Template NASKAH AKADEMIK PROGRAM D1 AGRIBISNIS TERNAK AYAM Pend...
adalah produk dari ternak Ayam (ayam) yang berupa daging dan telur. Tingginyatingkat konsumsi produk ayam ini berimbas ter...
Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional, tercantum bahwa Pemerintah dan Pe...
Pada umumnya program pendidikan atau pelatihan dilakukan secara tatapmuka, dimana siswa berkumpul mengadakan interaksi pro...
dengan kompetensi setara D1 Agribisnis Ternak Ayam sebagai wirausahawan ternakayam. Untuk mengusahakan tercapainya ...
2. Belajar terkontrol dan terbimbing secara langsung oleh dosen, menjadi kegiatan belajar yang sepenuhnya ditentuk...
BAB II KURIKULUM DAN PROGRAM STUDI Kurikulum merupakan inti dari suatu program pendidikan. Oleh karen...
proses pembelajaran dan tool manajemen pendidikan, maka penggunaan sistemdengan teknologi Informasi, komunikasi dan teknol...
2. Peraturan Menteri Pertanian No 28/Permentan/OT.140/5/2008 tentang Penataan Kompartemen dan Penataan Zona Usaha Pe...
Tabel 2.1 Kompetensi Lulusan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) ...
c. Penetapan Struktur Kurikulum Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutanmemiliki beban s...
Tabel. Sebaran Matakuliah, Bahan Kajian dan Silabus JmlNo Kode ...
dan K3LH Usaha Mengelola 2. Keamanan Keselamatan Kerja dan ...
Peternakan Ayam ayam. (Nunung NH) ...
BAB III PENGELOLAAN SUMBER DAYA Pengelolaan sumber daya dalam penyelenggaraan Program PJJ ...
Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) adalah sebagaiberikut. ...
Tabel III.3 Data Pendukung Tenaga Administrasi dan Penunjang Akademik Berdasakan Latar Belaka...
Tabel III.4. Rekapitulasi Data Dosen Pengembang Program Dan Bahan Ajar Berdasarkan Jabatan Fungsio...
Tabel III.6. Rekapitulasi Data Sumber Daya Manusia Pengolah Bahan Ajar Fakultas Peternakan Universitas Jend...
Dalam rangka memelihara kesesuaian bahan ajar dengan kebutuhan peserta didikdalam satu sisi, serta ketepatan dan kesesuaia...
tutorial tatap muka dan online, praktik, praktikum, telekonferensi, konseling, suratmenyurat elektronik, dan penilaian has...
No. Nama Sarana / Prasarana Jumlah Kapasitas Lokasi ...
JML TUTOR UNTUK TUTORIAL JUMLAH TUTOR UNTUKNO. MATA KULIAH TATAP MUKA, PRAKTIK, DAN ...
Konfigurasi dosen dan tenaga pendukung yang dipilih dan dilibatkan di dalam kegiatan tersebut tampak di dalam tabel b...
3. Ir. v v Roesdiyanto,MP4. Ir. I...
Roesdiyanto,M P Ir. Ibnu Hari v S2 S,MSc. Dr. ...
Kegiatan Jenjang Keahlian Institusi Asal keterangan pendidi ...
Informasi rinci mengenai perancang program, penyusun, serta pengembang, produser, dan distributor bahan ajar disajikan d...
Sumber daya pada Perguruan Tinggi menjalin komunikasi dan kerjasama dengan instansi lain yang tergabung di dalam kerjsam...
kreativitas dan ketekunan mahasiswa itu sendiri. Disamping itu mahasiswa diwajibkanuntuk memberntuk kelompok kecil berangg...
B. Program Pembekalan Belajar Mandiri Untuk membantu keberhasilan mahasiswa dalam belajar mandiri, pada awalsemester...
1. Tutorial Tatap Muka Kegiatan tutorial tatap muka dailaksanakan saat resedensial di masing-masingperguruan tinggi ...
Pengembangan bahan ajar dilakukan dengan mengikuti prosedur berikut :1. Pengembangan rencana mata kuliah,yang terdiri dari...
Mandiri/TM)). Nilai tutorial ditentukan oleh nilai tugas tutorial dan partisipasi mahasiswa dalam tutorial. Nilai tugas ...
pada masa residensial. Sementara pada masa sertifikasi merupakan praktik yang mengacu pada dasar kemampuan dalam penguas...
Kelulusan Mahasiswa Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) dinyatakan lulus ap...
BAB VII PENDANAAN PROGRAM STUDI Perencanaan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pend...
2. Rekrutmen dan penataran tutor 3. Koordinasi pelaksanaan program 4. Monitoring dan evaluasi3. Dana Operasional dan p...
e. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no 69 / MEN/III/V/2004 tentang tata Cara Penetapan Standar Kompe...
PROGRAMNO. STRATEGI KEBIJAKAN RENCANA OPERASIONAL PERIORITAS Pendidikan ...
PROGRAM NO. STRATEGI KEBIJAKAN RENCANA OPERASIONAL PERIORITAS ...
a) Staf Pengajar Tetap Dan Pengembangannya Jumlah staf pengajar pada Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam ...
Untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan staf pengajar tetap dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada ...
Tabel ….. Jumlah Staf Administrasi dan Pembantu Pelaksana berdasarkankualifikasi pendidikan dan pengembangannya Pada ...
Tabel ……. Jumlah Staf Administrasi dan Pembantu Pelaksana yang mengikuti program pendidikan dan la...
BAB XI KERJASAMA DENGAN INSTANSI LAIN/KEMITRAAN Kerjasama antar instansi dilaksanakan untuk memperlancar p...
Kemitraan pada Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) telah mulai dirintis pada 20...
Naskah akademik program pjj d1 (draft) ayam fapet unsoed,okey
Naskah akademik program pjj d1 (draft) ayam fapet unsoed,okey
Naskah akademik program pjj d1 (draft) ayam fapet unsoed,okey
Naskah akademik program pjj d1 (draft) ayam fapet unsoed,okey
Naskah akademik program pjj d1 (draft) ayam fapet unsoed,okey
Naskah akademik program pjj d1 (draft) ayam fapet unsoed,okey
Naskah akademik program pjj d1 (draft) ayam fapet unsoed,okey
of 54

Naskah akademik program pjj d1 (draft) ayam fapet unsoed,okey

Published on: Mar 3, 2016
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Naskah akademik program pjj d1 (draft) ayam fapet unsoed,okey

  • 1. Template NASKAH AKADEMIK PROGRAM D1 AGRIBISNIS TERNAK AYAM Pendidikan Vokasi Berkelanjutan Model Pendidikan Jarak jauh BAB I PENDAHULUANBerdasarkan data BPS tahun 2009, pada Januari 2009 ada 9,26 juta jiwa (8,14%)angkatan kerja yang menganggur dan sebagian di antaranya adalah masyarakatterdidik berpendidikan setingkat SLTA dan Perguruan Tinggi yaitu sebanyak 4,5 jutaorang. Menurut Ciputra (2008) pada tahun 2005/2006 terdapat 323.902 lulusanPerguruan Tinggi, namun daya serapnya sampai tahun 2007 hanya mencapai 740.000.Pada akhir 2007 ada pengangguran terdidik sebanyak 9,88 persen atau terjadikenaikan pengangguran sebanyak 26% setiap tahunnya. Realita tersebut menunjukkanbahwa tingkat pengangguran di Indonesia sangat tinggi. Tingginya angkapengangguran dan sangat terbatasnya lapangan kerja yang ada, nampaknyamenyadarkan pemerintah untuk membuka seluasnya-luasnya pendidikan tinggi yangberorientasi sebagai pencipta kerja ( job creator ).Pendidikan vokasi merupakan salah satu kunci jawaban agar tercapainya tujuanbahwa di tahun 2014 dihasilkan lulusan siap kerja dan menjadiusahawan/wirausahawan sebanyak 20%, sedangkan pada tahun 2010 baru tercapai0,18% lulusan yang menjadi wirausahawan agar mereka bisa menggerakanpertumbuhan ekonomi bangsa.Indonesia sebagai negara agraris, yang mayoritas masyarakatnya adalah petani.Selain itu daya dukung alamnya juga memang cocok untuk usaha bidang pertaniansecara luas. Peternakan merupakan salah satu sektor yang sangat dibutuhkan dalambidang pertanian. Oleh karena itu Program vokasi D1 ini menitikberatkan padabidang peternakan, khususnya ternak Ayam. Alasannya karena produk ternak Ayamtinggi nilai gizinya,banyak dikonsumsi masyarakat serta harganya sangat terjangkau 1
  • 2. adalah produk dari ternak Ayam (ayam) yang berupa daging dan telur. Tingginyatingkat konsumsi produk ayam ini berimbas terhadap terus berkembangnya industriperunggasan (terutama ayam ) di Indonesia. Perkembangan industri perAyamandiikuti dengan meningkatnya tenaga kerja profesional di bidang perAyaman. Berlatarbelakang uraian tersebut program vokasi Peternakan yang diprioritaskan untukdikembangkan terlebih………… Dalam rangka mensiasati era globalisasi, yang ditandai dengan AFTA danAFLA pada tahun 2003, masalah kualitas sumber daya manusia suatu bangsa menjadimakin penting, karena tenaga kerja yang dibutuhkan dalam era tersebut harus mampubersaing dalam pasar bebas. Karena itu perlu disiapkan tenaga kerja Indonesia yangmampu berkompetisi dengan tenaga kerja asing, yang siap dengan pengetahuan dankemampuan yang berbasis pada kompetensi dengan standar internasional, sertamampau bertindak sebaga wirausahawan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa tujuan PendirianNegara Republik Indonesia antara lain adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.Sejalan dengan itu pasal 3 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional menyatakan bahwa salah satu fungsi pendidikan nasional adalah untukmengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yangbermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Walaupun pembangunanpendidikan nasional yang dilaksanakan selama ini telah mencapai berbagaikeberhasilan, namun masih menghadapi masalah dan tantangan yang cukupkompleks. Permasalahan pendidikan dimaksud telah diidentifikasi dan dirumuskan dalamRencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2010 - 2014, yaitumeliputi:a. Masih terdapat disparitas kemerataan akses pendidikan antarprovinsi, antar kabupaten, dan antar kota yang ditunjukkan dengan adanya APK atau APM yang cukup lebar pada semua jenjang pendidikan;b. Terdapat kesenjangan partisipasi pendidikan yang terjadi antara penduduk miskin dan penduduk kaya;c. Adanya perbedaan kesempatan memperoleh pendidikan antara penduduk yang tinggal di perdesaan dan yang tinggal di perkotaan. 2
  • 3. Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional, tercantum bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhakmengarahkan, membimbing, membantu, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikansesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk mengatasi permasalahan yang masih dihadapi tersebut, RencanaStrategis Departemen Pendidikan Nasional 2010 -2014 telah merumuskan kebijakanumum pembangunan pendidikan nasional yaitu:a. Penyelenggaraan pendidikan secara terbuka dan merata untuk memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan, termasuk layanan pendidikan sepanjang hayat (life long education). Pendidikan yang terbuka juga berarti bahwa layanan pendidikan tidak hanya diselenggarakan sebagai pendidikan formal secara tatap muka, tetapi dapat dilakukan secara jarak jauh dengan menggunakan kaidah teknologi informasi dan telekomunikasi.b. Kebijakan otonomi satuan pendidikan merupakan strategi demokratisasi dalam pengelolaan pendidikan yang menekankan pada desentralisasi otoritas kepada satuan pendidikan. Otonomi satuan pendidikan bertujuan untuk mendudukkan satuan pendidikan beserta pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didiknya menjadi subyek yang mandiri, akuntabel, kreatif, dan berkewirausahaan.c. Pendidikan sebagai pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat merupakan perwujudan dari konsep pendidikan sebagai investasi modal manusia (human capital investment) untuk mendukung PuP3B. Kebijakan tersebut menjadikan pendidikan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat yang mengacu pada penyelenggaraan satuan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Kesemua usaha tersebut memfasilitasi tercapainya visi pendidikan nasionalyaitu membangun Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif, dan menjawab kebutuhantenaga kerja di bidang peternakan khusunya Agribisnis Ternak Ayam Kondisi saat ini, provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Klaten berpenduduksekitar 1.121.000 jiwa, jumlah pengangguran di Kabupaten Klaten Propinsi JawaTengah tahun 2008 sudah mencapai 50.549 juta dan 50% adalah lulusan SMA/SMKkarena tingginya biaya masuk Perguruan Tinggi. 3
  • 4. Pada umumnya program pendidikan atau pelatihan dilakukan secara tatapmuka, dimana siswa berkumpul mengadakan interaksi proses belajar mengajar,pendidikan atau pelatihan. Namun demikian terkadang muncul kendala-kendala yangtidak memungkinkan program pendidikan tatap muka dilaksanakan dengan baik.Salah satu kendala utama dalam melaksanakannya adalah lokasi geografis pesertadidik yang tersebar dan tidak berada dalam wilayah yang sama dengan satuanpendidikan atau dosen. Kendala lokasi ini mengakibatkan timbulnya ketidakefisienanbila seseorang ingin mengikuti pendidikan atau pelatihan di lokasi geografis yangjauh. Ketidakefisienan timbul antara lain adalah dalam hal waktu, biaya, narasumberdan tenaga yang harus disediakan untuk mencapai lokasi pendidikan atau pelatihan. Langkah strategis yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahankesulitan geografis tersebut, adalah dengan memanfaatkan sistem Pembelajaran jarakjauh (SPJJ) berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TIK tersebut dapatdimanfaatkan sebagai alat dalam proses pembelajaran dan alat manajemen pendidikanDengan demikian penggunaan SPJJ dengan teknologi Informasi, komunikasi danteknologi komputer serta multimedtaa adalah mutlak diterapkan pada Program D1Agribisnis Ternak Ayam. Belajar jarak jauh baik secara on-line maupun off-linemerupakan upaya yang harus dilakukan pada Program D1 TIK tersebut dapatdimanfaatkan sebagai alat dalam proses pembelajaran dan alat manajemen pendidikanDengan demikian penggunaan SPJJ dengan teknologi Informasi, komunikasi danteknologi komputer serta multimedtaa adalah mutlak diterapkan pada Program D1Agribisnis Ternak Ayam yang didukung oleh kedua teknologi yang telah diuraikansebelumnya yaitu teknologi komunikasi komputer dan teknologi multimedia, melaluiprogram pendidikan jarak jauh (PJJ). Berbekal pengalaman dan perkembangan yang terjadi pada pengelolaanProgram D1 Agribisnis Ternak Ayam Fakultas Peternakan Universitas JenderalSoedirman mulai tahun 2011 sudah melakukan rintisan program PJJ berdasarkanbimbingan dan petunjuk dari Biro Perencanaan dan Kerjasama Luarnegeri (BPKLN),DepDikNas Jakarta, dan/atau SEAMEO SEAMOLEC Jakarta. Untuk Program D3 PJJTKJ, Pola pembelajaran 2 : 2 (yang terdiri dari 2 minggu tatap muka di UniversitasJenderal Soedirman dan 1 minggu di ICT Centre, dan 1 minggu di tempat Magang).Adapun program PJJ D3-TKJ yang saat ini diselenggarakan berada di bawah programstudi Produksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Di sisilain, dengan perkembangan di berbagai bidang, dibutuhkan banyak tenaga trampil 4
  • 5. dengan kompetensi setara D1 Agribisnis Ternak Ayam sebagai wirausahawan ternakayam. Untuk mengusahakan tercapainya mutu lulusan Program D1 AgribisnisTernak Ayam sesuai dengan standar yang ditetapkan, maka DIKTI , dengandifasilitasi SEAMEO SEAMOLEC dan semua institusi yang berpartisipasi, membuatStandar Mutu Program D1 Pendidikan Vokasi Berkelanjutan. Standar Mutu inidiharapkan dapat mengakomodasi semua kepentingan para pemangku kepentingandan mencari kesepakatan yang dapat menghindari persaingan tidak sehat antarperguruan tinggi atau institusi yang lokasinya berdekatan. Diharapkan dengan adanya program D1 Pendidikan Vokasi berkelanjutandengan Model PJJ ini, secara signifikan dapat: 1. Memberikan peluang bagi masyarakat untuk memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. 2. Memberikan kesempatan setiap individu untuk memperbaharui dan meningkatkan kemampuan diri secara terus menerus. 3. Mencetak wirausahawan yang dapat menciptakan pekerjaan dan mengurangi pengangguran. Disamping ketiga hal tersebut, khusus bagi mahasiswa yang sudah bekerja,layanan pendidikan seperti ini memungkinkan untuk meningkatkan kemampuan dankualifikasinya tanpa harus meninggalkan perkerjaan mahasiswa tersebut. Penyenggaraan pendidikan dengan system jarak jauh, ternyata tidaklah mudahkarena harus melihat kepada aspek dari karakteristik yang sudah di standarisasi.Terutama kesiapan infrastruktur baik dari perguruan tinggi penyedia Program D1 PJJVokasi Berkelanjutan sebagai kampus utama maupun SMK yang memiliki programstudi sejenis sebagai sub kampus, serta peralatan yang dimiliki atau dapat diakses olehmahasiswa itu sendiri. Penyelenggaraan Program PJJ untuk D1 memerlukanperubahan paradigm yang cukup signifikan. Bagi perguruan tinggi penyelenggara PJJD1 Pendidikan Vokasi Berkelanjutan, perubahan tersebut berkaitan dengan konseppembelajaran, peran dosen, delivery system, dan infrastruktur. Sementara bagimahasiswa, perubahan paradigma itu berupa pembentukan persepsi dan kebiasaanbelajar dari pola : 1. Belajar tatap muka menjadi kegiatan belajar bermediasi teknologi 5
  • 6. 2. Belajar terkontrol dan terbimbing secara langsung oleh dosen, menjadi kegiatan belajar yang sepenuhnya ditentukan oleh diri sendiri (belajar mandiri) 3. Perilaku belajar yang kerap didominasi oleh budaya mendengar menjadi belajar yang di dominasi oleh kegiatan membaca dan mengakses informasi dari berbagai sumber, serta melakukan prkatek secara simulasi atau praktek langsung tanpa diperintah. 4. Belajar secara berkelompok dalam sebuah komunitas kelas, menjadi belajar individu di mana saja, kapan saja dengan siapa saja tanpa keterbatasan ruang dan waktu Menyadari besarnya tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan PJJ D1Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi berkelanjutan, Fakultas PeternakanUniversitas Jenderal Soedirman perlu secara terus menerus meningkatkan diri untukdapat memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi mahasiswa PJJ D1Agribisnis Ternak Ayam Program Pendidikan Vokasi Berkelanjutan Sebagai wujud keseriusan dalam melaksanakan program ini, maka FakultasPeternakan Universitas Jenderal Soedirman menyusun naskah akademik ini. Sebagaisebuah naskah akademik, dokumen ini merupakan cetak biru dan sekaligus menjadipedoman dan rujukan operasional Fakultas Peternakan Universitas JenderalSoedirman ,dalam penyelenggaraan PJJ D1 program Pendidikan VokasiBerkelanjutan. Penyusunan dokumen ini, mengacu kepada keputusan Dirjen DIKTINo. 108/DIKTI/Kep/2001 tanggal 30 April 2001 tentang pedoman pembukaanprogram studi dan atau jurusan, keputusan MenDikNas No. 107/U/2001 tanggal 2 Juli2001 tentang penyelenggaraan program pendidikan jarak jauh, serta berbagai acuanlain yang relevan. 6
  • 7. BAB II KURIKULUM DAN PROGRAM STUDI Kurikulum merupakan inti dari suatu program pendidikan. Oleh karena itu,kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan berbagai dasar pengembangankurikulum dan mengikuti langkah-langkah yang sistematis. Dalam bab ini disajikanlandasan dan langkah-langkah yang ditempuh dalam pengembangan kurikulumProgram PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan.A. Landasan Pengembangan ProgramLandasan Yuridis Kurikulum Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan VokasiBerkelanjutan dikembangkan dengan mengacu pada landasan yuridis sebagai berikut. a. Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. b. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. c. Peraturan pemerintah no 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi d. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa e. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi f. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no 69/MEN/III/V/2004 tentang tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Nasional g. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.107/U/2001 tentang Penyelenggaraan Program Pendidikan Tinggi Jarak Jauh h. Keputusan Dirjen DIKTI No. 108/DIKTI/Kep/2001 tanggal 30 April 2001 tentang pedoman pembukaan program studi dan atau jurusan i. Hasil Diskusi Kelompok Kerja Kurikulum Inti APTIKOM 2003-2005 j. Hasil Diskusi Kelompok Kerja Kurikulum Inti Program Vokasi Agribisnis Ternak AyamLandasan Akademik Kondisi saat ini, pada umumnya program pendidikan atau pelatihan dilakukansecara tatap muka, di mana mahasiswa berkumpul mengadakan interaksi prosesbelajar mengajar, pendidikan atau pelatihan. Namun demikian terkadang munculkendala-kendala yang tidak memungkinkan program pendidikan tatap mukadilaksanakan dengan baik. Salah satu kendala utama dalam melaksanakannya adalahlokasi geografis peserta didik yang tersebar dan tidak berada dalam wilayah yangsama dengan institusi pendidikan atau dosen. Kendala lokasi ini mengakibatkantimbulnya ketidakefisienan bila seseorang ingin mengikuti pendidikan atau pelatihandi lokasi geografis yang jauh. Ketidakefisienan timbul antara lain adalah dalam halwaktu, biaya, narasumber dan tenaga yang harus disediakan untuk mencapai lokasipendidikan atau pelatihan. Langkah strategis yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahankesulitan geografis tersebut, adalah dengan memanfaatkan TIK sebagai tools dalam 7
  • 8. proses pembelajaran dan tool manajemen pendidikan, maka penggunaan sistemdengan teknologi Informasi, komunikasi dan teknologi komputer serta multimediaadalah mutlak diterapkan pada dunia pendidikan. Belajar jarak jarak jauh baik secaraon-line maupun off-line merupakan upaya yang harus dilakukan pada bidangpendidikan yang didukung oleh kedua teknologi di atas yaitu teknologi komunikasikomputer dan teknologi multimedia.B. Alur Pikir Pengembangan Kurikulum Dalam mengembangkan kurikulum Kurikulum Program PJJ D1 Agribisnisternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan ditempuh langkah-langkah sebagaiberikut. a. Mengkaji kembali program studi D1 bidang Ternak Ayam yang dibutuhkan masyarakat/industri b. Mengkaji Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang ternak Ayam c. Menetapkan profil lulusan Program D3-TKJ model PJJ. d. Mengembangkan kompetensi lulusan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan. e. Mengembangkan materi kurikulum, yang mencakup materi dan rincian materi pembelajaran setiap mata kuliah, kegiatan pembelajaran, dan asesmen, berdasarkan kompetensi dan pengalaman belajar. f. Melakukan pengemasan mata kuliah. g. Mengembangkan kurikulum utuh Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi BerkelanjutanC. Kurikulum Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi BerkelanjutanTujuan Program Menciptakan tenaga profesional yang kompeten sesuai dengan standarKompetensi Nasional dan Internasional. Menciptakan tenaga profesional yangmemiliki kemampuan mengelola peternakan ayam dan mampu melakukan usahaayam,Kompetensi Lulusan Standar kompetensi yang menjadi acuan adalah Standar Kompetensi KerjaNasional Indonesia (SKKNI) dalam bidang Peternakan yang dikeluarkan olehAsosiasi dan Perusahaan yang terkait dalam bidang Peternakan Departemen TenagaKerja, Departemen Kominfo dan Departemen Pendidikan Nasional, Departemen-departemen lain yang relevan seperti Departemen Pertanian.1. Seluruh standar ini telah melalui konvensi bersama dan dinyatakan sah sebagai sebuah standar dalam bidang masing-masing. Adapun SKKNI yang digunakan dalam program D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi berkelanjutan adalah: 1. Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Kep 29/MEN/III/2010 tentang Penetapan Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Pertanian Bidang Penyuluhan Pertanian Menjadi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. 8
  • 9. 2. Peraturan Menteri Pertanian No 28/Permentan/OT.140/5/2008 tentang Penataan Kompartemen dan Penataan Zona Usaha Perunggasan 3. Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 4. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 5. Peraturan Menteri komunikasi dan informatika No 9/PER/M.KominF//02/2006 tanggal 8 Februari 2006 tentang Interkoneksi Pada dasarnya profil kompetensi lulusan Program PJJ D1 Agribisnis TernakAyam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan dengan profil lulusan Program D1Agribisnis Ternak Ayam tatap muka sama. Kompetensi D1 Agribisnis Ternak Ayamdikelompokkan ke dalam dua rumpun kompetensi utama (core-competencies).Rumpun kompetensi utama tersebut mencakup: 1. Mampu mengelola peternakan ayam 2. Mampu melakukan usaha ayamRumpun kompetensi utama Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam PendidikanVokasi Berkelanjutan tersebut merupakan dasar keahlian yang harus dikuasailulusan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan VokasiBerkelanjutan. Dari segi tataran kompetensi, SK Menteri Pendidikan Nasional No.045/U/2002 tentang Tataran Kompetensi Lulusan Program Studi di Perguruan Tinggimenyatakan bahwa kompetensi lulusan perguruan tinggi terdiri dari tiga tatarankemampuan. Ketiga tataran tersebut mencakup: (1) kompetensi utama, (2) kompetensi pendukung, dan (3) kompetensi lain. Kompetensi Utama terdiri dari perangkat kemampuan yang mutlak diperlukandalam melakukan pekerjaan sebagai wirausahawan ternak Ayam Kemampuanmelakukan agar mampu mengelola peternakan ayam dan mampu melakukan usahaayam, ini merupakan esensi yang khas dan sekaligus wajib dimiliki tenaga ahli dalambidang ternak Ayam Kompetensi Pendukung merupakan perangkat kemampuan yang berfungsiuntuk meningkatkan kemantapan pelaksanaan layanan ahli sesuai dengan jenis dankewenangannya. Penguasaan kemampuan ini mengukuhkan penguasaan kemampuanutama. Kompetensi pendukung untuk program ini adalah: Bahasa Inggris ,Pemanfaatan Web 2.0 (designing Web, Blog dll), Basis Data (Data Base), danpengembangan karakter yang kuat melalui jatidiri UNSOED dan MagangKompetensi lain merupakan kemampuan tambahan yang dapat melengkapikompetensi pelaksanaan tugas pokok agar mampu mengelola peternakan ayam danmampu melakukan usaha ayam, seperti kemampuan berkomunikasi dalam bahasaasing, kemampuan berwirausaha, dan etika profesi. Beranjak dari substansi dan tataran kompetensi tersebut, kompetensi lulusanProgram PJJ D1 Agribisnis Ternak AyamPendidikan Vokasi Berkelanjutandapat disajikan seperti pada Tabel 2.1. 9
  • 10. Tabel 2.1 Kompetensi Lulusan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) Sesuai SK Mendiknas RI No. 045/U/2002 Kurikulum Kurikulum Institusional Inti Elemen Kompetensi Kompetensi Kompetensi Pendukung Kompetensi Utama LainnyaLandasan Kepribadian Mampu melakukanPenguasaan Ilmu dan Keterampilan 2. Mampu mengelola Mampu melakukan komunikasi & interaksi denganKemampuan Berkarya interaksi langsung secara luas kelompok peternak peternakan ayamSikap dan prilaku dalam berkarya dengan dunia akademik maupun ayam, masyarakatPemahaman Kaidah Berkehidupan 3. Mampu melakukan usaha praktisi serta media internet. peternak danbermasyarakat ayam (isikan dengan komptensi dari masyarakat konsumenMempunyai jiwa berwirausahadan SEAMOLEC dan Subkampus) (isikan denganpengusaha komptensi dari SEAMOLEC dan Subkampus) 9
  • 11. c. Penetapan Struktur Kurikulum Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutanmemiliki beban studi 34 SKS. Berdasarkan ketentuan tersebut serta hasil pengemasanmata kuliah, disusunlah struktur kurikulum Program PJJ D1 Agribisnis Ternak AyamPendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks). Pada tahap awal, perancangan kurikulum Program Program PJJ D1 AgribisnisTernak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) diperuntukkan bagimasukan lulusan Program SMK yang relevan yang telah mendapat izin penyelenggaraanprogram tersebut dari Direktorat Pembinaan SMK (SMK Negeri dan RSBI). Berikut iniadalah struktur kurikulum Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam PendidikanVokasi Berkelanjutan (34 Sks) yang akan diterapkan. Berikut ini adalah contoh deskripsi mata kuliah untuk programstudi D3-TKJ model PJJ. Untuk Program PJJ D1 Agribisnis Ternak AyamPendidikan Vokasi Berkelanjutan (40 Sks) 10
  • 12. Tabel. Sebaran Matakuliah, Bahan Kajian dan Silabus JmlNo Kode Mata Kuliah Teori Prakt KOMPETENSI BAHAN KAJIAN SKS SILABUS SEMESTER I 1. Sikap dan Perilaku Bisnis 1.Mampu Mempelajari manusia sebagai mahluk budaya,manusia 2. Teknik penyampaian Melakukan Usaha dan peradaban, pengetahuan hakekat manusia dan pendapat/pesan/gagasan dan cara Peternakan Ayam pengelolaan diri, sejarah, perkembangan, visi dan misi berinteraksi yang efektif dalam1 UNO 0001 Jatidiri Unsoed 0 1 1 2. Mampu Unsoed, nilai-nilai kejuangan Panglima besar Jenderal pengelolaan usaha peternakan dan Berkomunikasi dan Soedirman,Wawasan Kebangsaan, etika, etika memasarkan ternak Bekerjasama akademik serta kesadaran hokum.(Endro Y) 3. Berani Mengambil Keputusan 3. Berjiwa Mandiri 4. Berani Menanggung Resiko 1. Sikap dan Perilaku Bisnis Mampu 2. Teknik penyampaian Mempelajari sosiologi hubungan manusia dengan memanfaatkan pendapat/pesan/gagasan dan cara masyarakat peternak dan konsumen,proaktif dalam Web Based media internet berinteraksi yang efektif dalam dunia perunggasan dalam seminar, symposium dan2 UNO 0002 1 0 1 Development dalamBerkomunik pengelolaan usaha peternakan dan sejenisnya dalam upaya menambah wawasan dan asi Dan memasarkan ternak pengalaman dalam berwirausaha dan berbisnis, Bekerjasama 3. Berani Mengambil Keputusan sehingga mampu mengembangkan usaha 4. Berani Menanggung Resiko Kandang dan peralatan kandang Mampu Pemilihan Bibit Mempelajari manajemen (perencanaan, budidaya dan3 PTD 0101 Budidaya Ayam 1 3 4 Mengelola Tatalaksana Pemeliharaan penanganan produksi) ayam niaga dan ayam Peternakan Ayam Inseminasi Buatan kampung, termasuk IB dan penetasan. (Sigit M) Bahan Pakan Mempelajari hubungan pakan dengan produksi, Mampu Nutrisi akan proyeksi kebutuhan, pergudangan dan distribusi, Manajemen4 PTD 0102 1 2 3 Mengelola Formulasi Pakan berbagai teknologi dalam pemberian pakan dan air Pakan Ayam Peternakan Ayam minum, evaluasi dalam manajemen pakan. (Moch. Mufti) Penyakit dan Pengendaliannya Mempelajari kesehatan ternak dan permasalahannya, Mampu teknik uji pemerikasaan klinik, teknik uji pemeriksaan Pengendalian5 PTD 0103 1 2 3 Mengelola nekropsi, teknik penanganan sampel, kekebalan dan Penyakit Ayam Peternakan Ayam vaksinasi dan kesehatan masyarakat veteriner. (Sufiriyanto)6 Penanganan Limbah 1 2 3 Mampu 1.Penanganan Limbah Mempelajari penanganan limbah peternakan 10
  • 13. dan K3LH Usaha Mengelola 2. Keamanan Keselamatan Kerja dan (Elly T) Ayam Peternakan Ayam Lingkungan Hidup (K3LH) 1. Mampu Mengelola Peternakan Ayam7 PTD 0104 Magang 0 6 6 2. Mampu berkomunikasi dan Bekerjasama 3. Berjiwa Mandiri8 5 16 21 JmlNo Kode Mata Kuliah Teori Prakt KOMPETENSI BAHAN KAJIAN SKS SILABUS SEMESTER II 1. Sikap dan Perilaku Bisnis 2. Teknik penyampaian 1. Mampu pendapat/pesan/gagasan dan cara Berkomunikasi berinteraksi yang efektif dalam1 UNO 0003 Bahasa Inggris 1 0 1 Dan pengelolaan usaha peternakan dan Bekerjasama memasarkan ternak 2. Berjiwa Mandiri 3. Berani Mengambil Keputusan 4. Berani Menanggung Resiko Mampu Kebijakan Pengembangan dan Izin Usaha Mempelajari cara mendirikan usaha peternakan Pengantar Usaha2 PTD 0201 1 2 3 melakukan Usaha Ayam termasuk perijinan, Peraturan UU dan kebijaksanaan Peternakan Peternakan Ayam peternakan ayam (Ibnu HS) Potensi dan Strategi Potensi dan Prospek Usaha Ayam (ras Mempelajari Potensi Ayam, dinamika permasalahan, Mampu Pengembangan dan Lokal) baik dari segi manajemen, lingkungan, pemasaran dan3 PTD 0202 1 2 3 mengelola Ternak Ayam di penanganan produk serta cara pemecahannya peternakan ayam Indonesia (Sukardi) 1. Perencanaan,Analisis dan Evaluasi Mempelajari aspek dan tahapan perencanaan usaha Mampu Perencanaan Usaha Ayam peternakan ayam, format dan pelaporan studi4 PTD 0203 1 3 4 melakukan Usaha Peternakan Ayam 2. Kemitraan kelayakan dan penyajian serta diseminasi bisnis plan Peternakan Ayam (Ismoyowati)5 PTD 0204 Analisis Usaha 0 2 2 Mampu Permodalan, Perpajakan, dan Pemasaran Mempelajari jenis dan cara pengadaan modal, Peternakan Ayam melakukan Usaha Hasil Usaha perpajakan dan marketing hasil usaha peternakan 11
  • 14. Peternakan Ayam ayam. (Nunung NH) Teknik penyampaian Mampu pendapat/pesan/gagasan dan cara Mempelajari perilaku berbisnis, cara berkomunikasi6 PTD 0205 Komunikasi Bisnis 0 2 2 Berkomunikasi berinteraksi yang efektif dalam dan melakukan transaksi bisnis (Krismiwati) dan Bekerja sama pengelolaan usaha peternakan dan memasarkan ternak Mampu Teknik beternak ayam, teknologi industry Menghayati dan mencermati serta menerapkan Praktek Usaha7 PTD 0206 0 4 4 Mengelola perunggasan dan teknik pemasaran manajemen pemeliharaan, manajemen kandang, Ayam Peternakan Ayam produk pakan, kesehatan dan pemasaran8 4 15 19 12
  • 15. BAB III PENGELOLAAN SUMBER DAYA Pengelolaan sumber daya dalam penyelenggaraan Program PJJ D1 AgribisnisTernak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (40 SKS) memerlukan perangkatsumber daya yang benar-benar handal, perangkat tersebut meliputi komponen berikut: 1. Sumber Daya Manusia, baik dosen maupun tenaga administrasi yang berperan sebagai : a. Perancang dan pengembang program b. Pengembang, pengolah, pemelihara dan pendistribusian bahan ajar c. Penyedia bantuan dan dukungan belajar mahasiswa d. Pengelolaan administrasi dan pembelajaran jarak jauh 2. Sarana kerja yang meliputi ruang dan perlengkapan pengelolaan program, baik yang berada di lembaga maupun unit pelaksana teknis (ICT center, sekolah, dan dinas provinsi/kabupaten, dan institusi lain yang bekerja sama dengan lembaga dalam peneyelenggaraan program PJJ). 3. Fasilitas belajar yang mencakup ruang dan kelengkapan belajar seperti : a. Ruang dan perlengkapan belajar, praktikum, dan ujian b. Perpustakaan c. Komputer dan internet Dari sumber daya tersebut, ada yang dimiliki oleh Universitas Jenderal Soedirmandan ada pula sumber daya yang diperoleh melalui kerjasama dengan SMK N 1 TrucukKlaten. Sumber daya ini akan didayagunakan dalam penyelenggaraan programpembelajaran Program PJJ D1 Agribisnis ternak Ayam Pendidikan VokasiBerkelanjutan (40 Sks)A. A. Sumber Daya Manusia Keseluruhan sumber daya manusia baik dosen maupun tenaga administrasi dapatmendukung perancangan pengembangan pelaksanaan dan evaluasi Program PJJ D1 10
  • 16. Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) adalah sebagaiberikut. Tabel III.1 Data Dosen Pendukung Penyelenggaraan Program Program PJJ D1Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) BerdasarkanLatar Belakang Pendidikan Program Studi D-I Agribisnis Ternak Ayam Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Tempat Kerja SARJANA MAGISTER DOKTOR Bidang Non bidang Bidang studi Non Bidang Non bidang studi bidang studi studiKampus Utama 8 2Subkampus 8Tempatmagang/industriJUMLAH 8 Tabel III.2 Data Dosen Pendukung Penyelenggaraan Program D1 Agribisnis Ternak Ayam Model PJJ Berdasarkan Jabatan Fungsional Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Tempat Jabatan Fungsional* Jumlah Kerja AA L LK GB Kampus 1 9 Utama Sub kampusTempat magang/ industri Jumlah*Ket: TP = Tenaga pengajar; AA = Asisten Ahli, L = Lektor; GB = Guru Besar 11
  • 17. Tabel III.3 Data Pendukung Tenaga Administrasi dan Penunjang Akademik Berdasakan Latar Belakang Pendidikan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Latar Belakang Pendidikan Tempat Kerja Jumlah SD SMP SMA D3 S1/D4 S2Kampus Utama Subkampus Tempat magang/industri JumlahInformasi rinci tentang nama-nama setiap dosen dan tenaga administrasi beserta latarbelakang pendidikannya tercantum pada tabel-tabel dalam lampiran 1.B. Sumber Daya Manusia Perancang Program serta Pengembang, Pengolah, dan Pendistribusi Bahan Ajar Kegiatan perancangan dan pengembangan program dan bahan ajar terdiri dari: 1. pengembangan kurikulum; 2. pengembangan bahan ajar, yang terdiri dari penulisan dan penelaahan rencana mata kuliah (peta kompetensi dan GBPP); 3. pengembangan bahan ajar baik modul elektronik/Pdf maupun noncetak, yang terdiri dari penulisan dan penelaahan bahan ajar (isi, bahasa, dan desain instruksional); 4. pengolahan hasil pengembangan bahan ajar menjadi bahan ajar siap pakai; serta 5. pendistribusian bahan ajar. Dosen dan tenaga pendukung yang dipilih dan dilibatkan dalam kegiatan tersebuttersaji dalam tabel-tabel berikut. 12
  • 18. Tabel III.4. Rekapitulasi Data Dosen Pengembang Program Dan Bahan Ajar Berdasarkan Jabatan Fungsional Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Institusi Asal JABATAN FUNGSIONAL*) JUMLAH AA L LK GB Universitas/Institut/politekni k ........ Kampus utama 1 9 Subkampus Institusi Lain (Sebutkan namanya)/tempat magang/ industri ......... ......... ....... JUMLAH 1 9*Ket: TP = Tenaga pengajar; AA = Asisten Ahli, L = Lektor; GB = Guru Besar Tabel III.5. Rekapitulasi Data Dosen Pengembang Program Dan Bahan Ajar Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman PENDIDIKAN TERAKHIR ASAL PT SARJANA MAGISTER DOKTOR JUMLAH Informati Noninfor Informa Noninfo Informa Noninfo ka matika tika rmatika tika rmatika Universitas Universitas/Institut /politeknik .... Kampus utama 8 2 Subkampus 1 7 Institusi Lain/tempat magang/industri ......... ......... JUMLAH 1 7 8 2 Bahan ajar yang telah tersusun akan diolah hingga menjadi bahan ajar siap pakaioleh tim, yang secara singkat dapat dipetakan sebagai berikut. 13
  • 19. Tabel III.6. Rekapitulasi Data Sumber Daya Manusia Pengolah Bahan Ajar Fakultas Peternakan Universitas Jenderal SoedirmanNo Kegiatan Pendidikan Tempat Ket Jenjang Keahlian Kampus Subkampus (D3 – Utama S3) 1 Bahan ajar Modul Elektronik Pengembang materi Pengembang Desain Pembelajaran Pengembang Teknis: - Ilustrator - Layouter -Proofreader/editor bahasa - Reviuwer Materi 2 Bahan Ajar non cetak Audio-visual, CAI, web- based Penulis Naskah/Story boarding/materi/perancang program Reviuwer materi Ahli media Sutradara Cameramen Programmer Bahan ajar yang telah siap pakai didistribusikan kepada dosen dan mahasiswadengan melibatkan komponen berikut.1. Dirjen PMPTK/DIKTI menyerahkan bahan ajar kepada Institusi.2. Institusi menangani dan mendistribusikan bahan ajar itu kepada seluruh subkampus atau koordinator wilayah. Di Universitas Jenderal Soedirman kegiatan itu dikoordinasikan oleh Pembantu Rektor I UNSOED Subkampus atau koordinator wilayah mendistribusikan bahan ajar kepada seluruhmahasiswa Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan VokasiBerkelanjutan (34 Sks). Informasi rinci tentang perancang program serta pengembang, produser, dandistributor bahan ajar tercantum pada tabel-tabel dalam lampiran 2.B. Sumber Daya Pemeliharaan dan Pemutakhiran Bahan Ajar 14
  • 20. Dalam rangka memelihara kesesuaian bahan ajar dengan kebutuhan peserta didikdalam satu sisi, serta ketepatan dan kesesuaian isi dengan kemajuan teknologi di sisi lain,perguruan tinggi melakukan evaluasi terhadap bahan ajar secara berkala oleh dosenpengampu mata kuliah. Hasil evaluasi digunakan sebagai bahan untuk perbaikan maupunpenyempurnaan bahan ajar. Pemutakhiran bahan ajar Modul elektronik dan bahan ajarnon cetak akan dilakukan dalam periode 1 tahun sekali (setiap akhir masa pendidikan D1). Untuk mendukung keberhasilan studi mahasiswa Program PJJ D1 AgribisnisTernak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks), Universitas JenderalSoedirman menyelenggarakan berbagai program layanan seperti residensial di kampusutama dan sub kampus (masing-masing 1 bulan, tutorial tatap muka (baik langsungmaupun video conference), praktik dan praktikum, persuratan elektronik, hingga penilaianhasil belajar. Pelaksanaan program layanan tersebut memerlukan dukungan SDM sertasarana dan prasarana baik yang dimiliki Universitas Jenderal Soedirman, maupun berbagipakai dengan instansi yang tergabung dalam kerja sama untuk Program PJJ D1Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks). Staf Dosen pada Universitas Jenderal Soedirman yang ditugaskan memelihara danmemutakhirkan bahan ajar adalah seperti berikut: TABEL III.7. Daftar Dosen Pemelihara Dan Pemutakhir Bahan Ajar Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan(34 Sks). NO NAMA MATA PENGAMPU MATA KULIAH KET KULIAH NAMA PENDIDIKAN BIDANG SATMINGKAL TERAKHIR KEAHLIANC. Sumber Daya Penyelenggaraan Pembelajaran dan Interaksi dengan Mahasiswa Dalam rangka membantu keberhasilan studi mahasiswa Program PJJ D1Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks). UniversitasJenderal Soedirman menyelenggarakan berbagai program layanan seperti residensial, 15
  • 21. tutorial tatap muka dan online, praktik, praktikum, telekonferensi, konseling, suratmenyurat elektronik, dan penilaian hasil belajar. Pelaksanaan program layanan tersebutmemerlukan dukungan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana. Sumber dayatersebut ada yang telah tersedia dan merupakan milik universitas dan ada pula yangdisediakan melalui kerja sama dengan instansi lain. Universitas Jenderal Soedirman terdiri dari kampus utama yang terletak diPurwokerto dan subkampusyang berada di Klaten, Jawa Tengah. Kampus utama danSubkampus memiliki sarana dan prasarana kerja dan fasilitas belajar mahasiswa sebagaiberikut. Tabel III.8 Sarana dan Prasarana Penunjang Penyelenggaraan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) No. Nama Sarana / Prasarana Jumlah Kapasitas Lokasi Kampus Subkamp Utama us/Industr i/tempat magang1 Ruang Kerja 4 ruang 3 orang/rua ng2 Ruang Teori 1 ruang 25 orang3 Laboratorium Software 1 ruang4 Laboratorium Hardware 15 Laboratorium Jaringan 16 Laboratorium Bahasa 17 Laboratorium Multimedia 18 Ruang Server 19 Perpustakaan 110 Kamar Mandi 411 Tempat Ibadah 112 Lapangan dan Sarana 1 Olahraga13 Ruang Adminsitrasi 1 (BAAK/BAU) 16
  • 22. No. Nama Sarana / Prasarana Jumlah Kapasitas Lokasi Kampus Subkamp Utama us/Industr i/tempat magang1 Ruang Kerja 4 ruang 3 orang/rua ng14 Ruang Dosen 1 ruang 10 orang15 Ruang Senat Mahasiswa 1 4 orang Sarana/prasarana kerja dan fasilitas belajar yang digunakan untuk mendukungpelaksanaan tutorial interaksi melalui internet, adalah sebagai berikut. TABEL III.9. REKAPITULASI DATA SARANA DAN PRASARANA TUTORIAL Universitas Jenderal Soedirman RUANG TUTORIAL TATAP MUKA FASILITAS TUTORIAL ONLINE/INTERAKSI MELALUI INTERNET Kampus utama Subkampus/industri/te JML KOMPUTER/ JML KOMPUTER/ mpat magang INTERNET DI POS INTERNET AKSES LAYANAN MAHASISWAJUMLAH DAYA JUMLAH DAYA Kampus utama Subkampus Subkam Tempat lain RUANG TAMPUNG RUANG TAMPUNG pus1 25 1 25 2 20 20 TABEL III.10. REKAPITULASI DATA DOSEN*) UNTUK TUTORIAL, PRAKTIK, DAN PRAKTIKUM Universitas Jenderal Soedirman 17
  • 23. JML TUTOR UNTUK TUTORIAL JUMLAH TUTOR UNTUKNO. MATA KULIAH TATAP MUKA, PRAKTIK, DAN TUTORIAL ONLINE KET. PRAKTIKUM KAMPUS utama Subkampus KAMPUS Utama Subka mpus 1. 2 2. Dst.*) Data tutor secara rinci tersaji pada tabel dalam lampiran 3D. SDM Perancang Program, Pengembang, Pengolah, dan Pendistribusian Bahan Ajar Kegiatan perancangan dan pengembangan program dan bahan ajar terdiri atas: 1. Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum, 2. Evaluasi dan Pengembangan bahan ajar, yang terdiri atas (penyusunan pola) penulisan dan penelaahan rencana mata kuliah, menjadi peta kompetensi dan GBPP; 3. Pengembangan bahan ajar baik Modul Elektronik maupun non cetak, terdiri atas penyusunan pola, penulisan dan, dan penelaahan bahan ajar, yang meliputi : ragam (mode), isi, bahasa, dan desain instruksional, 4. Pengolahan hasil pengembangan bahan ajar menjadi bahan ajar siap pakai, 5. Produksi dan Pendistribusian Bahan Ajar. Berbagai kegiatan tersebut dikomunikasikan dengan melibatkan para dosen, dan tenaga pendukung dari beberapa perguruan tinggi yang tergabung di kerja sama bernama”Program PJJ D1Agribisnis Ayam PendidikaVokasi Berkelanjutan”. 18
  • 24. Konfigurasi dosen dan tenaga pendukung yang dipilih dan dilibatkan di dalam kegiatan tersebut tampak di dalam tabel berikut: Tabel III. 11 Konfigurasi Data Dosen Pengembang Program dan Bahan Ajar berdasar Jabatan FungsionalNo. Nama Asal Institusi/PT Jabatan Fungsional STMIK Politeknik Universitas AA L LK GB Ir. Sigit v v Mugiyono,MS Ir. Elly Tugiyanti,MP v v Ir. Roesdiyanto,MP v v Ir. Ibnu Hari S,MSc. v v Dr. Moch.Mufti,MSi v v Ir.Imam Suswoyo,MP v v Ir. Sukardi,MS v v Dr. Ismoyowati,MP v v Ir. Endro v v Yuwono,MS Drh. Sufiriyanto,MP v V a) Asal PT, ...( STMIK, Politek, Univ...) b) Jabt Fungs,...( AA, L, LK, GB) Tabel III. 12 Konfig Data Dosen Pengembang Program dan Bahan Ajar berdasar Tingkat PendidikanNo. Nama Asal Institusi/PT Pendidikan Terakhir STMIK Politeknik Universitas Sarjana Magister Doktor1. Ir. Sigit v v Mugiyono,MS2. Ir. Elly v v Tugiyanti,MP 19
  • 25. 3. Ir. v v Roesdiyanto,MP4. Ir. Ibnu Hari v v S,MSc.5. Dr. v v Moch.Mufti,MSi6. Ir.Imam v v Suswoyo,MP7. Ir. Sukardi,MS v v8 Dr. v v Ismoyowati,MP9 Ir. Endro v v Yuwono,MS10 Drh. v v Sufiriyanto,MP a) Asal PT, ...( STMIK, Politek, Univ...) b) Pendid. Terakhir,...( Sarjana, Magister, Doktor) Tabel III. 13 Konfig Data Dosen Pengembang Program dan Bahan Ajar berdasar Latar Belakang KeahlianNo Nama Asal Institusi/PT Pendidikan Terakhir . STMI Politekni Universita Sain Tekni Pendidika Lain K k s s k n -lain Ir. Sigit v S2 Mugiyono,MS Ir. Elly v S2 Tugiyanti,MP Ir. v S2 20
  • 26. Roesdiyanto,M P Ir. Ibnu Hari v S2 S,MSc. Dr. v S3 Moch.Mufti,M Si Ir.Imam v S2 Suswoyo,MP Ir. Sukardi,MS v S2 Dr. v S3 Ismoyowati,M P Ir. Endro v S2 Yuwono,MS Drh. S2 Sufiriyanto,MP a) Asal PT, ...( STMIK, Politek, Univ...) b) Pendid. Terakhir,...( Sain, Teknik, Pendidikan, Lain2) Tabel III. 14 Konfig Data Sumber Daya Manusia Pengolah Bahan Ajar Kegiatan Jenjang Keahlian Institusi Asal keterangan pendidi kan1. Bhn Ajar Modul Elektronik,Penyusun danPengembang MateriPenyusun danPengembang Ranc.Pembelajaran 21
  • 27. Kegiatan Jenjang Keahlian Institusi Asal keterangan pendidi kanPenyusun danPengembang Teknik,layout, hingga proofreading & Reviu2. Bahan Ajar NonCetak (PPT, Web,animasi dll)Penyusun danPengembang Ranc.Pembelajaran (storyboard etc)Pemrograman danpenyajianReviu dan Revisi Bahan ajar yang telah siap pakai didistribusikan kepada dosen pengampu dan mahasiswa dengan melibatkan komponen berikut: 1) Dirjen PMPTK menyerahkan bahan ajar kepada perguruan tinggi penyelenggara, 2) Perguruan tinggi menangani dan mendistribusikan bahan ajar kepada seluruh subkampus ataupun kordinator wilayah. Pada jenjang Universitas maka, kegiatan dikordinasikan oleh Pengelola Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks), 3) Subkampus atau kordinator wilayah mendistribusikan bahan ajar kepada seluruh mahasiswa Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks). 22
  • 28. Informasi rinci mengenai perancang program, penyusun, serta pengembang, produser, dan distributor bahan ajar disajikan dalam tabel lampiran.E. Sumber Daya Bidang Keahlian Manajemen PJJ Karakteristik yang ada dari penyelenggaraan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) melibatkan SDM yang memiliki keahlian manajemen dan pembelajaran PTJJ. TABEL III.15. DAFTAR SUMBER DAYA MANUSIA YANG MEMILIKI KEAHLIAN MANAJEMEN DAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN NO. NAMA TANGGAL PENDIDIKAN BIDANG ASAL LAHIR TERAKHIR KEAHLIAN INSTANSI Ir. Sigit Magister Unggas Fapet UNSOED Mugiyono,MS Ir. Elly Magister Tugiyanti,MP Ir. Magister Roesdiyanto,MP Ir. Ibnu Hari Magister S,MSc. Dr. Moch.Mufti,MSi Ir.Imam Magister Suswoyo,MP Ir. Sukardi,MS Magister Dr. Ismoyowati,MP Ir. Endro Magister Yuwono,MS Drh. Magister Sufiriyanto,MP 23
  • 29. Sumber daya pada Perguruan Tinggi menjalin komunikasi dan kerjasama dengan instansi lain yang tergabung di dalam kerjsama penyelenggaraan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks). BAB IV PROSES PEMBELAJARAN Sistem pendidikan yang diterapka dalam Program PJJ D1 Agribisnis TernakAyam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) adalah sistem pendidikan jarak jauhdengan model hybrid. Dengan menerapkan program hybrid tersebut, mahasiswa dituntutuntuk beljar dengan memanfaatkan berbagai bahan ajar (modul elektronik, audio/visual,bahan ajar berbasis jaringan), serta mengikuti tutorial tatap muka dan online. Tutorial tatap muka dilaksanakan dengan cara residensial, mahasiswa mengikutikegiatan belajar mengajar selama satu bulan berada di kampus utama dan dan satu bulandi subkampus. Berikutnya mahasiswa mempelajari bahan ajar yang telah disediakan onlineditempat mereka masing-masing, dengan perincian setiap bulannya, mahasiswa mengikutikegiatan di sub kampus selama ….. dan kegiatan mandiri selama ….. Dalam jangka waktutersebut mahasiswa akan memperolah bantuan belajar secara online serta layanankonsultasi secara online juga. Sehingga Program PJJ D1 Agribisnis Ternak AyamPendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) ini diarahkan menjadi proses pembelajaranmandiri.A. Belajar Mandiri Belajar mandiri disini bukan berarti belajar sendiri tetapi belajar yang diprakarsaioleh diri sendiri atau kelompok. Mahasiswa dapat belajar secara individu atau dalamkelompok kecil dengan menggunakan sumber belajar dan media belajar yang tersedia.Belajar mandiri disini menitikberatkan pada motivasi intrinsik dan disiplin belajar. Untukitu mahasiswa perlu memiliki kemampuan dalam merencanakan kegiatan belajar,mempelajari bahan ajar atau sumber-sumber lain dan melaksanakan tugas sendiri.Keberhasilan mahasiswa dalam sistem belajar ini sangat dipengaruhi oleh disiplin, 24
  • 30. kreativitas dan ketekunan mahasiswa itu sendiri. Disamping itu mahasiswa diwajibkanuntuk memberntuk kelompok kecil beranggotakan 3 hingga 5 orang yang merupakanforum untuk berdiskusi antar mahasiswa dalam mengidentifikasi dan mememcahkanmasalah, sehingga oleh karenanya efektifitas belajar mandiri tersebut dapat ditingkatkan. 25
  • 31. B. Program Pembekalan Belajar Mandiri Untuk membantu keberhasilan mahasiswa dalam belajar mandiri, pada awalsemester pertama diberikan Program Pembekalan Belajar Mandiri oelh SEAMOLEC dikampus Utama. Program ini diberikan pada masa resedensial di kampus utama. Dalamprogram ini mahasiswa dibekali dengan berbagai informasi dan ketrampilan yangdiperlukan agar dapat mengikuti kegiatan belajar dengan sistem PJJ. Materi yangdiberikan dalam program ini adalah :a. Sistem Belajar Jarak Jauhb. Keterampilan Belajarc. Keterampilan memanfaatkan TIK untuk mengelola informasid. Magang dan Praktek KerjaC. Tutorial Untuk membantu mahasiswa mengatasi kesulitan yang terkait dengan penguasaanmateri mata kuliah, Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan VokasiBerkelanjutan (34 Sks) menyediakan tutorial yang wajib diikuti setiap mahasiswa.Tutorial ini adalah program bantuan dan bimbingan belajar berbentuk tatap muka saatmasa residensial dan dalam bentuk online melalui internet saat mereka harus belajarsendiri. Tutorial bertujuan memacu dan memicu proses belajar mandiri. Dalam upaya untuk membantu mahasiswa mencapai kompetensi yang bersifatketrampilan atau terapan, Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam PendidikanVokasi Berkelanjutan (34 Sks) mensyaratkan kegiatan yang bersifat praktik ataupraktikum. Praktik merupakan kegiatan belajar berupa penerapan konsep, prosedur danketrampilan dalam situasi nyata atau buatan secara terprogram dan terbimbing di tempatmahasiswa magang. Sementara praktikum berisi kegiatan pengamatan, percobaan ataupengujian konsep, prinsip atau teori yang dilaksanakan dalam laboratorium di kampusutama/subkampus/tempat magang. Untuk mata kuliah yang mensyaratkan praktek ataupraktikum, mahasiswa mendapat bimbingan intensif dari dosen dan tutor. 26
  • 32. 1. Tutorial Tatap Muka Kegiatan tutorial tatap muka dailaksanakan saat resedensial di masing-masingperguruan tinggi dan subkampus, lama dan frekuensinya diberikan sesuai dengan kreditmasing-masing mata kuliah.2. Tutorial Online Kegiatan tutorial online dilaksakan selama mahasiswa berada di tempat praktiksaat mereka jauh dari kampus. Kegiatan ini menggunakan chat group.D. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan dalam Program PJJ D1 Agribisnis Ternak AyamPendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) dirancang agar dapat dipelajari secaramandiri oleh mahasiswa. Setiap mata kuliah memiliki bahan ajar yang terdiri dari bahanajar modul elektronik, audio-visual,CAI dan berbasis jaringan .Di samping itu, bahan ajardilengkapi dengan panduan praktek atau petunjuk praktikum bagi matakuliah yangmempersyaratan praktek/praktikum. Bahan ajar dikembangan oleh penyelenggara Program PJJ D1 AgribisnisTernak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks). Paket bahan ajar dirancangdan dikembangkan secara khusus oleh tim pengembang (course team) yang melibatkanpenulis ahli materi, penelaah materi, perancang instruksional, pengembang media, editorbahasa, pengetikan dan panata perwajahan. Tim pengembang dikoordinir oleh tenagaakademik (dosen) perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai course manager. Agar dapat dipelajari secara mandiri, bahan ajar disusun dengan komponen yanglengkap. Setiap bahan ajar Modul Elektronik terdiri dari beberapa bab atau modul sesuaidengan bobot mata kuliah yang bersangkutan. Setiap sks terdiri dari 2-3 bab/modul dansetiap bab/modul terdiri dari 3 sampai 5 kegiatan belajar. Setiap bab/modul memilikistruktur sebagai berikut: Kompetensi umum, Kompetensi Khusus, kegiatan belajar,asessmen setiap kegiatan terdiri dari dari: komponen dan pengalaman belajar, materi danrinciannya, kegiatan pembelajaran, assemen dan evaluasi. 27
  • 33. Pengembangan bahan ajar dilakukan dengan mengikuti prosedur berikut :1. Pengembangan rencana mata kuliah,yang terdiri dari peta kompetensi, Garis Garis besar program pembelajaran (GBPP) atau Garis-garis besar program Media (GPPM)2. Penulisan bahan ajar modul elektronik dan atau non cetak dengan mengaju pada rencana mata kuliah.3. Penelahaan meteri, bahasa, dan desain pembelajaran.4. Pemrosesan dan produksi bahan ajar.5. Pendistribusian bahan ajar. Bahan ajar yang sudah dikembangkan secara berkala dievaluasi untukdisempurnakan lebih lanjut. Evaluasi dan penyempurnaan bahan ajar dilakukan oleh Timpengampu Mata Kuliah dari semua anggota tim yang bekerja sama.E. Evaluasi Hasil Belajar Evaluasi hasil belajar dilakukan untuk mengukur keberhasilan mahasiswa dalammenguasai kompetensi suatu mata kuliah dan atau satu program studi. Program PJJ D1....Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) mengadakan 6 jenis evaluasi hasil belajaryaitu Tes Formatif pada setiap bahan ajar secara periodik, Ujian Tengah Semester (UTS),Tugas dan Partisipasi Tutorial (tatap muka dan online), Ujian Akhir Semester(UAS),Praktek Pengalaman Kerja (Kerja Praktek) dan Praktikum, dan Ujian/tugas AkhirProgram.1. Tes di Akhir Tutorial Tatap Muka Tes ini merupakan ujian yang diberikan pada akhir tutorial tatap muka untuk setiap mata kuliah pada masa residensial. Nilai ini memberikan konstribusi sebesar 10 % terhadap nilai akhir mata kuliah.2. Tugas dan Partisipasi Tutorial On-Line Tugas tutorial (tatap muka dan on line) merupakan tugas yang diberikan tutor untuk menilai penguasaan mahasiswa atas materi mata kuliah secara utuh. Dalam satu mata kuliah terdiri atas 1 tugas tutorial tatap muka dan lima tugas tutorial online (Tutorial 28
  • 34. Mandiri/TM)). Nilai tutorial ditentukan oleh nilai tugas tutorial dan partisipasi mahasiswa dalam tutorial. Nilai tugas tatap muka dan partisipasi tutorial memberikan kontribusi sebesar 5% terhadap nilai akhir mata kuliah. Nilai tugas tutorial tatap muka ini akan digabungkan dengan nilai TM, UTS dan UAS untuk memberikan nilai akhir mata kuliah.3. Ujian Akhir Semester (UAS) Ujian Akhir Semester merupakan ujian yang harus diikuti oleh mahasiswa di akhir perkuliahan. UAS dimaksudkan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam pencapaian kompetensi satu mata kuliah. Bentuk ujian dapat berupa uraian, objektif, atau campuran antara uraian dan objektif. UAS dilaksanakan pada masa residensial semester berikutnya, yaitu pada akhir semester bulan Juni dan Desember di Subkampus SMK Muhamadiyah 2 Mertoyudan Magelang. Nilai UAS memberikan konstribusi sebesar 45% terhadap kelulusan mahasiswa dari suatu mata kuliah.4. Praktikum Praktikum merupakan unjuk kerja mahasiswa dalam rangka penerapan dan pengintegrasian pengetahuan dan ketrampilan yang telah dipunyai mahasiswa sebelumnya secara nyata dalam praktek, pembuktian dan atau penemuan suatu konsep secara ilmiah (scientific inquiry). Praktikum dilaksanakan pada masa resisdensial atau secara mandiri bekerja sama dengan mitra. Terdapat tiga komponen penilaian pada mata kuliah praktikum, yaitu : A. Pelaksanaan praktikum B. Laporan C. Tugas Tutorial On line5. Praktik Sertifikasi Praktik terdapat pada mata kuliah berpraktik dan sertifikasi yang berorientasi pada keahlian dan profesionalisme, praktik pada mata kuliah berpraktik merupakan unjuk kerja mahasiswa terhadap ilmu pengetahuan yang sudah dimiliki dan dilaksanakan 29
  • 35. pada masa residensial. Sementara pada masa sertifikasi merupakan praktik yang mengacu pada dasar kemampuan dalam penguasaan bidang studi yang berpedoman uji sertifikasi. Ada tiga komponen penilaian dalam uji praktik sertifikasi pada mata kuliah yang berorientasi pada keahlian dan profesionalisme, yaitu : a. Pelaksanaan praktik dasar uji sertifikasi. b. Nilai pra – uji sertifikasi. c. Tugas / Produk. d. UAS.F. Layanan Bantuan Belajar Disamping menyediakan tutorial tatap muka dan online sebagai layanan bantuanbelajar, program juga meyediakan layanan bantuan belajar lainnya untuk membantumahasiswa berhasil dalam belajarnya. Layanan bantuan tersebut adalah menyediakanakses terhadap media, bimbingan dan konseling serta layanan admintrasi akademik. Penyedianan akses terhadap media diberikan untuk membantu mahasiswa yangtidak memiliki sarana pribadi untuk melakukan interaksi dengan tutor melalui berbagaimedia, selain itu disediakan bantuan teknis untuk mahasiswa yang mengalami kesulitandalam menggunakan berbagai media yang tersedia. Bimbingan dan konseling merupakan layanan bantuan bagi mahasiwa yangmengalami kesulitan belajar. Selain itu, untuk membantu mahasiswa yang berkali-kalitidak lulus suatu mata kuliah, Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam PendidikanVokasi Berkelanjutan (34 Sks) menyediakan kegiatan remedial. Layanan administrasiakademik untuk membantu mahasiwa dalam melakukan kegiatan administrasi, sepertiregistrasi, pembayaran SPP, Beasiswa, pemerolehan bahan ajar, pelaksanaan ujian danpenerimaan hasil ujian. BAB V KELULUSAN 30
  • 36. Kelulusan Mahasiswa Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) dinyatakan lulus apabila telah memenuhi persyarata : Lulus semua mata kuliah yang dipersyaratkan. Lulus Mata Kuliah kompetensi utama dengan nilai > = B. Lulus Ujian Tugas Akhir >=B IPK minimal =>2,75 dan tidak ada nilai E.Sertifikasi Mahasiswa yang telah menyelesaikan program, berhak memperoleh Ijazah Diploma I beserta transkrip nilai. Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus ujian mata kuliah kompetensi bersertifikasi berhak menerima sertifikat kelulusan.Catatan :Penyerahan Ijazah dan transkrip nilai dilakukan apabila telah memenuhi semuapersyaratan administrasi. BAB VI ORGANISASI UNIT SUMBER BELAJAR UNTUK LAYANAN TEKNIS DAN LAYANAN AKADEMIS Pengembangan bahan ajar melibatkan konsorsium pengembangan bahan ajarProgram PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34Sks) yang berasal dari Universitas Jenderal Soedirman. Bagian – bagian yang terlibatdalam pengembangan bahan ajar antara lain bagian akademik, bagian e-learning, bagiancetak, bagian audio visual, bagian praktikum, bagian tutorial dan PKL. 31
  • 37. BAB VII PENDANAAN PROGRAM STUDI Perencanaan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan VokasiBerkelanjutan (34 Sks) adalah kegiatan tahap awal yang dilakukan bersama antarainstitusi penyelenggara Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan VokasiBerkelanjutan (34 Sks) dengan PEMKAB Klaten yang akan membiayai studimahasiswa. Hasil perencanaan ini akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan program.Kegiatan perencanaan ini difasilitasi oleh SEAMOLEC di tiap-tiap institusi penyelenggaraProgram PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34Sks). Perencanaan program direncanakan tiap tahun yang dimulai sebelum jadwalPembuatan Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (RAPBN). Dana DIKTImendanai angkatan pertama dan kedua Program PJJ D1 Agribisnis Ternak AyamPendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) yang selanjutnya akan berjalan secaramandiri. Pelaksanaan program melibatkan beberapa jenis pendanaan yang meliputi :1. Dana Investasi Dana investasi untuk penyelenggaraan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam. Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) berasal dari dana DIKTI 20112. Dana Operasional dan pengelolaan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks). Dana operasional dan pengelolaan penyelenggaraan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) berasal dari SPP mahasiswa dan PEMKAB Klaten Biaya oprasional pendidikan terdiri dari : 1). Biaya registrasi 2). Bahan ajar 3). Pembelajaran 4). Update system 5). Ujian 6). Sertifikasi Dana pengelolaan meliputi : 1. Rekrutmen calon mahasiswa 32
  • 38. 2. Rekrutmen dan penataran tutor 3. Koordinasi pelaksanaan program 4. Monitoring dan evaluasi3. Dana Operasional dan pemeliharaan Dana SPP/ dan sumber-sumber lain digunakan apabila dana tidak mencukupi untuk operasional penyelenggaraan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) sehingga mahasiswa harus menanggung beban biaya studi termasuk biaya pengelolaan studinya (mandiri).4. Penerimaan Eksternal Penerimaan eksternal untuk penyelenggaraan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks), dapat berasal dari sumber dana lain, selain dana SPP misalnya penerimaan dari stakeholder, industri yang membutuhkan lulusan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks), dan pemerintah daerah setempat. BAB VIII MANAJEMEN AKADEMIK8.1. Rencana Pengembangan Program StudiRencana pengembangan program studi Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam.Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) mengacu pada : a. Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. b. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. c. Peraturan pemerintah no 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi d. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional no 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi 33
  • 39. e. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no 69 / MEN/III/V/2004 tentang tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Nasional Sedangkan pengembangan kurikulum program studi Program PJJ D1 AgribisnisTernak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) mengacu pada kurikulummengikuti kebijakan rencana strategi Universitas Jenderal Soedirman yang berdasarkanpada program induk yaitu penataan sistem pendidikan tinggi :p Peningkatan RelevansiP Peningkatan Kualitas dan pemerataan pendidikan tinggi Program dasar didalam perencanaan Renstra untuk program studi Program PJJD1 Agribisnis Ternak Ayam. Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks): Besarnya penerimaan mahasiswa untuk tahun pertama sebanyak 25 mahasiswa Proses kegiatan belajar mengikuti kurikulum nasional berbasis kompetensi sesuai dengan Kepmen Diknas No. 45 tahun 2002 yang saat ini telah memasuki tahun kedelapan Adapun program prioritas yang telah dan akan berlangsung dalam rencana strategisProgram studi adalah :Program Prioritas Program Prioritas ini meliputi 3 aspek, yaitu : melaksanakan sistem manajemenpendidikan tinggi, meningkat relevansi dan kualitas pendidikan dan meningkatkan aksesdan kesetaraan pendidikan. Program ini tertera didalam rencana operasional dan strategisseperti rencana dalam tabel berikut. Tabel …….. Program strategis, strategi kebijakan dan rencana operasional PROGRAM NO. STRATEGI KEBIJAKAN RENCANA OPERASIONAL PERIORITAS A. Organisasi • Merevisi mekanisme • Merancang sistem Sistem evaluasi diri secara Informatika melalui sistem Manajemen 34
  • 40. PROGRAMNO. STRATEGI KEBIJAKAN RENCANA OPERASIONAL PERIORITAS Pendidikan berkelanjutan sebagai Manajemen database dalam Tinggi dasar perencanaan rangka mengakseleri dan dan mengembangkan mempermudah akses data dan program studi teknik informasi. Informatika • Membentuk tim dosen yang • Meningkatkan kualitas ditugaskan melakukan evaluasi manajemen program studi diri secara berkelanjutan melalui sistem dan • Melaksanakan pelatihan prosedur kerja. keterampilan komunikasi bagi • Meningkatkan fungsi dan dosen dan staf administrasi. peranan program studi teknik Informatika dalam mendukung program pendidikan, penelitian dan PKMB. Meningkatkan • Meningkatkan kualitas Meningkatkan kepakaran dosen relevansi dan dosen melalui pendidikan melalui dalam dan luar negeri yang kualitas dan pelatihan yang relevan relevan dengan bidang keahlian. pendidikan dengan program studi Meningkatkan proses pengajaran dan teknik Informatika pembelajaran yang didukung • Meningkatkan kualitas dan dengan tersedianya peralatan Lab kuantitas penelitian terapan dan bengkel dengan mendatangkan di bidang aplikasi teknik peralatan baru atau membuat Informatika yang inovasi. bermanfaat bagi • Membuat Panduan pengajaran masyarakat. job sheet Lab dan bengkel yang • Menambah fasilitas bertujuan menciptakan efesiensi pendidikan secara dan produktivitas pengajaran proporsional dan dan pembelajaran . melaksanakan kegiatan • Melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan dan perawatan dengan perawatan dalam rangka melibatkan mahasiswa dalam sustainabilitas program. mendukung sustainabilitas • meningkatkan kualitas fasilitas pembelajaran mahasiswa dengan • Melaksanakan kegiatan dilibatkan pada penelitian penelitian terapan dalam bidang dosen. Teknik Informatika. • Meningkatkan peranan dan • Melaksanakan kegiatan fungsi perusahaan yang penelitian terapan dengan bertujuan meningkatkan melibatkan sector industri kompetensi lulusan. khususnya bidang teknik meningkatkan kapasitas Informatika. laboratorium dan bengkel. • Melaksanakan kegiatan PKM 35
  • 41. PROGRAM NO. STRATEGI KEBIJAKAN RENCANA OPERASIONAL PERIORITAS dengan menggunakan sumber daya program studi teknik Informatika. • Menambah kapasitas bengkel dan lab melaui renovasi dan konstruksi bangunan lab dan bengkel yang baru. C. Meningkatkan • Meningkatkan kapasitas • Melakukan pendekatan ke akses dan mahasiswa yang akan pemerintah daerah untuk kesetaraan dalam diterima diprogram studi menyediakan beasiswa bagi pendidikan tinggi teknik informatika dengan mahasiswa berprestasi menyediakan proporsi bagi • Mengembangkan jaringan mahasiswa dari kalangan informasi dengan SMU/SMK di ekonomi lemah Kalimantan Barat • Meningkatkan proporsi • Mengembangkan program mahasiswa wanita kerjasama dengan organisasi lain • Memberikan kesempatan yang dapat menyediakan khusus bagi calon beasiswa mahasiswa berprestasi dari • Melaksanakan program daerah tanpa melalui tes penerimaan mahasiswa baru di daerah atau kabupaten. • Melaksanakan kerjasama dengan institusi lain dalam rangka meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan DIII dan pelatihan jangka pendek Manajemen Sumber Daya Untuk melaksanakan kegiatan pendidikan Program PJJ D1 Agribisnis TernakAyam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) harus didukung oleh tenaga pengajardengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan sistem tatap muka biasa. Yangterdiri dari pengajar tetap maupun pengajar tidak tetap. Tenaga pengajar untuk setiap matakuliah harus memiliki pemahaman dan persepsi yang sama terhadap mata kuliah yangdiampu. 36
  • 42. a) Staf Pengajar Tetap Dan Pengembangannya Jumlah staf pengajar pada Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) berjumlah 10 orang yang merupakan pengajar tetap dengan beban mengajar rata-rata perminggu adalah 3 jam/minggu didapat dari jumlah kelas yang ada. Tabel …… Jumlah Staf Pengajar Tetap berdadasarkan kualifikasi pendidikandan pengembangan pada kondisi Tahun 2011 PENDIDIKAN TAHUN JUMLAH S1 S2 S3 2011 10 - 8 2b) Staf Pengajar Tidak Tetap Dan Pengembangannya Jumlah staf pengajar tidak tetap untuk membantu proses belajar mengajar di program ini dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel ….. Jumlah Staf Pengajar Tidak tetap berdasarkan kualifikasipendidikan dan pengembangan pada kondisi Tahun 2011 PENDIDIKAN TAHUN JUMLAH S1 S2 S3 Perusahaan 37
  • 43. Untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan staf pengajar tetap dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada mereka unutk mengikuti pendidikan dan pelatihan, seminar, lokakarya, sertifikasi, maupun dengan melanjutkan ke jenjang pendidikan formal diatas strata yang sekarang mereka miliki. Tabel …. Jumlah Staf Pengajar yang mengikuti pendidikan dan latihan padakondisi Tahun 2010 PENDIDIKAN TAHUN JUMLAH Seminar, Sertifikasi (Nasional Diklat Lokarya maupun Internasional) 2010 10 10 8 10c) Staf Administrasi Dan Pembantu Pelaksana Serta Pengembangannya. Jumlah staf administrasi dan pembantu pelaksana Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) berjumlah 2 orang dengan beban bekerja rata-rata perminggu adalah 15 jam/minggu. Adapun jumlah dan kualifikasi pendidikan staf Administrasi dan Pembantu Pelaksana serta pengembangannya sebagaimana ditampilkan pada Tabel berikut. Tabel ….. Jumlah Staf Administrasi dan Pembantu Pelaksana berdasarkankualifikasi pendidikan dan pengembangannya Pada kondisi Tahun ............. PENDIDIKAN SMP SMU DIPLOMA SARJANA TAHUN JUMLAH CARAKA ADM PP ADM PP ADM PP 38
  • 44. Tabel ….. Jumlah Staf Administrasi dan Pembantu Pelaksana berdasarkankualifikasi pendidikan dan pengembangannya Pada kondisi Tahun …….. PENDIDIKAN TAHUN JUMLAH SMP SMU DIPLOMA SARJANA CARAKA ADM PP ADM PP ADM PPSedangkan untuk peningkatan kualitas staf administrasi dan pembantu pelaksana selainpendidikan formal juga mengikuti pendidikan informal seperti tertera pada tabel berikut. 39
  • 45. Tabel ……. Jumlah Staf Administrasi dan Pembantu Pelaksana yang mengikuti program pendidikan dan latihan Seminar Lokakarya Diklat TAHUN JUMLAH ADM PP ADM PP 2010 2 2 2 Manajemen Mutu Akademis Dalam upaya mempertahankan dan meningkatkam mutu akademik, pada ProgramPJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) yang diusulkan ini akan di terapkan sistem penilaian kinerja yang meliputi mutu dosen, kurikulumdan bahan ajar, sistem penyelenggaran pendidikan serta pelayanan administrasipendidikan. Manajemen mutu akademik akan dilaksanakan sesuai aturan yang diterapkan olehpemerintah dalam rangka mencapai mutu berdasarkan standar badan Akreditasi. 40
  • 46. BAB XI KERJASAMA DENGAN INSTANSI LAIN/KEMITRAAN Kerjasama antar instansi dilaksanakan untuk memperlancar penyelenggaraanProgram PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34Sks) di Universitas Jenderal Soedirman dilakukan dengan Depdiknas-DIKTI, DisdikProvinsi Jawa Tengah dan Disdik Kab Klaten ICT Centre, PT. Telkom, PUSTEKKOMdan SMK N1 Trucuk Klaten Kerjasama ini dilakukan dalam bentuk pemberian bantuanbelajar, layanan perpustakaan, pelaksanaan praktikum dan pemantapan pengalamanlapangan, serta penyelenggaraan evaluasi hasil belajar secara jarak jauh. Seperti halnyayang telah dilakukan oleh program studi lainnya, Universitas Jenderal Soedirman jugamenjalin kerjasama dengan SMK N1 Trucuk Klaten untuk mendukung dan menjaminkelancaran pelaksanaan kegiatan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak AyamPendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) ini. Namun Universitas Jenderal Soedirmanjuga secara periodik mengevaluasi kemitraan tersebut, untuk mencegah terjadinyakesalah-kesalahan yang tidak diinginkan Kegiatan kemitraan di Universitas Jenderal Soedirman dikoordinir olehRektor/Direktur c.q Pembantu Rektor/Pembantu Direktur I. Kegiatan promosi programyang ditawarkan ke pihak Depdiknas-DIKTI, Disdik Provinsi dan Disdik Kab/Kota, ICTCentre, PT. Telkom, PUSTEKKOM dan SMK. Tanpa keberhasilan menjalin kerjasamatersebut, maka Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan VokasiBerkelanjutan (34 Sks) tersebut sulit untuk dilaksanakan.. Kemitraan secara akademis,dalam hal ini penulisan bahan ajar, penulisan soal, dan tenaga tutor, makaFakultas/Jurusan/Program Studi Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam PendidikanVokasi Berkelanjutan (34 Sks) Universitas Jenderal Soedirman lebih memegangperanan. Pemenuhan kebutuhan fasilitas fisik (gedung) di daerah tidak akan terpenuhitanpa adanya kemitraan yang baik dengan pihak SMK dan perguruan tinggi yang adauntuk kelancaran pelaksanaan ujian dan tutorial. Untuk itu Universitas JenderalSoedirman telah menjalin kerjasama dengan Pemda terkait (Diknas/DIKTI) danSMK/ICT untuk tempat kegiatan-kegiatan lainnya seperti tempat praktek. 41
  • 47. Kemitraan pada Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) telah mulai dirintis pada 2011, dengan pemberian dana operasional dan beasiswa oleh Depdiknas-DIKTI untuk penyelenggaraan pendidikan. LAMPIRAN-LAMPIRAN Daftar Sumber Daya Pendukung Penyelenggaraan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam. Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) Universitas Jenderal Soedirman Tabel A. Daftar Dosen Pendukung Pelaksanaan Program PJJ D1 Agribisnis Ternak Ayam. Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (34 Sks) Universitas Jenderal SoedirmanNo Nama Tgl Pend. Bidang Sat Tempat Ket Lahir Terahir Keahlian Ming Kerja Kal1. Ir. Sigit 26 Magister Unggas Agustus Mugiyono,MS 1956 Ir. Elly 9 Magister Unggas Januari Tugiyanti,MP 1964 Ir. 3 Magister Unggas Agustus Roesdiyanto,MP 1953 Ir. Ibnu Hari 19 Magister Unggas Oktober S,MSc. 1961 Dr. 28 Doktor Unggas Oktober Moch.Mufti,MSi 1953 Ir.Imam 24 Magister Unggas Oktober Suswoyo,MP 1961 Ir. Sukardi,MS 6 Juni Magister Unggas 42

Related Documents