Kelompok 3:
Rina Nur Inayah
Rino Nikki Pranoto
Rita Siti Patimah
Sara Sri Ahar Ruhiyantina
Program Studi manajemen
F...
Naskh Mansukh
Pengertian Nasikh
Mansukh
Rukun dan Syarat
Contoh ayat Naskh Bentuk Naskh
Mansukh
Naskh
Hikmah
mempe...
Pengertian Nasikh Mansukh
Pengertian Nasikh
Mansukh
• Secara etimologi Nasikh adalah isim fa’il memiliki arti ‘yang
me...
Rukun dan Syarat Naskh
Rukun dan Syarat
Naskh
• Berikut Rukun Naskh :
– Adat naskh adalah pernyatan yang menunjukan ad...
Contoh ayat Naskh
Contoh ayat Naskh Mansukh
Mansukh
• Ayat Mansukh :
• Arinya :
“Hai orang-orang beriman, apabila kam...
Contoh ayat Naskh
Mansukh
• Di Nasikh oleh ayat :
• Artinya :
“Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena
kamu me...
Bentuk Naskh dari segi tilawah dan hukum
Bentuk
Naskh
• Ada 3 bentuk naskh dari segi bacaan dan
hukumnya menurut para ...
Naskh Berdasarkan kejelasan dan cakupannya
• Naskh dalam Al-Quran dibagi menjadi 4 macam :
– Naskh sharih , yaitu ayat y...
Dari sisi otoritas, para ulama membagi
naskh ke dalam empat macam :
• Naskh al – quran dengan al – quran.
• Naskh al –q...
Perbedaan pendapat ulama
Perbedaan
pendapat ulama
• Menerima, diperkuat dengan ayat :
– Qs. Ar-Ra’ad [13]:39
Yang art...
Perbedaan
pendapat ulama
Kalangan yang menolak naskh mansukh
• Menurut Al-Ashfahani, Al- Quran tidak mungin
disentuh p...
Hikmah
mempelajari Naskh
Mansukh
Hikmah mempelajari Naskh Mansukh.
• Menurut manna Al – qaththan terdapat empat hikmah...
Naskh mansukh
of 13

Naskh mansukh

Published on: Mar 3, 2016
Published in: Education      
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Naskh mansukh

  • 1. Kelompok 3: Rina Nur Inayah Rino Nikki Pranoto Rita Siti Patimah Sara Sri Ahar Ruhiyantina Program Studi manajemen Fakultas ilmu sosial dan politik Universitas islam negeri sunan Gunung djati
  • 2. Naskh Mansukh Pengertian Nasikh Mansukh Rukun dan Syarat Contoh ayat Naskh Bentuk Naskh Mansukh Naskh Hikmah mempelajari Naskh Mansukh Perbedaan pendapat ulama
  • 3. Pengertian Nasikh Mansukh Pengertian Nasikh Mansukh • Secara etimologi Nasikh adalah isim fa’il memiliki arti ‘yang menghapus’. Sedangkan mansukh adalah isim fa’il memiliki arti ‘yang di hapus’. • Ada 4 makna nasikh: – Menghapuskan (izalah). – Mengganti (tabdi) – Mengalihkan/mengubah (tahwil) seperti mengalihkan warisan seorang kepada orang lain. – Memindahkan dari suatu tempat ke tempat yang lain. Diantaranya memindahkan suatu kitab ini karena beberapa hikmah, di antaranya memindahkan suatu kitab. Dalam pengertian ini tidak mungkin terjadi di dalam al-qur’an.
  • 4. Rukun dan Syarat Naskh Rukun dan Syarat Naskh • Berikut Rukun Naskh : – Adat naskh adalah pernyatan yang menunjukan adanya pembatalan hukum yang telah ada . – Nasikh yaitu dalil kemudian yang menghapus hukum yang telah ada . pada hakikatnya , nasikh itu berasal dari ALLAH , karena dialah yang membuat hukum dan dia pula lah yang menghapusnya . – Mansukh, hukum yang dibatalkan , dihapuskan dan dipindahkan . – Mansukh ‘ anh , yaitu orang yang membebani hukum . • Adapun syarat – syarat naskh adalah : – Yang dibatalkan adalah hukum syara – Pembatalan itu datangnya dari tuntutan syara – Pembatalan hukum tidak disebabkan oleh berakhirnya waktu pemberlakuan hukum – Tuntutan yang mengandung naskh harus datang kemudian .
  • 5. Contoh ayat Naskh Contoh ayat Naskh Mansukh Mansukh • Ayat Mansukh : • Arinya : “Hai orang-orang beriman, apabila kamu Mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu. yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Mujadilah:12)
  • 6. Contoh ayat Naskh Mansukh • Di Nasikh oleh ayat : • Artinya : “Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum Mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu Maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al- Mujadilah:13)
  • 7. Bentuk Naskh dari segi tilawah dan hukum Bentuk Naskh • Ada 3 bentuk naskh dari segi bacaan dan hukumnya menurut para ulama : – Ayat yang di nasakhkan tilawah dan hukumnya. – Ayat yang dinasakhkan hukumnya tetapi tilawahnya tetap. – Ayat yang dinasakhkan tilawahnya tapi hukumnya tetap.
  • 8. Naskh Berdasarkan kejelasan dan cakupannya • Naskh dalam Al-Quran dibagi menjadi 4 macam : – Naskh sharih , yaitu ayat yang secara jelas menghapus hukum yang terdapat pada ayat terhadulu. – Naskh dhimmy, yaitu jika terdapat dua naskh yang saling bertentangan dan tidak dikompromikan, dan keduanya turun untuk sebuah masalah yang sama , serta kedua – keduanya diketahui waktu turunya , ayat yang datang kemudian menghapus ayat yang terdahulu . – Naskh kull , yaitu menghapus hukum yang sebelumnya secara keseluruhan. – Naskh juz’iy , yaitu menghapus hukum umum yang berlaku bagi semua individu dengan hukum yang hanya berlaku bagi sebagian individu, atau menghapus hukum yang bersifat muthlaq ,dengan hukum yang muqayyad. Bentuk Naskh
  • 9. Dari sisi otoritas, para ulama membagi naskh ke dalam empat macam : • Naskh al – quran dengan al – quran. • Naskh al –quran dengan as – sunnah. • Naskh as – sunnah dengan al – quran. • Naksh as – sunnah dengan as – sunnah. Bentuk Naskh
  • 10. Perbedaan pendapat ulama Perbedaan pendapat ulama • Menerima, diperkuat dengan ayat : – Qs. Ar-Ra’ad [13]:39 Yang artinya : “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).” – Qs. An-Nahl[16]101 Yang artinya : “Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya Padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja". bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.”
  • 11. Perbedaan pendapat ulama Kalangan yang menolak naskh mansukh • Menurut Al-Ashfahani, Al- Quran tidak mungin disentuh pembatalan. • Lebih jauh,Quraish Shihab menyimpulkan, bahwa semua ayat Al-Quran pada dasarnya berlaku. Ayat hukum yang tidak kondusif (berlaku) pada suatu waktu, pada waktu yang berlainan akan tetapberlaku bagi orang- orang yang memiliki kesesuaian kondisi dengan apa yang ditunjuk oleh ayat yang bersangkutan. Ini mengandung arti bahwa Islam diterapkan secara hierarkis, sebagimana Al-Quran pun diturunkan secara bertahap
  • 12. Hikmah mempelajari Naskh Mansukh Hikmah mempelajari Naskh Mansukh. • Menurut manna Al – qaththan terdapat empat hikmah keberadaan ketentuan naskh , yaitu : – Menjaga kemaslahatan hamba – Pengembangan pensyariatan hukum sampai kepada tingkat kesempurnaan seiring dengan perkembangan dakwahdan kondisi manusia itu sendiri – Menguji kualitas keimanan mukallaf dengan cara adanya perintah yang kemudian dihapus – Merupakan kebaikan dan kemudian bagi umat , sebab apabila ketentuan nasikh lebih berat daripada ketentuan mansukh , berarti mengandung konsekuensi pertambahan pahala , sebaliknya , jika ketentuan dalam nasikh lebih mudah daripada ketentuan mansukh , itu berarti kemudahan bagi umat.