1
RANCANG BANGUN PENGISI BATERAI OTOMATIS PADA SISTEM CIRCUIT
BREAKER
Wahyu Davi Evan1
, Ign. Agus Purbhadi W2
, Budi Suhe...
2
RANCANG BANGUN PENGISI BATERAI OTOMATIS PADA SISTEM CIRCUIT
BREAKER
Wahyu Davi Evan1
, Ign. Agus Purbhadi W2
, Budi Suhe...
3
PENDAHULUAN
Peralatan-peralatan sistem kontrol
elektrik pada perlengkapan sistem tenaga
listrik membutuhkan back up powe...
4
Dengan PT = Pengisian tegangan tiap
menit (V/menit)
Efisiensi alat diukur dengan rumus
3. Berikut
Efisiensi =
๐‘‘๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘˜๐‘’๐‘™๐‘ข๐‘Ž...
5
i. VR (variable resistor)
Pada rangkaian charger otomatis
fungsi dari trimpot ini adalah untuk
mengatur tegangan referen...
6
dengan mengatur VR nya. Untuk tegangan
24 volt perubahan dilakukan pada R3 yang
diubah menjadi 2Kฮฉ, dioda zener diubah
m...
7
pengisian baterai yang dihubung paralel.
Tegangan output dari charger minimal
harus 12V, karena baterai yang digunakan
a...
8
Pengisian tegangan tiap menit
baterai paralel
=
๐‘‡๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘Ž๐‘˜โ„Ž๐‘–๐‘Ÿโˆ’๐‘ก๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘š๐‘ข๐‘™๐‘Ž ๐‘š๐‘ข๐‘™๐‘Ž
๐‘ค๐‘Ž๐‘˜๐‘ก๐‘ข ๐‘๐‘’๐‘›๐‘”๐‘–๐‘ ๐‘–๐‘Ž๐‘›
=
14.69 ๐‘‰ โˆ’13.03 ๐‘‰
180...
9
bisa digunakan untuk pengisian aki
yang lebih besar kapasitasnya. Selain
itu SCR BT 151 juga harus
disesuaikan, jika aru...
of 9

NASPUB

Published on: Mar 3, 2016
Source: www.slideshare.net


Transcripts - NASPUB

  • 1. 1 RANCANG BANGUN PENGISI BATERAI OTOMATIS PADA SISTEM CIRCUIT BREAKER Wahyu Davi Evan1 , Ign. Agus Purbhadi W2 , Budi Suhendro3 Program Studi Elektromekanik, Jurusan Teknofisika Nuklir, STTN-BATAN Jl. Babarsari Kotak Pos 6101/YKBB Yogyakarta 55281 Telp: (0274) 484085, 489716 Fax: (0274) 489715 INTISARI RANCANG BANGUN PENGISI BATERAI OTOMATIS PADA SISTEM CIRCUIT BREAKER, bertujuan untuk merancang dan membuat sistem pengisi baterai otomatis. Pembuatan alat ini dilatarbelakangi kebutuhan sistem pengisi baterai pada modul Pemutus Tenaga (PMT) di STTN-BATAN. Sistem PMT membutuhkan catu daya yang kontinyu untuk mengoperasikannya pada keadaan normal maupun darurat. Catu daya ini harus dalam keadaan siap digunakan, sehingga perlu alat pengisi baterai. Pada prinsipnya pengisian muatan baterai adalah dengan cara mengaliri baterai dengan arus listrik secara terus menerus. Pengisian dihentikan ketika tegangan baterai telah sampai pada tegangan maksimumnya (muatan penuh). Jika baterai telah mencapai tegangan maksimumnya tetapi tetap dilakukan pengisian maka akan menimbulkan kerugian yaitu pemborosan energi listrik serta akan terjadi pemanasan berlebihan pada baterai yang akan memperpendek umurnya. Untuk menghindari kerugian tersebut, maka akan lebih baik jika charger dapat bekerja secara otomatis untuk mengisi baterai jika baterai itu kosong muatannya (tegangan dibawah nilai nominalnya) serta berhenti mengisi jika baterai telah penuh. Dengan demikian tegangan tidak stabil akibat beban bisa dihindari karena tegangan output dikontrol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mendesain rangkaian pengisi baterai menggunakan SCR (Silicon Control Rectifier) sebagai pengganti relay untuk rangkaian baterai seri maupun rangkaian baterai paralel, pembuatan transformator, perakitan alat, dan pengujian alat. Dari hasil pengujian didapatkan tegangan keluaran sistem pengisian baterai seri 13,69V dan baterai paralel 27,41V dengan arus pengisian 2.24 A dan 0,97 A. Alat pengisi baterai otomatis ini memiliki efisiensi sebesar 55 % untuk rangkaian baterai seri dan 65 % untuk rangkaian baterai paralel. Kata kunci: PMT, charger, baterai, SCR (Silicon Control Rectifier)
  • 2. 2 RANCANG BANGUN PENGISI BATERAI OTOMATIS PADA SISTEM CIRCUIT BREAKER Wahyu Davi Evan1 , Ign. Agus Purbhadi W2 , Budi Suhendro3 Program Studi Elektromekanik, Jurusan Teknofisika Nuklir, STTN-BATAN Jl. Babarsari Kotak Pos 6101/YKBB Yogyakarta 55281 Telp: (0274) 484085, 489716 Fax: (0274) 489715 ABSTRACT DESIGN AND CONSTRUCTION AUTOMATIC BATTERY CHARGER ON CIRCUIT BREAKER SYSTEM, the purpose to design and construct a automatic charger system. Tool manufacturing was based on needs battery charger system in the Circuit Breaker System (CBS) in STTN-BATAN. Circuit breaker system requires continuous power supply to operate it at normal and emergency conditions. The power supply must be in a ready state for use, so it needs a battery charger. In principle, the battery is charging the battery by way of electric current flowing continuously. Charging was stopped when the battery voltage has reached its maximum voltage (full load). If the battery has reached its maximum voltage, but if is still being done charging it will cause loss of electrical energy waste and excessive heating will occur in the battery will shorten its age. To avoid such losses, it would be better if the charger can work automatically to charge the battery if the battery is empty the load (voltage below the nominal value) and stop filling when the battery is full. Thus the voltage is not stable due to the load can be avoided because the output voltage is controlled. The method used in this research is design a battery charger circuit using SCR (Silicon Control Rectifier) as a relay replacement for series battery circuit and parallel battery circuit, transformer manufacturing, assembly tools, and testing equipment. From the test results obtained output voltage series battery charging system 13.69 V and parallel battery charging system 27.41 V with current 2.24 A and 0.97 A. This automatic battery charger has an efficiency of 55% for the series battery circuit and 65% for the parallel battery circuit. Keywords: CBS, charger, battery, SCR (Silicon Control Rectifier) 1) Mahasiswa 2) Dosen pembimbing I 3) Dosen pembimbing II
  • 3. 3 PENDAHULUAN Peralatan-peralatan sistem kontrol elektrik pada perlengkapan sistem tenaga listrik membutuhkan back up power untuk menjalankannya. Fungsi utama back up power adalah sebagai penyuplai tenaga apabila terjadi suatu kegagalan sistem. Salah satu back up power yang digunakan adalah baterai. Keluaran dari back up power ini adalah tegangan DC. Banyak sekali jenis kontrol elektrik dalam sistem kelistrikan. Salah satu kontrol yang paling penting dalam sistem kelistrikan adalah PMT( Pemutus Tenaga) atau Circuit Breaker. PMT adalah suatu peralatan pemutus rangkaian listrik pada suatu sistem tenaga listrik, yang mampu untuk membuka dan menutup rangkaian listrik pada semua kondisi, termasuk arus hubung singkat, sesuai dengan ratingnya. Peranan PMT dalam mempertahankan kontinuitas pelayanan tenaga listrik sangat penting. Selain dapat membuka maupun menutup rangkaian pada saat beban normal, juga harus dapat memikul beban yang abnormal seperti arus hubung singkat tanpa merusakkan PMT itu sendiri [1]. Pada saat pemutusan maupun menghubungkan daya listrik akan terjadi busur api listrik akibat loncatan bunga api listrik yang cukup besar. Oleh karena PMT harus dilengkapi dengan pemadam busur api. Bagian-bagian terpenting dari PMT adalah input PLN, Rangkaian Pemutus (PMT), Output (Beban). Di dalam PMT sendiri terdapat kontrol elektromagnetik dan juga sensor elektromagnetik untuk mendeteksi besarnya arus yang mengalir, jika arus melampaui kemampuan PMT maka PMT akan memutus aliran tenaga. PMT Pada Laboratorium listrik mempunyai kapasitas daya yang besarnya 200 watt. PMT pada laboratorium Listrik Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-Badan Tenaga Nuklir Nasional ( STTN-BATAN) juga mempunyai bagian-bagian penting seperti PMT pada umumnya, hanya saja PMT pada lab. Listrik tidak dilengkapi dengan pemadam busur api karena beban yang kecil. PMT pada laboratorium listrik untuk rangkaian kontrolnya membutuhkan supply tenaga sebesar 24 volt DC. Supply tenaga ini didapatkan dari 2 buah baterai yang dihubungkan secara seri. Baterai yang digunakan sewaktu- waktu juga bisa habis dan membutuhkan charging. Tetapi di laboratorium listrik belum terdapat charger untuk mengisi ulang baterai ini. Untuk itu dibuatlah charger untuk mempermudah dalam pengisian ulang baterai tersebut. Pada saat pengisian baterai ini bisa dilakukan secara seri ataupun paralel. TEORI PMT ( Pemutus tenaga ) atau circuit breaker Pemutus tenaga adalah saklar yang digunakan untuk menghubungkan/ memutuskan arus/daya listrik sesuai ratingnya [2]. Sistem pengisian baterai Sumber Tegangan, berfungsi sebagai penyedia tegangan yang digunakan untuk mengisi baterai dan mensuplai kebutuhan sistem โ€“ sistem kelistrikan [3]. Sumber tegangan yang digunakan pada sistem pengisian aki merupakan sumber tegangan AC yang kemudian akan diubah menjadi tegangan DC, atau bisa langsung menggunakan tegangan DC Baterai merupakan penyimpan tenaga listrik yang dihasilkan oleh sistem pengisian, energi listrik diubah kedalam bentuk energi kimia [3]. Lama waktu pengisian (LP) ditampilkan pada rumus (1) sebagai berikut : LP (jam) = ๐พ๐‘ƒ ๐ด๐‘ƒ ร— (1,2 s/d 1,5) (1) Dengan : - KP = Kondisi Pengeluaran (AH) - AP = Arus Pengisian (A) Pengisian tegangan tiap menit menggunakan rumus 2. sebagai berikut: PT = ๐‘‡๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘Ž๐‘˜โ„Ž๐‘–๐‘Ÿโˆ’๐‘ก๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘š๐‘ข๐‘™๐‘Ž ๐‘š๐‘ข๐‘™๐‘Ž ๐‘ค๐‘Ž๐‘˜๐‘ก๐‘ข ๐‘๐‘’๐‘›๐‘”๐‘–๐‘ ๐‘–๐‘Ž๐‘› (2)
  • 4. 4 Dengan PT = Pengisian tegangan tiap menit (V/menit) Efisiensi alat diukur dengan rumus 3. Berikut Efisiensi = ๐‘‘๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘˜๐‘’๐‘™๐‘ข๐‘Ž๐‘Ÿ ๐‘‘๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘š๐‘Ž๐‘ ๐‘ข๐‘˜ ร— 100 % (3) (2.3) Dengan : daya masuk (W) daya keluar (W). Gambar sistem charger baterai ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Rangkaian charger otomatis Pada sistem charger ini menggunakan SCR sebagai pengendali otomatis dari charger [4]. Apabila tegangan dari aki penuh maka secara otomatis charger akan memutus arus ke baterai. Komponen utama charger a. Trafo (Transformator) Transformator adalah suatu mesin listrik yang berfungsi untuk mentransfer daya listrik dengan disertai perubahan tegangan. b. Dioda Untuk menyearahkan arus AC menjadi DC [5]. c. Dioda Bridge Komponen ini berfungsi untuk mengubah gelombang AC output transformator menjadi gelombang DC, untuk penyearahan gelombang penuh [6] d. Resistor Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian [5]. e. Kapasitor Dalam rangkaian penyearah kapasitor berfungsi sebagai smoothing atau menghaluskan gelombang sehingga arus yang dihasilkan akan bebentuk garis lurus [5]. f. SCR (Silicon Controlled Rectifier) Fungsi SCR ini adalah sebagai kontrol otomatis dari charger, memutus atau mengalirkan arus. Untuk membuat SCR ON maka harus di trigger yaitu dengan memberi arus gate [7]. g. Dioda zener Dioda zener dirancang untuk digunakan sebagai regulator tegangan. h. Relay Dalam dunia elektronika, relay dikenal sebagai komponen yang dapat mengimplementasikan logika switching. Dalam rangakaian relay dipakai untuk switching pada saat sistem charger 12 V menjadi 24 V [8]. ataupun sebaliknya.
  • 5. 5 i. VR (variable resistor) Pada rangkaian charger otomatis fungsi dari trimpot ini adalah untuk mengatur tegangan referensi. j. Led Led digunakan untuk lampu indikator. k. Sekering Sekering digunakan sebagai pengaman saat terjadi arus lebih. METODE PENELITIAN Prosedur untuk penelitian Tugas Akhir ini dilaksanakan mengikuti diagram alir seperti yang tertera pada Gambar 2. Untuk komponen yang digunakan ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Daftar komponen charger NAMA KOMPON EN TIPE/ BESAR JUMLAH Baterai Massiv Ultra 12V 32AH 2buah Resistor 680 ฮฉ 2buah Resistor 1 Kฮฉ 4buah Resistor 47 Kฮฉ 2buah Resistor 220 ฮฉ 1 buah Resistor 10 Kฮฉ 1buah Resistor 2K2 ฮฉ 1buah VR 5 Kฮฉ 1buah Kapasitor 100 ยตF/50 V 1buah Dioda 1N4002 4buah Dioda 1N4148 2buah Dioda Bridge 15-35 A 1buah Dioda Zener 6V2 1buah Dioda Zener 18 V 1 buah LED 300 mA 1 buah SCR BT 151 1 buah SCR NEC 2P4M 3 buah Relay 12 VDC 2 buah Sekering 3 A 1 buah Transform ator Output 12, 15, 18, 32 V, 5A 1 buah . Gambar 2. Diagram alir penelitian Rangkaian charger yang dibuat merupakan rangkaian otomatis untuk mengisi baterai 12 V. Rangkaian tersebut bisa digunakan untuk mengisi baterai 6, 12, 24V. Untuk mengaturnya hanya Mulai Persiapan : - Studi Literatur - Perencanaan Membuat chasing dan memasang rangkaian ke dalam chasing Pemasangan dan penginstalan komponen bahan Desain rangkaian charger Menyiapkan dan memilih komponen Pengujian alat dan pengambil an data Perbaikan dan penyempurnaan Analisis data dan kesimpulan Penyusunan Laporan Tugas Akhir Selesai
  • 6. 6 dengan mengatur VR nya. Untuk tegangan 24 volt perubahan dilakukan pada R3 yang diubah menjadi 2Kฮฉ, dioda zener diubah menjadi 18 V. Input tegangan juga diubah, untuk rangkaian 12 V maka diberikan input tegangan 15 V dihubungkan dengan dioda zener, dan tegangan input 18 V dihubungkan dengan dioda 1N4002. Sedangkan pada rangkaian 24 volt tegangan input diubah yaitu input tegangan 18 V dihubungkan dengan dioda zener, untuk input tegangan pada dioda 1N4002 diubah dari 18 V menjadi 27 atau 32 V. Untuk switching dari 12 ke 24 ataupun sebaliknya menggunakan relay 12 V DC. Menggunakan 2 buah relay dengan 8 kaki. Dengan 6 kaki sebagai NO dan NC sedangkan 2 kaki untuk koil yang akan mengaktifkan NO menjadi NC jika diberi tegangan 12 V. Sumber tegangan relay ini didapat dari transformator step down dengan output 12 volt yang kemudian disearahkan dengan dioda 1N4002. Pada penelitian ini dilakukan 3 macam pengujian yaitu: 1. Pengujian Tegangan Referensi 2. Pengujian dengan baterai paralel 3. Pengujian dengan baterai seri HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Tegangan Referensi Pengujian tegangan referensi ini digunakan untuk mengatur otomatis dari baterai. Apabila tegangan output baterai sama dengan tegangan referensi maka secara otomatis charger akan memutus aliran arus ke baterai. Tabel pengujian tegangan referensi ditunjukkan pada Tabel 2 dan 3. Untuk mengatur tegangan referensi dibutuhkan baterai yang sudah penuh. Yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan besar tegangan baterai dalam keadaan penuh. Baterai dalam kondisi penuh ini dirangkai dengan charger kemudian dengan cara memutar VR sampai lampu led mati, kemudian kita ukur tegangannya. Dengan sudah ditentukannya tegangan referensi maka charger akan bekerja otomatis. Setelah dilakukan pengujian, besar tegangan referensi untuk charger 12V adalah 13,70V sedangkan untuk charger 24V adalah 27, 42V. Tabel 2. Pengujian sebelum Penentuan tegangan referensi OUTPUT NO TEGANG AN (V) KONDISI LED Output 12V 1 14,43 menyala 2 14,40 menyala 3 14,41 menyala 4 14,41 menyala Output 24V 1 27,61 menyala 2 27,60 menyala 3 27,60 menyala 4 27,63 menyala Tabel 3. Pengujian setelah penentuan tegangan referensi OUTPUT NO TEGANG AN (V) KONDISI LED Output 12V 1 13,69 mati 2 13,70 mati 3 13,70 mati 4 13,71 mati Output 24V 1 27,40 mati 2 27,42 3 27,43 mati 4 27,43 mati Pengujian Dengan Baterai Seri Pengujian ini dilakukan untuk mendapatkan data mengenai lama waktu pengisian baterai yang dihubung seri. Tegangan output dari charger minimal harus 24V, karena baterai yang digunakan adalah 2 buah baterai 12V, 32AH, hasil pengukuran arusnya adalah 0,97A. Kondisi baterai sebelum diisi 75 %. Grafik ditunjukkan pada Gambar 3 dan 4. Pengujian Dengan Baterai Paralel Pengujian ini dilakukan untuk mendapatkan data mengenai lama waktu
  • 7. 7 pengisian baterai yang dihubung paralel. Tegangan output dari charger minimal harus 12V, karena baterai yang digunakan adalah 2 buah baterai 12V, 32AH, hasil pengukuran arusnya adalah 2,27A. Kondisi Baterai sebelum diisi 75 %. Gambar grafik ditunjukkan pada Gambar 5 dan 6. Gambar 3. Grafik waktu vs arus baterai seri Gambar 4. Grafik waktu vs tegangan baterai seri Gambar 5. Grafik waktu vs arus baterai paralel Gambar 6. Grafik waktu vs tegangan baterai paralel Sebelum dilakukan pengisian baterai, terlebih dahulu dilakukan pengosongan baterai baik sistem seri maupun paralel. Grafik pengosongan baterai ditunjukkan pada Gambar 7 dan 8. Gambar 7. Grafik pengosongan baterai seri Gambar 8. Grafik pengosongan baterai paralel Untuk menghitung pengisian tegangan tiap menit menggunakan rumus (2) dan hasilnya sebagai berikut Pengisian tegangan tiap menit baterai seri = ๐‘‡๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘Ž๐‘˜โ„Ž๐‘–๐‘Ÿโˆ’๐‘ก๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘š๐‘ข๐‘™๐‘Ž ๐‘š๐‘ข๐‘™๐‘Ž ๐‘ค๐‘Ž๐‘˜๐‘ก๐‘ข ๐‘๐‘’๐‘›๐‘”๐‘–๐‘ ๐‘–๐‘Ž๐‘› = 29.95 ๐‘‰โˆ’26.61 ๐‘‰ 250 ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘–๐‘ก = 0,0133 V/menit 0.00 0.50 1.00 1.50 0 100 200 300 Arus(A) Waktu (menit) Waktu vs Arus 26.00 27.00 28.00 29.00 30.00 31.00 0 100 200 300 Tegangan(V) Waktu (menit) Waktu Vs Tegangan 0 1 2 3 0 50 100 150 200 Arus(A) Waktu (menit) Waktu Vs Arus 12.50 13.00 13.50 14.00 14.50 15.00 0 100 200 Tegangan(V) Waktu (menit) Waktu vs Tegangan 26 27 28 29 30 31 0 2 4 6 8 Tegangan(V) Waktu (menit) Grafik Pengosongan Baterai 12.5 13 13.5 14 14.5 15 0 2 4 6 8 tegangan(V) waktu (menit) Data Pengosongan baterai
  • 8. 8 Pengisian tegangan tiap menit baterai paralel = ๐‘‡๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘Ž๐‘˜โ„Ž๐‘–๐‘Ÿโˆ’๐‘ก๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘š๐‘ข๐‘™๐‘Ž ๐‘š๐‘ข๐‘™๐‘Ž ๐‘ค๐‘Ž๐‘˜๐‘ก๐‘ข ๐‘๐‘’๐‘›๐‘”๐‘–๐‘ ๐‘–๐‘Ž๐‘› = 14.69 ๐‘‰ โˆ’13.03 ๐‘‰ 180 ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘–๐‘ก = 0,0092 V/menit Menurut perhitungan menggunakan rumus (1) lama waktu pengisian baterai seri adalah LP (jam) = ๐พ๐‘ƒ ๐ด๐‘ƒ ร— (1,2 s/d 1,5) LP (jam) = 32 ๐ด๐ป ร—25 % 0,97 ๐ด ร— (1,2 s/d 1,5) LP = 9,89 jam Lama waktu pengisian baterai paralel adalah LP (jam) = ๐พ๐‘ƒ ๐ด๐‘ƒ ร— (1,2 s/d 1,5) LP (jam) = 64 ๐ด๐ป ร—25 % 2,27 ๐ด ร— (1,2 s/d 1,5) LP = 8,19 jam Tetapi dalam kenyataannya hanya membutuhkan waktu 4 jam 10 menit untuk pengisian seri dan 3 jam untuk pengisian paralel. Alat yang digunakan untuk mengetahui kondisi baterai sebelum diisi adalah Solar Controller 10 A C2415. Perbedaan lama waktu pengisian menurut perhitungan dan pengujian dikarenakan keterbatasan pembacaan alat indikator baterai yang hanya ada 25, 50, 75 dan 100 %. Kemungkinan baterai masih dalam keadaan 90 % tapi alat hanya membaca 75 %. Efisiensi alat untuk sistem charger seri yang didapatkan dari pengujian dapat dihitung menggunakan rumus (3). Daya masuk adalah 51,96 W dan daya keluar 28,65 W maka didapatkan Efisiensi = ๐‘‘๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘˜๐‘’๐‘™๐‘ข๐‘Ž๐‘Ÿ ๐‘‘๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘š๐‘Ž๐‘ ๐‘ข๐‘˜ ร— 100 % Efisiensi = 28,65 51,96 ร— 100 % Efisiensi =55 % Efisiensi alat untuk sistem charger paralel yang didapatkan dari pengujian daya masuk adalah 49,87 W dan daya keluar 32,42 W maka didapatkan Efisiensi = ๐‘‘๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘˜๐‘’๐‘™๐‘ข๐‘Ž๐‘Ÿ ๐‘‘๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘š๐‘Ž๐‘ ๐‘ข๐‘˜ ร— 100 % Efisiensi = 32,42 49,87 ร— 100 % Efisiensi =65% KESIMPULAN 1. Telah berhasil dirancang sebuah alat pengisi baterai (charger) otomatis untuk mengisi baterai PMT (circuit breaker) 12 V dan 24 V, dengan menggunakan SCR sebagai pengganti relay. 2. Dari pengujian sistem charger otomatis ini didapatkan a. Output tegangan charger 27,42 V dan 13,70 V, arus pengisian untuk sistem seri 0,97 A sedangkan untuk sistem paralel 2,24 A. b. Otomatis dari charger bisa bekerja dengan baik, yaitu pada saat baterai penuh maka arus pengisian terputus. c. Sistem pengisian baterai yang paling efisien menggunakan rangkaian paralel karena arus yang ditransmisikan ke aki lebih besar, selain itu waktunya juga lebih cepat. d. Efisiensi alat pengisi baterai otomatis adalah 55 % untuk pengisian baterai dihubung seri dan untuk pengisian baterai dihubung paralel adalah 65 %. SARAN 1. Untuk switching dari 12 ke 24 tahanan yang menuju dioda 1N4148 yang berhubungan dengan led harus ditambah agar arus yang mengalir ke dioda tidak terlalu besar dan bisa merusak dioda tersebut 2. Transformator yang digunakan bisa ditambah lebih besar dayanya agar
  • 9. 9 bisa digunakan untuk pengisian aki yang lebih besar kapasitasnya. Selain itu SCR BT 151 juga harus disesuaikan, jika arus yang diinginkan lebih besar maka SCR BT 151 diganti yang lebih besar. 3. Sering terjadi masalah pada dioda 1N4002 dikarenakan arus yang mengalir terlalu besar atau terjadi hubung singkat antar komponen. DAFTAR PUSTAKA 1. Wirgiyanto, I.A.P., 2006, Sistem Kendali Pemutus Tenaga Dengan Penggerak Motoris, STTN-BATAN: Yogyakarta 2. PT. PLN Persero PUSDIKLAT, 2009, Pengoperasian Peralatan Gardu Induk, [pdf],(http://id.scribd.com/document_d ownloads/direct/89374321?extension= pdf&ft=1362288703&lt=1362292313& uahk=Llix82LqmF9wmGJQ/wYHaRhQ MKw, diakses tanggal 25 januari 2013) 3. Nugraha, B.S., 2005, Sistem Pengisian Dan Penerangan, Universitas Negeri Yogyakarta : Yogyakarta 4. Wibowo, A., 2011, http://innovasi.blogspot.com/2011/10/a utomatic-lead-acid-battery- charger.html (diakses tanggal 2 juni 2013) 5. Ahmad, J., 2007, Elektronika Dasar, [pdf], (http://robby.c.staff.gunadarma.ac.id/D ownloads/files/8011/eldas.pdf, diakses tanggal 21 Januari 2013) 6. Muhadi, B., 2005, Membaca dan Mengidentifikasi Komponen Elektronika, Jakarta, [doc], (http://listrikwiber.files.wordpress.com/ 2008/09/modul-komp-elekt- bambang.doc, diakses pada 3 Maret 2013) 7. Restuadhi, Oky Wahyu., Elektronika Industri, Pusat Pengembangan Bahan Ajar, Universitas Mercubuana [doc], (http://kk.mercubuana.ac.id/files/14026 -6-817557935035.doc, diakses tanggal 5 juni 2013) 8. Wicaksono, Handy., Catatan Khusus โ€œAutomasi 1โ€, Universitas Kristen Petra : Surabaya [pdf], (http://learnautomation.files.wordpress. com/2009/08/ modul-keseluruhan- automasi-1-1-bab-2.pdf, diakses tanggal 3 juli 203)

Related Documents