Pembimbing :
SEORANG LAKI-LAKI 41 TAHUN DENGAN
HEMIPARESE KIRI ET CAUSA
INTRACEREBRAL HEMORAGIK
Oleh :
Ardiningsih G991310...
Identitas Pasien
Nama :
Tn.A
Umur :
41 tahun
Jenis
Kelamin:
Laki-laki
Pekerjaan:
Satpam
Keluhan
Utama
Kelemahan anggota
gerak kiri
Riwayat Penyakit Sekarang
5 jam SMRS
Kelemahan anggota gerak
kiri
Setelah pasien selesei mandi
Terjatuh karena kakinya sul...
Riwayat Penyakit Dahulu
disangkal
Riw.
Sakit
Jantung
Riw.
Sakit DM
Riw.
Sakit
Infeksi
Riw.
Sakit
Trauma
Riw.
Sakit
Kejang
...
Riwayat
Penyakit
Keluarga
Stroke, DM,
HT, Jantung :
disangkal
Riwayat
Kebiasaan
Merokok dan
minum alkohol
disangkal
Jarang...
TANDA
VITAL
TD :
140/90
mmHg
Nadi : 88
kali/
menit
RR : 16
kali/
menit
Suhu:
36,8ºC
VAS: 3-4
Status
Gizi
BB : 60 kg
TB : 1...
Periksaan Fisik
Kulit
• DBN
Kepala
• DBN
Mata
• DBN
Telinga
• DBN
Hidung
• DBN
Mulut
• Sudut Mulut
Turun (+/-)
JVP R+2cm
KGB tidak membesar
Paru Belakang :
I. Pengembangan dada kanan
sama dengan kiri
P. Fremitus raba kanan sama
denga...
Status Neurologis
 Fungsi kesadaran : GCS E4V5M6
 Fungsi luhur : dalam batas normal
 Fungsi vegetatif : IV line, DC, ka...
Nervi Cranialis
N. I : dalam batas normal
N. II, III: pupil isokor 3 mm/3 mm,
reflek cahaya (+/+)
N. III,IV,VI: dalam bata...
N.VIII: dalam batas normal
N. IX : dalam batas normal
N. X : dalam batas normal
N. XI : dalam batas normal
N. XII : parese...
Reflek Batang Otak
• Reflek pupil : pupil isokor (3mm/3mm),
reflek cahaya langsung (+/+), reflek cahaya
tak langsung (+/+)...
Meningeal Sign
Kaku
kuduk
: (-
)
Tanda
Brudzinski
I : (-
)
Tanda
Brudzinski
II : (-
)
Tanda
Brudzinski
III: (-)
Tanda
Brud...
• 24  severe
stroke
• 2
• Penurunan
kesadaran (-),
• nyeri kepala
(+),
• babinsky (+)
• (2,5x1)+(2x0
)+(2x1)+(0,1
x90)-(3...
Pemeriksaan Laboratorium Darah
Pemeriksaan 10/4/2014 Satuan Nilai normal
Hematologi Rutin
Hb 15.2 g/dl 12.0 - 15.6
Hct 43 ...
Pemeriksaan EKG
Irama : sinus ritmis
Rate : 65 kali/menit
Axis : normo aksis
Pemeriksaan Thorak PA
Trakhea di tengah
Sinus costophrenicus kanan
kiri tajam
Hemidiaphragma kanan kiri
normal
Cor: kesan ...
MSCT
Kepala
tanpa
kontras
Bacaan CT SCAN
Tampak lesi
hiperdens di lobus
temporal kanan
yang mendesak
cornu lateralis
kanan
Midline shifting (+)
ke k...
Kesimpulan:
Intracerebral Hemorrhagic di
lobus temporal kanan yang
mendesak cornu lateralis
kanan dan menyebabkan
midline ...
RESUM
E
Pasien datang
dengan keluhan
anggota gerak
sebelah kirinya
lemah, 5 jam
SMRS. Ketika
pasien baru selesai
mandi, te...
Assesment
K: hemiparese
sinistra, parese N.
VII dan XII sinistra
UMN, hipoestesi
sinistra, disatria,
cephalgia
T: lobus te...
PENATAAKSANAAN
Head up 30°
O2 2
liter/menit
Diet cair 1700
kkal
Infus NaCl
0.9% 20 tpm
Manitol drip
100 ml/6 jam
Injeksi
k...
PROGNOSIS
Ad vitam :
dubia ad bonam
Ad sanam :
dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia
ad bonam
TINJAUAN PUSTAKA
STROKE
• sindroma klinis
• gejala berupa
gangguan fungsi
otak
• fokal maupun
global
• menimbulkan
kematian atau
kecacatan
• menet...
 Penyebab utama cacat menahun
 Stroke non hemoragik 65-85%
 ± 53% adalah stroke trombotik
 31% adalah stroke embolik
...
 Aterosklerosis (trombosis)
 Embolisme
 Hipertensi
 Aneurisme
Stroke Iskemik
• TIA
• RIND
• Progresive Stroke
• Complete Stroke
• Silent Stroke
Sroke
Hemoragik
• Perdahan
Intraserebral...
 Atheroma
 Sumbatan di arteri karotis dan vertebra beserta
cabangnya
 Penyempitan pembuluh darah akibat : obat (kokain
...
 Hiperensi
 Penyakit jantung
 DM
 Merokok
 Riwayat Keluarga
 Konsumsi obat-obatan yang membuat adiksi dan
obat-obata...
 Aneurisma
 Hubungan abnormal antara arteri dan vena, seperti
kelainan arteriovenosa
 Kanker
 Cerebral amyloid angiopa...
Arteriosclerosis
serebral perlambatan
sirkulasi serebral
Trombosis (sumbatan pada
arteriosklerosis lepas / menetap
hingga ...
GEJALA DAN TANDA KLINIS
SNH dan SH
PENYUMBATAN ARTERI KAROTIS INTERNA
Buta mendadak
(amaurosis
fugaks).
Disfasia sensorik
dan motorik
hemiparesis
kontralater...
PENYUMBATAN ARTERI SEREBRI ANTERIOR.
Hemiparesis
kontralateral dengan
kelumpuhan tungkai
lebih menonjol.
Gangguan
mental.
...
PENYUMBATAN ARTERI SEREBRI MEDIA.
Sumbatan di pangkal arteri, terjadi
kelumpuhan yang lebih ringan.
Bila tidak di pangkal ...
PENYUMBATAN SISTEM VERTEBROBASILAR.
Kelumpuhan di satu sampai keempat ekstremitas
Meningkatnya refleks tendon
Gangguan dal...
PENYUMBATAN ARTERI SEREBRI POSTERIOR
Koma
Hemiparesis kontra
lateral.
Ketidakmampuan
membaca (aleksia).
Kelumpuhan saraf
k...
GANGGUAN FUNGSI LUHUR
Aphasia
Alexia
Agraphia Acalculia
Right-Left
Disorientation &
Agnosia jari (Body
Image)
Hemi spatial...
STROKE HEMORAGIK
Gejala Perdarahan
Intraserebral (PIS)
• nyeri kepala
berat, mual,
muntah dan
adanya darah di
rongga
subar...
DIAGNOSIS
Anamnesa
Pemeriksaan Fisik :
neurologis
Scoring stroke : Siriraj
Score, Alogaritma Gajah
Mada, NIH dsb
Pemeriksa...
PENATALAKSANAAN
Fase Akut
• hari ke 0-14 sesudah
onset penyakit
• menyelamatkan
neuron jangan
sampai mati
• proses patolog...
PRINSIP 5 B
Agar Oksigenasi ke otak tetap baik
Breathing
• ventilasi baik
• Intubasi : GCS <
8
• miring kiri-
kanan bergan...
OBAT-OBAT Anti Hipertensi yang digunakan
Nicardipin (0,5 –
6 mcg/kg/menit
infus kontinyu)
Diltiazem (5 –
40
g/Kg/menitdri...
INSULIN
Jika GDS >150 – 200
mg/dL : 2 Unit
Tiap kenaikan 50 mg/dL
dinaikkan dosis 2 unit
insulin sampai dengan
kadar GD > ...
Pembrian Manitol
Mengurangi
TIK
Manitol
20% 1 - 1,5
gr/kgBB
6 x 100 cc
(0,5 gr/Kg
BB), dalam
15 – 20
menit
pemantauan
osmo...
Pengelolaan berdasarkan penyebabnya
Stroke Iskemik
• Trombolisis : rt-PA.
Harus diberikan
padastroke dengan
onset < 3 jam
• memperbaiki
hemorheologi :
pentoxi...
Stroke Hemoragik
Pengelolaan
konservatif
Perdarahan : Intra
Serebral :
anti perdarahan :
Epsilon
aminocaproat, Asam
Tranek...
Faktor faktor yang mempengaruhi Operasi :
Usia
• Lebih 70 th  tidak ada tindakan operasi
• – 70 th  pertimbangan operasi...
Cont’
Topis lesi
• Hematoma Lobar (kortical dan Subcortical)
• TIK tak meninggi  tak dioperasi
• TIK meninggi + tanda her...
Fase Pasca Akut
Rehab
Terapi bicara Terapi okupasi Terapi fisik Edukasi keluarga
Terapi Preventif
Obat-obat anti
platelet ...
Macam-Macam Rehabilitasi Fisk
Bed exercise Latihan duduk Latihan berdiri
Latihan
mobilisasi
Latihan ADL
(activity daily
li...
KOMPLIKASI
Komplikasi Dini
(0-48 jam
pertama)
Edema serebri
Abnormalitas
jantung
Kejang
Nyeri kepala
Gangguan fungsi
menel...
Prognosis
Penanganan kurang
dari 6 jam
• 30%-40% sembuh sempurna
• Ada gejala sisa (pincang atau
berbicaranya pelo)
• masi...
Preskes neuro
of 58

Preskes neuro

Published on: Mar 4, 2016
Published in: Education      
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Preskes neuro

  • 1. Pembimbing : SEORANG LAKI-LAKI 41 TAHUN DENGAN HEMIPARESE KIRI ET CAUSA INTRACEREBRAL HEMORAGIK Oleh : Ardiningsih G9913100 2 Annisa Rizkia G9913101 8 Rafika Iezza S G9913106 7 Krismawarni G G9913104 7 Rizka Fajri A G9913107 1 Namira O G9913105 6 PRESKES
  • 2. Identitas Pasien Nama : Tn.A Umur : 41 tahun Jenis Kelamin: Laki-laki Pekerjaan: Satpam
  • 3. Keluhan Utama Kelemahan anggota gerak kiri
  • 4. Riwayat Penyakit Sekarang 5 jam SMRS Kelemahan anggota gerak kiri Setelah pasien selesei mandi Terjatuh karena kakinya sulit digerakan, sakit kepala (+), kesemutan (+) Mengeluh pelo dan tersedak jika makan/minum Masih bisa menjawab pertanyaan dan mengerti Muntah (-), muntah (-), kejang (-)
  • 5. Riwayat Penyakit Dahulu disangkal Riw. Sakit Jantung Riw. Sakit DM Riw. Sakit Infeksi Riw. Sakit Trauma Riw. Sakit Kejang Riw. Alergi Riwayat hipertensi : (+) 2 tahun yang lalu, tidak kontrol rutin
  • 6. Riwayat Penyakit Keluarga Stroke, DM, HT, Jantung : disangkal Riwayat Kebiasaan Merokok dan minum alkohol disangkal Jarang olah raga Riwayat Gizi Makan 3x sehari dengan menu nasi sayur lauk Pasien gemar makan jeroan dan berminyak Riwayat Sosial Ekonomi Pekerjaan satpam Berobat dengan menggunakan biaya sendiri Keperluan sehari-hari cukup
  • 7. TANDA VITAL TD : 140/90 mmHg Nadi : 88 kali/ menit RR : 16 kali/ menit Suhu: 36,8ºC VAS: 3-4 Status Gizi BB : 60 kg TB : 160 cm IMT : 23,4 kesan gizi cukup
  • 8. Periksaan Fisik Kulit • DBN Kepala • DBN Mata • DBN Telinga • DBN Hidung • DBN Mulut • Sudut Mulut Turun (+/-)
  • 9. JVP R+2cm KGB tidak membesar Paru Belakang : I. Pengembangan dada kanan sama dengan kiri P. Fremitus raba kanan sama dengan kiri P. Sonor / sonor A. SD vesikuler Normal, RBK (-/-) oedem(-/-), akral dingin (-/-) Cor: I. IC tidak tampak P. IC tidak kuat angkat P. Batas jantung kesan tidak melebar A. BJ I-II reg, int N, bising (-) Paru depan: I. PD kanan sama dengan dada kiri, P:FR kanan sama dengan kiri P. Sonor / sonor A.SD vesikuler Normal, RBK (-/-) Abdomen I. DP //DD A. Bising usus (+) N P. Timpani, PA (-), Undulasi (-) P. Supel, NT(-), hepar dan lien tidak teraba Pinggang : Bulging (-), ballotement (-), nyeri ketok kostovertebral (-) Punggung : Vulnus ekskoriasi (-), kifosis (-), lordosis (-), skoliosis (-), nyeri tekan (- )
  • 10. Status Neurologis  Fungsi kesadaran : GCS E4V5M6  Fungsi luhur : dalam batas normal  Fungsi vegetatif : IV line, DC, kanul nasal  Fungsi sensorik :  Fungsi motorik dan reflek : N ↓ N ↓ Kekuatan 5 2 5 2 Tonus N N N N RF BFR/TF R +2/+2 +3/+3 KFR/TF R +2/+2 +3/+3 RP - - - + (Babinsk y)
  • 11. Nervi Cranialis N. I : dalam batas normal N. II, III: pupil isokor 3 mm/3 mm, reflek cahaya (+/+) N. III,IV,VI: dalam batas normal N. V: dalam batas normal N. VII: parese sinistra, UMN
  • 12. N.VIII: dalam batas normal N. IX : dalam batas normal N. X : dalam batas normal N. XI : dalam batas normal N. XII : parese sinistra, UMN
  • 13. Reflek Batang Otak • Reflek pupil : pupil isokor (3mm/3mm), reflek cahaya langsung (+/+), reflek cahaya tak langsung (+/+) • Doll’s eye phenomenon : (-/-) • Reflek trigeminus : (-) • Gag reflek : (+)
  • 14. Meningeal Sign Kaku kuduk : (- ) Tanda Brudzinski I : (- ) Tanda Brudzinski II : (- ) Tanda Brudzinski III: (-) Tanda Brudzinski IV : (-) Tanda Kernig : (- /-)
  • 15. • 24  severe stroke • 2 • Penurunan kesadaran (-), • nyeri kepala (+), • babinsky (+) • (2,5x1)+(2x0 )+(2x1)+(0,1 x90)-(3x0)- 12=+1,5  SH Skor Sirriaj : Skor Gajah Mada : NIHSS ICH Score
  • 16. Pemeriksaan Laboratorium Darah Pemeriksaan 10/4/2014 Satuan Nilai normal Hematologi Rutin Hb 15.2 g/dl 12.0 - 15.6 Hct 43 % 33 - 45 AL 11,4 103/ml 4.5 - 11.0 AT 271 103/ml 150 - 450 AE 4,84 106/ml 4.10 - 5.10 Kimia Klinik GDS 126 mg/dl 60-140 SGOT 31 u/l 0-35 SGPT 24 u/l 0-45 Kreatinin 1,2 mg/dl 0.6 -1.1 Ureum 23 mg/dl < 50 Natrium darah 140 mmol/l 132-146 Kalium darah 4,2 mmol/l 3.7-5.4 Klorida darah 107 mmol/l 98-106 Serologi Hepatitis HbsAg Non reaktif non reaktif
  • 17. Pemeriksaan EKG Irama : sinus ritmis Rate : 65 kali/menit Axis : normo aksis
  • 18. Pemeriksaan Thorak PA Trakhea di tengah Sinus costophrenicus kanan kiri tajam Hemidiaphragma kanan kiri normal Cor: kesan membesar, CTR >50% Pulmo: corakan bronkovesikuler normal Sistema tulang baik Kesimpulan: Kardiomegali Pulmo tak tampak kelainan
  • 19. MSCT Kepala tanpa kontras
  • 20. Bacaan CT SCAN Tampak lesi hiperdens di lobus temporal kanan yang mendesak cornu lateralis kanan Midline shifting (+) ke kiri 0,45 mm Sulci dan gyri tak tampak kelainan Sistem ventrikel dan sisterna tak tampak kelainan Pons, cerebellum, dan cerebellopontine angle tak tampak kelainan Tak tampak klasifikasi abnormal Orbita, sinus paranasalis, dan mastoid kanan kiri tak tampak kelainan Craniocerebral space tak tampak melebar Calvaria intak
  • 21. Kesimpulan: Intracerebral Hemorrhagic di lobus temporal kanan yang mendesak cornu lateralis kanan dan menyebabkan midline shifting ke kiri 0,45 mm
  • 22. RESUM E Pasien datang dengan keluhan anggota gerak sebelah kirinya lemah, 5 jam SMRS. Ketika pasien baru selesai mandi, terjatuh karena kaki kirinya tidak bisa digerakkan. Sebelumnya merasakan sakit kepala. Pasien juga merasakan kaki kiri kesemutan sebelum terjatuh karena tidak bisa digerakkan. Pelo, masih menjawab pertanyaan dan bisa mengerti perintah. Tersedak saat minum. Tidak muntah. Pemeriksaan fisik GCS E3V5M6, TD: 140/90 mmHg , pemeriksaan syaraf didapatkan lateralisasi sinistra, reflek patologis Babinski positif di ekstremitas bawah sinistra. Hasil pemeriksaan penunjang radiologis foto thorax AP didapatkan kardiomegali dan dari foto CT scan otak tanpa kontras didapatkan Intracerebral Hemorrhagic lobus temporal kanan
  • 23. Assesment K: hemiparese sinistra, parese N. VII dan XII sinistra UMN, hipoestesi sinistra, disatria, cephalgia T: lobus temporal dextra E: intracerebral hemoragik
  • 24. PENATAAKSANAAN Head up 30° O2 2 liter/menit Diet cair 1700 kkal Infus NaCl 0.9% 20 tpm Manitol drip 100 ml/6 jam Injeksi ketorolac 30 mg/12 jam Injeksi Ranitidin 50 mg/ 12 jam Injeksi Sohobion 500 mg/24 jam
  • 25. PROGNOSIS Ad vitam : dubia ad bonam Ad sanam : dubia ad bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam
  • 26. TINJAUAN PUSTAKA STROKE
  • 27. • sindroma klinis • gejala berupa gangguan fungsi otak • fokal maupun global • menimbulkan kematian atau kecacatan • menetap >24 jam • penyebab hanyalah gangguan vaskular Stroke
  • 28.  Penyebab utama cacat menahun  Stroke non hemoragik 65-85%  ± 53% adalah stroke trombotik  31% adalah stroke embolik  angka kematian stroke trombotik ± 37%, dan stroke embolik ± 60%.  Stroke hemoragik 15-35%  ± 10-20% : intraserebral  ± 5-15% : subarachnoid. Angka kematian stroke hemoragik pada jaman sebelum ditemukannya CT scan mencapai 70-95%, setelah ditemukannya CT scan mencapai 20-30%.kan oleh perdarahan atau hematom
  • 29.  Aterosklerosis (trombosis)  Embolisme  Hipertensi  Aneurisme
  • 30. Stroke Iskemik • TIA • RIND • Progresive Stroke • Complete Stroke • Silent Stroke Sroke Hemoragik • Perdahan Intraserebral • Perdarahan Subarachnoid • Perdaran SubduralStroke Iskemik berdasarkan kasual: Stroke Trombotik Stroke Emboli
  • 31.  Atheroma  Sumbatan di arteri karotis dan vertebra beserta cabangnya  Penyempitan pembuluh darah akibat : obat (kokain dan amfetamin), infeksi, dan radang  Penurunan tekanan darah yang mendadak
  • 32.  Hiperensi  Penyakit jantung  DM  Merokok  Riwayat Keluarga  Konsumsi obat-obatan yang membuat adiksi dan obat-obatan hormonal  Kelainan hemoreologi darah (anemia berat, polisitemia, gangguan koagulan dll)  Beberapa penyakit infeksi, misalnya lues, SLE, herpes zooster
  • 33.  Aneurisma  Hubungan abnormal antara arteri dan vena, seperti kelainan arteriovenosa  Kanker  Cerebral amyloid angiopathy  Kondisi atau obat (seperti aspirin atau warfarin).  Overdosis narkoba
  • 34. Arteriosclerosis serebral perlambatan sirkulasi serebral Trombosis (sumbatan pada arteriosklerosis lepas / menetap hingga menutup seluruh lumen Stroke Iskemik Ruptur arteri serebri Ekstravas asi pembulu h darah Jaringan sekitar terdesak Mengirita si otak Vasospas me arteri sekitar perdarah an Otak disekitar bekuan darah akan nekrosis Stroke Hemoragi k
  • 35. GEJALA DAN TANDA KLINIS SNH dan SH
  • 36. PENYUMBATAN ARTERI KAROTIS INTERNA Buta mendadak (amaurosis fugaks). Disfasia sensorik dan motorik hemiparesis kontralateral dan dapat disertai sindrom Horner pada sisi sumbatan
  • 37. PENYUMBATAN ARTERI SEREBRI ANTERIOR. Hemiparesis kontralateral dengan kelumpuhan tungkai lebih menonjol. Gangguan mental. Gangguan sensibilitas pada tungkai yang lumpuh. Ketidakmampuan dalam mengendalikan buang air Bisa terjadi kejang
  • 38. PENYUMBATAN ARTERI SEREBRI MEDIA. Sumbatan di pangkal arteri, terjadi kelumpuhan yang lebih ringan. Bila tidak di pangkal maka lengan lebih menonjol. Gangguan saraf perasa pada satu sisi tubuh. Aphasia : hilang kemampuan berbahasa
  • 39. PENYUMBATAN SISTEM VERTEBROBASILAR. Kelumpuhan di satu sampai keempat ekstremitas Meningkatnya refleks tendon Gangguan dalam koordinasi gerakan tubuh Gejala-gejala sereblum seperti gemetar pada tangan (tremor), kepala berputar (vertigo) disfagia Gangguan motoris pada lidah, mulut, rahang dan pita suara sehingga pasien sulit bicara (disatria). Kehilangan kesadaran sepintas (sinkop), penurunan kesadaran secara lengkap, dan disorientasi Gangguan penglihatan, diplopia, nistagmus, ptosis, kurangnya daya gerak mata, kebutaan setengah lapang pandang pada belahan kanan atau kiri kedua mata (hemianopia homonim). Gangguan pendengaran. Rasa kaku di wajah, mulut atau lidah.
  • 40. PENYUMBATAN ARTERI SEREBRI POSTERIOR Koma Hemiparesis kontra lateral. Ketidakmampuan membaca (aleksia). Kelumpuhan saraf kranialis ketiga
  • 41. GANGGUAN FUNGSI LUHUR Aphasia Alexia Agraphia Acalculia Right-Left Disorientation & Agnosia jari (Body Image) Hemi spatial neglect (Viso spatial agnosia) Syndrome Lobus Frontal, ini berhubungan dengan tingkah laku Amnesia Dimentia
  • 42. STROKE HEMORAGIK Gejala Perdarahan Intraserebral (PIS) • nyeri kepala berat, mual, muntah dan adanya darah di rongga subarakhnoid pada punsi lumbal • Serangan saat beraktivitas dan saat emosi/marah • Kesadaran menurun Gejala Perdarahan Subarakhnoid (PSA) • nyeri kepala yang hebat, nyeri di leher dan punggung, mual, muntah, fotofobia • kaku kuduk, Lasegue dan Kernig Gejala Perdarahan Subdural • nyeri kepala, tajam penglihatan mundur akibat edema papil yang terjadi • Defisit neurologik daerah otak yang tertekan
  • 43. DIAGNOSIS Anamnesa Pemeriksaan Fisik : neurologis Scoring stroke : Siriraj Score, Alogaritma Gajah Mada, NIH dsb Pemeriksaan Penunjang : CT-SCAN Kepala Polos – Gold Standart, MRI, Conventional Angiografi, Carotid Dopler Ultrasound, Tes darah
  • 44. PENATALAKSANAAN Fase Akut • hari ke 0-14 sesudah onset penyakit • menyelamatkan neuron jangan sampai mati • proses patologik tidak mengancam jiwa Fase Pasca Akut • Setelah fase akut berlalu • rehabilitasi dan recurent stroke
  • 45. PRINSIP 5 B Agar Oksigenasi ke otak tetap baik Breathing • ventilasi baik • Intubasi : GCS < 8 • miring kiri- kanan bergantian setiap 2 jam • Serangan radang paru atau asma segera diatasi Blood • Maksimal Penurunan 20-25 % MAP dalam 1 jam • SH : TDS >180, TDD >100 • SNH : TDS >220, TDD > 120 • GDS <140 Brain • nyeri kepala, muntah proyektil dan bradikardi • manitol 20% • Mencegah peningkatan suhu • Kejang beri antikonvulsan Bladder • Hindari ISK • Beri kateter intermitten Bowel • cairan dan kalori • hindari obstipasi • NGT : kesulitan menelan • Kekurangan albumin memperberat edema otak
  • 46. OBAT-OBAT Anti Hipertensi yang digunakan Nicardipin (0,5 – 6 mcg/kg/menit infus kontinyu) Diltiazem (5 – 40 g/Kg/menitdrip) Nitroprusid (0,25 – 10 g/Kg/menit infus kontinyu) Nitrogliserin (5 – 10 g/menit infus kontinyu) Labetolol 20 – 80 mg IV bolus tiap 10 menit Kaptopril 6,25 – 25 mg oral / sub lingual
  • 47. INSULIN Jika GDS >150 – 200 mg/dL : 2 Unit Tiap kenaikan 50 mg/dL dinaikkan dosis 2 unit insulin sampai dengan kadar GD > 400 mg/dL dosis insulin 12 unit
  • 48. Pembrian Manitol Mengurangi TIK Manitol 20% 1 - 1,5 gr/kgBB 6 x 100 cc (0,5 gr/Kg BB), dalam 15 – 20 menit pemantauan osmolalitas antara 300 – 320 mOsm penghancur radikal bebas
  • 49. Pengelolaan berdasarkan penyebabnya
  • 50. Stroke Iskemik • Trombolisis : rt-PA. Harus diberikan padastroke dengan onset < 3 jam • memperbaiki hemorheologi : pentoxifillin dan naftidrofuril Memperbaiki aliran darah ke otak (reperfusi) • anti koagulan : berisiko emboli otak • Heparin dengan mengontrol INR • anti agregasi trombosit : risiko trombotik • aspirin • dipiridamol • cilostazol • ticlopidin • clopidogrel Prevensi terjadinya trombosis (antikoagualsi) • CDP-Choline • Piracetam • Statin • Cerebrolisin Proteksi neuronal/sitoproteksi
  • 51. Stroke Hemoragik Pengelolaan konservatif Perdarahan : Intra Serebral : anti perdarahan : Epsilon aminocaproat, Asam Traneksamat dan vitamin K neuroproteksi Pengelolaan konservatif : Perdarahan Sub Arahnoid Bed rest total selama 3 minggu dan tenang Vasospasme •Calcium Channel Blockers •balance positif •Dopamin jika vasospasme gagal ditangani Pengelolaan operatif
  • 52. Faktor faktor yang mempengaruhi Operasi : Usia • Lebih 70 th  tidak ada tindakan operasi • – 70 th  pertimbangan operasi lebih ketat • Kurang 60 th  operasi dapat dilakukan lebih aman Tingkat kesadaran • Koma/sopor  tak dioperasi • Sadar/somnolen  tak dioperasi ex kesadaran / keadaan neurologiknya menurun • Perdarahan serebelum Penampang volume hematoma • Penampang hematoma >3 cm atau V >50 cc : operasi • Penampang kecil, kesadaran dan neurologiknya makin menurun ada tanda tanda penekanan batang otak : operasi Waktu yang tepat untuk pembedahan • 6 – 7 jam setelah serangan sebelum timbulnya edema otak , atau ditunda sampai 5 – 15 hari kemudian. • PSA dengan grade Hunt & Hest Scale 1 - 3, OP(< 72 jam) atau lambat (setelah 14 hari). Pembedahan dengan Hunt &Hest Scale 4 – 5 rsiko kematian tinggi
  • 53. Cont’ Topis lesi • Hematoma Lobar (kortical dan Subcortical) • TIK tak meninggi  tak dioperasi • TIK meninggi + tanda herniasi (klinis menurun)  operasi • Perdarahan putamen • Hematoma kecil atau sedang : tak dioperasi • Hematoma lebih dari 3 cm : tak dioperasi, ex : kesadaran atau defisit neurologiknya memburuk • Perdarahan talamus • tak dioperasi • Perdarahan serebelum • Perdarahannya >3 cm dalam minggu I : operasi • Perjalanan neurologiknya stabil diobati secara medisinal dengan pengawasan • Hematom kecil tapi disertai tanda tanda penekanan batang otak  operasi
  • 54. Fase Pasca Akut Rehab Terapi bicara Terapi okupasi Terapi fisik Edukasi keluarga Terapi Preventif Obat-obat anti platelet aggregasi Obat-obat untuk perbaikan fungsi jantung dari ahlinya Faktor resiko dikurangi seminimal mungkin • Menghindari rokok, obesitas, stres • Berolahraga teratur
  • 55. Macam-Macam Rehabilitasi Fisk Bed exercise Latihan duduk Latihan berdiri Latihan mobilisasi Latihan ADL (activity daily living) Latihan Positioning (Penempatan) Latihan mobilisasi Latihan pindah dari kursi roda ke mobil Latihan berpakaian Latihan membaca Latihan mengucapkan huruf A,I,U,E,O
  • 56. KOMPLIKASI Komplikasi Dini (0-48 jam pertama) Edema serebri Abnormalitas jantung Kejang Nyeri kepala Gangguan fungsi menelan dan asprasi Komplikasi jangka pendek (1-14 hari pertama) Pneumonia Emboli paru Perdarahan gastrointestinal Stroke rekuren Abnormalitas jantung Deep vein Thrombosis (DVT) Infeksi traktus urinarius dan inkontinensia urin Komplikasi jangka panjang Stroke rekuren Abnormalitas jantung Kelainan metabolik dan nutrisi Depresi Gangguan vaskuler lain: Penyakit vaskuler perifer.
  • 57. Prognosis Penanganan kurang dari 6 jam • 30%-40% sembuh sempurna • Ada gejala sisa (pincang atau berbicaranya pelo) • masih bisa disembuhkan Pasien biasanya dibawa sudah 48-72 jam pasca serangan : pemulihan • mengurangi komplikasi • mengembalikan keadaan penderita kembali normal Pemulihan secepat mungkin. • Ideal : 4-5 hari setelah kondisi pasien stabil • Proses : 6-12 bulan