ALIEF NURUL MALIK (04)
EKA SEPTIANA PRATIWI (10)
NURUS SOFIA (25)
SEJARAH KELOMPOK 6
TUNJUKKAN DAN JELASKAN BAHWA RAFFLES JUGA
MELAKSANAKAN POLITIK DEVIDE ET IMPERA!
PENGERTIAN DEVIDE ET IMPERA
THOMAS STAMFORD RAFFLES
KEDATANGAN RAFFLES KE
INDONESIA
POLITIK DEVIDE ET IMPERA RAFFLES
Apasih politik devide et impera itu?
Politik divede et empera=Politik adu
domba=Politik pecah belah.
adalah kombinasi stra...
Siapa sih Thomas Stamford
Raffles itu?
Sir Thomas Stamford Bingley Raffles
(lahir di Jamaica, tgl 6 Juli 1781 dan
meningga...
KEDATANGAN RAFFLES KE INDONESIA
LATAR BELAKANG:
1. Sebagai negara Industri, Inggris tidak bisa
berdagang di Eropa karena N...
KEDATANGAN RAFFLES KE
INDONESIA
 Ketika Jansens memerintah VOC, Belanda
berhasil dikalahkan inggris sehingga Indonesia
re...
PEMERINTAHAN THOMAS STAMFORD RAFFLES
MENERAPKAN POLITIK DEVIDE ET IMPERA
Untuk memperkuat kedudukan dan mempertahankan
keb...
1. MENDUKUNG USAHA NAJAMUDIN UNTUK
MENURUNKAN RAJA BAHARUDIN (RAJA PALEMBANG).
 Raja palembang telah banyak berjasa kepad...
2. Mendukung Putra Mahkota (Sultan Hamengubuwono III) dalam
memecat Sultan Sepuh (sultan Hamengubuwono II)
politik devide ...
Dengan membaca isi surat dari Sultan Raja itu, Raffles
menyimpulkan bahwa Sultan HB II seorang yang keras dan
tidak mungki...
3. Keraton yogyakarta dibagi menjadi 2 yakni, keraton yogya
di pimpin sultan HB III dan Pakualaman di pimpin Pangeran
Nata...
of 12

POLITIK DEVIDE ET EMPERA YANG DILAKUKAN RAFFLES

Published on: Mar 4, 2016
Source: www.slideshare.net


Transcripts - POLITIK DEVIDE ET EMPERA YANG DILAKUKAN RAFFLES

  • 1. ALIEF NURUL MALIK (04) EKA SEPTIANA PRATIWI (10) NURUS SOFIA (25) SEJARAH KELOMPOK 6
  • 2. TUNJUKKAN DAN JELASKAN BAHWA RAFFLES JUGA MELAKSANAKAN POLITIK DEVIDE ET IMPERA!
  • 3. PENGERTIAN DEVIDE ET IMPERA THOMAS STAMFORD RAFFLES KEDATANGAN RAFFLES KE INDONESIA POLITIK DEVIDE ET IMPERA RAFFLES
  • 4. Apasih politik devide et impera itu? Politik divede et empera=Politik adu domba=Politik pecah belah. adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan. Dalam konteks lain, politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat.
  • 5. Siapa sih Thomas Stamford Raffles itu? Sir Thomas Stamford Bingley Raffles (lahir di Jamaica, tgl 6 Juli 1781 dan meninggal di London, Inggris, pada tgl 5 Juli 1826 di usia 44 tahun). Raffles adalah Gubernur-Jenderal Hindia Belanda yang terbesar. Dan Letnan Gubernur Jawa pada tahun 1811. Ia adalah seorang warganegara Inggris. Ia dikatakan juga pendiri kota dan negara. Ia salah seorang Inggris yang paling dikenal sebagai pencipta kerajaan terbesar di dunia.
  • 6. KEDATANGAN RAFFLES KE INDONESIA LATAR BELAKANG: 1. Sebagai negara Industri, Inggris tidak bisa berdagang di Eropa karena Napoleon Bonarpate menerapkan Continental Stelsel (Blokade perdagangan terhadap Inggris di Eropa Daratan )sehingga Inggris harus mencari daerah Asia untuk memasarkan hasil industrinya seperti India. 2. Tahun 1795 Belanda dikuasai oleh Perancis dengan raja Belanda yakni Louis Bonarpate yang merupakan musuh utama Inggris baik di Eropa maupun Asia ,sehingga membuat bahaya laten bagi kekuasaan Inggris di Asia yang dimana kekuasaan Belanda harus dihancurkan dan dikuasai. Untuk itu raffles melakukan strategi dengan cara menjalin hubungan baik dengan raja-raja di pulau jawa dan sekitarnya. Dengan mengirim surat gelap raffles menawarkan para raja untuk bekerja sama dengan inggris dan mengusir belanda dari indonesia. Usaha raffles tsb berhasil.
  • 7. KEDATANGAN RAFFLES KE INDONESIA  Ketika Jansens memerintah VOC, Belanda berhasil dikalahkan inggris sehingga Indonesia resmi menjadi jajahan Inggris melalui perjanjian Kapitulasi Tuntang tanggal 11 September 1811 yang berisi Pulau Jawa dan daerah sekitarnya dikuasai oleh Inggris.  Maka untuk mengatur daerah Nusantara, Gubernur Jenderal Lord Minto di Calcutta, India mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai wakil Gubernur di Jawa dan sekitarnya (Bengkulu, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan). Tugas Raffles adalah mengatur pemerintahan dan meningkatkan perdagangan serta keuangan . Raffles memerintah dari tahun 1811-1816. Karena pada tahun 1816 Indonesia di kembalikan kepada Belanda melalui Konverensi London.
  • 8. PEMERINTAHAN THOMAS STAMFORD RAFFLES MENERAPKAN POLITIK DEVIDE ET IMPERA Untuk memperkuat kedudukan dan mempertahankan keberlangsungan kekuasaan inggris di Indonesia maka Raffles juga menerapkan politik devide et impera seperti yang dilakukan daendels sebelumnya. Hal ini dapat di tunjukkan melalui sikap raffles yaitu: 1. Mendukung usaha najamudin untuk menurunkan raja baharudin (raja palembang) 2. Mendukung putra mahkota(Sultan Hamengkubuwono III) dalam memecat sultan sepuh (Sultan Hamengubuwono II) 3. Keraton yogyakarta dibagi menjadi 2 yakni, keraton yogyakarta di pimpin sultan HB III dan Pakualaman di pimpin Pangeran Natakusuma
  • 9. 1. MENDUKUNG USAHA NAJAMUDIN UNTUK MENURUNKAN RAJA BAHARUDIN (RAJA PALEMBANG).  Raja palembang telah banyak berjasa kepada Raffles dalam mengusir Belanda dari Hindia. Namun setalah berhasil menduduki Hindia Raffles mulai tidak simpati terhadap raja-raja yang membantunya bahkan malah memecah belah (devide et impera)  Politik devide et impera yang di lakukan Raffles untuk memecah belah raja baharudin dengan najamudin yakni dengan mendukung usaha najamudin untuk menurunkan raja baharudin. Sehingga terjadi perpecahan antara keduanya karena saling merebut kekuasaan.
  • 10. 2. Mendukung Putra Mahkota (Sultan Hamengubuwono III) dalam memecat Sultan Sepuh (sultan Hamengubuwono II) politik devide et impera yg dijalankan Raffles Selanjutnya memecah belah raja raja di kesultanan yogyakarta, yakni dengan cara mendukung putra mahkota (Sultan HB III) dalam memecat Sultan HB II. Pada waktu Raffles berkuasa, konflik di lingkungan istana Kasultanan Yogyakarta nampaknya belum surut. Sultan Sepuh/ sultan HB II yang pernah dipecat oleh Daendels, menyatakan diri kembali sebagai Sultan Hamengkubuwana II dan Sultan Raja dikembalikan pada kedudukannya sebagai putera mahkota. Tetapi nampaknya Sultan Raja tidak puas dengan tindakan ayahandanya (HB II). Melalui seorang perantara bernama Babah Jien Sing, Sultan Raja berkirim surat kepada Raffles. Surat itu isinya melaporkan bahwa di bawah pemerintahan Hamengkubuwana II, Yogyakarta menjadi kacau.
  • 11. Dengan membaca isi surat dari Sultan Raja itu, Raffles menyimpulkan bahwa Sultan HB II seorang yang keras dan tidak mungkin diajak kerja sama bahkan bisa jadi akan menjadi duri dalam pemerintahan Raffles di tanah Jawa. Oleh karena itu, Raffles menyerang Keraton Yogyakarta dan memaksa Sultan HB II turun dari tahta. Sultan HB II berhasil diturunkan dan Sultan Raja dikembalikan sebagai Sultan Hamengkubuwana III dengan syarat menandatangani kontrak bersama Inggris. Isi politik kontrak itu antara lain sebagai berikut.  Sultan Raja secara resmi ditetapkan sebagai Sultan HB III, dan Pangeran Natakusuma (saudara Sultan Sepuh) ditetapkan sebagai penguasa tersendiri di wilayah bagian dari Kasultanan Yogyakarta dengan gelar Paku Alam I.  Sultan HB II dengan puteranya Pangeran Mangkudiningrat diasingkan ke Penang.  Semua harta benda milik Sultan Sepuh selama menjabat sebagai sultan dirampas menjadi milik pemerintah Inggris
  • 12. 3. Keraton yogyakarta dibagi menjadi 2 yakni, keraton yogya di pimpin sultan HB III dan Pakualaman di pimpin Pangeran Natakusuma  pada tanggal 28 Juni 1812 mengangkat HB III dengan salah satu isi politik kontra. Yakni daerah kekuasaan HB III dikurangi karena daerah tersebut diberikan kepada Pangeran Notokusumo yang dianggap berjasa kepada pemerintah Inggris. Pangeran Notokusumo masih merupakan saudara dari Sultan HB III.  Pada tanggal 29 Juni 1812 pangeran Notokusumo dinobatkan oleh Raffles sebagai Pangeran Merdiko dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati (KGPA) Paku Alam I.  Pada tanggal 17 Maret 1813 Sesuai kontrak politik Pihak Inggris, maka dibangunlah Istana dengan nama Puro Pakualaman.

Related Documents