PORIFERA
Oleh:
Nur Indah M X-2/ 21
Porifera (Porus = pori , fer = membawa) adalah hewan
invertebrata yang tidak memiliki jaringan sejati (parazoa),
tanpa org...
Ciri-ciri
Cara
Hidup
dan
Habitat
Struktur
Tubuh
Sistem
Saluran
Air
Reproduksi
Klasifikasi
Peranan
• Bagian tubuh berpori-pori, disebut hewan spons
• Multiseluler Paling sederhana
• Tidak mempunyai alat pencernaan
• Memil...
• Mengambil makanan
dengan sistem saluran air
• Tubuh berbentuk simetri
radial dan asimetri
• Tubuhnya diploblastik (2
lap...
Cara Hidup dan Habitat
Porifera
Sebagian besar Porifera hidup di laut dan sebagian kecil hidup di
air tawar. Pada umumnya ...
Diantara epidermis dan koanosit terdapat lapisan
tengah berupa bahan kental yang disebut
mesoglea atau mesenkim. Di dalam ...
Lapisan Tubuh Porifera
1.Epidermis ( Lapisan terluar)
Tersusun dari sel sel berbentuk pipih dan berdinding tebal yang di
s...
Pinakosit (Pinakoderm)
Sel-sel lapisan tubuh terluar. Sel-
sel berbentuk pipih, tersusun rapat
dan berfungsi untuk melindu...
SPIKULA
Tetraxon Monaxon Poliaxon Benang SponginHexaxon/Triaxon
Koanosit
Merupakan sel-sel lapisan tubuh
paling dalam yang melapisi rongga
atrium atau spongosol. Koanosit
berbentuk agak ...
Sistem Saluran Air
Ascon
Tipe Ascon merupakan tipe Porifera yang mempunyai sistem saluran
air sederhana. Air masuk melalui...
Sycon
Tipe Sycon merupakan Porifera yang mempunyai dua tipe
saluran air, tetapi hanya radialnya yang mempunyai koanosit.
A...
Rhagon (Leucon)
Tipe Rhagon merupakan Porifera dengan tipe saluran air yang
paling kompleks/rumit. Porifera ini mempunyai ...
 Reproduksi Aseksual
Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan
gemmule. Dilakukan dengan membentuk ...
Reproduksi seksual
Pada umumnya, Porifera adalah hermafrodit (memiliki dua alat
kelamin dalam tubuhnya). Masing-masing in...
1. Aseksual :
• Kuncup
• gemmulae
2. Seksual :
• Amoebosit → arkeosit →
zigot → amfiblastula →
porifera dewasa.
Klasifikasi Porifera
Terdapat sekitar 10.000
spesies Porifera yang
sudah diidentifikasi.
Porifera dikelompokkan
menjadi em...
 Kerangka tubuh kelas Calcarea
berupa spikula seperti duri-duri
kecil dari Kalsium Karbonat
 Bunga karang dengan spikulu...
Cycon ciliantum
Clathrina Sp
HEXATINELLIDA
 Kerangka tubuh berupa
spikula yang mengandung
Silikat atau Kersik (SiO2)
 Terkenal dengan nama bunga
kara...
Hyalonema
Euplectella
Demospongia
 Kerangka tubuh terbuat dari
spongin saja/campuran spongin &
zat kersik
 Dapat hidup di air laut dan air
taw...
Callyspongia sp
Oscarella
Sclerospongiae
 Disebut juga spons
karang
 Rangka tersusun atas
kalsium karbonat
 Banyak ditemukan di
daerah terumbu ka...
Peranan Porifera bagi
Manusia
 Penyusun biodiversitas dalam lingkungan
(berperan sebagai konsumen)
 Spongia dan Hippospo...
Klasifikasi Porifera kelas X
of 30

Klasifikasi Porifera kelas X

Presentasi dalam rangka mengerjakan tugas dari guru sekaligus membagikan ilmu pada khalayak agar bermanfaat bagi khalayak Membahas mengenai seputar porifera, mulai dari ciri-ciri hingga peranan dari porifera tersebut
Published on: Mar 4, 2016
Published in: Education      
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Klasifikasi Porifera kelas X

  • 1. PORIFERA Oleh: Nur Indah M X-2/ 21
  • 2. Porifera (Porus = pori , fer = membawa) adalah hewan invertebrata yang tidak memiliki jaringan sejati (parazoa), tanpa organ dan jaringan yang terspeliasisasi, serta tubuhnya memiliki banyak pori. Animalia yang paling sederhana atau primitif.
  • 3. Ciri-ciri Cara Hidup dan Habitat Struktur Tubuh Sistem Saluran Air Reproduksi Klasifikasi Peranan
  • 4. • Bagian tubuh berpori-pori, disebut hewan spons • Multiseluler Paling sederhana • Tidak mempunyai alat pencernaan • Memiliki lubang-lubang kecil yang disebut ostium • Tidak bisa berpindah tempat (sessil) • Bagian tubuh luar tersusun dari sel pinakosit, bagian dalam tersusun dari sel koanosit, dan berflagel • Di antara pinakosit dan koanosit terdapat lapisan zat gelatin berisi sel mesagela, di dalamnya terdapat spikula yang tersusun dari protein spongin, CaCO3, silikat. Ciri-Ciri Porifera
  • 5. • Mengambil makanan dengan sistem saluran air • Tubuh berbentuk simetri radial dan asimetri • Tubuhnya diploblastik (2 lapisan), lapisan dalam (endodermis) dan luar (ektodermis) • Pernapasannya secara difusi • Pernapasannya secara difusi • Tubuh dilengkapi saluran air guna mensirkulasikan air didalam tubuhnya.
  • 6. Cara Hidup dan Habitat Porifera Sebagian besar Porifera hidup di laut dan sebagian kecil hidup di air tawar. Pada umumnya Porifera hidup di perairan yang dangkal dan jernih, namun ada pula yang hidup di perairan berpasir atau berlumpur. Porifera dewasa hidup sesil atau melekat pada suatu substrat. Porifera hidup secara heterotrof dengan memakan bakteri dan plankton.
  • 7. Diantara epidermis dan koanosit terdapat lapisan tengah berupa bahan kental yang disebut mesoglea atau mesenkim. Di dalam Mesoglea terdapat beberapa jenis sel, yaitu sel amubosit, sel skleroblas, sel arkheosit. Sel amubosit atau amuboid yang berfungsi untuk mengambil makanan yang telah dicerna di dalam koanosit. Sel skleroblas berfungsi membentuk duri (spikula) atau spongin. Spikula terbuat dari kalsium karbonat atau silikat. Sedangkan spongin tersusun dari serabut-serabut spongin yang lunak, berongga seperti spon. Sedangkan sel arkheosit berfungsi sebagai sel reproduktif, misalnya pembentuk tunas, pembentukan gamet, pembentukan bagian- bagian yang rusak dan regenerasi. Struktur Tubuh Porifera
  • 8. Lapisan Tubuh Porifera 1.Epidermis ( Lapisan terluar) Tersusun dari sel sel berbentuk pipih dan berdinding tebal yang di sebut Pinakosit 2.Endodermis ( Lapisan Dalam) Lapisan dalam yang terdiri dari sel-sel leher atau koanosit yang memiliki flagel dan berfungsi sebagai pencernaan makanan. • Oskulum : tempat keluarnya air yang berasal dari spongosol. • Mesoglea : pembatas antara lapisan dalam dan lapisan luar. • Porosit : penghubung antara pori-pori dan spongosol • Spongosol : rongga di bagian dalam tubuh porifera. • Ameboid : sel yang berfungsi mengedarkan makanan • Spikula : pembentuk/ penyusun tubuh • Flagela : alat gerak koanosit. • Koanosit : pelapis spongosol serta sebagai pencerna makanan
  • 9. Pinakosit (Pinakoderm) Sel-sel lapisan tubuh terluar. Sel- sel berbentuk pipih, tersusun rapat dan berfungsi untuk melindungi tubuh bagian dalam. Pinakosit dapat berkontraksi pada tubuh. Di dalam pinakosit terdapat ostium yang mebentuk saluran air menuju ke spongosol. Mesohil (Mesoglea) Terletak di tengah-tengah lapisan. Mesohil berupa protein bergelatin yang mengandung bahan tulang dan sel-sel ameboid yang disebut amebosit. Terdapat beberapa macam amebosit dengan fungsi berbeda, yaitu mengedarkan makanan dan oksigen, membuang partikel sisa-sia metabolisme, membuat spikula (serat spons), dan membentuk sel reproduktif.
  • 10. SPIKULA Tetraxon Monaxon Poliaxon Benang SponginHexaxon/Triaxon
  • 11. Koanosit Merupakan sel-sel lapisan tubuh paling dalam yang melapisi rongga atrium atau spongosol. Koanosit berbentuk agak lonjong, salah satu ujungnya melekat pada mesoil, ujung lainnya berada di spongosol, berflagela, dan dikelilingi oleh serangkaian penjuluran yang dilapisi oleh mukus. Koanosit berfungsi mencerna makanan secara intraseluker Tubuh porifera yang lunak dapat berdiri tegak pada substrat karena ditunjang oleh spikula dan serat organik sebagai rangkanya. Bagian tubuh Porifera yang rusak akan mengalami regenerasi menjadi utuh kembali, dikarenakan tubuh porifera yang memiliki daya regenerasi yang tinggi.
  • 12. Sistem Saluran Air Ascon Tipe Ascon merupakan tipe Porifera yang mempunyai sistem saluran air sederhana. Air masuk melalui pori-pori yang pendek, lurus ke spongocoel (rongga tubuh) lalu keluar melalui oskulum. Contoh tipe Ascon, misalnya Leucoslenia , Clatharina Blanca
  • 13. Sycon Tipe Sycon merupakan Porifera yang mempunyai dua tipe saluran air, tetapi hanya radialnya yang mempunyai koanosit. Air masuk melalui pori –pori ke saluran radial yang berdinding koanosit ’spongocoel’ keluar melalui oskulum, misalnya : Scypha , Sycon Gelati
  • 14. Rhagon (Leucon) Tipe Rhagon merupakan Porifera dengan tipe saluran air yang paling kompleks/rumit. Porifera ini mempunyai lapisan masoglea yang tebal dengan sistem saluran air bercabang-cabang. Koanosit dibatasi oleh suatu rongga yang bersilia berbentuk bulat. Air masuk melalui pori-pori saluran radial yang bercabang-cabang keluar melalui oskulum. misalnya Euspongia dan Spongida.
  • 15.  Reproduksi Aseksual Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule. Dilakukan dengan membentuk tunas pada tubuh induk, kemudian akan terbentuk koloni porifera. Fragmen-fragmen kecil melepaskan diri dari spons induk, menempel pada substrat, dan tumbuh menjadi spons baru. Reproduksi aseksual porifera air tawar dapat mengatasi kondisi lingkungan yang kering dengan pembentukan gemule ( butir benih / tunas internal), yaitu sel amebosit yang dibungkus oleh tiga lapisan kuat. Gemmule dihasilkan menjelang musim dingin di dalam tubuh Porifera yang hidup di air tawar. Gemule akan terlihat pada saat induk hancur. Jika kondisi lingkungan membaik kembali, maka lapisan pelindung pecah dan kehidupan dilangsungkan kembali. Reproduksi
  • 16. Reproduksi seksual Pada umumnya, Porifera adalah hermafrodit (memiliki dua alat kelamin dalam tubuhnya). Masing-masing individu menghasilkan sperma dan ovum. Kedua sel kelamin terbentuk dari perkembangan sel-sel amebosit atau koanosit. Sel-sel sperma dilepaskan ke dalam air, kemudian masuk ke tubuh spons lain bersama aliran air melalui ostium untuk melakukan fertilisasi. Hasil pembuahan berupa zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia. Larva tersebut akan keluar dari tubuh porifera induk melalui oskulum, kemudian melekat di dasar perairan untuk tumbuh menjadi dewasa.
  • 17. 1. Aseksual : • Kuncup • gemmulae 2. Seksual : • Amoebosit → arkeosit → zigot → amfiblastula → porifera dewasa.
  • 18. Klasifikasi Porifera Terdapat sekitar 10.000 spesies Porifera yang sudah diidentifikasi. Porifera dikelompokkan menjadi empat kelas berdasarkan penyusun kerangka tubuhnya. a. Calcarea (Calcispongiae) b. Hexactinellida (Hyalospongiae) c. Demospongiae d. Sclerospongiae
  • 19.  Kerangka tubuh kelas Calcarea berupa spikula seperti duri-duri kecil dari Kalsium Karbonat  Bunga karang dengan spikulum dari kapur  Tubuhnya berbentuk silindris dengan panjang tubuh kira-kira 2,5 cm  Dinding sel radial berflagelum untuk pencerna makanan  Makanannya berupa plankton, hewan, tumbuhan kecil, dan bahan organik  Memiliki tinggi sekitar 3-4 inci  Spikula mengadung zat kapur (CH3COOH)  Contoh : Sycon ciliantum, Clathrina, Leucosolenia
  • 20. Cycon ciliantum
  • 21. Clathrina Sp
  • 22. HEXATINELLIDA  Kerangka tubuh berupa spikula yang mengandung Silikat atau Kersik (SiO2)  Terkenal dengan nama bunga karang gelas ( Hylaspongiae)  Hidup di laut  Mempunyai spikula dengan enam jejari polong  Bentuk tubuh : silinder atau corong, datar atau bertangkai  Tipe saluran air sikonoid  Hidup di kedalaman 90 cm - 5000 m  Contoh : Hyalonema, Euplectella aspergillum
  • 23. Hyalonema
  • 24. Euplectella
  • 25. Demospongia  Kerangka tubuh terbuat dari spongin saja/campuran spongin & zat kersik  Dapat hidup di air laut dan air tawar  Bertubuh lunak karena tidak memiliki rangka dan spikula  Tipe saluran airnya leukonoid  Tinggi dan diameter ada yang mencapai lebih dari 1 m  Umumnya berwarna cerah  90% Porifera berjenis Demospongia  Contoh : Oscarella, Microciona, Cliona celata
  • 26. Callyspongia sp
  • 27. Oscarella
  • 28. Sclerospongiae  Disebut juga spons karang  Rangka tersusun atas kalsium karbonat  Banyak ditemukan di daerah terumbu karang  Diameter bisa mencapai 1 m  Contoh : Ceratoporella, Stromatospongia
  • 29. Peranan Porifera bagi Manusia  Penyusun biodiversitas dalam lingkungan (berperan sebagai konsumen)  Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi  Euspongia oficinalis : spons yang digunakan untuk mencuci  Euspongia mollisima : alat pembersih toilet yang harganya mahal  Dapat merugikan peternak karang dan tiram karena melubangi dan merusak kulit kerang