Nama : Muhamad Riski Saputra
NPM : 15213768
Kelas : 3EA33
1. Definisi Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah proses da...
5. Masalah pasar
Dengan hadirnya ajang MEA (Masyarakat ekonomi ASEAN) Tahun 2015 ini, Indonesia memiliki peluang untuk
mem...
of 2

Nama; muhamad riski saputra, npm; 15213768

Nama: Muhamad Riski Saputra
Published on: Mar 3, 2016
Published in: Economy & Finance      
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Nama; muhamad riski saputra, npm; 15213768

  • 1. Nama : Muhamad Riski Saputra NPM : 15213768 Kelas : 3EA33 1. Definisi Perilaku Konsumen Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. 2. Definisi Perilaku Produsen Perilaku produsen adalah kegiatan pengaturan produksi sehingga produk yang dihasilkan bermutu tinggi sehingga bisa di terima di masyarakat dan menghasilkan laba. 3. Ruang Lingkup Kegiatan Ekonomi Ilmu ekonomi memiliki ruang lingkup mikro dan makro sehingga mudah untuk dipelajari. Keduanya memberikan batasan dan asumsi yang jelas.  Ekonomi Mikro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari bagian-bagian kecil (aspek individual) dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Analisis dalam teori ekonomi mikro antara lain meliputi perilaku pembeli (konsumen) dan produsen secara individua dalam pasar. Sikap dan perilaku konsumen tercermin dalam menggunakan pendapatan yang diperolehnya, sedangkan sikap dan perilaku produsen tercermin dalam menawarkan barangnya. Jadi inti dalam ekonomi mikro adalah masalah penentuan harga, sehingga ekonomi mikro sering dinamakan dengan teori harga (price theory). Tujuan dan sasaran analisis ekonomi mikro lebih dititik beratkan kepada bagaimana membuat pilihan untuk; 1) mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber, dan 2) mencapai kepuasan yang maksimum.  Ekonomi Makro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian sebagai suatu keseluruhan (agregate) berkaitan dengan penggunaan faktor produksi yang tersedia secara efisien agar kemakmuran masyarakat dapat dimaksimumkan. Apabila yang dibicarakan masalah produsen, maka yang dianalisis produsen secara keseluruhan, demikian halnya jika konsumen maka yang diananlisis adalah seluruh konsumen dalam mengalokasikan pendapatannya untuk membeli barang/jasa yang dihasilkan oleh perekonomian. Demikian juga dengan variabel permintaan, penawaran, perusahaan, harga dan sebaginya. Intinya ekonomi makro menganalisis penentuan tingkat kegiatan ekonomi yang diukur dari pendapatan, sehingga ekonomi makro sering dinamakan sebagai teori pendapatan (income theory). Tujuan dan sasaran analisis ekonomi makro antara lain membahas masalah 1) sisi permintaan agregate dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi, dan 2) pentingnya kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mewujudkan prestasi kegiatan ekonomi yang diinginkan. 4. Masalah Market Price Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional di beberapa kota, melancarkan aksi mogok jualan, dan kalangan pedagang menduga ada yang bermain -misalnya menahan stok sapi untuk dilepas saat Idul Adha. Pada kuartal ketiga tahun 2015, pemerintah hanya mengimpor 50.000 ekor sapi dari Australia, dan sebagiannya tiba di pelabuhan Tanjung Priok hari Senin (10/8). Jumlah hanya seperlima dari impor kuartal kedua 2015, sejumlah 250.000 ekor. Menjelang lebaran pertengahan Juli lalu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dari Kementerian Pertanian, Muladno, mengatakan kepada BBC, bahwa pengurangan impor sudah dipertimbangkan masak-masak. Dalam perhitungannya di perusahaan-perusahaan penggemukan sapi di Indonesia, terdapat 221.000 ekor sapi. "Kalau perhitungannya sebulan 45.000, itu masih cukup untuk sampai lima bulan ke depan," kata Muladno saat itu. Namun belum sebulan, krisis daging sapi terjadi.
  • 2. 5. Masalah pasar Dengan hadirnya ajang MEA (Masyarakat ekonomi ASEAN) Tahun 2015 ini, Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan keunggulan skala ekonomi dalam negeri sebagai basis memperoleh keuntungan. Namun demikian, Indonesia masih memiliki banyak tantangan dan risiko-risiko yang akan muncul bila MEA telah diimplementasikan. Oleh karena itu, para risk professional diharapkan dapat lebih peka terhadap fluktuasi yang akan terjadi agar dapat mengantisipasi risiko-risiko yang muncul dengan tepat. Selain itu, kolaborasi yang tepat antara otoritas negara dan para pelaku usaha diperlukan, infrastrukur baik secara fisik dan social (hukum dan kebijakan) perlu dibenahi, serta perlu adanya peningkatan kemampuan serta daya saing tenaga kerja dan perusahaan di Indonesia. Jangan sampai Indonesia hanya menjadi penonton di negara sendiri di tahun 2015 mendatang. 6. Mekanisme pasar Mekanisme pasar adalah kecenderungan dalam pasar bebas untuk terjadinya perubahan harga sampai pasar menjadi seimbang(jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta). Teori ekonomi standar mengatakan bahwa meskipun pengaruh kelembagaan selain free market bisa saja menghasilkan alokasi yang efisien dan optimal. Dengan kata lain, jika pasar tidak eksis, alokasi sumber daya tidak akan terjadi secara efisien dan optimal. Dalam beberapa hal, mekanisme pasar tidak bisa bekerja secara optimal pada beberapa sumber daya alam.  Kebaikan mekanisme pasar: 1. Pasar Dapat Memberi Imformasi Yang lebih Tepat. 2. Mengembangkan Kegiatan Usaha. 3. Memperoleh Keahlian Modern. 4. Produksi Secara efisien serta efisien. 5. Pasar memberikan kebebasan yang tinggi.  Keburukan / Kelemahan dalam mekanisme pasar, yaitu : 1. Kebebasan yang tidak terbatas menindas golongan-golongan tertentu: 2. Kegiatan Ekonomi Sangat Tidak Stabil Keadannya. 3. Sistem Pasar Dapat Menimbulkan Monopoli.. 4. Mekanisme pasar tidak dapat menyediakan beberapa jenis barang secara efisien. 5. Kegiatan konsumen dan produsen mungkin menimbulkan “eksternalitas” yang Merugikan.

Related Documents