anak 5. Memberikan apersepsi emosional anak
  • 9. Pengajaran Pusat Perhatian Metode yang dikemukakan oleh Decroly: 1. Metode global (gestalt) yaitu pendidikan hendaknya dimulai dari suatu keseluruhan yang punya pengertian 2. Pusat minat yaitu dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan minat spontan yang dimiliki anak
  • 10. Sekolah Kerja Bentuk Sekolah kerja : a. Sekolah Kerja Sosiologis (kebutuhan masyarakat) b. Sekolah Kerja Psikologis (pengembangan bakat anak) c. Sekolah Kerja Sosiologis-Psikologis (gabungan) d. Sekolah Kerja Kepribadian (Pembentukan pribadi)
  • 11. 4. Pengajaran Proyek Konsep pengajaran proyek diletakkan oleh John Dewey dan dilaksanakan oleh W.H.Kilpatrick. Dalam pengajaran proyek anak bebas menentukan pilihannya (jenis pekerjaan), merancang dan memimpin kegiatan proyek. Proyek yang ditentukan sendiri oleh anak akan mendorong mereka untuk mencari cara pemecahan masalah yang ditemui secara aktif (sesuai keinginannya). Mata pelajaran tidak terpisah antara satu dengan lainnya, tetapi didasarkan atas keperluan pemecahan masalah.
  • 12. Perguruan Kebangsaan Taman Siswa Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta tanggal 2 Mei 1889dengan nama Suwardi Suryaningrat
  • 13. Asas Taman Siswa 1. Setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri mengingat tertibnya persatuan dan perdamaian (sistem among) 2. Pendidikan yang diberikan hendaknya dapat menjadikan manusia yang merdeka 3. Pendidikan didasarkan atas keadaan dan budaya bangsa Indonesia 4. Pendidikan harus diberikan kepada seluruh rakyat, tanpa kecuali 5. Bekerja sesuai dengan kemampuan dan kekuatan sendiri 6. Memikul beban belanja sendiri (hemat) 7. Pendidik harus mendidik dengan sepenuh hati, tulus dan ikhlas
  • 14. Dasar Taman Siswa (1947) (Panca Darma) 1. Kebudayaan 2. Kemerdekaan 3. Kodrat alam 4. Kemanusiaan 5. Kebangsaan
  • 15. Jenis Pendidikan Taman Siswa 1. Taman Indriya (Taman Kanak- kanak) 2. Taman Anak (Kelas I – III SD) 3. Taman Muda (Kelas IV – VI SD) 4. Taman Dewasa (SLTP) 5. Taman Madya (SLTA) 6. Taman Guru
  • 16. Ruang Pendidik INS Kayu Tanam 1. INS (Indonesicche Nederlandsche School) didirikan oleh Mohammad Syafei pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayu Tanam 2. Moh. Syafei lahir di Natan Kalimantan Barat 1895 dan dianugerahi gelar Doctor Honoris Causa dari IKIP Padang tahun 1968
  • 17. Asas INS Kayu Tanam 1. Berfikir logis dan rasional 2. Keaktifan dan kegiatan 3. Pendidikan masyarakat 4. Memperhatikan pembawaan anak 5. Menentang intelektualisme
  • 18. Tujuan INS 1. Mendidik rakyat ke arah kemerdekaan 2. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa 3. Manusia yang harmonis dalam perkembangannya (jasmani dan rohani) 4. Memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat 5. Menanamkan kepercayaan pada diri sendiri 6. Harus dapat membiayai diri sendiri
  • 19. Jenjang Pendidikan 1. Ruang Rendah (7 tahun setara SD) 2. Ruang Antara (1 tahun) 3. Ruang Dewasa (4 tahun) 4. Ruang Masyarakat (1 tahun) 5. Ruang Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan di Padang Panjang 6. Program Khusus untuk menjadi guru (1 tahun) setelah ruang dewasa (1953)
  • 20. Perguruan Muhammadiyah` 1. Didirikan oleh Kiyai Haji Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada 18 November 1912 2. Kiyai Haji Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta dengan nama Muhammad Darwis pada tahun 1869.
  • 21. Latar Belakang didirikan 1. Adanya kerusakan aqidah umat Islam 2. Kebekuan dalam bidang hukum Fiqh 3. Kemunduruan dalam pendidikan Islam 4. Kemajuan zending Kristen dan misi Katolik
  • 22. Dasar Pendidikan 1. Tajdid, mengubah cara berfikir dan berbuat 2. Kemasyarakatan 3. Aktivitas 4. Kreativitas 5. Optimisme 6. Pensyukuran nikmat 7. Sumbangan terhadap masyarakat & bangsa
  • 23. Diniyah Putri Padang Panjang 1. Didirikan oleh Rahmah El Yunusiyah pada tanggal 1 November 1923 di Padang Panjang 2. Rahmah El Yunusiah lahir 29 Desember 1900 M, atau 1 Rajab 1318 H dan meninggal 26 Februari 1969 atau 9 Zulhijjah 1388
  • 24. Program Pendidikan 1. Program Pendidikan Umum untuk mengembangkan kemampuan dan sikap ilmiah 2. Program pendidikan di bidang keahlian agama Islam 3. Program pendidikan untuk menjadi ibu pendidik yang baik 4. Program pendidikan ketrampilan 5. Program pendidikan di asrama
  • 25. Jenis Pendidikan 1. Sekolah menyesal 2. Sekolah Taman kanak-kanak Islam 3. Sekolah Diniyah Putri Rendah (SD) 4. Diniyah Putri B (SLTP) 5. Diniyah Putri C (SLA) 6. Sekolah Kulliyatul Muallimat (Sekolah Guru) 7. Perguruan Tinggi Diniyah Putri