KINERJA GURU di MTs Al-Wathoniyah I Cilungup Duren Sawit - Jakarta Timur Skripsi ...
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Kinerja Guru di MTs Al Wathoniyah I Cilungup DurenSawit Jakarta Timur” ditulis oleh Musaro...
DAFTAR TABEL1. Tabel kisi-kisi instrumen.......................................................................... 192 T...
iv
DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ......……………………………………………… iABS...
F. Instrumen Penelitian...............…………………………. 23 G. Teknik Analisis Data …………………………...
lvi
BAB 1 PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan sedang goncang oleh berb...
2dengan tugas dan tanggung jawab guru sebagai pengajar dan pendidik.secarasempit dapat di interprestasikan sebagai pembimb...
3terdidik dan terlatih dengan baik. Berarti guru bukan hanya memperolehpendidikan formal tetapi juga harus menguasai landa...
4B. Identifikasi Masalah Berdasarkan pada latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasikan sebagaiberikut: 1. Masi...
5
5 BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIRA. Kinerja Guru 1. Pe...
6 Dalam kamus bahasa Indonesia. “Kinerja berarti sesuatu yang dicapai, prestasi diperlihatkan, kemampuan kerja.2...
7 yang menghasilkan hasil yang memuaskan, guna tercapainya tujuan organisasi kelompok dalam suatu unit kerja. ...
8 4. Rencana pembelajaran 5. Program perbaikan dan pengayaan.” Dalam membuat lima rencana tersebut biasan...
9 Suryo Subroto mengatakan bahwa guru harus mempunyai kemampuan untuk mengevaluasi yang mencakup: ...
10 d. kompentensi sosial8 Adapun penjelasan dari ke empat dari kompetensi tersebut adalah: a komp...
11 b. kompetensi kepribadian Berperan sebagai guru memerlukan kepribadian yang unik. Kepribadian ...
12 2) Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akh...
13 2) Kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakat...
14 Motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam menghadapi situsi kerja. Motivasi merupakan kondisi yang...
15a. Faktor dari dalam sendiri (intern) Di antara faktor dari dalam diri sendiri (intern) adalah 1) Kecerdasan ...
16 menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan interaksi dengan rekan kerja ang akan men...
17 5) Kegiatan guru di kelas Peningkatan dan perbaikan pendidikan harus dilakukan secara ...
18 Semua pekerjaan itu harus dikerjakan bersama-sama antara guru yang satu dengan yang lainnya yaitu dengan car...
19 d. Pelakanaan program perbaikan dan pengayaan.21 Jadi menurut penulis, kinerja guru yang terdapat di atas me...
20 pelaksanaannya, yaitu para karyawan agar mereka mencapai sasaran yang telah ditetapkan oleh organisas...
21B. KERANGKA BERFIKIR Guru adalah unsur utama dalam suatu proses pendidikan. Guru berada dalam front terdepan pendid...
22 BAB III METODOLOGI PENELITIANA. Tujuan penelitian Peneliti...
23E. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara penelitian lapangan, yaitu...
24 c. Kinerja guru dalam evaluasi 18, 19, 20, 21, 7 pembelajaran: ...
253. Analiting dan Interpretasi Langkah ini adalah menganalisa data yang telah diolah secara verbal sehingga hasil pen...
BAB 1V HASIL PENELITIAN Kinerja guru di MTs Al-Wathoniyah I. ini terkait dalam kinerja guru...
27terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering (50%). Gurumembuat membuat perencanaan pembelajaran yang hed...
28di atas dapat disimpulkan bahwa guru membuat rumusan-rumusan tujuanpembelajaran. Ini terbukti dari jawaban responden yan...
29tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkanbahwa gurudalam membuat RPP mengalami kesulit...
30 Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden menjawab pernyataankebanyakan memilih selalu berjumlah 18 orang (...
31 Tabel 10 Bapak/Ibu guru mengajukan atau melakukan post tes kepada siswa ...
32 Tabel 12 Bapak/Ibu guru mengalami kesulitan dalam menggunakan ...
33pelajari siswa. Ini terbukti dari jawaban responden yang menjawab selalu dansering sama-sama (44%). Guru melakukan evalu...
34berjumlah 7 orang (39%) kadang-kadang berjumlah 10 orang (1%), dan tidakpernah (0%), tidak ada jawaban dari responden. D...
35 Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 18 o...
36 Tabel 19 Bapak/Ibu guru membuat hasil laporan sekolah untuk diberikan kepada ...
37melaksanakan evaluasi pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.Ini terbukti dari jawaban responden yang b...
38 Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 12 o...
39 Tabel 24 Bapak/Ibu guru memberikan nilai kepada siswa secara objektif ...
40disimpulkan bahwa guru memberikan kritik dan saran guna meningkatkan kualitasmengajar. Ini terbukti dari jawaban respond...
41berjumlah 6 orang (33%), kadang-kadang berjumlah 3 orang (17%), dan tidakpernah (0%), tidak ada jawaban dari responden. ...
42 Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam pernyataankebanyakan memilih selalu berjumlah 9 orang (50%)...
43 Tidak pernah - - Jumlah 18 ...
44 Poligon Frekuensi 10 8 6 4 ...
45 Lebih jelasnya di interpretasikan ke dalam: 90 – 95 adalah rata-rata tentang kinerja guru Kurang baik...
46 BAB V KESIMPULAN DAN SARANA. Kesimpulan Berdas...
47 3. Pada umumnya hasil atau nilai prestasi kerja merupakan hasil kinerja para guru dalam menjalankan ...
DAFTAR PUSTAKAAdi, Saiful, Kompetensi yang harus di miliki seorang guru”, www.saiful_adi_wordpress...
Undang-undang RI, Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Sinar Grafika, 2006Wibowo, Mungin Edy, ”Sertifikasi Profesi Pendidi...
of 57

Kinerja guru

Published on: Mar 3, 2016
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Kinerja guru

  • 1. KINERJA GURU di MTs Al-Wathoniyah I Cilungup Duren Sawit - Jakarta Timur Skripsi Diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S. Pd. I) Di Susun Oleh: MUSAROFAH 103018227331PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAMFAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1429 H/ 2008 M
  • 2. ABSTRAK Skripsi dengan judul “Kinerja Guru di MTs Al Wathoniyah I Cilungup DurenSawit Jakarta Timur” ditulis oleh Musarofah: 103018227331 di bawah bimbingaAbdul Rozak, M. Si. Skripsi ini mendeskripsikan mengenai kinerja guru di MTs AlWathoniyah I. Penelitian ini di fokuskan untuk membahas tentang Kinerja Guru di MTs AlWathoniyah I. Penelitian ini di lakukan pada bulan juli 2007 sampe dengan bulanmaret 2008. hal ini dapat terlihat pada kinerja guru dalam perencanaan, pelaksanaan,evaluasi pembalajaran serta disiplin tugas guru yang belum optimal. Untuk menjawab permaslahan, penelitian ini di gunakan peendekatan kualitatifdengan memakai metode deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk mengungkapkandatanya, penulisan teknik kuesioner dalam bentuk skala Likert. Selain itu jugamelakukan observasi. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan presentasediturunkan kedalam distribusi frekuensi maka diperoleh kesimpulan bahwa nila rata-rata kinerja guru dikatagorikan pada kata-kata cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja guru baik dalam perencanaan,pelaksanaan, evaluasi pembelajaran serta disiplin tugas yang dilakukan MTs AlWathoniyah I sudah cukup baik. ii
  • 3. DAFTAR TABEL1. Tabel kisi-kisi instrumen.......................................................................... 192 Tabel persentase kinerja guru.................................................................. 22 iii
  • 4. iv
  • 5. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ......……………………………………………… iABSTRAK.................................................................................................. iiiDAFTAR ISI..........……………………………………………………….. ivDAFTAR TABEL ..................................................................................... viDAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. viiBAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah………..………………………. 1 B. Identifikasi Masalah……………………………………. 4 C. Pembatasan Masalah……………………………………. 4 D. Perumusan Masalah……………………………………. 4 E. Manfaat Penelitian………………………………………. 4BAB II KAJIAN TEORI (KERANGKA BERPIKIR) A. KinerjaGuru………………………………………….. 5 1. Pengertian Kinerja………………………………… 5 2. Tugas pokok dalam pembelajaran............................ 7 3 Kriteria Kinerja Guru ……………………… 9 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru……. 13 5 Indikator kinerja guru …………………………….. 18 6 Evaluasi kinerja guru ……………………. 19 7 langkah-langkah kinerja guru…………………….... 20 B. Kerangka Berpikir........................................................... 21BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian ……………………………………. 22 B. Waktu dan Penelitian …………………………………. 22 C. Metode Penelitian …………………………………… 22 D. Populasi dan Sampel ………………………………… 22 E. Teknik Pengumpulan Data…………………………….. 23 liv
  • 6. F. Instrumen Penelitian...............…………………………. 23 G. Teknik Analisis Data ………………………………… 24BAB IV HASIL PENELITIAN A. Kemampuan guru dalam perencanaan pembelajaran..... 26 B. Kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran...... 30 C. Kemampuam guru dalam evaluasi pembelajaran........... 35 D. Kemampuan guru dalam disiplin tugas.......................... 40 E. Deskripsi Data Kinerja Guru.......................................... 43BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan………………………………………….... 45 B. Saran………………………………………………….... 46DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN lv
  • 7. lvi
  • 8. BAB 1 PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan sedang goncang oleh berbagai perubahan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, serta di tantang untuk dapat menjawab berbagai permasalahan lokal dan perubaha global yang terjadi begitu pesat. Guru merupakan komponen paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan, yang harus mendapat perhatian sentral, pertama dan utama, figur yang satu ini akan senantiasa menjadi sorotan strategis ketika berbicara masalah pendidikan, karena guru selalu terkait dengan komponen manapun dalam system pendidikan, guru memegang peran utama dalam pembangunan pendidikan, khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah, guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik, terutama dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar. Guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa di dukung oleh guru yang profesional dan berkualitas. Sebagai pengajar atau pendidik guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap upaya pendidikan. Kinerja guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, merupakan faktor utama dalam pencapaian tujuan pengajaran, keterampilan peguasaan proses pembelajaran ini sangat erat kaitannya 1
  • 9. 2dengan tugas dan tanggung jawab guru sebagai pengajar dan pendidik.secarasempit dapat di interprestasikan sebagai pembimbing atau belajar fasilator belajarsiswa. Adanya peningkatan dalam mutu pendidikan tidak terlepas dari peran gurusebagai unsur utama dalam keseluruhan proses pendidikan. Guru mempunyai tuasuntuk membimbing, mengarahkan dan juga menjadi teladan yang baik bagi parapeserta didiknya maka dari itu, dengan setumpuk tugas serta tanggung jawab yangdi embannya guru mampu menunjukkan bahwa dia mampu menghasilkan kinerjayang baik demi terciptanya pendidikan yang bermutu. Keberhasilan kinerja akan tampak apabila terdapat motivasi kepala sekolah,lingkungan sekitar juga dapat menentukan keberhasilan kinerja seseorang olehkarena itu, selain gurunya sendiri yang berusaha meningkatkan kualitas kerjanya,pihak sekolah juga berusaha mengupayakan pemberdayaan gurunya agar memilikikinerja yang baik, dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Seorang guru yang baik adalah guru yang mampu mewujudkan suasanapembelajaran yang menyenangkan dan membuat peserta didik merasa nyamanmenuntut ilmu bersama gurunya. Dan guru yang berkepribadian tinggi adalahguru yang mampu menjadi teladan bagi pesera didiknya sebaimana pepatah Jawamenyatakan bahwa guru adalah seseorang yang patut di tiru yakin sosok yang didengar ucapan petuahnya, serta di ikuti dan di teladani. Guru benar-benar di tuntut untuk memiliki kinerja yang tinggi. Dengan kinerjatinggi maka tingkat sumber daya manusia di Indonesia akan mulai sedikit demisedikit meningkatkan terutama para generasi muda Indonesia. Sehinggaterciptalah bangsa yang cerdas dan mampu menghadapi tantangan-tantangan masadepan. Dari uraian diatas maka dapat di simpulkan bahwa keberhasilan pendidikansebagaian besar di tentukan. Oleh kinerja guru dalam dunia pendidikan adalahprioritas, guru memikul tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan.di sampingitu dia harus membuat pinter anak muridnya secara akal, (mengasah kecerdesanIQ). Untuk kepentingan sekolah memiliki guru yang professional merupakankunci keberhasilan proses pembelajaran guru professional adalah orang yang
  • 10. 3terdidik dan terlatih dengan baik. Berarti guru bukan hanya memperolehpendidikan formal tetapi juga harus menguasai landasan kependidikan. MTs Al-Wathoniyah I. Cilungup sebagai salah satu lembaga pendidikanFormal tingkat menengah, tidak terlepas dari masalah-masalah yang adadiantaranya: Kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran, Kinerja guru dalampelaksanaan pembelajaran, Kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran, sertaKinerja guru dalam di siplin tugas. Di sekolah ini terlihat adanya masalah kinerjaguru dalam perencanaan pembelajaran. Pembelajaran dimana guru masih adayang belum membuat persiapan pembelajaran sebelum mengajar. Selain itu jugaterlihat masalah yang berhubungan dengan kinerja guru dalam pelaksanaanpembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari guru yang belum dapat mengkondusifkankeadaan kelas menjadi tenang ketika ada siswa yang melakukan keributan dikelas.Guru dalam pelaksanaan pembelajaran juga belum menggunakan strategipembelajaran yang bervariasi sehingga yang terjadi pembelajaran terasamembosankan bagi siswa dan kinerja yang dihasilkan guru pun belum optimal.Dalam melakukan evaluasi pembelajaran. Penulis melihat guru hanya melakukanevaluasi pada saat akan ujian. Ketika kegiatan pembelajaran di kelas guru tidakmelakukan evaluasi, sehingga yang terjadi pada siswa selalu tidak ada persiapanuntuk belajar dikelas. Begitu juga dalam disiplin tugas. Dalam hal ini penulismelihat guru belum mengikuti peraturan yang ditetapkan di sekolah. Ini dapatterlihat ketika guru tidak hadir dan tidak memberikan tugas kepada guru piketuntuk pembelajaran siswa. Sehingga kinerja guru dalam disiplin tugas pun belumoptimal. Berdasarkan kenyataan tersebut di atas, penulis tertarik untuk mengambiljudul: Kinerja Guru di MTs Al-Wathoniyah I. Cilungup Duren Sawit JakartaTimur.
  • 11. 4B. Identifikasi Masalah Berdasarkan pada latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasikan sebagaiberikut: 1. Masih terdapatnya persoalan dimana kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, serta kinerja guru dalam disiplin tugas belum optimal. 2. Rendahnya kinerja yang dimiliki para guru sehingga loyalitas kerja guru kurang memuaskan.C. Pembatasan Masalah Agar pembahasan tidak terlalu luas, maka perlu adanya pembatasan masalah.Untuk itu penulis membatasi masalah pada kinerja guru dalam perencanaanpembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran serta kinerja gurudalam pembelajaran.D. Perumusan Masalah Dari pembatasan masalah di atas, penulis menganggap perlu adanyaperumusan masalah agar pembahasannya terarah dan tidak meluas. Dengandemikian perumusan masalahnya adalah “Bagaimana Kinerja Guru di MTs Al-Wathoniyah I?”.F. Manfaat Penelitian 1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan para guru dalam kegiatan belajar mengajar. 2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pengatahuan bagi pembaca terutama bagi lembaga pendidikan. 3. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa terutama mahasiswa fakultas kependidikan dalam kinerja guru.
  • 12. 5
  • 13. 5 BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIRA. Kinerja Guru 1. Pengertian Kinerja Guru Istilah kinerja guru berasal dari kata job performance/actual permance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Jadi menurut bahasa kinera bisa diartikan sebagai prestasi yang nampak sebagai bentuk keberhasilan kerja pada diri seseorang. Keberhasilan kinerja juga ditentukan dengan pekerjaan serta kemampuan seseorang pada bidang tersebut. Keberhasilan kerja juga berkaitan dengan kepuasan kerja seseorang.1 Prestasi bukan berarti banyaknya kejuaraan yang diperoleh guru tetapi suatu keberhasilan yang salah satunya nampak dari suatu proses belajar- mengajar. Untuk mencapai kinerja maksimal, guru harus berusaha mengembangkan seluruh kompetensi yang dimilikinya dan juga manfaatkan serta ciptakan situasi yang ada dilingkungan sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. Kemudian Anwar Prabu Mangkunegara mendefinisikan kinerja (prestasi kerja) sebagai “hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. 1 A. A. Anwar Prabu Mangkunegara, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Bandung: PT.Rosda Karya, 2000), h. 67
  • 14. 6 Dalam kamus bahasa Indonesia. “Kinerja berarti sesuatu yang dicapai, prestasi diperlihatkan, kemampuan kerja.2 Seseorang untuk melaksanakan tugasnya yang baik untuk menghasilkan hasil yang memuaskan, guna tercapainya tujuan sebuah organisasi atau kelompok dalam suatu unit kerja. Jadi, Kinerja karyawan merupakan hasil kerja di mana para guru mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan.3 Menurut Ivor K. Davies mengatakan bahwa seorang mempunyai empat fungsi umum yang merupakan ciri pekerja seorang guru, adalah sebagai berikut: a. Merencanakan Yaitu pekerjaan seorang guru menyusun tujuan belajar. b. Mengorgasisasikan Yaitu pekerjaan seorang guru untuk mengatur dan menghubungkan sumber-sumber belajar sehingga dapat mewujudkan tujuan belajar dengan cara yang paling efektif, efesien, dan ekonomis mungkin. c. Memimpin Yaitu pekerjaan seorang guru untuk memotivasikan, mendorong, dan menstimulasikan murid-muridnya, sehingga mereka siap mewujudkan tujuan belajar. d. Mengawasi Yaitu pekerjaan seorang guru untuk menentukan apakah fungsinya dalam mengorganisasikan dan memimpin di atas telah berhasil dalam mewujudkan tujuan yang telah dirumuskan. Jika tujuan belum dapat diwujudkan, maka guru harus menilai dan mengatur kembali situasinya dan bukunya mengubah tujuan.4 Dengan demikian, penulis menyimpulkan dari pengertian di atas, bahwa kinerja adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugasnya 2 Daryanto S.S, Kamus Bahasa Indonesia Lengkap, (Surabaya: Apollo) 3 Henry Simamora, Manajemen Sunber Daya Manusia, (Jakarta: STIE YKPN, 1995),h. 433. 4 Ivor K. Devies, Pengelolaan Belajar, (Jakarta: PT. Rajawali Pers, 1987), h. 35-36.
  • 15. 7 yang menghasilkan hasil yang memuaskan, guna tercapainya tujuan organisasi kelompok dalam suatu unit kerja. Jadi, kinerja guru dalam proses belajar mengajar adalah kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar yang memiliki keahlian mendidik anak didik dalam rangka pembinaan peserta didik untuk tercapainya institusi pendidikan.2. Tugas Pokok Dalam Pembelajaran Guru berhadapan dengan siswa adalah pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Seorang guru harus memiliki kinerja yang baik terutama pada saat proses belajar berlangsung. Guru diharapkan memiliki ilmu yang cukup sesuai bidangnya, pandai berkomulikasi mengasuh dan menjadi belajar yang baik bagi siswanya untuk tubuh dan berkembang menjadi dewasa. Menurut Sukadi “sebagai seorang profesional, guru memiliki lima tugas pokok, merencanakan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran, menindaklanjuti hasil pembelajaran, serta 5 melakukan bimbingan dan konseling.” Adapun penjelasan dari kelima tugas pokok tersebut yaitu: a. Merencanakan Kegiatan Pembelajaran Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, seorang guru dituntut membuat perencanaan pembelajaran, fungsi perencanaan pembelajaran ialah untuk mempermudah guru dalam melaksanakan tugas selanjutnya. Sehingga proses belajar mengajar akan benar-benar terskenario dengan baik, efektif dan efesien. Dalam praktik pengajaran di sekolah, terdapat beberapa bentuk persiapan pembelajaran, yaitu: 1. “Analisis materi pelajaran 2. Program tahunan/ program semester 3. Silabus/ satuan pelajaran 5 Sukadi, Guru Powerful Guru Masa Depan, (Bandung: Kolbu, ), h 26
  • 16. 8 4. Rencana pembelajaran 5. Program perbaikan dan pengayaan.” Dalam membuat lima rencana tersebut biasanya guru di bantu lehkepala sekolah juga rekannya yang biasanya dimusyawarahkan dalamMusyawarah Guru Mata Pelajaran. Organisasi guru semacam ini biasanyadisesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.b. Melaksanakan kegiatan pembelajaran Setelah guru membuat rencana pembelajaran, maka tugas guruselanjutnya adalah melaksanakan pembelajaran yang merupakan salah satuaktivitas ini di sekolah. Guru harus menunjukkan penampilan yang terbaik bagi para gurusiswanya. Penjelasannya mudah di pahami, penguasaan keilmuannyabenar, menguasai metodologi, dan seni pengendalian siswa. Seorang gurujuga harus bisa menjadi teman belajar yang baik bagi para siswanyasehingga siswa merasa senang dan termotivasi belajar bersamanya.Menurut Sukadi, “tugas guru adalah mengoptimalkan bakat dan minatkemampuan para siswa. Untuk itu di perlukan seni didaktik. Guru jugapandai menggunakan teknologi pembelajaran sehingga menarik bagi parasiswa.6c. Mengevaluasi Kegiatan Pembelajaran Langkah guru berikutnya adalah mengevaluasi hasil pembelajaran.Segala sesuatu yang terencana harus di evaluasi agar dapat di ketahuiapakag sudah direncanakan telah sesuai dengan realisasinya serta tujuanyang ingin dicapai dan apakah siswa telah dapat mencapai standarkompetensi yang di tetapkan. Selain itu, guru juga dapat mengetahuiapakah metode ajarannya telah tetap sasaran. Dalam melakukan kegiatan evaluasi, seorang guru harusmemperhatikan tujuan pembelajaran yang telah di tetapkan. Selain itu,guru juga hars memperhatikan soal-soal evaluasi yang di gunakan. Soal-soal yang telah dibuat hendaknya dapat mengukur kemampuan siswa.6 Sukadi, Guru Powerful…., h.30
  • 17. 9 Suryo Subroto mengatakan bahwa guru harus mempunyai kemampuan untuk mengevaluasi yang mencakup: 1. “Melaksanakan tes 2. Mengelola hasil penilaian 3. Melaporkan hasil penelitian 4. melaksanakanprogram remedial/perbaikan pengajaran.”7 c. Ketaatan guru pada disiplin tugas Di dalam lembaga pendidikan telah dibuat aturan-aturan yang harus diindahkan oleh para guru maupun tenaga pendidikan lainnya. Bahkan sebagai pegawai negeri. Aturan-aturan tersebut telah dibakukan menjadi aturan kepegawaian. Hal ini untuk menjadi kelencaran jalanya proses belajar mengajar maupun citra baik dari masyarakat yang ingin memanfaatkan jasa lembaga tersebut. 3. kriteria Kinerja Guru Keberhasilan guru seseorang bisa dilihat apabila kriteria-kriteria yang ada telah mencapai secara keseluruhan. Jika kriteria telah tercapai berari pekerjaan seseorang telah dianggap memiliki kualitas kerja yang baik. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam pengertian kinerja bahwa kinerja guru adalah hasil kerja yang terlihat dari serangkaian kemampuan yang dimiliki oleh seorang yang berprofesi guru. Kemampuan yang harus dimiliki guru telah disebutkan dalam peraturan pemerintah RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 3 yang berbunyi: Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: a. kompetensi paedagogik b. kompetensi kpribadian c. kompetensi profesional 7 B Suryo Subroto, Proses Belajar Mengajar di sekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), h.27
  • 18. 10 d. kompentensi sosial8 Adapun penjelasan dari ke empat dari kompetensi tersebut adalah: a kompetensi paedagogik Adalah mengenai bagaimana kemampuan guru dalam mengajar, dalam Peraturan Pemerintah RI No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan kemampuan ini meliputi “kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.”9 Kompetensi paedagogik ini berkaitan pada saat guru mengadakan proses belajar mengajar di kelas. Mulai dari membuat skenario pembelajaran memilih metode, media, juga alat evaluasi bagi anak didiknya. Karena bagaimanapun dalam proses belajar mengajar sebagian besar hasil belajar peserta didik ditentukan oleh peranan guru. Guru yang cerdas dan kreatif akan mampu menciptakan suasana belajar yang efektif dan efisien sehingga pembelajaran tidak berjalan sia-sia. Suryo Subroto mengatakan bahwa yang dimaksud kinerja guru dalam proses belajar mengajar adalah “kesangupan atau kecakapan para guru dalam menciptakan suasana komunikasi yang edukatif antara guru dan peserta didik yang mencakup segi kognitif, efektif, dan psikomotorik sebagai upaya mempelajari sesuatu berdasarkan perencanaan sampai dengan tahap evaluasi dan tindak lanjut agar tercapai tujuan pengajaran”10 Jadi kompetensi paedagogik ini berkatan dengan kemampuan guru dalam proses belajar mengajar yakni pesiapan mengajar yang mencakup merancang dan melaksanakan skenario pembelajaran, memilih metode, media, serta alat evaluasi bagi anak didik agar tervapai tujuan pendidikan baik pada ranah kognitif, efektif, maupun psikomotorik siswa. 8 Peraturan pemerintah RI No 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan(Jakarta: CV Eko Jaya,2005),h.26 9 Peraturan Pemerintah RI…. ,h.73 10 Suryo Subroto, Proses Belajar Mengajar…,h.19
  • 19. 11 b. kompetensi kepribadian Berperan sebagai guru memerlukan kepribadian yang unik. Kepribadian guru ini meliputi kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Seorang guru harus mempunyai peran ganda. Peran tersebut diwujudkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Adakalanya guru harus berempati pada siswanya dan adakalanya guru harus bersikap kritis. Berempati maksudnya guru harus dengan sabar menghadapi keinginan siswanya juga harus melindungi dan melayani siswanya tetapi disisi lain guru juga harus bersikap tegas jika ada siswanya berbuat salah. Menurut Moh. Uzer Usman kemampuan kepribadian guru meliputi hal- hal berikut: 1) Mengembangkan kepribadian 2) Berinteraksi dan berkomunikasi 3) Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan 4) Melaksanakan administrasi sekolah 5) Menaksanakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.11 Kepribadian guru penting karena guru merupakan cerminan prilaku bagi siswa-siswanya. c. kompetensi profesional Pekerjaan seorang guru adalah merupakan suatu profesi yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Profesi adalah pekerjaan yangmemerlukan keahlian khusus dan biasanya dibuktikan dengan sertifikasi dalam bentuk ijazah. Profesi guru ini memiliki prinsip yang dijelaskan dalam Undang-Undang Guru dan Dosen No.14 Tahun 2005 sebagai berikut: 1) Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme11 Moh. Uzer Usman, Menajdi Guru Profesiona, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2003), h. 16
  • 20. 12 2) Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia 3) Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. 4) Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas 5) Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan 6) Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai denga prestasi kerja 7) Memiliki kesempatan untuk mengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan sepanjang hayat 8) Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. 9) Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan yang mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.12 d. kompentensi sosial kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan diri dalam menghadapi orang lain. Dalam peraturan pemerintah RI No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan kompensasi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua peserta pendidikan, dan masyarakat sekitar. Kompetensi sosisal seorang guru merupakan modal dasar guru yang bersangkutan dalam menjalankan tugas keguruan. Saiful Hadi berpendapat kompetensi ini berhubungan denagn kemampuan guru sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk sosial yang meliputi: 1) Kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi denagn teman sejawat untuk meningkat kemampuan professional.12 Undang-Undang RU No.14 Tahun 2005, Tentang Guru dan Dosen…, h.6
  • 21. 13 2) Kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan. 3) Kemampuan untuk menjalin kerjasama baik secara individual maupun secara kelompok.13 Menurut Mungin Edy Wibowo Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, dan masyarak sekitar.14 Kemampuan sosial sangat penting karena manusia bukan makhluk individu. Segala kegiatannya pasti dipengaruhi juga oleh pengaruh orang lain. 4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Menurut Anwar Prabu Mangkunegara “faktor yang mempengaruhi kinerja guru adalah faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi (motivision).15 a. Faktor kemampuan Secara psikologi, kemampuan guru terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan keampuan reality (knowledge + skill). Artinya seorang guru yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi dan sesuai dengan bidangnya serta terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan. Oleh karena itu, pegawai perlu ditetapkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. Dengan penempatan guru yang sesuai dengan bidangnya aka dapat membantu dalam efetivitas suatu pembelajaran. b. Faktor motivasi 13 Saiful Hadi, “Kompetensi yang harus Dimiliki Seorang Guru”, (www. Saiful Hadi.Wordpress.com, 2007) 14 Mungin Edy Wibowo, “Sertifikasi Profesi Pendidik”, (www.suara-merdeka.com, 2006) 15 A.A Anwar Prabu Mangkunegara, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan,(Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 2004), h. 67
  • 22. 14 Motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam menghadapi situsi kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang yang terarah untuk mencapai tujuan pendidikan. C. Meclelland mengatakan dalam bukunya Anwar Prabu berpendapat bahwa “ada hubungan yang fositif antara motif berprestasi dengan pencapaian kinerja.”16 Guru sebagai pendidik memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. Guru harus menyadari bahwa ia hars mengerjakan tugasnya tersebut dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab, ikhlas dan tidak asal-asalan, sehingga siswa dapat dengan mudah menerima apa saja yang disampaikan oleh gurunya. Jika ini tercapainya maka guru akan memiiki tingkat kinerja yang tinggi. Selanjutnya MeClelland mengemukakan 6 krakteristik dari guru yang memiliki motif berprestasi tinggi Yaitu: 1. Memiliki tanggung jawab pribadi tinggi 2. berani mengambil resiko 3. memiliki tujuan yang realistis 4. Memanfaatkan rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi tujuannya. 5. Meanfaatkan umpan balik yang kongkret dalam seluruh kegiatan kerja yang dilakukannya. 6. mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.17 Membicarakan kinerja mengajar guru, tidak dapat dipisahkan faktor-faktor pendukung dan pemecah masalah yang menyebabkan terhambatnya pembelajaran secara baik dan benar dalam rangka pencapaian tujuan yang diharapkan guru dalam mengajar. Adapun faktor yang mendukung kinerja guru dapat digolongkan ke dalam dua macam yaitu:16 A.A Anwar Prabu, Manajemen Sumber…, h. 6817 A.A Anwar Prabu, Manajemen Sumber…, h.68
  • 23. 15a. Faktor dari dalam sendiri (intern) Di antara faktor dari dalam diri sendiri (intern) adalah 1) Kecerdasan Kecerdasan memegang peranan penting dalam keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas. Semakin rumit dan makmur tugas-tugas yang diemban makin tinggi kecerdasan yang diperlukan. Seseorang yang cerdas jika diberikan tugas yang sederhana dan monoton mungkin akan terasa jenuh dan akan berakibat pada penurunan kinerjanya 2) Keterampilan dan kecakapan Keterampilan dan kecakapan orang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan dari berbagai pengalaman dan latihan. 3) Bakat Penyesuaian antara bakat dan pilihan pekerjaan dapat menjadikan seseorang bekarja dengan pilihan dan keahliannya. 4) Kemampuan dan minat Syarat untuk mendapatkan ketenangan kerja bagi seseorang adalah tugas dan jabatan yang sesuai dengan kemampuannya. Kemampuan yang disertai dengan minat yang tinggi dapat menunjang pekerjaan yang telah ditekuni 5) Motif Motif yang dimiliki dapat mendorong meningkatkannya kerja seseorang 6) Kesehatan Kesehatan dapat membantu proses bekerja seseorang sampai selesai. Jika kesehatan terganggu maka pekerjaan terganggu pula. 7) Kepribadian Seseorang yang mempunyai kepribadian kuat dan integral tinggi kemungkinan tidak akan banyak mengalami kesulitan dan
  • 24. 16 menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan interaksi dengan rekan kerja ang akan meningkatkan kerjanya. 8) Cita-cita dan tujuan dalam bekerja Jika pekerjaan yang diemban seseorang sesuai dengan cita-cita maka tujuan yang hendak dicapai dapat terlaksanakan karena ia bekerja secara sungguh-sungguh, rajin, dan bekerja dengan sepenuh hati. b. Faktor dari luar diri sendiri (ekstern) Yang termasuk faktor dari luar diri sendiri (ekstern) diantaranya: 1) Lingkungan keluarga Keadaan lingkungan keluarga dapat mempengaruhi kinerja seseorang. Ketegangan dalam kehidupan keluarga dapat menurunkan gairah kerja. 2) Lingkungan kerja Situasi kerja yang menyenangkan dapat mendorong seseorang bekerja secara optimal. Tidak jarang kekecewaan dan kegagalan dialami seseorang di tempat ia bekerja. Lingkungan kerja yang dimaksud di sini adalah situasi kerja, rasa aman, gaji yang memadai, kesempatan untuk mengembangan karir, dan rekan kerja yang kologial. 3) Komunikasi dengan kepala sekolah Komunikasi yang baik di sekolah adalah komunikasi yang efektif. Tidak adanya komunikasi yang efektif dapat mengakibatkan timbulnya salah pengertian 4) Sarana dan prasarana Adanya sarana dan prasarana yang memadai membantu guru dalam meningkatkan kinerjanya terutama kinerja dalam proses mengajar mengajar.18 18 Kartono Kartini, Menyiapkan dan memadukan Karir, (Jakarta: CV Rajawali, 1985), h.22.
  • 25. 17 5) Kegiatan guru di kelas Peningkatan dan perbaikan pendidikan harus dilakukan secara bertahap. Dinamika guru dalam pengembangan program pembelajaran tidak akan bermakna bagi perbaikan proses dan hasil belajar siswa, jika manajemen sekolahnya tidak memberi peluang tumbuh dan berkembangnya kreatifitas guru. Demikian juga penambahan sumber belajar berupa perpustakaan dan laboratorium tidak akan bermakna jika manajemen sekolahnya tidak memberikan perhatian serius dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar tersebut dalam proses belajar mengajar. Menurut Dede Rosyada dalam bukunya Paradigma Pendidikan Demokratis bahwa kegiatan guru di dalam kelas meliputi: a) Guru harus menyusun perencanaan pembelajaran yang bijak b) Guru harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa- siswanya c) Guru harus mengembangkan strategi pembelajaran yang membelajarkan d) Guru harus menguasai kelas e) Guru harus melakukan evaluasi secara benar.19 6) Kegiatan guru di sekolah antara lain yaitu: Berpartisipasi dalam bidang administrasi, di mana dalam bidang administrasi ini para guru memiliki kesempatan yang banyak untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan sekolah antara lain: a) Mengembangkan filsafat pendidikan b) Memperbaiki dan menyesuaikan kurikulum c) Merencanakan program supervisi d) Merencanakan kebijakan-kebijakan kepegawaian.20 19 Dede Rosyada, Paradigma Pendidikan Demokratis: Sebuah Model PelibatanMasyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan, (Jakarta:PT Kencana, 2004), h. 122. 20 M. Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Jakarta: RemajaRosdakarya, 2003), h. 144-150.
  • 26. 18 Semua pekerjaan itu harus dikerjakan bersama-sama antara guru yang satu dengan yang lainnya yaitu dengan cara bermusyawarah. Untuk meningkatkan kinerja, para guru harus melihat pada keadaan pemimpinnya (kepsek). Jadi, dapat disimpulkan bahwa baik dan buruknya guru dalam proses belajar mengajar dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah supervisor dalam melaksanakan pengawasan atau supervisi terhadap kemampuan (kinerja guru).5. Indikator Kinerja guru Ada beberapa indikator yang dapat dilihat peran guru dalam meningkatkan kemampuan dalam proses belajar-mengajar. Indikator kinerja tersebut adalah: 1. Kemampuan merencanakan belajar mengajar Kemapuan ini meliputi: a. Menguasai garis-garis besar penyelenggaraan pendidikan. b. Menyesuaikan analisa materi pelajaran c. Menyusun program semester d. Menyusun program atau pembelajaran 2. Kemempuan melaksanakan kegiatan belajar mengajar kemampuan ini meliputi: a. Tahap pra intruksional b. Tahap intruksional c. Tahap evaluasi dan tidak lanjut 3. Kemampuan mengevaluasi Kemampan ini meliputi: a. Evaluasi normatif b. Evaluasi formatif c. Laporan hasil evaluasi
  • 27. 19 d. Pelakanaan program perbaikan dan pengayaan.21 Jadi menurut penulis, kinerja guru yang terdapat di atas merupakan indikator positif dari kinerja guru. Sedangkan kinerja guru yang bersifat negatif meliputi, guru belum menguasai penyusunan program semester, guru belum melaksanakan pra intruksional, dan guru tidak memperhatikan evaluasi yang bersifat normatif.6. Evaluasi kinerja Menurut Agus Sunyato dalam bukunya Anwar Prabu Mangkunegara mengemukakan bahwa sasaran sasaran dan evaluasi kinerja karyawan sebagai berikut: a. Membuat analisa kinerja dari waktu yang lalu secara berkesinambungan dan periodik, baik kinerja karyawan maupun kinerja organisasi b. Membuat evaluasi kebutuhan pelatihan dari para karyawan melalui audit keterampilan dan pengetahuan sehingga dapat mengembangkan kemampuan dirinya. c. Menetuka asaran dari kinerja yang akan dating dan memberikan tanggung jawab perorangan sehingga untuk periode selanjutnya jelas apa yang harus diperbuat oleh karyawan, mutu dan baku yang harus dicapai. Menemukan potensi karyawan yang berhak memperoleh promosi, dan mendasarkan hasil diskusi antara karyawan dengan pimpinannya itu untuk menyusun suatu proposal lainnya, seperti imbalan . Jadi, evaluasi kinerja merupakan sarana untuk memperbaiki mereka yang tidak melakukan tugasnya dengan baik di dalam organisasi. Banyak organisasi berusaha mencapai sasaran suatu kedudukan yang terbaik dan terpercaya dalam bidangnya. Untuk itu sangat tergantung dari para 21 Uzer, Usman, Menjadi guru professional..., h.10-19
  • 28. 20 pelaksanaannya, yaitu para karyawan agar mereka mencapai sasaran yang telah ditetapkan oleh organisasi.22 7. Langkah- Langkah Peningkatan Kinerja Dalam rangka peningkatan kinerja, paling tidak telah mengemukakan tujuh langkah yang dapat dilakukan sebagai berikut: a. Mengetahui Adanya kekurangan dalam kinerja b. Mengenai kekurangan dan tingkat keseriusan. c. Mengidentifikasikan hal-hal yang mungkin menjadi penyebab kekurangan baik yang behubungan dengan dengan pegawai itu sendiri d. Mengembamgkan rencana tindakan tersebut e. Melakukan evaluasi apakah masalah tersebut sudah terasi atau belum f. Mulai dari awal, apabila perlu. Dari peningkatan kinerja ini mempunyai hasil dalam peningkatan karena semuanya mempunyai kekurangan dan kelebihan, hal itu harus sangat berguna bagi para karyawan.23 Dari berbagai uraian teori tentang kinerja guru, maka yang dimaksud dengan kinerja guru dalam penelitian ini adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugasnya yang menghasilkan hasil yang memuaskan guna tercapainya tujuan organisasi kelompok dalam suatu unit kerja. Kinerja guru dalam penelitian ini dapat diukur berdasarkan 4 indikator, yaitu kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran, kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran, kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran, serta kinerja guru dalam disiplin tugas. 22 A.A. Anwar Prabu Mangkunegara, Evaluasi kinerja SDM, (Bandung: PT RefikaAditama, 2006) Cet ke-II, h 11-12.23 Anwar, Prabun Mangkunegara, Manajemen Kinerja. h, 22
  • 29. 21B. KERANGKA BERFIKIR Guru adalah unsur utama dalam suatu proses pendidikan. Guru berada dalam front terdepan pendidikan yang berhadapan langsung dengan peserta didik melalui proses interaksi intruksional sebagai wahana terjadinya proses pembelajaran siswa dengan nuansa pendidikan. Dalam proses pembelajaran tersebut, peserta didik akan memperoleh banyak ilmu pengetahuan, pengalaman belajar, dan hubungan sosial dengan sesama, Untuk mencapai tujuan pendidikan yakni memperoleh perubahan baik dari segi kognitif. Efektif maupun psikomotorik siswa dalam berprilaku menuju yang lebih baik. Untuk menjalankan tugasnya dengan baik, guru memerlukan kinerja yang tinggi demi tercapainya tujuan pendidikan. Tinggi rendahnya kinerja seseorang bisa dipengaruhi oleh diri-sendiri juga dari dari orang lain atau lingkngan luar. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran, kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran, kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran, serta kinerja guru dalam disiplin tugas. Terletak pada kinerja serta prestasi kerja guru-guru yang berada dalam suatu sekolah. Jadi dengan adanya kinerja guru dalam pembelajaran. Maka hasil yang menentukan dari suatu proses pendidikan adalah pendidik itu sendiri. Hal ini merupakan kinerja guru paling berkualitas setumpuk tugas serta tanggung jawab yang di embannya guru harus mampu menunjukkan bahwa guru mampu menghasilkan kinerja yang baik demi terciptanya pendidikan yang bermutu.
  • 30. 22 BAB III METODOLOGI PENELITIANA. Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru di MTs Al- Wathoniyah I. Cilungup Jakarta Timur.B. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat Penelitian dilaksanakan di MTs Al-Wathoniyah I.Cilungup Duren Sawit Jakarta Timur. Sedangkan waktu pelaksanaannya dimulai dari bulan Juli 2007 sampai dengan bulan Maret 2008.C. Metode Penelitian Dalam pembahasan skripsi ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Yaitu penelitian yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari fenomena objek yang diteliti dan dibandingkan dengan teori yang sesuai dengan masalah penelitian.D. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru di MTs Al-Wathoniyah I. Cilungup Duren Sawit yang berjumlah 18 orang guru. Karena populasi ini kurang dari 100 maka sampel dalam penelitian ini adalah semua guru yang mengajar di MTs Al-Wathoniyah I. Cilungup yang berjumlah 18 orang.
  • 31. 23E. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara penelitian lapangan, yaitu terjun langsung di lokasi penelitian untuk mendapatkan data yang diperlukan. Untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan teknik kuesioner atau angket yaitu sejumlah pernyataan tertulis yang di gunakan untuk memperoleh informasi dari responden untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kinerja guru di MTs Al- Wathoniyah I Cilungup Duren Sawit.F. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data, dalam penelitian ini berbentuk kuesioner. Selain itu juga di lakukan observasi, dengan teknik ini penulis ingin mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan akurat tentang kinerja guru di MTs Al-Wathoniyah I. yakni kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran, kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran, kineja guru dalam evaluasi pembelajaran, serta kinerja guru dalam disiplin tugas. Tabel 1 Variabel Indikator No Jumlah pernyataan pernyataan Kinerja a. Kinerja guru dalam 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 Guru perencanaan pembelajaran: 7 - Membuat RPP dan, - Menyusun program semester b. Kinerja guru dalam 8, 9, 10, 11, 10 pelaksanaan pembelajaran: 12, 13, 14, 15, - Melaksanakan post test 16, 17 - Melaksanakan penilaian setelah satuan pokok bahan selesai dipelajari siswa
  • 32. 24 c. Kinerja guru dalam evaluasi 18, 19, 20, 21, 7 pembelajaran: 22, 23, 24 - Memberikan nilai/hasil kepada siswa secara objektif - Membuat hasil laporan sekolah untuk diberikan kepada orang tua d. Kinerja guru dalam disiplin 25, 26, 27, 28, 5 tugas: 29, 30 - Peraturan yang ditetapkan sekolah - Menyelesaikan tugas yang diberikan kepada kepala sekolahG. Teknik Analisin Data Dalam pengelolaan data penulis menempuh cara sebagai berikut: 1. Editing Setelah angket diisi oleh responden dan dikembalikan kepada penulis, penulis segera meneliti kelengkapan dalam pengisian angket bila ada jawaban yang tidak di jawab, penulis menghubungi responden yang bersangkutan untuk di sempurnakan Jawabannya agar angket tersebut sah. 2. Tabulating Langkah kedua adalah pengelolaan data dengan memindahkan jawaban yang terdapat dalam angket ke dalam tabulasi atau tabel. Kemudian setelah data di olah sehingga hasil angket dinyatakan sah, maka selanjutnya melakukan analisa data dengan deskriptif kualitatif dengan presentase, maka rumus yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: Keterangan: P = f x 100 % N P = Prosentase f = Frekuensi (Jumlah jawaban responden) N = Number Of Cases (Jumlah responden)
  • 33. 253. Analiting dan Interpretasi Langkah ini adalah menganalisa data yang telah diolah secara verbal sehingga hasil penelitian mudah dipahami.4. Concluding Langkah ini adalah memberikan kesimpulan dari hasil analisa dan interpretasi data
  • 34. BAB 1V HASIL PENELITIAN Kinerja guru di MTs Al-Wathoniyah I. ini terkait dalam kinerja guru dalamperencanaan pembelajaran, kinerja guru dalam pelaksanaan guru dalampembelajaran, kinerja guru dalam evaluasi pembeajaran, serta kinerja guru daamdisiplin tugas. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, di peroleh hasil sebagaiberikutA. Kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran Tabel 2 Bapak/ibu guru membuat perencanaan pembelajaran yang hendak diberikan No Alternatif jawaban F P% soal 1 Selalu 6 33% Sering 9 50% Kadang-kadang 3 17% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam pernyataankebanyakan memilih sering berjumlah 9 orang (50%), selalu berjumlah 6 orang(33%), yang menjawab kadang-kadang berjumlah 3 orang (17%), dan tidakpernah (0 %) tidak ada yang menjawab, dari data tabel di atas dapat disimpulkanbahwa guru membuat perencanaan pembelajaran yang hendak diberikan ini
  • 35. 27terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering (50%). Gurumembuat membuat perencanaan pembelajaran yang hedak diberikan Tabel 3 Bapak/Ibu guru menyusun standar isi kurikulum sebagai acuan atau pedoman dalam pembelajaran No Alternatif F P% Soal jawaban 2 Selalu 8 44% Sering 10 56% Kadang-kadang - - Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 10 orang (56%), selaluberjumlah 8 orang (44%), yang menjawab kadang-kadang (0%) tidak ada yangmenjawab sedangkan tidak pernah juga (0%)tidak ada jawaban dari responden.Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru menyusun standar isikurikulum sebagai acuan atau pedoman dalam pembelajaran. Ini terbukti darijawaban responden yang banyak menjawab sering (56%). Guru menyusun standarisi kurikulum sebagai acuan atau pedoman dalam pembelajaran. Tabel 4 Bapak/Ibu guru membuat rumusan-rumusan tujuan pembelajaran No Alternatif Jawaban F P Soal 3 Selalu 7 39% Sering 7 39% Kadang-kadang 4 22% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden yang menjawabpernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 7 orang (39%), seringberjumlah 7 responden (39%), yang menjawab kadang-kadang berjumlah 4 orang(22%), dan tidak pernah (0%) tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel 27
  • 36. 28di atas dapat disimpulkan bahwa guru membuat rumusan-rumusan tujuanpembelajaran. Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab selaludan sering sama-sama berjumlah (39%). Guru membuat rumusan tujuanpembelajaran. Tabel 5 Bapak/Ibu guru membuat bahan ajar yang digunakan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah No soal Alternatif Jawaban F P% 4 Selalu 7 39% Sering 7 39% Kadang-kadang 4 22% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakanmemilih selalu berjumlah 7 orang (39%), seringberjumlah 7 orang (39%), yang menjawab kadang-kadang berjumlah 4 orang(22%), dan tidak pernah (0%), tidak ada jawaban dari responden. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa guru membuat RPP sebelum mengajar. Ini terbuktidari jawaban responden yang banyak menjawab selalu dan sering sama-samaberjumlah (39%). Guru membuat RPP sebelum mengajar. Tabel 6 Bapak/Ibu guru dalam membuat RPP mengalami kesulitan No Alternatif jawaban F P% soal 5 Selalu 4 22% Sering 6 33% Kadang-kadang 8 45% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 8 orang (45%), kadang-kadangberjumlah 6 orang (33%), selalu berjumlah 4 orang (22%), dan tidak pernah (0%), 28
  • 37. 29tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkanbahwa gurudalam membuat RPP mengalami kesulitan. Ini terbukti dari jawabanresponden yang banyak menjawab sering (45%). Guru membuat perencanaan ataupersiapan pembelajaran yang hendak diberikan. Tabel 7 Bapak/Ibu guru membuat bahan ajar yang digunakan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan No Alternatif Jawaban F P% soal 6 Selalu 2 11% Sering 11 61% Kadang-kadang 5 28% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih sering 11 orang (61%), kadang-kadangberjumlah 5 orang (28%), selalu 2 orang (11%), dan tidak pernah (0%) tidak adajawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa gurumembuat bahan ajar yang digunakan relevan dengan tujuan pembelajaran yangsudah dirumuskan. Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawabsering (61%). Guru membuat bahan ajar yang digunakan relevan dengan tujuanpembelajaran yang sudah dirumuskan. Tabel 8 Bapak/Ibu guru mengunakan media yang relevan dengan materi No Alternatif jawaban F P% soal 7 Selalu 18 100% Sering - - Kadang-kadang - - Tidak pernah - - Jumlah 18 100% 29
  • 38. 30 Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden menjawab pernyataankebanyakan memilih selalu berjumlah 18 orang (100%), sering tidak ada jawaban(0%), kadang-kadang (0%), tidak ada jawaban, dan tidak pernah (0%) tidak adajawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa gurumengunakan media yang relevan dengan materi. Ini terbukti dari jawabanresponden yang banyak menjawab selalu (100%). guru mengunakan media yangrelevan dengan materi.B. Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran Tabel 9 Bapak/Ibu guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai bahan pelajaran yang disampaikan No Alternatif jawaban F P% Soal 8 Selalu 4 22% Sering 11 61% Kadang-kadang 3 17% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 11orang (61%), selaluberjumlah 4 orang (22%), kadang-kadang berjumlah 3 orang (17%), dan tidakpernah (0%) tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapatdisimpulkan bahwa guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanyamengenai bahan pelajaran yang disampaikan. Ini terbukti dari jawaban respondenyang banyak menjawab sering (61%). Guru memberikan kesempatan kepadasiswa untuk bertanya mengenai bahan pelajaran yang disampaikan. 30
  • 39. 31 Tabel 10 Bapak/Ibu guru mengajukan atau melakukan post tes kepada siswa sebelum memulai pelajaran No Alternatif jawaban F P% Soal 9 Selalu 4 22% Sering 6 33% Kadang-kadang 8 45% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih kadang-kadang 8 orang (45%), sering berjumlah6 orang (33%), selalu 4orang (6%), dan tidak pernah (0%), tidak ada jawaban dariresponden. Dari data tabel di atas dapat simpulkan bahwa guru mengajukan ataumelakukan post tes kepada siswa sebelum memulai pelajaran. Tabel 11 Bapak/Ibu guru menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan No Alternatif Jawaban F P% Soal 10 Selalu 8 44% Sering 9 50% Kadang-kadang 1 6% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 9 orang (50%), selaluberjumlah 8 orang (44%), dan tidak pernah (0%), tidak ada jawaban dariresponden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa guru menguasaimateri pelajaran yang akan diajarkan. Ini tebukti dari responden yang banyakmenjawab sering (50%). Guru menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan. 31
  • 40. 32 Tabel 12 Bapak/Ibu guru mengalami kesulitan dalam menggunakan sumber metode No Alternatif Jawaban F P% soal 11 Selalu 5 28% Sering 11 61% Kadang-kadang 2 11% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 11 orang (61%), selaluberjumlah 5 orang (28%), kadang-kadang berjumlah 2 orang (11%), tidak pernah(0%),tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkanbahwa guru mengalami kesulitan dalam menggunakan sumber metode. Initerbukti dari jawaban responden menjawab sering (61%). Guru mengalamikesulitan dalam menggunakan sumber metode. Tabel 13 Bapak/Ibu guru melakukan evaluasi atau penilaian setelah satuan pokok bahan selesai di pelajari siswa No Alternatif Jawaban F P% Soal 12 Selalu 8 44% Sering 8 44% Kadang-kadang 2 11% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 8 orang (44%), seringberjumlah 8 orang (44%), kadang-kadang berjumlah 2 orang (11%), tidak pernah(0%),tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkanbahwa guru melakukan evaluasi atau penilaian setelah satuan pokok bahan di 32
  • 41. 33pelajari siswa. Ini terbukti dari jawaban responden yang menjawab selalu dansering sama-sama (44%). Guru melakukan evaluasi atau penilaian setelah satuanpokok bahan selesai di pelajari siswa. Tabel 14 Bapak/Ibu guru memberikan PR pada siswa setiap pelajaran selesai diajarkan No Alternatif F P% soal Jawaaban 13 Selalu 2 11% Sering 8 45% Kadang-kadang 8 44% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 8 orang (45%), kadang-kadangberjumlah 8 orang (44%), selalu berjumlah 2 orang (11%), dan tidak pernah (0%),tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwaguru memberikan PR pada siswa setiap pelajaran selesai diajarkan. Ini bukti darijawaban responden yang banyak menjawab sering (45%). Guru memberikan PRpada siswa setiap pelajaran diajarkan. Tabel 15 Bapak/Ibu guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan program yang guru buat No Alternatif Jawaban F P% Soal 14 Selalu 10 55% Sering 7 39% Kadang-kadang 1 6% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 10 orang (55%), sering 33
  • 42. 34berjumlah 7 orang (39%) kadang-kadang berjumlah 10 orang (1%), dan tidakpernah (0%), tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapatdisimpulkan bahwa guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan programyang guru buat. Ini terbukti dari jawaban respondenyang banyak menjawab selalu(55%). Guru melaksanakan pembelajaran sesuai denga program yang guru buat. Tabel 16 Bapak/Ibu guru memulai dan mengakhiri pelajaran tepat pada waktunya No Alternatif Jawaban F P% Soal 15 Selalu 2 11% Sering 13 72% Kadang-kadang 3 17% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 13 orang (72%), kadang-kadang berjumlah 3 orang (17%), selalu berjumlah 2 orang (11%), dan tidakpernah (0%), tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapatdisimpulkan bahwa guru memulai dan mengakhiri pelajaran tepat pada waktunya.Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering (72%). Gurumemulai dan mengakhiri pelajaran tepat pada waktunya. Tabel 17 Bapak/Ibu guru dapat mengekpresikan segenap kemampuan mengajar No Alternatif Jawaban F P% Soal 16 Selalu 18 100% Sering - - Kadang-kadang - - Tidak pernah - - Jumlah 18 100% 34
  • 43. 35 Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 18 orang (100%), sering (0%),tidak ada, kadang-kadang (0%), tidak ada jawaban,dan tidak pernah (0%), tidakada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa gurumembuat hasil laporan sekolah untuk diberikan kepada orang tua siswa. Ini buktidari jawaban responden yang banyak menjawab selalu (100%). Guru membuathasil laporan sekolah untuk diberikan kepada orang tua siswa.C. Kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran Tabel 18 Bapak/ibu guru berusaha meningkatkan kemampuan yang guru miliki di dalam pembelajaran No Alternatif Jawaban F P% Soal 17 Selalu 18 100% Sering - - Kadang-kadang - - Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih selalu 18 orang (100%), sering (0%), tidak adajawaban kadang-kadang (0%), tidak ada jawaban, dan tidak pernah (0%)jugatidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwaguru berusaha meningkatkan kemampuan yang guru miliki di dalampembelajaran. Ini terbuktu dari jawaban responden banyak menjawab selalu(100%). Guru berusaha meningkatkan kemampuan yang guru miliki di dalampembelajaran. 35
  • 44. 36 Tabel 19 Bapak/Ibu guru membuat hasil laporan sekolah untuk diberikan kepada orang tua siswa No Alternatif F P% Soal Jawaban 18 Selalu 8 44% Sering 9 50% Kadang-kadang 1 6% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 9 orang (50%), selaluberjumlah 8 orang (44%), kadang-kadang berjumlah 1 orang (6%), dan tidakpernah tidak (0%), tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapatdisimpulkan bahwa guru membuat hasil laporan sekolah untuk di berikan kepadaorang tua siswa. Ini terbukti dari jawaban responden banyak menjawab sering(59%). Guru membuat hasil laporan sekolah untuk diberikan kepada orang tuasiswa Tabel 20 Bapak/Ibu guru melaksanakan evaluasi pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan No Allternatif Jawaban F P% Soal 19 Selalu 10 56% Sering 8 44% Kadang-kadang - - Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam enjawab pernyataankebanyakan memilih selalu berjumlah 10 orang (56%), sering berjumlah 8 orang(44%), kadang-kadang (0%), tidak ada jawaban, dan tidak pernah (0%), juga tidakada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwaguru 36
  • 45. 37melaksanakan evaluasi pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab selalu (56%). Gurumelaksanakan evaluasi pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Tabel 21 Bapak/Ibu guru melakukan penjelasan materi kembali dan pemberian tugas tambahan pada siswa sebagai perbaikan No Alternatif F P% Soal Jawaban 20 Selalu 8 44% Sering 10 56% Kadang-kadang - - Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui ahwa respnden dalam menjawab pernyataankebanyakan memilih sering 10 orang (56%), selalu berjumlah 8 orang (17%),kadang-kadang (0%), tidak ada jawaban, dan tidak pernah (0%), juga tidak adajawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa gurumelakukan penjelasan materi dan pemberian tugas tambahan pada siswa sebagaiperbaikan. Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering(56%). Guru melakukan penjelasan materi kembali dan pemberian tambahan padasiswa sebagai perbaikan. Tabel 22 Bapak/melaksanakan pengajarn berupa pemberian materi bahan pelajaran dan penyelesaian tugas jika program pengajaran dianggap tercapai No Alternatif Jawaban F P% Soal 21 Selalu 12 66% Sering 3 17% Kadang-kadang 3 17% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% 37
  • 46. 38 Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 12 orang (66%), seringberjumlah 3 orang (17%), kadang-kadang berjumlah 3 orang (17%), dan tidakpernah (0%), tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapatdisimpulkan bahwa guru melaksanakan pengajaran berupa pemberian materibahan pelajaran dan penyelesaian tugas program pengajaran dianggap tercapai. Initerbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab selalu (66%). Gurumelaksanakan berupa pemberian materi bahan pelajaran dan penyelesaian tugasprogram pengajaran dianggap tercapai. Tabel 23 Bapak/Ibu guru melaksanakan evaluasi secara rutin No Alternatif Jawaban F P% Soal 22 Selalu 4 22% Sering 10 56% Kadang-kadang 4 22% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 10 orang (56%), selaluberjumlah 10 orang (56%), kadang-kadang berjumlah 4 orang (22%), , dan tidakpernah (0%), tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapatdisimpulkan bahwa guru melaksanakan evaluasi secara rutin. Ini terbukti darijawaban responden yang banyak menjawab sering (56%). Guru melaksanakanevaluasi secara rutin. 38
  • 47. 39 Tabel 24 Bapak/Ibu guru memberikan nilai kepada siswa secara objektif No Alternatif F P% Soal Jawaban 23 Selalu 14 78% Sering 4 22% Kadang-kadang - - Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden yang menjawabpernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 14 orang (78%), seringberjumlah 4 orang (22%), kadang-kadang (0%), tidak ada jawaban, dan tidakpernah (0%), jugatidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapatdisimpulkan bahwa guru memberikan kritik dan saran guna meningkatkan kualitasmengajar. Ini terbukti dari responden yang banyak menjawab selalu (78%). Gurumemberikan kritik dan saran guna meningkatkan kualitas mengajar. Tabel 25 Bapak/Ibu guru memberikan kritik dan saran guna meningkatkan kualitas mengajar No Alternatif F P% Soal Jawaban 24 Selalu 14 78% Sering 4 22% Kadang-kadang - - Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih selalu 14 orang (78%), dan yang menjawabseringada 4 (22%), kadang-kadang (0%) tidak ada jawaban, dan tidak pernah(0%), juga tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat 39
  • 48. 40disimpulkan bahwa guru memberikan kritik dan saran guna meningkatkan kualitasmengajar. Ini terbukti dari jawaban responden yang menjawab sealu (78%). Gurumemberikan kritik dan saran guna meningkatkan kualitas mengajar.D. Kinerja guru dalam disiplin tugas Tabel 26 Bapak/Ibu guru datang ke sekolah tepat pada waktunya No Alternatif Jawaban F P% Soal 25 Selalu 3 17% Sering 13 72% Kadang-kadang 2 11% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 13 orang (72%), selaluberjumlah 3 orang (17%), kadang-kadang berjumlah 11 orang (11%), dan pernahtidak (0%), tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapatdisimpulkan bahwa guru dating ke sekolah tepat pada waktunya. Ini terbukti darijawaban responden yang banyak menjawab sering (72%). Guru dating ke sekolahtepat pada waktunya. Tabel 27 Bapak/Ibu guru meninggalkan sekolah sesuai waktu yang ditentukan No Alternatif Jawaban F P% Soal 26 Selalu 9 50% Sering 6 33% Kadang-kadang 3 17% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 9 orang (50%), sering 40
  • 49. 41berjumlah 6 orang (33%), kadang-kadang berjumlah 3 orang (17%), dan tidakpernah (0%), tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapatdisimpulkan bahwa guru meninggalkan sekolah sesuai waktu yang ditentukan. Initerbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab selalu (50%). Gurumeninggalkan sekolah sesuai waktu yang telah ditentukan. Tabel 28 Bapak/Ibu guru melaksanakan semua peraturan yang telah ditetapkan sekolah No Alternatif F P% Soal jawaban 27 Selalu 3 17% Sering 11 61% Kadang-kadang 4 22% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih sering berjumlah 11 orang (61%), kadang-kadang berjumlag 4 orang (22%), selalu berjumah 3 orang (17%), dan tidakpernah (0%), tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapatdisimpulkan bahwa guru melaksanakan semua peraturan yang telah ditetapkansekolah. Ini terbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab sering(61%). Guru melaksanakan semua peraturan yang telah ditetapkan sekolah. Tabel 29 Bapak/Ibu guru jika tidak hadir ke sekolah memberikan terlebih dahulu No Alternatif F P% Soal Jawaban 28 Selalu 9 50% Sering 9 50% Kadang-kadang - - Tidak pernah - - Jumlah 18 100% 41
  • 50. 42 Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam pernyataankebanyakan memilih selalu berjumlah 9 orang (50%), sering berjumlah 9 orang(50%), kadang-kadang (0%), tidak ada jawaban, tidak pernah (0%), juga tidak adajawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkam bahwa gurujika tidak hadir di sekolah memberikan terlebih dahulu. Ini terbukti dari jawabanresponden yang banyak menjawab selaludan sering sama-sama (50%). Guru jikatidak hadir ke sekolah memberikan terlebih dahulu. Tabel 30 Bapak/Ibu guru menyelesaikan tugas yang diberikan kepala sekolah tepat waktunya No Alternatif Jawaban F P% Soal 29 Selalu 2 11% Sering 9 50% Kadang-kadang 7 39% Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawab pernyatankebanyakan memilih sering berjumlah 9orang (50%), kadang-kadang berjumlah 7orang (39%), selalu berjumlah 2 orang (11%), dan tidak pernah (0%), tidak adajawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapat disimpulkan bahwa gurumenyelesaikan tugas yang diberikan kepala sekolah tepat waktunya. Ini terbuktidari jawaban responden yang banyak menjawab sering (50%). Gurumenyelesaikan tugas yang diberikan kapala sekolah tepat waktunya. Tabel 31 Bapak/Ibu guru berusaha bekerja sebaik mungkin untuk meningkatkan kemampuan agar dapat mencapai tingkat produktivitas yang diharapkan No Alternatif F P% Soal Jawaban 30 Selalu 12 67% Sering 6 33% Kadang-kadang - - 42
  • 51. 43 Tidak pernah - - Jumlah 18 100% Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa responden dalam menjawabpernyataan kebanyakan memilih selalu berjumlah 12 orang (67%), seringberjumlah 6 orang (33%), kadang-kadang (0%), tidak ada jawaban, dan tidanpernah (0%) juga tidak ada jawaban dari responden. Dari data tabel di atas dapatdisimpulkan bahwa guru berusahan bekerja sebaik mungkin untuk meningkatkankemampuan agar dapat mencapai tingkat produktivitas yang diharapkan. Initerbukti dari jawaban responden yang banyak menjawab selalu (67%). Guruberusaha bekerja sebaik mungkin ubtuk meningkatkan kemampuan agar dapatmencapai tingkat produktivitass yang diharapkan.E. Deskripsi Data Kinerja Guru Berdasarkan hasil perhitungan dapat diperoleh data Kinerja guru dengan Skortertinggi 103, dan skor terendah 90, (Mean) nilai rata-rata 96,6. Dan simpanganbaku 0,955 peroleh data lebih lengkap lagi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 32 Distribusi Frekuensi Kinerja Guru No Kelas F Fkb Fka X Fx Interval 1 102-104 1 18 5 103 10 2 99-101 7 17 12 100 700 3 96-98 5 10 17 97 485 4 93-95 0 5 17 94 0 5 90-92 5 5 18 455 455 Total ∑f=18 ∑=485 ∑=1743 Berdasarkan penyajian data dalam tabel distribusi frekuensi dapat dilihat dari18 orang responden yanh mendapat skor dibawah rata-rata sebanyak 5 orang atau27,7. Sedangkan yang mendapat skor diatas dibawah rata-rata 13 orang atau 72,2.Dari data tersebut dapat direalisasikan dalam bentuk diagram garis sebagai berikut 43
  • 52. 44 Poligon Frekuensi 10 8 6 4 2 0 91 94 97 100 103 Diagram Garis Skor Distribusi Frekuensi Kinerja Guru dengan sumbuh horizontal diwakilkan oleh angka titik tengah masing-masing kelas. Berdasarkan diagram diatas dapat dilihat pemunculan nilai tertinggi pada batas99-101 dengan titik tengahnya (X) 100 dan frekuensi 7. Sedangkan nilai terendahpada batas kelas 0. Untuk menentukan tinggi rendahnya rata-rata tingkat KinerjaGuru dapat diperoleh dengan cara: 1. Mencari rentang nilai untuk katagori sedang diperoleh dengan cara rata-rata skor tentang kinerja guru dikurangi simpangan baku sampai dengan rata-rata skor simpangan baku hasilnya 96,6 – 0,955 = 95,645 = 96 96,6 + 0,955 = 97,845 = 98 Jadi untuk kategori sedang rentang nilainya 96 - 98 2. Menentukan nilai rata-rata untuk kategori tinggi yaitu skor yang berada diatas 98 > 99 sampai dengan skor tertinggi yaitu 99 – 103. Jadi untuk kategori skor tertinggi rentang nilaina 99 – 103. 3. Untuk menentukan rata-rata kategori rendah yaitu skor yang berada dibawah 96 atau < 95 sampai skor terendah yang di dapat. Jadi untuk kategori rendah rentang nilainya 90 – 95. 44
  • 53. 45 Lebih jelasnya di interpretasikan ke dalam: 90 – 95 adalah rata-rata tentang kinerja guru Kurang baik 96 – 98 adalah rata-rata tentang kinerja guru Cukup baik. 99 – 103 adalah rata-rata tentang kinerja guru Baik Berdasarkan ketentuan diatas dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata tentangkinerja guru dikategorikan pada rata-rata-rata Cukup baik Artinya bahwa kinerjaguru, baik dalam hal kinerja guru dalam persiapan pembelajaran, kinerja gurudalam pelaksanaan pembelajaran, kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran, sertakinerja guru dalam displin tugas. Yang dilakukan kinerja guru di MTs Al-Wathoniyah I. 45
  • 54. 46 BAB V KESIMPULAN DAN SARANA. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di MTs Al-Wathoniyah I Cilungup Jakarta-Timur, Maka secara umum Kinerja guru yang meliputi dimensi kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran, kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran, kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran, kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran, kinerja guru dalam disiplin tugas. Sudah cukup baik dengan skor 96,6. Adapun dengan melihat hasil analisis data yang disajikan pada Bab IV, maka dapat diuraikan beberapa kesimpulan, yaitu: 1. Kinerja guru di MTs Al-Wathoniyah I Cilungup. Menyangkut dimensi kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran, kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran, kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran, serta kinerja guru dalam disiplin tugas. Cukup baik dengan skor 96,6 . 2. Pada umumnya kinerja guru di MTs Al-Wathoniyah I. Cilungup sudah cukup baik karena hasil yang dicapai oleh para guru disekolah dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta disiplin tugas. Berjalan dengan tanggung jawab yang ada pada kemampuan terhadap profesi yang mempunyai nilai atau hasil prestasi kerja.
  • 55. 47 3. Pada umumnya hasil atau nilai prestasi kerja merupakan hasil kinerja para guru dalam menjalankan tugas sehingga dapat dicapai dengan hasil yang cukup baik dan efesien.B. SARAN Dari kesimpulan hasil penelitian diatas, maka peneliti mengajukan saran kepada: 1. Para guru harus dapat mempertahankan nilai prestasi kerja yang cukup baik dalam suatu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan disiplin tugas, agar hasil kinerja guru selalu meningkat dan berkompeten. 2. Para guru harus dapat mempertahankan keprofesionalannya sebagai tenaga pengajar. 3. Kepala Madrasah harus selalu memperhatikan para guru untuk mempertahankan hasil prestasi kerja yang sudah dicapai dengan nilai yang cukup baik dalam suatu kegiatan belajar mengajar.
  • 56. DAFTAR PUSTAKAAdi, Saiful, Kompetensi yang harus di miliki seorang guru”, www.saiful_adi_wordpress.com 2008Daryanto, Kamus Bahasa Indonesia Lengkap, Surabaya: PT Apollo.Kartini, Kartono, Menyiapkan Memadukan Karir, Jakarta: CV Rajawali, 1985.Mangkunegara, AA. Anwar Prabu, Evaluasi Kinerja SDM, Bandung: PT Refika Aditema, Cet. Ke-10, 2006Mangkunegara, AA. Anwar Prabu, Manajemen sumber data perusahaan, Bandung:PT Refika Aditema 2004Peraturan Pemerintah RI No. 19 Tahun 2005, Tentang Standar Nasional Pendidikan, Jakarta CV. Eko Jaya, 2005Purwanto, M. Ngalim, Administrasi Pendidikan, Jakarta: PT Remaja Rosdakarya, 2002Prabu, A.A Mangkunegara Anwar, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bandung: PT. Rosdakarya, 2000Rosyada, Dede, Paradigma Pendidikan, Demokratis sebuah model perlibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan, Jakarta: PT Kencana, 2004Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Skripsi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2007Simanjutak, Payaman J, Manajemen Evaluasi Kinerja, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2005Sukadi, Guru Powerfull Guru Masa Depan, Bandung: Kholbu, 2001Suryo, Subroto, B, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Jakarta: Rineka Cipta, 1997Tim penyusun, Pedoman Penulisan Skripsi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta 2007Usman, Uzer, Menjadi Guru Professional, Bandung: PT Rosdakarya, 2002Undang-undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005, Sinar Grafika, 2006
  • 57. Undang-undang RI, Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Sinar Grafika, 2006Wibowo, Mungin Edy, ”Sertifikasi Profesi Pendidik”, www. suara merdeka.com 2008

Related Documents