Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
BAB I
PENDAHULUAN
1.1; Latar Belakang
Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan ( ...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
Dalam pelaksanaan PKL mahasiswa menggunakan berbagai bahan pustaka
guna mendu...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
GAMBARAN UMUM KEBUN
2.1; Sejarah Singkat
Pada tahun 1871 Kanjeng Gusti Pange...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
2.2; Letak Geografis
a) Letak Geogafris
a) PG Tasikmadu berada di :
i) Desa...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
6) Bersama petani tebu mendukung program pemerintah dalam
pemenuhan kebutuhan...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
2.5; Agrowisata Sondokoro
Selain memproduksi gula diatas, PG Tasikmadu juga m...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
4) Bagian pengolahan
5) Bagian Adm, Keuangan dan Umum, dengan tugas dantanggu...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
1) Bertanggung Jawab atas rayon tertentu dan melakukan pengawasan
untuk menin...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
3) Mengatur penyediaan tenaga kerja, pembimbing, membina, dan
mengendalikan u...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
2) Merencanakan, menggunakan, memelihara, mengawasi keamanan,
dan mengusulkan...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
1) Kepala instalasi
1) Bertanggung jawab atas kelancaran fungsi stasiun secar...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
1) Kepala Pengolahan
1) Bertanggung jawab atas seluruh proses pengolahan tebu...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
13) menentukan tugas dan kewajiban karyawan bawahannya
serta mengatur, membim...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
1 Kepala A.K.U
a Mengatur dan melakukan pengawasan terhadap keuangan Pbrik Gu...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
ini digunakan sebagai data untuk pembuatan rekapitulasi penerimaan
dan pengel...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
Untuk hari senin sampai sabtu kecuali hari jumat adalah:
Masuk pukul : 06.30 ...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
(Karyawan musiman) didasarkan pada pengaturan hubungan dan
syarat- syarat ker...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
pengaturan hubungan dan syarat kerja pekerja PKWT dengan cara perhitungan
seb...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
Jumlah: 11,16 %
6 TAP (Tabungan Asuransi Pensiun)
Seluruh Pekerja PKWT Kampa...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
Diberikan kepada anak karyawan yang kost karena kuliah di luar
kota yang berj...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
Masa kerja sampai dengan 20 tahun sebesar 1,5 ( satu setengah)
bulan gaji pok...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
6 Balai Pengobatan ( BP/ Poliklinik)
Balai Pengobatan PG Tasikmadu menyelengg...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
Menyimpan Tetes hasil produksi.
5 Gudang Timbangan
Barang yang keluar atau m...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
Gula hasil produksi dikemas dalam karung dengan berat netto
50 kg. Setiap pag...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
PROSES ADMINISTRASI PG TASIKMADU/COLOMADU
3; Sistem ,Proses dan Peran Bidang ...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
1 Masak (M)
Dibagi menjadi 3 yaitu :
i Masak awal : yaitu tebu yang mengalam...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
Tebu mengalami lebih dari dua bulan kering dan harus segera
ditebang untuk me...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
e) Bumbun I-III
f) Pemeliharaan got
g) Kletek I-II
3) Kultur Teknis
Kegiat...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
3.1.3; Peran Bidang Tanaman Terhadap Pabrik Gula
a) Menyediakan lahan untuk p...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
3.3.1;Proses Pembuatan Gula
Proses pembutan gula di PG Tasikmadu adalah prose...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
Menggukan pedoman RKAP yang dibuat selama musim giling
sesuaiyang ditargetkan...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
b) Permintaan Modal Kerja ( PMK)
Dalam operasi pabrik gula dibutuhkan modal k...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
penerimaan uang tunai atau lewat bank dilakukan
oleh A.K.U dengan proses seba...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
2)Menyimpan uang
Pengambilan, penyimpangan uang tunai dilakukan oleh pejabat ...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
Pada tiap titik keluar kas bank yang bersangkutan
khususnya kepala A. K.U har...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
jenis mata uangnya. Sisa kas harian ini harus dan pasti cocok dengan sisa
kas...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
e) Bagi Hasil PTR
Tebu yang digiling dan diproses di PG Tasikmadu sebagian
b...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
f) Rekening Koran (R/K)
Pembedaan biaya-biaya tertentu kepada kantor Direksi ...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
2) Pengeluaran Barang
c) Setelah bon gudang yang asli dan laporan
harian pen...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
Hal ini berkaitan erat dengan data-data kepegawaian karyawan
yang mencangkup ...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
2% Penyusunan golongan karyawan tetap yang
menduduki jabatan lebih tinggi dal...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
atau iuran sebagai peserta suatu dana yang
menyelenggarakan jaminan sosial ya...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
11% Menyerahkan kembali kepada perusahaan semua
surat-surat milik perusahaan ...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
Shift pagi masuk pukul 06.00 pulang pukul 14.00
Shift siang masuk pukul 14.00...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
b% karyawan pelaksana
c% gaji pokok
d% tunjangan tetap
e% lembur
f% pekerj...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
c% Tunjangan sosial ( Bantuan sewa rumah,
listrik/bahan bakar air, perawatan...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
b% Agenda surat masuk intern PG-PG dan
direksi
c% Agenda surat masuk ekstren...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
h% Gudang gula catu karyawan
3% Gudang Gula Produksi
Menyimpan gula hasil pr...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
tersebut, kemudian bon gudang tersebut dikirim ke TUGF da diberi
harga satuan...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
BAB IV
PENUTUP
4.1; Kesan
Selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ...
Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I
PG.Tasikmadu Karanganyer
51
of 51

Natalia Nainggolan Mahasiswi Akuntansi Politeknik Lpp laporan PKL I pengenalan administrasi di pg tasikmadu,karanganyar

Natalia Nainggolan Pengenalan Administrasi Akuntansi
Published on: Mar 3, 2016
Published in: Education      
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Natalia Nainggolan Mahasiswi Akuntansi Politeknik Lpp laporan PKL I pengenalan administrasi di pg tasikmadu,karanganyar

  • 1. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I BAB I PENDAHULUAN 1.1; Latar Belakang Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) merupakan bagian dari kurikulum yang ada dalam semester II Program Studi Akuntansi Politeknik LPP Yogyakarta. Adapun tujuan dari Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) adalah untuk melatih mahasiswa dalam menemukan dan menganalisis masalah yang ada di perusahaan sebagai bahan perbandingan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan pelaksanaan yang sesungguhnya. Sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan yang dikeluarkan oleh Politeknik LPP Yogyakarta bagi mahasiswa program studi akuntansi, maka laporan ini berjudul “Pengenalan Administrasi Kebun”. 1.2; Tujuan Praktek Kerja Lapangan Tujuan dari pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan ini dilakukan untuk: 1) Mengetahuidan memahami sistematika penyusunan administrasi di Afdeling, instalasi, bengkel, dan KTU berdasarkan prosedur yang berlaku. 2) Mengenal organisasi dan lingkungan kerja atau budaya perusahaan perkebunan. 3) Mengetahui akibat tidak terpenuhinya sistematika penyusunan administrasi di Afdeling, instalasi, bengkel, dan KTU tersebut di atas. 4) Memahami cara menyusun/mengerjakan isi pokok laporan administrasi afdeling, instalasi, bengkel, dan KTU tersebut di atas. 1.3; Metode Praktek Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan dengan menggunakan metode: 1) Studi Pustaka PG.Tasikmadu Karanganyer 1
  • 2. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I Dalam pelaksanaan PKL mahasiswa menggunakan berbagai bahan pustaka guna mendukung pengetahuan praktek di lapangan. 2) Observasi Dalam pelaksanaan praktek, penulis harus melakukan pengamatan diberbagai kegiatan yang ada dilapangan. 3)Wawancara Dalam pelaksanaan praktek juga harus mengadakan berbagai wawancara dengan pejabat maupun petugas yang terkait dalam rangka baik kelancaran kerja maupun memantapkan data yang diperoleh. 4) Diskusi Penulis mengadakan diskusi dengan pembimbing PKL dan bagian – bagian yang terlibat guna mendukung pemahaman materi praktek. 5) Studi Lapangan Penulis dalam melaksanakan praktek melakukan pekerjaan lapangan sesuai dengan kegiatan yang berkaitan dengan materi yang dipraktekkan. 1.4; Tempat dan jadwal praktek Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan di PTP Nusantara IX (PERSERO) PG Tasikmadu, Karanganyar. Pelaksanaan PKL selama 1 (satu) bulan mulai tanggal 17 juni - 26 juli 2012. BAB II PG.Tasikmadu Karanganyer 2
  • 3. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I GAMBARAN UMUM KEBUN 2.1; Sejarah Singkat Pada tahun 1871 Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegoro IV mendirikan pabrik gula Tasikmadu yang telah terlebih dahulu mendirikan pabrik gula Colomadu pada tahun 1861. Dan pada tahun 1926 dilakukan perbaikan untuk menambah kapasitas produksi dan mulai beroperasi normal kembali pada tahun 1937 sampai dengan kependudukkan Jepang tahun 1942. Dan pada tahun 1947 lahir Peraturan Pemerintah (PP) No. 9/PP/1947 menjadi Perushaan Perkebunan Negara (PPN) dan pada tahun 1961 lahir PP No. 164/PP/1961 yang memasukkan PG Tasikmadu kedalam PPN jawa tengah dan memiliki status Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selanjutnya berdasarkan PP No. 14/PP/1968 didirikan Perusahaan Negara Perkebunan XVI (PNP XVI) dan BPUPPN Gula dimasukkan kedalam PNP XVI dan PG Tasikmadu masuk dalam unit kerja PNP XVI. Pada tahun 1973 lahir PP No. 32/PP/1973 yang masih mengubah status PNP menjadi Persero yaitu PT. Perkebunan XVI Pada tgl 28 April 1981 lahir SK Menkeu No. 236/KMK.011/1981 yang menggabungkan PTP XV dengan XVI menjadi PTP XV-XVI (Persero) yang berkedudukan di Jl. Ronggowarsito No. 164 Surakarta sampai dengan 1996. Pada rentang waktu tersebut tepatnya pada tahun 1989 diadakan rehabilitas PG Tasikmadu dengan menaikan kapasitas dari 2500 TCD menjadi 4000 TCD. Berdasarkan PP No. 17/PP/1996 tanggal 14 Februari 1996, SK Menkeu No. 168/KMK.016/1996 tanggal 16 maret 1996 dan No. 256/KMK.061/1996 tanggal 8 april 1996 PTP XV-XVI (Persero) menjadi PTPN IX (Persero). Selanjutnya pada tahun 1997 PG Colomadu ditidurkan dan tahun 1998 digabung dengan PG Tasikmadu menjadi PG Tasikmadu-Colomadu. Pada tanggal 18 desember 2005 diresmikan berdirinya Agro Wisata Sondokoro yang merupakan salah satu diversifikasi usaha dari PG Tasikmadu dan tanggal 11 mei 2007 diresmikan alih proses PG Tasikmadu dari Karbonatasi menjadi Sulfitrasi. PG.Tasikmadu Karanganyer 3
  • 4. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 2.2; Letak Geografis a) Letak Geogafris a) PG Tasikmadu berada di : i) Desa : Ngijo ii) Kecamatan : Tasikmadu iii) Kabupaten : Karanganyar iv) Provinsi : Jawa Tengah b) PG Tasikmadu memiliki luas ± 10.000 H dan terletak pada ketinggian 149 m di atas permukaan laut. Dapat ditempuh dari kota solo dengan jarak 32 Km. 2.3; Visi dan Misi Perusahaan Visi “Menjadi Perusahaan agribisnis dan agroindustri yang berdaya saing tinggi dan tumbuh berkembang bersama mitra.” Misi 1) Memproduksi dan memasarkan hasil produksi ke pasar lokal dan internasional secara professional untuk menghasilkan pertumbuhan laba (profit growth). 2) Menggunakan teknologi yang menghasilkan produk bernilai (delivery value) yang dikehendaki pasar dengan proses produksi yang ramah lingkungan. 3) Meningkatkan kesejahteraan karyawan, menciptakan lingkungan kerja yang sehat, serta menyelenggarakan pelatihan guna menjaga motivasi karyawan dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja. 4) Mengembangkan produk hilir, agrowisata, dan usaha lainnya untuk mendukung kinerja perusahaan. 5) Membangun sinergi dengan mitra usaha strategis dan masyarakat lingkungan usaha untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. PG.Tasikmadu Karanganyer 4
  • 5. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 6) Bersama petani tebu mendukung program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan gula nasional. 7) Memberdayakan seluruh sumber daya perusahaan dan potensi lingkungan guna mendukung pembangunan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja. 8) Melaksanakan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi perusahaan. 9) Menjaga kelestarian lingkungan melalui pemeliharaan tanaman dan peningkatan kesuburan tanah. 2.4; Produksi PG Tasikmadu/afd Colomadu merupakan salah satu unit produksi dari mengolah tebu menjadi gula, disamping itu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku tebu sesuai dengan kapasitas pada mesinnya, PG Tasikmadu juga melakukan kegiatan tanam tebu. Sejak tahun 1975 dengan adanya penanaman Tebu Rakyat Insentifikasi (TRI) kegiatan ini hanya bersifat bimbingan kepada petani tebu mengenai pembibitan, pemeliharaan, pembrantasan hama, penebangan dan pembibmbingan teknis lainnya. Sehingga gula yang dihasilkan oleh pabrik tidak sepenuhnya milik perusahaan tetapi petani juga mendapat bagian karena perusahaan menyewa lahan milik petani untuk ditanami tebu. Petani mendapat 10% dalam bentuk natura dan dilelang oleh petani sendiri lewat APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia). Hasil samping pengolahan gula adalah tetes tebu, blotong dan ampas. Tetes tebu dapat diproduksi kembali menjadi bahan penyedap makanan dan alcohol. Biasanya tetes tebu dijual keperusahaan lain yang membutuhkan. Blotong dapat digunakan sbagai pupuk pada lahan tebu. Ampas digunakan pada ketel penghasil uap yang digunakan untuk mengoperasikan mesin-mesin produksi. Selain kegiatan teknis diatas PG Tasikmadu juga melakukan kegiatan administratif untuk keseluruhan kegiatan perusahaan. PG.Tasikmadu Karanganyer 5
  • 6. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 2.5; Agrowisata Sondokoro Selain memproduksi gula diatas, PG Tasikmadu juga memiliki usaha utama yaitu Agrowisata. Merupakan diversifikasi usaha yang ada di PG Tasikmadu yang diresmikan pada tanggal 18 Desember 2005. Dengan adanya Agrowisata, maka dapat menambah income perusahaan sesuai dengan tujuan PTPN IX (Persero). 2.6; Tipe dan Struktur Organisasi PG Tasikmadu – Colomadu 2.6.1; Tipe Organisasi. Organisasi merupakan perserikatan orang yang melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien . Organisasi dikatakan sebagai suatu sistem karena setiap bagian dari organisasi tersebut memiliki tugas dan fungsi yang penting dan saling membutuhkan , apabila diantara bagian tersebut ada yang hilang maka organisasi tersebut tidak dapat berjalan. Tipe organisasi yang digunakan di PG Tasikmadu – Colomadu adalah organisasi garis dan staf . Fungsi dari unit staf adalah membantu manajer garis memikirkan masalah – masalah khusus yang dihadapi oleh perusahaan . Oleh karena itu unit staf di pegang oleh tenaga ahli. 2.6.2 Struktut Organisasi Struktur organisasi meruakan dasar untuk mendefinisikan, mengalokasikan, serta mengkoordinaasikan pekerjaandan didalmnya mencakup penetapan pembagian kerja. Oleh sebab itu dalam suatu erusahaan struktur organisasi sangat dibutuhkan guna memperlancar proses pemerintah dalam suatu organisasi tersebut. Dalam PG Tasikmadu struktur organisasinya dipimpin oleh seorng administrator yang membawahi 4 (empat) bagian yang masing-masing dipimpin oleh seorang kepala bagian. Adapun susunannya sebagai berikut: 1) Administrator 2) Bagian Tanaman 3) Bagian instalasi PG.Tasikmadu Karanganyer 6
  • 7. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 4) Bagian pengolahan 5) Bagian Adm, Keuangan dan Umum, dengan tugas dantanggung jawab masing-masing bagian sebagai berikut: I) Administrator Administrator adalah pimpinan tertinggi dalam struktur organisasi pabrik gula yang bertanggung jawab memimpin dan mengolah semua kegiatan usaha yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan seluruh oprasional produksi, financial dan administrasi dengan efektif dan efisien. II) Bagian tanaman Bertanggung jawab dalam pengelolaan tanaman/kebun tebu sebagai bahan baku di pabrik gula. Bagian tanaman diimpin oleh seorang Kepala Tanaman yang dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada administrator dan secara langsung memimpin atau mengkoorfdinir sinder Kepala Kebun, sinder Kebun Wilayah, sinder Kepala Percobaan/litbang, dan Kepala Tebang dan Angkut. Adapun tugas dan tanggung jawabnya masing- masing sebagai berikuta: a) Kepala Tanaman 1) Merumuskan kebijakan dalam masalah areal , baik bibit maupun tebu giling ,pengolahan tanah / lahan ,penanaman dan pemeliharaan penebangan dan pengangkutan. 2) Memberikan bimbingan teknis dalam penanaman tebu kepada Petani Tebu Rakyat. 3) Menjamin kebutuhan pasokan bahan baku tebu ke pabrik gula baik secara kualitas maupun kuantitas. 4) Menyelenggarakan administrasi arsip, dokumentasi dan statistik dalam bagiannya. b) Sinder Kebun Kepala PG.Tasikmadu Karanganyer 7
  • 8. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 1) Bertanggung Jawab atas rayon tertentu dan melakukan pengawasan untuk meningkatkan ketertiban efektifitas efisien dalam Rayonnya yang meliputi pembibitan, penanaman, pemeliharaan, tebang dan angkut tebu. 2) Mengkoordinir dan melakukan pembagian tugas kepada bawahannya untuk mencapai untuk mencapai peningkatan produktivitas. 3) melakukan pembinaan kepada Petani Tebu Rakyat dalam rangka penyediaan bahan baku yang diperlukan untuk mencapai target produksi. 4) Menyelenggarakan administrasi, arsip, dokumentasi, dan statistik atas seluruh kegiatan dalam rayonnya. c) Sinder Kebun Wilayah 1) Mengatur pelaksanaan aktivitas kebun untuk menghasilkan produksi yang setinggi- tingginya baik kuantitas yang meliputi : a) Mencapai areal untuk tebu giling dan tebu bibit. b) Pembibitan untuk tebu giling. c) Pembukaan lahan. d) Menanam dengan jenis varietas yang sesuai / memadai. e) Melakukan pemeliharaan, pemberantasan hama, dan penyakittebu. f) Menyelenggarakan kebun percobaan. g) Menaksir / taksasi tebu. h) Melakukan efisiensi pembiayaan. i) Pembinaan Tenaga Kerja kebun. 2) Mengelola sarana dan prasarana dalam hal : a) Membuat daftar alat dan bahan, sarana dan prasarana yang diperlukan dan pelaksanaan penggunaannya. b) Menjaga keamanan terhadap kehilangan dan kerusakan, mengatur serta mengawasi penggunaan semua perlengkapan seefisien mungkin. PG.Tasikmadu Karanganyer 8
  • 9. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 3) Mengatur penyediaan tenaga kerja, pembimbing, membina, dan mengendalikan untuk mencapai produktivitas kerja optimal. 4) Menyelenggarakan administrasi, dokumentasi, dan statistik atas seluruh aktivitas dalam kebunnya. d) Sinder Kebun Percobaan / Penelitian dan Pengembangan (Litbang) 1) Bekerjasama dengan Sinder Wilayah, berkewajiban mengawasi penyelenggaraan kebun-kebun percobaan, pemeliharaan sampai dengan penebangan, dan selanjutnya bekerjasama dengan bagian pengolahan dalam penggilingan. 2) Menyelenggarakan dan mempertanggungjawabkan pengembalian contoh kemasakan tebu dengan dibantu Sinder Wilayah dan chemiker. 3) Bekerjasama dengan pengolahan menyelenggaraan dan mempertanggungjawabkan penggilingan contoh tebu serta kemasukan beserta administrasinya dengan baik dan benar. 4) Melakukan analisa lori dalam rangka menjamin kualitas tebangan yang baik dengan menilai hasil mutu tebangan secara berkala. 5) Bekerjasama dengan Sinder Kebun Wilayah melakukan pencegahan terhadap terjadinya serangan hama, penyakit serta tumbuhan pengganggu lainnya. 6) Bekerjasama dengan Sinder Wilayah menyelenggarakan Kebun Bibit yang meliputi kegiatan : a) Membuat rencana susunan varietas. b) Melakukan seleksi terhadap varietas-varietas. c) Memberantas kebun bibit dari hama dan penyakit. d) Mengadakan penelitian dan pengembangan terhadap alat-alat mekanisasi pertanian. e) Kepala Tebang dan Angkut 1) Bertanggungjawab atas terselenggaranya efektifitas dan efisiensi pelaksanaan teknis operasional tebang dan angkut tebu. PG.Tasikmadu Karanganyer 9
  • 10. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 2) Merencanakan, menggunakan, memelihara, mengawasi keamanan, dan mengusulkan penambahan atau pengurangan alat-alat kerja, perlengkapan, sarana dan prasarana tebang, dan angkut tebu. 3) Menyelenggarakan rapat tebang setiap hari dalam musim giling untuk : a) Menentukan petak-petak tebang yang telah masak dan siap ditebang serta mengadakan pesiapan kebutuhan sarana dan prasarana untuk memenuhi kualitas tebang sesuai persyaratan dan kapasitas giling. b) Mengadakan evaluasi terhadap kualitas tebangan, hasil analisa lori, sarana dan prasarana, tenaga kerja, upah premi, dan biaya tebang dan angkut. c) Menyelenggarakan administarsi, arsip, dokumentasi, dan statistik dalam bidang dan angkutan. III) Bagian instalasi Dipimpin oleh seorang kepala instalasi yang bertanggung jawab mengelola seluruh peralatan dan instalasi yang terdiri dari stasiun-stasiun: a) Stasiun Giling b) Stasiun Ketel c) Stasiun Pemurnian d) Stasiun Penguapan e) Stasiun Masakan f) Stasiun puteran g) Stasiun listrik h) Stasiun besali i) Stasiun bangunan j) Garasi/kendaraan k) Pompa kebun/Pemadam kebakaran Dan dibantu beberapa masinis dengan uraian tugas SBB: PG.Tasikmadu Karanganyer 10
  • 11. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 1) Kepala instalasi 1) Bertanggung jawab atas kelancaran fungsi stasiun secara optimal terutama dalam musim giling 2) Menyusun daftar kebutuhan dan kelengkapan seluruh barang dan bahan dengan spesifikasi teknisnya serta melakukan pengawasan terhadap penggunaannya. 3) Bertanggungjawab atas terpeliharanya barang inventaris pabrik. 4) Merencanakan investasi, rehabilitasi dan eksploitasi beserta perhitungan ekonomi tekniknya. 5) Bertanggungjawab atas keselamatan kerja serta mencitakan suasana kerja sama yang baik. 6) Menyelenggarakan administrasi, arsip, dokumentasi dan statistic dalam bagiannya 2) Masinnis 1) Membantu Kepala Instalasi dalam menyusun daftar kebutuhan semua barang perlengkapan, bahan dan alat lengkap dengan spesifikasi teknisnya. 2) Membantu Kepala Instalasi menyiapkan investasi, rehabilitasi dan eksploitasi beserta perhitungan ekonomi tehniknya. 3) Melaksanakan persiapan dan pemeliharaan mesin dan instalasi sehingga dapat digunakan tepat pada waktunya dan menjamin kelancarannya. 4) Menyelenggarakan administrasi, arsip, dokumentasi dan statistic dalam bidangnya. IV) Bagian pengolahan Dipimpin oleh Kepala Pengolahan yang bertanggung jawab terhadap seluruh proses pengolahan tebu menjadi gula yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu beberapa chemiker sebagai berikut: PG.Tasikmadu Karanganyer 11
  • 12. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 1) Kepala Pengolahan 1) Bertanggung jawab atas seluruh proses pengolahan tebu menjadi gula. 2) Merumuskan kebijakan dan memberikan bimbingan teknis dalam bidang pabrikasi termasuk pemecahan masalah – masalah yang timbul. 3) Menyusun daftar kebutuhan semua perlengkapan, bahan, sarana dan prasarana lengkap dengan spesifikasi teknis. 4) Menilai dan mengawasi penggunaan barang- barang perlengkapan , alat- alat kerja, sarana prasarana secara efektif dan efisien. 5) Bekerjasama dengan bagian instalasi merencanakan investasi dan rehabitasi. 6) Melakukan pengawasan secara teliti dan berkesinambungan terhadap seluruh proses produksi untuk menjamin kualitas produksi (quality control). 7) menyimpan hasil produksi utama dan hasil sampingan serta mengatur pelaksanaan pengeluaran hasil dengan tertib. 8) penetapan standart produksi, metode dan rendemen yang wajar, optimal dan ekonomis. 9) mengumpulkan semua data dan informasi dari seluruh kegiatan operasional dalam bagiannya, baik mengenai hasil produksi, prestasi, dan pembiayaan. 10) melakukan analisa untuk memperoleh kesimpulan terakhir atas hasil produksi yang dicapai. 11) menyelenggarakan usaha-usaha untuk menjaga keselamatan, kesehatan kerja, dan menciptakan suasana kerja yang sesuai. 12) bertanggung jawab atas terpliharanya barang investasi dalam bagiannya. PG.Tasikmadu Karanganyer 12
  • 13. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 13) menentukan tugas dan kewajiban karyawan bawahannya serta mengatur, membimbing,dan mengendalikan penggunaan tenaga kerja demi kelancaran proses produksi. 14) menyelenggarakan administrasi arsib, dokumentasi dan statistik dalam bagiannya. 2) Chemiker 1) Membantu Kepala Pengolahan menyelesaikan seluruh kegiatan pengolahan, agar lebih cepat tercapainya target yang efektif dan efisien. 2) Menjabarkan uraian tugas operasional bagi para karyawan bawahannya baik dalam misim giling maupun diluar musim giling demi tercapainya target yang efektif dan efisien. 3) Melakukan analisa kemasakan tebu bekerjasama dengan litbang. 4) Melakukan analisa lori dalam rangka menilai hasil mutu tebangan bekerjasama dengan kepala tebang , angkut, dan litbang. 5) Memonitor, mengatur dan mengawasi jalannya proses produksi untuk mendapatkan hasil optimal. 6) Menilai tebangan dari tebu yang akan digiling sesuai persyaratan serta menetapkan kapasitas giling dan sisa persediaan tebu untuk hari giling berikutnya ( sisa pagi). 7) Mengumpulkan semua data dan informasi dari kegiatan teknis operasional yang menjadi tanggung jawabnya mengatur penyediaan tenaga kerja agar proses produksi berjalan lancar, efektif, dan efisien. V) Bagian Administarasi Keuangan dan Umum (AKU). Bagian A.K.U mempunyai tugas dan tanggung jawab memberikan pelayanan kepada seua bagian yang ada di pabrik gula. Mengkomplimir dan mengkoordinasi dalam masalah keuangan dan ketenagakerjaan pada semua bagian.Dipimpin oleh seorang kepala administrasi, keuangan, dan umum ( Kepala A.K.U) dan dalam pelaksanaan tugasnya membawahi empat sub bagian atau urusan /seksi yang masing-masing dipimpin oleh seorang staf yaitu: PG.Tasikmadu Karanganyer 13
  • 14. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 1 Kepala A.K.U a Mengatur dan melakukan pengawasan terhadap keuangan Pbrik Gula meliputi penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran atau penggunaan dana secara efektif dan efisien. b Menyelenggarakan pembukuan dan perhitungan rugi laba Pabrik Gula. c Mengkoordinir dan melakukan pengawasan terhadap tenaga kerja secara keseluruhan baik kuantitas maupun kualitas sehingga tercapai peningkatan efektivitas dan efisien penggunaan tenaga kerja. d Menyelenggarakan administrasi , dokumen- dokumen, dan surat- surat yang bersifat rahasia. e Melakukan pembinaan dan bimbingan teknis kepada karyawan bagian Administrasi, Keuangan, dan Umum serta memberikan penilaian terhadap karyawan tersebut. 2 Sub Bagian Keuangan a Peneriamaan Barang Setelah bukti penerimaan barang ditandatangani Administratur dan sudah lengkap di beri harga sesuai dengan Surat Pesanan ( SP ), segera dibukukan dalam Kartu Gudang baik kouta maupun harganya . Antara TUGF, dan Gudang Materiil harus terjadi hubungan saling kontrol dan harus selalu sama dalam hal harga barang dan batas tanggal penutupan. b Pengeluaran barang 1 Setelah Bon Gudang yang asli dan laporan harian pengeluaran barang diterima TUGF, maka segera diberi harga satuan dan jumlah harga. 2 Setelah diberi harga, bon gudang tersebut dikirim kepada Staf Pembukuan untuk diadakan pemeriksaan baik nomor perkiraan lawan maupun harganya, kemudian bon gudang tersebut disortir menurut kelompok perkiraan. 3 Laporan harian pengeluaran barang dibukukan dalam kartu gudang TUGF untuk semua barang . Kartu gudang TUGF setiap akhir bulan di jumlah untuk bulan yang bersangkutan ( jumlah jalan). Hal PG.Tasikmadu Karanganyer 14
  • 15. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I ini digunakan sebagai data untuk pembuatan rekapitulasi penerimaan dan pengeluaran barang. 3 Sub Bagian Hubungan Antara Kerja ( HAK ) dan Umum Sub Bagian HAK dan Umum bertanggung jawab atas ketertiban administrasi karyawan dan urusan- urusan umum. Semua ketentuan mengenai Ketenagakerjaan telah tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama ( PKB ) antara Direksi PT Perkebunan Nusantara IX ( persero) dengan Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara IX ( SP BUN Nusantara IX ). PKB inilah yang dijadikan pedoman untuk seluruh urusan teknis ketenagakerjaan di Pabrik Gula. Sub Bagian HAK dan Umum bertanggung jawab atas ketertiban administrasi kepegawaian seluruh karyawan di seluruh bagian Pabrik Gula. Hal ini berkaitan erat dengan data-data kepegawaian karyawan yang mencakup permasalahan golongan, masa kerja, hak- hak karyawan, perhitungan masa bebas tugas, penetapan pensiun, sampai dengan perhitungan santunan hari tua. Adapun Formasi Karyawan di PG Tasikmadu- Colomadu yaitu: 1 Formasi Karyawan Penataan formasi karyawan menjadi tanggung jawab Sub Bagian HAK dan Umum dengan koordinasi dengan bagian- bagian lain . Formasi Karyawan PG Tasikmadu adalah sebagai berikut: Karyawan tetap terdiri dari: aKaryawan Pimpinan bKaryawan Pelaksana 2 Hubungan Kerja Peraturan waktu kerja pada perusahaan juga mengikuti peraturan- peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk karyawan yang menduduki managerial bekerja enam hari dalam seminggu, jam kerja perharinya adalah 8 (delapan ) jam dengan pembagian waktu sebagai berikut: PG.Tasikmadu Karanganyer 15
  • 16. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I Untuk hari senin sampai sabtu kecuali hari jumat adalah: Masuk pukul : 06.30 Istirahat : 09.30 – 10.00 Pulang pukul : 14.00 Hari Jumat masuk pukul 06.30 pulang pukul 11.30 .Untuk hari minngu dan hari besar libur. Jika pabrik dalam keadaan produksi, ada pembagian jam kerja tersendiri khususnya bagi karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi. Pembagian jam kerja ini dilakukan untuk menjaga kontiunitas proses produksi dan sering disebut plug( shift). Adapun pembagian shift sebagai berikut : Shift pagi masuk pukul 06.00 pulang pukul 14.00 Shift siang masuk pukul 14.00 pulang pukul 22.00 Shift malam masuk pukul 22.00 pulang pukul 06.00 Setiap seminggu sekali pada hari Jumat dilakukan penggantian shift untuk karyawan pelaksana, sehingga ada pemerataan jam kerja. Jadi pekerja bisa masuk pagi, siang, malam sesuai dengan jadwal perusahaan tentang perubahan shift yang berlaku. Pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu Dalam Musim Giling ( PKWT- DMG) atau dapat juga disebut sebagai Karyawan Musiman terdiri dari : 1 Pekerja PKWT Kampanye Memiliki golongan dan gaji yang disertakan dengan karyawan tetap, tetapi hanya bekerja selama musim giling berlangsung. b Pekerja PKWT – DMG Harian Lepas (HL) Pekerja musiman yang bekerja hanya dalam musim giling dengan upah yang disesuaikan dengan UMK Kabupaten karanganyar. 3 Penggajian dan pengubahan Sistem penggajian karyawan tetap di dasarkanpada golongan seperti diatur dalam PKB, Sedangkan untuk Pekerja PKWT PG.Tasikmadu Karanganyer 16
  • 17. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I (Karyawan musiman) didasarkan pada pengaturan hubungan dan syarat- syarat kerja Pekerja PKWT dengan cara penghitungan sebagai berikut : a Karyawan pimpinan 1 Gaji Pokok 2 Tunjangan tetap 3 tunjangan jabatan 4 Tunjangan struktural (khusus untuk Administrasi dan Kepala bagian). 5 Tunjangan Komunikasi b Karyawan Pelaksana 1 Gaji pokok 2 Tunjangan tetap 3 Lembur c Pekerja PKWT Kampanye a Gaji pokok b Tunjangan Tetap c Lembur d Golongan, Penggajian, Tunjangan, dan Santunan Sistem penggajian karyawan dinyatakan dalam golongan. Golongan tersebut terdiri dari 16 ruang golongan sebagai berikut : Golongan Berkala (tahun masa kerja) A B C D I 0-15 0-9 0-7 0-7 II 0-7 0-6 0-6 0-14 III 0-11 0-10 0-7 0-11 IV 0-10 0-6 0-9 0-4 Tabel 1.1 sistem golongan karyawan Sistem penggajian karyawan tetap di dasarkan pada golongan seperti diatur dalam PKB, Sedangkan untuk pekerja PKWT (karyawan musiman) didasarkan pada PG.Tasikmadu Karanganyer 17
  • 18. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I pengaturan hubungan dan syarat kerja pekerja PKWT dengan cara perhitungan sebagai berikut: a Karyawan pimpinan (gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan jabatan, tunjangan struktural (khusus administratur dan kepala bagian), tunjangan komunikasi b karyawan pelaksana c gaji pokok d tunjangan tetap e lembur f pekerja PKWT kampanye (gaji pokok, tunjangan tetap, lembur) 4 JAMSOSTEK seluruh karyawan tetap dan pekerja PKWT Kampanye diikutsertakan dalam program JAMSOSTEK dengan perhitungan iuran sebagai berikut: a Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) : 0,24 % X gaji pokok b Jaminan Hari Tua (JHT) : 5,70 % X gaji pokok c Jaminan Kematian ( JKM): 0,30% X gaji pokok jumlah : 6,24 % yang terdiri dari d Beban Karyawan : 2,00 % X gaji pokok e Beban Perusahaan : 4,24 % X gaji pokok Jumlah: 6,24 % Untuk iuran kepesertaan JAMSOSTEK bagi pekerja PKWT- DMG (harian) menjadi beban kantor direksi. 5 DAPENDUN Seluruh karyawan tetap di ikutsertakan dalam kampanye dalam Program Pensiun Dana Pensiun Perkebunan ( DAPENBUN) yang iuranya didasarkan pada Penghasilan Dasar Pensiun ( PhDP). Tahun 2000 dengan penghitungan sebagai berikut: a Beban Karyawan : 6,00 % X PhPD Tahun 2002 b Beban Perusahaan : 5,16 % X PhPD Tahun 2002 PG.Tasikmadu Karanganyer 18
  • 19. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I Jumlah: 11,16 % 6 TAP (Tabungan Asuransi Pensiun) Seluruh Pekerja PKWT Kampanye diikutsertakan dalam Program Tabungan Pensiun JIWASRAYA yang iurannya menjadi beban perusahaan yaitu sebesar 8,33% X gaji pokok. 7 Tunjangan Sosial a Bantuan sewa rumah, listrik/bahan bakar dan air Bagi karyawan yang tidak menempati rumah dinas diberiakan uang bantuan bantuan sewa rumah, listrik/bahan bakar dan air setiap bahannya. b Perawatan Kesehatan Perusahaan menanggungkan perawatan kesehatan seluruh karyawan dan istri. Melalui poliklinik perusahaan dan dokter perusahaan atau yang ditunjuk oleh perusahaan kecuali dalam keadaan darurat diperbolehkan berobat ke dokter atau poliklinik terdekat dan wajib melapor kepada petugas poliklinik perusahaan dalam waktu 2 x 24 jam. c Pakaian Dinas Karyawan berhak atas pakaian dinas sebanyak 2 stel setahun dalam bentuk uang dan berikan pada bulan januari dan juni. Khusus untuk satpam diberikan dalam bentuk seragam beserta perlengkapannya. d Bantuan Kematian Karyawan yang meninggal dunia pada ahli warisnya diberikan bantuan dengan perhitungan: 1 Bantuan biaya pemakaman sebesar satu bulan gaji pokok. 2 10 tahun ≤ masa kerja 15 tahun sebesar tiga bulan gaji pokok. 3 Masa kerja 15 tahun sebesar 4 bulan gaji pokok. e Tunjangan Pemondokan Anak PG.Tasikmadu Karanganyer 19
  • 20. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I Diberikan kepada anak karyawan yang kost karena kuliah di luar kota yang berjarak lebih dari 30 km dari domisili karyawan sebesar Rp. 150.000,- / bulan. f Penghargaan Masa Pengabdian a penghargaan masa pengabdian 20 tahun a piagam b Uang tunai 1 kali gaji pokok b Penghargaan massa pengabdian 25 tahun: a Piagam b Uang Tunai sebesar 5( lima) kali gaji pokok bulan terakhir. c Medali mas 22 karat sebesar 10 gram. c Penghargaan masa pengabdian 30 tahun: a Piagam b Uang tunai sebesar 2 (dua) kali gaji pokokbulan terakhir. d Penghargaan masa pengabdian 35 tahun: a Piagam b Uang tunai sebesar 3(tiga) kali gaji pokok bulan terakhir. 8 Tunjangan Kesejahteraan. 1 Intensif / jasa produksi Diberikan kepada karyawan atas jasa dan kerja kerasnya selama produksi dalam musim giling. 2 Santunan Hari Tua a Karyawan Pimpinan Masa kerja sampai dengan 20 tahun sebesar dua bulan gaji pokok terakhir untuk tiap tahun masa kerja, selebihnya dari 20 tahun sebesar tiga bulan gaji pokok terakhir untuk tiap tahun masa kerja. b Karyawan pelaksana PG.Tasikmadu Karanganyer 20
  • 21. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I Masa kerja sampai dengan 20 tahun sebesar 1,5 ( satu setengah) bulan gaji pokok terakhir untuk tiap tahun masa kerja, selebihnya dari 20 tahun sebesar 2 (dua) bulan gaji pokok terakhir untuk tiap tahun masa kerja. 1 Skretariat Kesekretariatan PG Tasikmadu dilaksanakan oleh seorang petugas dibantu seorang kurir dan 2 (dua) orang pesuruh. Tugas pokok Kesekretariatan adalah mengagenda, mendistribusikan dan mengarsip surat, baik surat masuk maupun surat keluar untuk seluruh bagian PG Tasikmadu. 1 Agenda Surat Keluar i Agenda Surat Keluar Intern PG Tasikmadu iiAgenda Surat Keluar PG-PG dan direksi iii Agenda Surat Keluar Ekstern (pihak ketiga) 2 Agenda Surat Masuk a Agenda Surat masuk Intern PG Tasikmadu b Agenda Surat masuk PG-PG dan direksi c Agenda Surat masuk Ekstern (pihak ketiga) 3 Arsip Pengarsipan dilakukan menurut kepentingan bagian masing-masing bagian sesuai urutan tanggal agenda. 4 Penerimaan Telepon Penerimaan telepon dilakuakan oleh seorang operator telepon dalam hal ini di PG Tasikmadu dilaksanakan oleh petugas keamanan. PG.Tasikmadu Karanganyer 21
  • 22. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 6 Balai Pengobatan ( BP/ Poliklinik) Balai Pengobatan PG Tasikmadu menyelenggarakan pelayanan kesehatan untuk seluruh karyawan baik karyawan tetap maupun pekerja PKWT kampanye untuk diri dan batihnya dan pekerja PKWT- DMG harian untuk diri sendiri, dipimpin oleh seorang mantri Poliklinik sebagai kepala BP dan dilayani dokter perusahaan dan petugas BP. 4 Sub Bagian Gudang Gudang dalam hal ini adalah gudang material yang berfungsi untuk menyimpan barang- barang, bahan- bahan, dan perlengkapan yang dibutuhkan Pabrik gula untuk keperluan produksi selama musim giling maupun kebutuhan rutin lainnya selama dalam musim giling maupun diluar musim giling. Gudang di PG Tasikmadu terdiri dari: 1 Gudang Induk (Dalam) Menyimpan barang- barang investasi, suku cadang mesin- mesin dan instalasi , bahan- bahan pembantu pengolahan. 2 Gudang Luar 1 Gudang pupuk 2 Gudang alat- alat pertanian 3 Gudang IDO/FO ( minyak bakar) 4 Gudang Besi Tua 5 Gudang oli 6 Gudang Solar 7 Gudang pipa-pipa 8 Gudang gula catu karyawan 3 Gudang Gula Produksi Menyimpan gula hasil produksi . 4 Tanki Tetes PG.Tasikmadu Karanganyer 22
  • 23. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I Menyimpan Tetes hasil produksi. 5 Gudang Timbangan Barang yang keluar atau masuk sebelum masuk gudang , harus ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui kebenaran data. 6 Penerimaan Barang Gudang 1 Atas dasar kebutuhan barang atau bahan dari masinag–masing bagian kemudian dibuat Surat Pesanan (SP) baik SP Direksi maupun SP lokal. 2 Barang pesanan yang datang dan diterima gudang disertai surat pengantar pengiriman barang dari rekanan. 3 Barang tersebut diperiksa / dicocokan dengan SP . 4 Kemudian Kepala Bagian yang bersangkutan dengan barang tersebut memberikan penilaian sebelum barang tersebut dinyatakan diterima dengan baik. 5 Setelah barang diterima, staf Gudang membuat Bukti Penerimaan Barang (BPB) dan ditandatangaani Staf Gudang yang bersangkutan, Kepala A.K.U dan Administratur. 6 Atas dasar BPB Staf Gudang melakukan: a Pencatatan / membuktikan penerimaan barang yang bersangkutan kedalam kartu gudang. b Menyimpan barang sesuai dengan klasifikasi barang c Mencatat barang tersebut ke dalam label barang yang bersngkutan. d Mencatat dalam laporan harian penerimaan barang. 7 Pengeluaran Barang Gudang Pengeluaran barang gudang dilakukan menggunakan bon gudang yang ditandatangani Kepala Bagian yang bersangkutan dengan barang tersebut, kemudian bon gudang tersebut dikirim ke TUGF dan diberi harga sejumlah harga untuk dicatat sebagai pengeluaran. 8 Penyimpanan Gula Hasil Produksi PG.Tasikmadu Karanganyer 23
  • 24. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I Gula hasil produksi dikemas dalam karung dengan berat netto 50 kg. Setiap pagi petugas gudang mencatat laporan dari bagian pengolahan mengenai gula hasil produksi, kemudian mencocokan dengan kondisi fisik yang ada di stam floor kemudian diangkut ke gudang menggunakan lori untuk disimpan dan dicatat pada buku harian produksi gula. 9 Pengeluaran Gula Hasil Produksi Pengeluaran gula hasil produksi harus mengunakan Surat Perintah P engeluaran Barang ( SPPB)/DO. Untuk gula bagian PG menggunakan SPPB yang dikeluarkan oleh Direksi dan gula untuk bagian petani menggunakan SPPB yang dikeluarkan oleh Asosiasi Petani Tebu untuk kemudian diserahkan kepada pihak ketiga pemenang tender lelang gula. BAB III PG.Tasikmadu Karanganyer 24
  • 25. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I PROSES ADMINISTRASI PG TASIKMADU/COLOMADU 3; Sistem ,Proses dan Peran Bidang Tanaman 3.1.1;Sistem Administrasi Bidang Tanaman 1 Menyusun RKAP RKAP merupakan integral dari pencapaian jangka panjang suatu perusahaan, bisanya dibuat /disusun menjelang tahun anggaran berakhir Berkaitan dengan hal ini banyak faktor-faktor eksternal yang berpengaruh seperti keadaan ekonomi perusahaan ,inflasi, visidan misi perusahaan, dan sebagainya.Adapun yang terealisasi pada RKAP bagian tanaman adalah sebagai berikut: a Kategori tanaman b Luas (ha) c Jumlah tebu d Jumlah total tebu e Rendemen 2 Taksasi Maret dan Desember Taksasi maret dilaksanakan untuk mengetahui perkiraan hasil/jumlah tebu yang akan dicapai. Sedangkan taksasi desember dilaksanakan untuk mengetahui perkiraan pertumbuhan dan perkembangan tanaman tebu dengan melakukan perbaikaan-berbaikan untuk meningakatkan kualitas tebu yang dihasilkan. Agar taksasi yang dilaksanakan oleh PG Tasikmadu dinilai benar maka dilaksanakan pengecekan oleh tim dari Kantor Direksi dan PG-PG lain. 3 Analisis Pendahuluan ( MBS) Agar menghasilkan tebu yang berkualitas maka harus memenuhi kriteria MBS ( masak, bersih, segar) . Analisis yang dilakukan yaitu sebagai berikut: PG.Tasikmadu Karanganyer 25
  • 26. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 1 Masak (M) Dibagi menjadi 3 yaitu : i Masak awal : yaitu tebu yang mengalami kemasakan awal apabila sudah mengalami satu bulan masa kering. iiMasak tengah : yaitu tebu yang mengalami kemasakan dua bulan masa kering. iii Masak lambat : yaitu tebu yang mengalami kemasakan lebih dari dua bulan. Kualitas tebu akan mempengruhi pada gula yang dapat dihasilkan. 2 Bersih Tebu yang bersih adalah tebu yang tidak terdapat rapak, akar, pucuk, dan tunas (anakan tebu). 3 Segar yaitu tebu harus dipanen tepat waktu agar menghasilkan gula yang berkualitas. 4 tebang dan angkut Menebang dan mengangkut seluruh tebu merupakan kegiatan yang sangat penting untuk menunjang proses penggilingan, untuk melakukan penebangan dan pengangkutan dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan oleh pihak perusahaan berdasar umur dan kualitas tebu yang dihasilkan. dalam penebangan tebu pihak perusahaan menerapkan tiga sistem varietas, yaitu : a Masak awal Tebu telah mengalami satu bulan musim kering dan siap ditebang. b Masak tengah Tebu telah melalui dua bulan musim kering dan siap untuk ditebang. c Masak lambat PG.Tasikmadu Karanganyer 26
  • 27. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I Tebu mengalami lebih dari dua bulan kering dan harus segera ditebang untuk menghindari kerugian yang lebih besar. 3.1.2; Proses Bidang Tanaman Dalam bidang administrasi tanaman pada umumnya diawali dengan pembukaan lahan sampai dengan penebangan dan pengangkutan kepenggilingan, namun pada PG Tasikmadu ini mengenal dua jenis pengelolaan tanah, yaitu KM KSO dan Non KM KSO adapun maksut KM KSO adalah pihak perusahaan menyewa tanah atau lahan kepada pihak petani, sedangkan untuk Non KM KSO para petani mengajukan pinjaman kepada perusahaan untuk memberikan bantuan pengelolaan lahan dengan perjanjian dan pembagian hasil yang telah ditetapkan. Selanjutnya bagian tanaman telah menyusun sejumlah rangkaian kegiatan yang terbagi dalam beberapa tahap, yaitu : 1) kultur teknis Kegiatannya meliputi : d) Pembukaan Lahan e) Pembuatan Laci f) Pengairan g) Penanaman h) Pengendalian Gulma i) Sulam j) Pemipukan k) Bumbun I-III l) Pemeliharaan Got m) Kletek I-II 2) Kultur Teknis Kegiatannya meliputi : a) Kepras b) Pengairan c) Pengendalian gulma d) Sulam PG.Tasikmadu Karanganyer 27
  • 28. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I e) Bumbun I-III f) Pemeliharaan got g) Kletek I-II 3) Kultur Teknis Kegiatannya meliputi : a) Pembukaan lahan b) Laci c) Tanam d) Pengendalian gulma e) Pemupukan f) Bumbun I-II g) Pemeliharaan got h) Kletek 4) Kultur Teknis Kegiatannya meliputi : a) Kepras b) Sulam c) Pengendalian gulma d) Pemupukan e) Bumbun I-III f) Pemeliharaan got g) Kletek 5) Tebang Angkut Kegiatannya meliputi : a) Pasok tebu b) Pengaturan penerimaan tebu c) Sisa pagi d) FIFO e) Pengendalian kotoran f) Tebu terbakar g) Pemisahan tebu bersih PG.Tasikmadu Karanganyer 28
  • 29. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 3.1.3; Peran Bidang Tanaman Terhadap Pabrik Gula a) Menyediakan lahan untuk pembuatan bibit tebu. b) Menyediakan lahan untuk penanaman tebu hasil pembibitan. c) Menyediakan bahan baku tebu sebagai komponen utama proses penggilingan sehingga dicapai hasil produksi sesuai dengan target RKAP. 3.2; Sistem, Proses, dan Peran Bidang Instalasi 3.2.1; Sistem Sistem Administrasi Bidang Instalasi Administrasi Bidang Instalasi dalam kerjanya menggunakan RKAP yang telah dibuat berdasarkan triwulan atau setiap tiga bulan sekali, dan membuat Daftar Permintaan Barang (PDB) serta Permintaan Modal Kerja (PMK) yang diajukan kepada kantor Direksi. 3.2.2; Proses Administrasi Instalasi Pada umumnya proses administrasi pada bidang instalasi hanya melayani keperluan dari bawahannya mengenai hal-hal yang harus diajukan kepada kantor direksi seperti PDB dan PMK, selain itu juga melakukan beberapa kegiatan administrasi, diantaranya : a) Membuat kas bon harian. b) Membuat laporan giling. c) Membuat surat kantor Direksi ke PG-PG yang lain. d) Membuat surat perintah kerja. e) Membuat Laporan Kemajuan Kerja setiap dua minggu sekali. f) Membuat gambar teknis jika diperlukan. 3.2.3; Peran Administrasi Instalasi Terhadap Perusahaan a) Mempersiapkan instalasi pabrik dan instalasi lainnya tepat pada waktunya dimana musim giling tiba. b) Memberikan pelayanan pengajuan permintaan barang dan modal kerja kepada kantor Direksi. 3.3; Sistem, proses, dan peran bidang pengolahan PG.Tasikmadu Karanganyer 29
  • 30. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 3.3.1;Proses Pembuatan Gula Proses pembutan gula di PG Tasikmadu adalah proses Sulfitasi dengan bahan pembantu proses berupa kapur tohor untuk memperoleh susu kapur dan belerang untuk mennghasilkan gas SO2. Proses-prosesnya adalah sebagai berikut: a) Pemerahan Tebu di Stasiun Gilingan Proses pemerahan bertujuan untuk mengambil nira sebanyak-banyaknya dari batang tebu, dengan menekankehilangan nira dalam ampas sesedikit mungkin . b) Pemurnian Nira di Stasiun Pemurnian Proses pemurnian bertujuan untuk memisahkan kotoran yang terdapat dalam nira mentah sehinggadidapatkan nira encer dan blotong. c) Penguapan Nira Encer di Stasiun Penguapan Proses penguapan bertujuan untuk menguapkan air di dalam nira encer sampai didapatkan kekentalan tertentu. d) Kristalisasi Nira Kental di Stasiun Kristalisasi Proses kristalisasi bertujuan untuk menguapkan air yang terdapat dalam nira kental dan membentuk kristal gula dengan diameter sesuai standar dengan kehilangan gula dalam tetes sedikit mungkin. e) Puteran dan Penyelesaian proses puteran dan penyelesaian bertujuan untuk memisahkan kristal gula dengan larutan gula (stroopnya), menekan kehilangan gula yang terikut tetes sedikit mungkin. Kapasitas giling PG Tasikmadu adalah 4.392.722 kuintal tebu per musim giling dan merupakan pabrik gula dengan kapasitas terbesar di Jawa Tengah. 3.3.2;Sistem Administrasi Bidang Pengolahan PG.Tasikmadu Karanganyer 30
  • 31. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I Menggukan pedoman RKAP yang dibuat selama musim giling sesuaiyang ditargetkan oleh pihak perusahaan. Berdasarkan jumlah produktivitas yang dihasilkan. 3.3.3;Proses Administrasi Bidang Pengolahan Dalam kegiatan administrasi bidang pengolahan pada umumnya hanya mengolah tebu dan memprosesnya sampai menjadi gula sedangkan kegiatan Administrasi yang lain juga membuat: a) Membuat Kasbon Harian b) Membuat surat perintah kerja c) Membuat laporan kemajuan kerja setiap dua minggu sekali d) Membuat laporan hasil produksi gula 3.3.4;Peran Administrasi Bidang Pengolahan Meningkatkan pengolahan dan kelancaran hasil produksi sesuai yang ditargetkan dengan kinerja semaksimal mungkin . 3.4; Sistem, Proses, dan Peran Bidang Administrasi, Keuangan dan Umum ( A.K.U ) 3.4.1 Bagian Keuangan A. Membuat RKAP a) Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Disusun 1 (Satu) tahun sekali yang pada dasarnya terdiri dari 3 (tiga) bidang pokok yaitu produksi,Eksploritasi,dan Investasi. Bidang produksi yaitu mengenai rencana dan target produksi untuk 1 ( Satu) tahun kedapan , Investasi yaitu rencana pengeluaran biaya bersifat penanaman modal yang mengarah pada peningkatan kapasitas produksi dan perbaikan mutu hasil produksi. Eksploritasi yaitu rencana pengeluaran yang sifatnya rutin dalam kegiatan teknis operasional pabrik gula PG.Tasikmadu Karanganyer 31
  • 32. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I b) Permintaan Modal Kerja ( PMK) Dalam operasi pabrik gula dibutuhkan modal kerja sesuai dengan Rencana yang telah ditetapkan dalam RKAP. PMK di buat tiga bulan Sekali oleh masing masing bagian sesuai dengan rencana anggaran yang telah di tetapkan dan di kompilir oleh bagian A.K.U yang selanjutnya dimintakkan persetujuan kepada Direksi melalui suatu pembahasan PMK yang di setujui oleh Direksi kemudian dilakukan koreksi Kembali untuk tiap tiap bagian , apalagi ada perubahan berupa tambahan terhadap modal kerja yang telah disetujui maka diajukan kembali kepada Direksi sebagai Suplesi Modal Kerja. Sesuai dengan PMK yang telah disetujui, kantor Direksi menyediakan Modal Kerja 1 (satu) kali tiap bulan berupa droping dana setiap 10 (sepuluh) hari sesuai dengan rencana kerja tiap bagian, sedangkan dana supplies Madal Kerja disediakan oleh Direksi sesuai dengan ajuran kebutuhan pabrik gula. Sebagai pertanggungjawaban atas penggunaan modal kerja tersebut setiap bulannya pabrik gula membuat laporan pertanggungjawaban kas sehingga dapat diketahui efektivitas penggunaan modal kerja tersebut. c) Administrasi Kas Tugas pokok dari Administrasi Kas yaitu : 1) Menerima uang a) Pada prinsipnya penerimaan uang tunai atau lewat bank dilakukan oleh penanggungjawab kantor atau PG yang bersangkutan, hanya pelaksanaannya yang diserahkan kepada Kepala A.K.U serta pegawai-pegawainya, maka yang berhak membutuhkan paraf (pf) atas penerimaan uang ini adalah penanggungjawab PG atau administratur. Setiap PG.Tasikmadu Karanganyer 32
  • 33. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I penerimaan uang tunai atau lewat bank dilakukan oleh A.K.U dengan proses sebagai berikut : a) Bukti masuk kas bank B-2-03 (bon merah) dapat dibuat oleh setiap petugas PG ( tidak selalu dibuat oleh petugas bagian A.K.U). b) Bukti masuk kas/bank kemudian diperiksa oleh staf bagian yang bersangkutan dan diparaf pada kolom yang diperiksa. c) masuk kas/bank diserahkan kepada petugas pemeriksa kas untuk diperiksa kebenaran pembuatannya dan lampiran-lampiran yang harus disertakan. Jika sudah benar, petugas pemeriksa membutuhkan paraf dan stempel “diperiksa”. d) Kemudian dilanjutkan kepada Kepala A.K.U sebagai pelaksana penanggungjawab keuangan Pabrik Gula untuk diparaf pada kolom diketahui dengan sebelumnya diparaf oleh staf keuangan pada kolom jumlah uang. e) Kemudian bukti masuk kas/bank dimintakan paraf administratur sebagai penanggungjawab seluruh kegiatan Pabrik Gula pada disetujui. f) Dengan demikian uang sudah dapat disetor ke kasir oleh penyetor dengan menandatangani bukti masuk kas/bank tersebut dan mencantumkan nama terang, kemudian kasir membutuhkan paraf pada kolom diterima dan membukukan ke dalam buku kas kasir pada kolom penerimaan. g) Setelah selesai semua kemudian bukti masuk kas/bank dimasukkan kedalam buku besar oleh petugas pembukuan dan diparaf pada kolom pembukuan. PG.Tasikmadu Karanganyer 33
  • 34. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 2)Menyimpan uang Pengambilan, penyimpangan uang tunai dilakukan oleh pejabat tertinggi di PG (Administratur) akan tetapi pelaksanaan diselesaikan pada petugas-petugas bidang keuangan yakni Kepala A.K.U cq, seksi keuangan. Keuntungan perusahaan ini harus disimpan ditempat yang aman disimpan pada lemari besi yang sekurang-kurangnya mempunyai dua alat keamanan kunci besi dan kunci kombinasi. PG tidak diperkenankan untuk memiliki persediaan uang yang berlebihan tetapi disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari, sedangkan penyimpanannya tidak boleh dicampur oleh milik pribadi atau pihak ketiga. Tetapi jika dipandang perlu dapat diatur dengan instruksi tersendiri karena PG dalam masa giling lebih banyak membutuhkan uang tunai jika dibandingkan dengan pabrik yang sedang tidak guling kecuali jumlah uang tunai selebihnya harus disimpan pada bank. Penyimpanan uang di Pabrik Gula Tasikmadu dilakukan oleh seksi keuangan cq kasir di dalam brankas dan masih harus ditutup dengan asuransi Case In Safe (CIS), sedangkan untuk pengambilan uang dari bank selama dalam perjalanan juga ditanggung dengan asuransi Cafe in Transit (CIT). Pengambilan atau pengangkutan uang tunai dari bank ke kantor atau PG harus langsung dan tidak boleh berhenti sebelum sampai tujuan. 3) Mengeluarkan Uang Pengeluaran PG juga menjadi tanggungjawab PG dengan pelaksana dilakukan oleh Kepala A.K.U, sebab pejabat tersebut tidak mungkin melakukan sendiri namun demikian tanggungjawab tetap padanya dengan arti pejabat ini adalah pegawai contable PG yang di kepalainya.Pimpinan Kepala A.K.U dalam hal ini hanya membantu,disamping itu mengawasi kemana biaya yang dikeluarkan itu karena pejabat ini wajib membubuhkan paraf sebagai diketahui. PG.Tasikmadu Karanganyer 34
  • 35. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I Pada tiap titik keluar kas bank yang bersangkutan khususnya kepala A. K.U harus bertindak aktif dan berhak untuk menahan pengeluaran pengeluaran yang tidak sesuai dengan RKAP tahun yang bersangkutan yang sudah di sesuaikan oleh Direksi. Adapun pengeluaran uang harus selalu mengunakan model gula B-2- 005 ( Bon Biru). Setiap pengeluaran uang tunai atau lewat bank dilakukan dengan proses sebagai berikut: a) Setiap pengeluaran uang di buatkan keluar kas/ bank menggunakan model Gula B-2-005 (Bon Biru) yang dibuat oleh masing masing bagian yang bersangkutan dengan melampirkan bukti bukti untuk penggunaan pengeluaran uang tersebut. b) Proses pengesahan bukti keluar kas/bank selanjutnya sama dengan prosedur penerimaan uang. c) Proses pembukuan sama dengan pencatatan pencatatan bukti masuk kas/ bank 4.Pertanggung jawaban keuangan Pertanggung jawaban keuangan ini adalah soal yang benar benar harus mendapatkan perhatian tiap penanggungjawab PG dimana kewajiban ini sudah dibebankan kepada kepala A.K.U serta petugas- petugas dibidang keuangan maka prosedur di bawah ini wajib dijalankan: 5.Buku kas kasir Buku Kas tersebut yang harus digunakan adalah B-2-00K dipegang dan dikerjakan oleh kasir setiap hari dengan jalan masukkan jumlah jumlah pengeluaran baik tunai maupun lewat bank berdasarkan semua bukti masuk atau keluar kas baik yang diterima berurut menurut nomor yang dibubuhkan oleh Nomeratur. Dari buku ini harus dapat diketahui jumlah penerimaan atau pengeluaran setiap hari atau bulan termaksuk yang lewat bank, sisa uang harian harus diperinci menurut banyak dan PG.Tasikmadu Karanganyer 35
  • 36. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I jenis mata uangnya. Sisa kas harian ini harus dan pasti cocok dengan sisa kas dalam buku kas bank yang dipegang dan dikerjakan oleh employe kas secara harian, sisa kas tersebut harus diperiksa oleh employe kas atau kepala A.K.U . setiap akhir bulan oleh penanggungjawab tertingginya (Administratur) dimana setelah cocok masing-masing petugas wajib membubuhkan tanda tangan pada tangan pada buku kasir disamping harus membuat berita acaranya. 6.Buku kas bank ( employe kas) Memakai model gula B-2-00 buku ini dipegang dan dikerjakan oleh employe kas untuk membukukan atau mencatat penerimaan dan pengeluaran berdasarkan bukti masuk atau keluar kas bank yang setiap hari dari kasir bersama sama dengan buku kas kasir. Sisa kas dari bank dalam buku tersebut setiap harinya harus cocok dengan angka sisa kas menurut buku kasir pada setiap yang sama, apabila tidak cocok secepat mungkin selisih tersebut harus dicari sampai ketemu sedangkan kekeliruannya harus cepat diperbaiki. d) Menyusun Laporan Administrasi Kecil Laporan Adminstrasi hasil sangat diperlukan sebagai kontrol atas hasil/produk yang telah didapat selama proses produksi yang meliputi: 1) Administrasi hasil usaha untuk persediaan gula dan tetes Merupakan laporan yang dibuat secara harian untuk mengetahui jumlah persediaan Gula dan Tetes yang telah dihasilkan setiap harinya dan untuk setiap periode (15 hari) dibuat laporan hasil pasti yang didalamnya antara lain memuat ketentuan Bagi Hasil Gula dan Tetes PTR. 2) Administrasi hasil untuk pengeluaran gula dan tetes Merupakan laporan yang dibuat secara harian untuk mengetahui jumlah gula dan tetes yang telah dikeluarkan berdasarkan DO yang ada. PG.Tasikmadu Karanganyer 36
  • 37. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I e) Bagi Hasil PTR Tebu yang digiling dan diproses di PG Tasikmadu sebagian besar adalah tebu milik Petani Tebu Rakyat (PTR) karena itu harus diadakan pembagian antara PG dan PTR atas gula dan tetes yang dihasilkan dengan ketentuan Surat Edaran Direksi PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) No. PTPN IX.0/SE/083/2006.SL. 3.4.2;Bagian Pembukuan a) Membukukan Bukti Kas/Bank Bukti masuk/keluar kas atau bank disamping harus dicatat dalam buku kas/bank dan buku kasir juga dibukukan ke dalam kartu-kartu perkiraan dan harus dilakukan pada hari itu juga dan tidak boleh ditunda satu haripun. b) Membukukan Bukti Memorial Bukti Memorial tidak harus dibukukan tiap hari ,tetapi semua mutasi koreksi dan atau pemindahan buku dengan bukti memorial dalam bulan yang bersangkautan harus diselesaiakan dalam bulan itu juga. c) Membukukan Buku Besar Berdasarkan bukti kas/bank yang ada , masing rek. perkiraan dibuat buku besarnya . d) Membukukan Buku Besar Tambahan Berdasarkan bukti kas/bank yang sudah masuk dibuku besar , masih ada rekening tertentu yang menjadi sub dari suatu rekening, mutasi dari buku besar tambahan ini harus selalu diikuti supaya selalu sesuai. e) Neraca Bulanan Neraca bulanan dan monitoring rugi laba adalah laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban dibidang keuangan yang dibuat setiap bulan, khusus untuk bulan Desember ditambah neraca Desember penutup. PG.Tasikmadu Karanganyer 37
  • 38. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I f) Rekening Koran (R/K) Pembedaan biaya-biaya tertentu kepada kantor Direksi maupun kepada pabrik gula lain. Dengan demikian maka penerimaan keuntungan atau pembayaran beban pabrik gula yang bersangkutan supaya dimasukan kedalam rekanimg koran direksi atau pabrik gula lain. g) Laporan Manajemen Disusun sebagai evaluasi dan perbandingan antara realisasi dengan RKAP. Berdasarkan laporan tersebut pihak manajemen dapat membandingkan realisasi dengan RKAP sehingga dapat dibuat suatu analisa dan langkah-langkah yang akan ditempuh untuk waktu yang akan datang baik jangka pendek maupun panjang. h) Hutang Piutang PTR Tebu yang digiling dan diproses di pabrik gula Tasikmadu sebagian adalah tebu milik petani yang penggarapan lahannya dibiayai oleh Kredit Ketahanan Pangan (KKP) yang dicanangkan oleh pemerintah. KKP adalah kredit kepada petani dengan bunga yang disubsidi oleh pemerintah yang disalurkan melalui bank-bank yang ditunjuk, dan untuk Petani Tebu Rakyat pendistribusiannya dilakukan melalui pabrik gula. i) Tata Usaha Gudang Finansial (TUGF) 1) Penerimaan Gudang Setelah bukti penerimaan barang ditandatangani Administratur dan sudah lengkap diberi harga sesuai dengan surat pesanan (SP), segera dibukukan dalam kartu gudang baik kuanta maupun harganya. Antara TUGF dan gudang materil harus terjadi hubungan saling kontrol dan harus selalu sama dalam hal harga barang dan batas tanggal penutupan. PG.Tasikmadu Karanganyer 38
  • 39. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 2) Pengeluaran Barang c) Setelah bon gudang yang asli dan laporan harian pengeluaran barang diterima TUGF, maka segera diberi satuan dan jumlah harga. d) Setelah diberi harga, bon gudang tersebut dikirim kepada staf pembukuan untuk diadakan pemeriksaan baik nomor perkiraan lawan maupun harganya, kemudian bon gudang tersebut disortir mrnurut kelompok nomor perkiraan. e) Laporan harian pengeluaran barang dilakukan dalam kartu gudang TUGF untuk semua barang . Kartu gudang TUGF setiap akhir bulan dijumlah untuk bulan yang bersangkutan dan sampai dengan bulan yang bersangkutan (jumlah jalan). Hal ini rekapitualasi penerimaan dan pengeluaran barang. 2) Peran bagian keuangan Yaitu memberikan pelayanan kepada semua bagian yang ada di pabrik gula, mengkompilir dan mengkoordinasi dalam masalah keuangan dan ketenaga kerjaan pada semua bagian. 2.4.3; Bagian SDM dan Umum Sub bagian SDM dan Umum bertanggung jawab atas urusan administrasi karyawan dan urusan-urusan umum. Semua ketentuan mengenai ketenaga kerjaantelah tertuang dalam perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Direksi PTPN IX dengan Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara IX( SP BUN Nusantara IX) . PKB inilah yang dijadikan pedoman untuk seluruh teknis ketenagakerjaan di pabrik gula. PG.Tasikmadu Karanganyer 39
  • 40. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I Hal ini berkaitan erat dengan data-data kepegawaian karyawan yang mencangkup permasalahan golongan, masa kerja,hak-hak karyawan, perhitungan masa bebas tugas, penetapan pensiun, sampai dengan perhitungan hari tua. Adapun bidang yang dikelola SDM antara lain : a% Kepegawaian 1% Formasi karyawan Penataan formasi karyawan menjadi tanggung jawab sub bagian SDM dan Umum dengan berkoordinasi dengan bagian-bagian lain . Formasi Karyawan PG Tasikmadu adalah sebagai berikut: a% Karyawan tetap terdiri dari: 1% Karyawan pimpinan 2% karyawan pelaksana b% Pekerja perjanjian Kerja Waktu Tertentu Dalam Musim Giling (PKWT-DMG) atau bisa disebut karyawan musiman Terdiri dari: 1% Pekerja PKWT kampanye 2% Memiliki golongan dan gaji yang disertakan dengan karyawan tetap, tetapi hanya bekerja selama musim giling berlangsung. 3% Pekerja PKWT-DMG Harian Lepas (HL) 4% Pekerja musiman yang bekerja hanya dalam musim giling dengan upah yang disesuaikan dengan UMK kabupaten karanganyar. 2% Hak dan Kewajiban Karyawan 2;Hak Karyawan 2.1.1; Hak Karyawan Tetap 1% Pengumpulan karyawan tetap bulanan dan karyawan tetap harian di PG berdasarkan SKB Mantan dan Manager. PG.Tasikmadu Karanganyer 40
  • 41. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 2% Penyusunan golongan karyawan tetap yang menduduki jabatan lebih tinggi dalam masa giling. 3% Bila seorang karyawan tetap dalam giling mengerjakan tugas pekerjaan yang lebih tinggi dari golongan upahnya semula, maka upah dan selama masa giling tersebut, baginya berlaku golongan upah yang lebih tinggi. 4% Dengan perubahan golongan ataun upah pkok dalam masa giling tersebut, maka baginya hanya berlaku upah dan upah lemburnya. 2.1.2; Hak Karyawan Kampanye pengupahan karyawan kampanye bulanan dan karyawan kampanye harian di PG Tasikmadu berdasarkan SKB Mentan dan Manager. 1% Perlindungan pembayaran upah a%Karyawan kampanye bulanan Pembayaran upah karyawan ini dilaksanakan setiap bulan. b%Karyawan Kampanye harian Pembayaran upah karyawan ini dilaksanakan setiap dua minggu untuk setiap hari tidak masuk kerja tanpa alasan sah (mangkir), maka karyawan tersebut tidak mendapat upah untuk hari itu. 2% Pemotongan upah dan penghasilan bulanan lainnya oleh perusahaan untuk pihak ketiga pelaksanakannya didasarkan pada peraturan Pemerintah no. 8 tahun 1981. 3% Dikecualikan dari ketentuan 2 (dua) adalah semua kewajiban pembayaran yang menjadi karyawan terhadap perusahaan atau negara, PG.Tasikmadu Karanganyer 41
  • 42. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I atau iuran sebagai peserta suatu dana yang menyelenggarakan jaminan sosial yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pertanian dan atau perundang-undangan. 4% Pajak penghasilan 5% Pajak penghasilan menjadi tanggung jawab perusahaan. 2; Kewajiban Kayawan 1% Mentaati peraturan dan ketentuan yang berlaku di perusahaan termasuk dipindahkan ke PG. 2% Menyimpan rahasia perusahaan dan atau jabatan dengan sebaik-baiknya. 3% Memperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan perusahaan baik yang langsung tugas dan kewajiban maupun yang berlaku secara umum. 4% Melaksanakan tugasnya dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab. 5% Bekerja dengan jujur, tertib, hemat, dan bersemangat untuk kepentingan perusahaan. 6% Segera melaporkan kepada atasannya apabila mengetahui adanya hal-hal yang membahayakan atau mengganggu kelancaran atau merugikan perusahaan terutama dibidang keamanan, keuangan dan material. 7% Memelihara dan meningkatkan keutuhan, kekompakan, persatuan, dan Kesatuan Karyawan. 8% Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya yang menyangkut ketenagakerjaan. 9% Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik. 10% Menggunakan dan memelihara barang-barang milik perusahaan dengan baik. PG.Tasikmadu Karanganyer 42
  • 43. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I 11% Menyerahkan kembali kepada perusahaan semua surat-surat milik perusahaan yang apa adanya, setelah tidak hubungan kerja aktif dengan perusahaan. 12% Bertindak dan bersikap tegas, tetap adil dan bijaksana terhadap bawahannya. 13% Membina dan mendorong bawahannya dalam melaksanakan tugas juga meningkatkan prestasi kerjanya. 14% Memberikan contoh yang baik terhadap bawahannnya. 15% Menaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang. 16% Memperhatikan dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya setiap laporan yang diberikam mengenai pelanggaran disiplin. 3% Hubungan Kerja Peraturan waktu kerja pada perusahaan juga mengikuti peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk karyawan yang menduduki managerial bekerja enam hari dalam seminggu, jam kerja perharinya adalah delapan jam dengan pembagian waktu sebagai berikut: Untuk hari senin sampai sabtu kecuali hari jumat adalah: Masuk pukul : 06.30 Istirahat : 09.30 – 10.00 Pulang pukul : 14.00 Hari Jumat masuk pukul 06.30 pulang pukul 11.30 .Untuk hari minngu dan hari besar libur. Jika pabrik dalam keadaan produksi, ada pembagian jam kerja tersendiri khususnya bagi karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi. Pembagian jam kerja ini dilakukan untuk menjaga kontiunitas proses produksi dan sering disebut plug( shift). Adapun pembagian shift sebagai berikut : PG.Tasikmadu Karanganyer 43
  • 44. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I Shift pagi masuk pukul 06.00 pulang pukul 14.00 Shift siang masuk pukul 14.00 pulang pukul 22.00 Shift malam masuk pukul 22.00 pulang pukul 06.00 Setiap seminggu sekali pada hari Jumat dilakukan penggantian shift untuk karyawan pelaksana, sehingga ada pemerataan jam kerja. Jadi pekerja bisa masuk pagi, siang, malam sesuai dengan jadwal perusahaan tentang perubahan shift yang berlaku. 4% Pembahahasan dari kewajiban untuk bekerja (Hari libur, cuti, ijin meninggalkan pekerjaan dengan menerima gaji, mangkir, cuti luar, tanggungan perusahaan) 5% Golongan, pengajian, tunjangan dan santunan Sistem penggajian karyawan dinyatakan dalam golongan. Golongan tersebuat terdiri dari 16 (enam belas) ruang golongan tersebut sebagai berikut: Golongan Berkala (tahun masa kerja) A B C D I 0-15 0-9 0-7 0-7 II 0-7 0-6 0-6 0-14 III 0-11 0-10 0-7 0-11 IV 0-10 0-6 0-9 0-4 Tabel 1.1 sistem golongan karyawan Sistem penggajian karyawan tetap di dasarkan pada golongan seperti diatur dalam PKB, Sedangkan untuk pekerja PKWT (karyawan musiman) didasarkan pada pengaturan hubungan dan syarat kerja pekerja PKWT dengan cara perhitungan sebagai berikut: a% Karyawan pimpinan (gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan jabatan, tunjangan struktural (khusus administratur dan kepala bagian), tunjangan komunikasi PG.Tasikmadu Karanganyer 44
  • 45. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I b% karyawan pelaksana c% gaji pokok d% tunjangan tetap e% lembur f% pekerja PKWT kampanye (gaji pokok, tunjangan tetap, lembur). 6% Perawatan kesehatan dan pengobatan Balai pengobatan PG(BP/ Poliklinik) Balai pengobatan PG Tasikmadu menyelenggarakan pelayanan kesehatan untuk seluruh karyawan baik karyawan baik karyawan tetap maupun pekerja PKWT kampanye untuk diri sendiri dan batihnya dan pekerja PKWT-DMG (Harian) Untuk diri sendiri, dipimpin oleh seorang mantri Poliklinik sebagai kepala BP dan dilayani dokter perusahaan dan petugas BP. 7% Keselamatan dan Kesejahteraan TAP (Tabungan Asuransi Pensiun) Seluruh Karyawan pekerja PKWT kampanye diikutsertakan dalam program Tabungan Asuransi Pensiun JIWASRAYA. 8% Jaminan Sosial dan Kesejahteraan Tenaga Kerja a% JAMSOSTEK Seluruh karyawan tetap dan pekerja PKWT kampanye diikutsertakan dalam program JAMSOSTEK. Untuk iuran kepersertaan JAMSOSTEK bagi pekerja PKWT-DMG (harian) menjadi beban kantor direksi. b% DAPENDUN Seluruh karyawan tetap diikutsertakan dalam Program Pensiunan Dana Pensiun Perkebunan (DAPENDUN) yang iuranya di dasarkan pada Penghasilan Dasar Pensiun(PhDP) Tahunan. PG.Tasikmadu Karanganyer 45
  • 46. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I c% Tunjangan sosial ( Bantuan sewa rumah, listrik/bahan bakar air, perawatan kesehatan, pakaian dinas, bantuan kematian, tunjangan pemondokan anak, penghargaan masa pengapdian). d% Tunjangan Kesejahteraan i% Insentif/Jasa Produksi Diberikan kepada karyawan atas jasa dan kerja kerasnya selama produksi dalam musim giling. ii%Santunan Hari Tua (Karyawan Pimpinan, Karyawan Pelaksana). 9% Pembinaan keterampilan dan keahlian Pembinaan ini seperti tugas belajar kepada pegawai yang ditunjuk oleh direksi guna memperdalam ilmu pengetahuan, keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan bidangnya. 10% Tata tertib kerja Semua pegawai wajib menaati tata tertib kerja sesuai dengan kesepakatan SKKB yang telah disetujui. 11% Pemutusan hubungan kerja/pemberhentian. b% Umum 1% Sekretariat Kesekretariatan PG Tasikmadu dilaksanakan oleh seorang petugas dibantu seorang kurir dan 2 (dua) orang pesuruh. Tugas pokok kesekretariatan dalah mengagenda, mendistribusikan dan mengarsip surat masuk maupun surat keluar untuk seluruh bagian di PG Tasikmadu. i% Agenda Surat Keluar a% Agenda surat keluar intern PG Tasikmadu b% Agenda surat keluar intern PG-PG dan Direksi c% Agenda surat keluar ekstern (pihak ketiga) ii% Agenda Surat Masuk a% Agenda surat masuk intern PG Tasikmadu PG.Tasikmadu Karanganyer 46
  • 47. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I b% Agenda surat masuk intern PG-PG dan direksi c% Agenda surat masuk ekstren (pihak ketiga) d% Faxcimile iii%Arsip Pengarsipan dilakukan menurut kepentingan bagian masing-masing bagian sesuai urutan tanggal agenda. iv% Penerimaan Telepon Penerimaan telepon dilakukan oleh seorang operator telepon dalam hal ini di PG Tasikmadu dilaksanakan oleh Petugas Keamanan. 2% Persiapan rapat 3% Rumah tangga 3.4.4; Bagian Gudang Gudang dalam hal ini adalah gudang material yang berfungsi untuk menyimpan barang-barang, bahan-bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan Pabrik Gula untuk keperluan produksi selama musim giling maupun kebutuhan rutin lainnya selama dalam musim giling maupun di luar musim giling. Gudang di PG Tasikmadu terdiri dari : 1% Gudang Induk (Dalam) Menyimpan barang-barang investasi, suku cadang mesin-mesin dan instalasi serta bahan-bahan pembantu pengolahan. 2% Gudang Luar a% Gudang pupuk b% Gudang alat-alat pertanian c% Gudang IDO/FO (minyak bakar) d% Gudang besi tua e% Gudang oli f%Gudang solar g% Gudang pipa-pipa PG.Tasikmadu Karanganyer 47
  • 48. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I h% Gudang gula catu karyawan 3% Gudang Gula Produksi Menyimpan gula hasil produksi. 4% Tanki Tetes Menyimpan tetes hasil produksi. 5% Gudang timbangan Barang yang keluar/masuk sebelum masuk gudang, harus ditimbang terlebih dalulu untuk mengetahui kebenaran gula. 6% Penerimaan Barang Gudang a% Atas dasar kebutuhan barang atau bahan dari masing-masing bagian kemudian dibuat Surat Pesanan (SP) baik SP Direksi maupun SP Lokal. b% Barang pesanan yang datang dan diterima gudang disertai surat pengantar pengiriman barang dari rekanan. c% Barang tersebut diperiksa/dicocokan dengan SP. d% Kemudian Kepala Bagian yang bersangkutan dengan barang tersebut memberikan penilaian sebelum barang tersebut dinyatakan diterima dengan baik. e% Setelah barang diterima, Staf Gudang membuat Bukti Penerimaan Barang (BPB) dan ditandatangani Staf Gudang, Kepala yang bersangkutan, Kepala A.K.U dan administratur. f% Atas dasar BPB Staf Gudang melakukan : i% Pencatatan/membukukan penerimaan barang yang bersangkutan ke dalam kartu gudang. ii% Menyimpan barang sesuai dengan klasifikasi barang. iii%Mencatat barang tersebut ke dalam label barang yang bersangkutan. iv% Mencatat dalam laporan harian penerimaan barang. 7% Pengeluaran Barang Gudang Pengeluaran barang gudang dilakukan menggunakan bon gudang yang ditandatangani Kepala Bagian yang bersangkutan dengan barang PG.Tasikmadu Karanganyer 48
  • 49. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I tersebut, kemudian bon gudang tersebut dikirim ke TUGF da diberi harga satuan dan jumlah harga untuk kemudian dicatat sebagai pengeluaran. 8% Penyimpan Gula Hasil Produksi Gula hasil produksi dikemas dalam karung dengan berat netto 50 kg. Setiap pagi petugas gudang mencatat laporan dari bagian pengolahan mengenai guloa hasil produksi, kemudian mencocokan dengan kondisi fisik yang ada di stam floor kemudian diangkut ke gudang menggunakan lori untuk disimpan dan dicatat pada buku harian produksi gula. 9% Pengeluaran Gula Hasil Produksi Pengeluaran gula hasil produksi harus menggunakan Surat Perntah Pengeluaran Barang (SPPB)/DO. Untuk Gula bagian PG menggunakan SPPB yang dikeluarkan oleh Direksi dan untuk gula bagian petani menggunakan SPPB yang dikeluarkan oleh Asosiasi Petani Tebu Rakyat untuk kemudian diserahkan kepda pihak ketiga pemenang tender lelang gula. PG.Tasikmadu Karanganyer 49
  • 50. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I BAB IV PENUTUP 4.1; Kesan Selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT Perkebunan Nusantara IX (PERSERO) PG Tasikmadu / Afd Colomadu, Karanganyar, kami mendapatkan kesan yang sangat baik .Karena didalam melaksanakan PKL kami banyak dibantu oleh setiap karyawan serta masyarakat yang ada dilingkungan perusahaan. Kami juga berterimakasih kepada seluruh karyawan PG atas pelayanannya selama kami disana 4.2 Pesan Sebelum melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL), diperlukan pemahaman yang pasti akan ruang lingkup kegiatan. Sehingga akan mempermudah didalam melaksanakan PKL serta memperoleh hasil yang diharapkan PG.Tasikmadu Karanganyer 50
  • 51. Natalia NainggolanPraktek Kerja Lapangan I PG.Tasikmadu Karanganyer 51