Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Namaku Izrail!_______________________________________...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Namaku Izrail ! ...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Prakata ...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Dalam literatur Islam, malaikat maut dikenal dengan n...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! “Wahai anakku! Jika ada sesuatu yang tak bisa kau pa...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!1. Prolog"Namaku Izrail".Tiba-tiba saja ia berdiri di...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!tidak lazim dengan warna bersih yang memerah dadu sep...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!ba bi bu lagi nongol dan langsung memperkenalkan diri...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Benar-benar blank nih pikirku, persis komputer yang ...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! 2. Post MortalitasEntah kenapa beberapa hari ini aku...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Aku sendiri sejauh ini merasa biasa-biasa saja, w...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!tahun ini. Ahhh..., secara teknis belakangan ini mema...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! 3. Namanya Izrail"Ya Allah", ujarku setengah tak per...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Aku masih membanding-bandingkan sosoknya dengan b...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Beberapa jenak aku pun cuma bisa menatapnya lagi. Ta...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! 4. Hikayat IzrailBegitu saja.Ketika Ia Berkehenda...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Aku biasanya cuma sekedar menerima catatan dari Lauh ...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Muhammad, sebagai citra awal mula-Nya yang sempur...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! menjadi fondasi alam nyata;darinya muncul salah s...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Kamu mungkin heran, kalau aku sendiri sebenarnya mah...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Kelembutan itu adalah “yatalaththaf” (Qs 18:19) yang ...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! sekarang yang neraka memiliki bagian darinya". Ma...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Kehendak-Nya. Suatu hari, aku diperintahkan mencabut...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Kami sebenarnya terikat Sang Waktu seperti kaummu. S...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! apa-apa. Aku sendiri tidak tau kenapa bisa tidak ber...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! semua hal yang buruk-buruk dapat terhindar dari dia ...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Kita lalai dari mati di pagi dan sore hari ...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Sebenarnya, ada banyak cara aku menarik ruh dari tub...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! sayatan luka kan cuma terjadi di sekitar luka saja, ...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! alasan itulah, seorang nabi yang paling dimuliakan d...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! bahkan menyebutkan setara dengan seribu pukulan peda...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Akan kuceritakan sebuah riwayat lama yang menginform...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! yang memperhatikan mereka dua kali sehari. ...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Akan kuperjelas lagi bagaimana rasa sakitnya kematia...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! 5. Portofolio Izrail“Pengalamanku? Wah kan sudah kuk...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! gelap gulita. Akhirnya dalam kegelapan akal pikirann...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Tapi, gudang alpa adalah manusia, kendati semua itu s...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! menginformasikan bahwa pembawaan fisik manusia tidak...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! sehingga segala nafsu syahwat merajalela. Ketika ket...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Si gila karena cintanya kepada Allah adalah si gila ...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Tetapi, sadarilah!Aku selalu mengikuti setiap makhlu...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! “Dia yang selalu mengingat Allah SWT, menyadari diri...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! jauh-jauh hari sebelum aku dikehendaki oleh-Nya untu...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! diterimanya sebatas saat kematiannya saja. Setelah i...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!karena dengan keridhaan pada ketaatan-Nya maka ke...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! dari yang merendahkan kedudukanmu. Bertawakkala...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! seperti menaungi kehidupan seseorang. Maka hati-hati...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! untuk mempertahankannya meskipun hal itu akan memutu...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Akan kuceritakan sebuah kisah lama sebagai rujukan u...
Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! kasih sayang Allah SWT kepada pemuda tersebut, mengi...
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
Namaku izrail
of 101

Namaku izrail

Published on: Mar 3, 2016
Published in: Spiritual      
Source: www.slideshare.net


Transcripts - Namaku izrail

  • 1. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Namaku Izrail!______________________________________________________2
  • 2. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Namaku Izrail ! Risalah Mawas Diri AtmonadiNamaku Izrail!______________________________________________________3
  • 3. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Prakata BismillahirrahmaannirraahiimSegala puji dan syukur sepatutnya hanya ditujukan untuk Allah SWT, Sang MahaPencipta yang menebarkan kasih sayang untuk semua makhluk-Nya, yang maujuddalam bentuk materi fisik maupun yang diselimuti kegaiban-Nya dan yangmenggenggam kehidupan semua makhluk-Nya. Al-Iradah-Nya adalah kehendak dankeinginan-Nya yang tak terbantahkan, al-Qudrah-Nya adalah ArasyKemahakuasaan-Nya yang menopang semua alam yang ada beserta isinya, yangmenghendaki Keserbarahasian-Nya terungkap dari Perbendaharaan-Nya yangtersembunyi dalam maujud al-Haba (gelombang gravitasi) dan Nur Muhammad(gelombang elektromagnetik) dengan perintah “Kun Fa Yakuun”.Shalawat dan salam kusampaikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai maujudAf’al, Asma-asma dan Sifat-sifat-Nya yang paripurna, Adimanusia, Insan Kamil danGurujati semua manusia, keluarga dan kerabatnya, para sahabatnya, para aulia danpara pewaris serta penyampai ilmunya, yang meneruskan rahmatnya kepada seluruhalam dan penghuninya, yang merentang menembus batas-batas ruang-waktu : dulu,kini dan nanti.Kematian pastilah akan datang, kepada semua makhluk yang bernyawa, dimanapunia berada, dan dalam keadaan apapun. Maka dalam banyak kesempatan, NabiMuhammad SAW selalu mengingatkan kepada umatnya untuk mewaspadai setiapsaat gerak-geriknya. Bahkan, ia yang menjadi Habib Allah (Kekasih Allah) penutuppara Nabi dan Rasul pun tidak luput dari datangnya ajal, lengkap dengan segala rasatakut , kengerian, dan penderitaannya. Kematian yang dialami oleh Nabi SAW adalahsuatu hikmah dan pelajaran bagi kita semua, bahwa Allah SWT Maha Berkehendak,sehingga dahsyatnya sakratul maut dan datangnya Malaikat Maut tak akan dapatdielakkan oleh semua makhluk-Nya.Namaku Izrail!______________________________________________________4
  • 4. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Dalam literatur Islam, malaikat maut dikenal dengan nama Izrail, dialah yangmerupakan salah satu malaikat utama Allah yang bertugas mencabut nyawa semuamakhluk yang bernyawa. Izrail yang akan datang setiap saat kepada manusia, adalahsuatu peringatan yang nyata, bahwa manusia semestinya lebih mawas diri atas segalaperilakunya sendiri selama ia hidup di dunia. Risalah tentang Izrail ini, yang saya berijudul “Akulah Izrail!”, kurang lebih dimaksudkan untuk mengingatkan saya dan kitasemua, bahwa Izrail pasti akan datang. Ia adalah pelaksana kiamat kecil yangnampaknya saat ini banyak tidak disadari oleh kita semua. Sehingga, seringkali kitaalpa dan lalai untuk mengingat mati. Risalah ini memang risalah mawas diri tentangkematian, tentang berakhirnya semua peluang kita untuk mengumpulkan bekal gunakembali kepada-Nya. Apakah kita kembali dengan meniti Shiraatal Mustaqim atauterpelanting dari jembatan itu, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mengingatkematian.Tak ada bekal yang dapat kita bawa saat kematian kita, kecuali amal shaleh sebagaiorang yang beriman kepada-Nya dan kain kafan, tidak harta benda, intan, emas,permata, tidak juga istri yang kita cinta, ataupun anak-anak kita, kecuali amal shalehyang diridhai oleh-Nya. Maka ingatlah kematian, dan bersiap-siaplah dengan bekalyang dapat Anda bawa.Akhir kata, semoga risalah tentang kematian ini dapat menjadi pelajaran bagi kitasemua.Wassalammu’alaikum Wr. WbLebak Bulus, 27 November 2004AtmonadiNamaku Izrail!______________________________________________________5
  • 5. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! “Wahai anakku! Jika ada sesuatu yang tak bisa kau pastikan bila dia datang,makapersiapkan dirimu untuk menghadapinya sebelum dia mendatangimu sedang engkau dalam keadaan lengah” (Nasihat Luqman kepada anaknya)Namaku Izrail!______________________________________________________6
  • 6. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!1. Prolog"Namaku Izrail".Tiba-tiba saja ia berdiri dihadapanku. Memperkenalkan diri entah dari mana. Terusterang, aku melongo ketika orang atau lebih tepatnya mahluk itu ada dihadapanku.Entah kenapa, aku tidak terlalu kaget. Hanya saja, memang muncul rasa heran dantakut. Tubuhku yang sedang berbaring setengah terangkat. Aku menatap bengongmelihatnya berdiri di hadapanku. Meski rasa takut menyergapku, aku seakan-akantidak merasa asing dengan sosok ini. Kayanya pernah kenal, tapi dimana gitu. Dalambeberapa saat aku seperti pikun. Lupa. Tepatnya nggak tau apakah pernah bertemudengannya atau tidak. Sepertinya aku mengalami dejavu, pikirku.Cukup lama ia memandangku dengan diam, setelah dia menyebutkan namanyabegitu saja. Padahal aku nggak minta diperkenalkan. Boro-boro perkenalan, dia begitusaja mengada, makanya siapa diapun aku nggak ngeh. Izrail katanya. Siapa ya?Rasanya nama itu pernah kudengar dengan baik. Tapi aku lagi-lagi tidak mampumenggali memori dari otakku yang tiba-tiba menjadi beku.Ia nampaknya termasuk mahluk yang tak mau tau. Tepatnya super cuek. Apakah akumau atau tidak, nampaknya ia memang tak peduli. Bilamana ia mau, ia akanmemperkenalkan diri. Bila tidak, ya sudah lewat begitu saja. Tak peduli orang yangdisapanya mau atau tidak. Apakah yang di datanginya jantungan atau tidak. Baginyaitu nampaknya tidak menjadi soal benar. Apalagi kemunculannya yang tiba-tiba begitu.Seperti menyergap dari ketiadaan, muncul begitu saja. Bagi yang penakut, mungkinkemunculannya bisa membuat semaput. Dia seperti hantu. Untungnya aku termasukbukan manusia yang kagetan. Sehingga kemunculannya yang tiba-tiba itu tidak terlalumembuatku semaput. Tapi yang jelas memang otakku jadi beku. Seperti sekarang ini.Memandang dengan bodoh kesosok yang luar biasa ganteng ini.Kupikir-pikir, memang aku belum pernah melihat wajah seperti dia ini. Wajahnya lebihmirip manekin yang dipajang ditoko-toko ketimbang manusia. Halus, berkulit bersih,bahkan seperti menimbulkan pendar sinar. Meskipun, kebersihan kulitnya agak sedikitNamaku Izrail!______________________________________________________7
  • 7. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!tidak lazim dengan warna bersih yang memerah dadu seperti pipi bayi itu. Diasenyam-senyum dikulum, seperti seorang teman lama yang sedang menggoda. Wah,pikirku, ni orang kalau ikut kontes Indonesian Idol atau AFI 1 barangkali langsungmenang, yang lainnya langsung bertumbangan."Sudah tau siapa aku?", lanjutnya memecahkan kebingunganku."Eh..emmmm yyyaa...siapa ya", dengan sedikit gemetaran dan tergagap-gagap akumenjadi grogi, tapi lagi-lagi aku masih belum ngeh siapa dia, padahal dia sudahmenyebutkan namanya. Nama itu memang terdengar tidak asing. Cuma, aku lagi-lagilupa dimana pernah mendengar nama itu.Dia tersenyum simpul. Swear, senyumnya termasuk kategori senyum manis bagimakhluk berjenis kelamin laki-laki (terus terang saja gender ini perlu saya buat denganfont italyc karena saya sendiri bingung ni orang laki-laki atau perempuan).Kemudian dengan perlahan ia berkata" Aku diminta menjemputmu..."."Siapa?", tanyaku masih setengah bingung."Dia...", katanya pendek."Dia siapa ya?", tanyaku lagi, otakku masih beku, tak bisa menduga dan tak tahudengan yang ia maksud."Kkkamu sendiri siapa?", tanyaku dengan sedikit gagap tetapi lebih mantap.Keberanianku muncul begitu saja. Nampaknya, ia tidak kaget dengan reaksiku yangnampaknya masih belum begitu jelas. Aku sendiri masih mencoba mengingat –ingat.Tapi, rasanya memang sel-sel kelabu otakku jadi tumpul tak bisa berpikir. Entahkenapa, kemampuan berpikirku jadi mandeg. Daya ingatku seperti berputar-putar takmenentu, tak bisa mengatur alur logis yang benar. Melompat-lompat danterputus-putus begitu saja seperti komputer yang perangkat lunaknya error karenakerusakan prosesornya . Kira-kira pernah kenal dimana dengan sosok aneh ini. Tanpa1 AFI = Akademi Fantasi IndonesiaNamaku Izrail!______________________________________________________8
  • 8. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!ba bi bu lagi nongol dan langsung memperkenalkan diri. Kucoba mengingat-ingatsekiranya aku pernah bertemu dengannya. Disuatu tempat, di suatu waktu.Disela-sela kepikunannku, aku mencoba mengingat-ingat. Apakah teman sekolahkudulu pikirku. Ah, kelihatannya bukan. Tapi tetap tak bisa kuingat, siapakah pemiliksosok ganjil dihadapanku ini. Lagi pula kami masih sering kumpul-kumpul satu samalain, meskipun sudah hampir 10 tahun angkatan kami habis alias pada lulus daribangku kuliah. Ah, nampaknya bukan. Pelan-pelan kuhimpun daya ingatku, sedikitdemi sedikit aku merasakan otakku melumer.Tak ada dari temanku yang penampilannya mirip dia ini. Meskipun dari lain jurusan,aku masih ingat satu persatu beberapa temanku semasa kuliah dulu. Frame demiframe aku mencoba memutar kembali wajah-wajah temanku. Si Bambang yangpernah dipenjara dulu karena aksi bakar ban di kampus. Atau si Nirwan yang jadibudayawan. Walaupun aku cuma satu dua kali ketemu dengan dia toh aku masihmengingat wajahnya. Bahkan beberapa teman satu kampus yang cuma kenal mukapun aku masih rada-rada ingat. Lha yang ada didepanku ini benar-benar asing banget.Walaupun samar-samar wajah itu seperti familiar dengan ku.Wajah sesosok wanita melintas sekilas, Ah tapi bukan dia, bukan dia, dia sudah lamapergi. Aku tepiskan bayangan yang melintas dari masa lalu itu. Entah kapanketemunya akupun tidak tau. Tapi memang ada satu wajah yang sempat melintasdikepalaku, tapi tidak mungkin dia, soalnya dia memang cewek. Tapi, yah yang berdiridi hadapanku ini memang susah kujelaskan apakah cewek atau cowok. Ahhh,mungkin kawan se SMA dulu pikirku. Mencoba tidak menyerah, untuk mengingat diayang tiba-tiba berdiri didepanku. Ingatanku pun melayang ke SMA dulu untukmencari-cari dan mencocokkan siapa gerakan teman SMA yang mirip-mirip dia ini.Lagi-lagi aku tidak menemukan sesorang pun yang mirip dia. Kemudian kujelajahikenangan SMP dan sekolah dasar.Blank...Namaku Izrail!______________________________________________________9
  • 9. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Benar-benar blank nih pikirku, persis komputer yang tidak ada BIOS-nya. Siapa diaini ya. Aku membatin, sambil menatap sosoknya. Mereka-reka, mencoba mengingatdan menggali dari sel-sel kelabu diotakku. Uhh..., rasanya...nggak ada ingatan samasekali tentang sosok yang satu ini."Ngomong-ngomong sebenarnya kamu ini siapa...", kegugupan dan kebengongankusudah hampir lenyap. Ganti keingintahuanku muncul tentang dia sendiri.Sejenak ia menatapku lekat-lekat, kemudian "Ehm..aku sebenarnya pernah kamukenal duluuuuu sekali". Ia malah menjadi sedikit grogi. Ia mencoba memberipenekanan pada kata dulu. Jadinya terdengar sedikit aneh. Dan terus terang, senyumdikulumnya itu membuat beberapa bulu-bulu halus ditekukku mulai meremang."Dddulu kapan yyya?" lanjutku setengah gemetar menuntaskan keingintahuanku."Ya dulu, sewaktu kamu baru mau disinari oleh Dia".Ha....apa maksudnya "disinari". Disinari apaan ya.(Sepotong ayat tiba-tiba melintas, membuka suatu kenangan asosiatif masa yangtelah lama sekali berlalu, Alif Laam Mim Raa,(QS 13:1).Lagi pula, kok ucapannya sangat takzim sewaktu ia ucapkan "Dia". Bahkan setengahtakut-takut."Aku diminta segera menjemputmu", katanya sedikit lebih takzim kepadaku."Haaa".Aku melongo antara bingung, heran, takut, dan takjub menjadi satu .Namaku Izrail!______________________________________________________10
  • 10. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! 2. Post MortalitasEntah kenapa beberapa hari ini aku agak lemes. Ya bener lemes banget. Padahal akunggak merasa lelah lho. Santai-santai aja malah. Beberapa kawanku dikantor malahmelihatku sedikit lebih tenang."Kok tumben lu rada alim sekarang", ujar Andi yang biasanya memulai obrolan denganledekan dulu. Cengar-cengir aku menanggapinya dengan malas-malasan."Iya Nih. Gue juga nggak tau beberapa hari ini gue kayanya lebih tenang. Santai BGT.Ndak risau apapun. Walaupun proyek bejibun gini...". Kuhisap Djisamsoe-ku lalukuhembuskan asapnya kemukanya. Dia batuk-batuk.“Brengsek lu...!”, umpatnya. Aku nyengir jahil.Mulanya aku sendiri tidak terlalu menyadari kediamanku ini. Dirumah pun akucenderung berdiam diri atau melakukan aktivitas yang jarang-jarang kulakukandengan rutin. Beberes buku lah, merapikan lemari lah, menyapu kolong lah. Ataujalan-jalan seputar kampung sambil sesekali menyapa tetangga yang lama tak ketemu.Padahal biasanya aku rada cuek juga. Keluarpun kalau bukan untuk makan, ke kantor,ya kalau ada keperluan lain seperti ke warnet atau ke toserba. Selain itu, belakanganini kata si Bibi aku kok kaya orang dapet rejeki. Menghamburkan uang dengan murahhatinya.“Hehehe...tumben nih dapet rejeki nomplok ya”, kata bi Ida cengengesan sewaktu akumemberikan tip 50 ribu dengan tiba-tiba. Padahal aku nggak minta tolong apa-apakepadanya. Terus sewaktu ada pengamen atau tukang minta-minta, akupun merogohkocek dengan enteng. Bukan 500 atau 1000 perak seperti biasanya kalau memberi.Namun 10 ribu, 5 ribu. Bi Ida cuma bisa melongo saja melihat kemurah hatianku yangmendadak itu. Ngiri juga kali. 10 ribu buat dia akan berarti juga. Biasanya dia cumaakan berkata, "Lumayan, untuk jajan anak-anak", katanya setiap kali aku beri 10 ribuperak karena mau membelikan makanan untukku atau sekedar mengambilkan cucianjasku di binatu.Namaku Izrail!______________________________________________________11
  • 11. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Aku sendiri sejauh ini merasa biasa-biasa saja, walaupun orang lain melihatnyasedikit bingung. Yang kupikir-pikir agak aneh malah aku melihat segala benda menjaditanpa makna, tanpa arti. Koleksi bukuku yang kubiarkan bertumpuk akhir-akhir ini, kokkelihatannya seperti onggokan sampah yang menggunung. Isinya kok kayanyasampah dan salah tulis semua. Demikian juga tumpukan baju dan jasku, akumelihatnya seperti gombal biasa saja. Padahal jangan salah lho, aku ini termasukorang yang cukup berselera juga kalau membeli buku atau pakaian. Bukan nyombong.Cuma memang aku ini termasuk selektif dalam memilih buku, baju, kaos atau celanapanjang. Pokoknya kalau nggak pas benar dengan seleraku, nggak bakal kubeli,walaupun murah banget. Begitu juga kalau pun itu berharga cukup mahal, tapi kalausudah pas seleraku pasti kubeli. Berapapun harganya. Meskipun aku harusmenggesekkan duit plastikku yang tagihannya masih lumayan banyak. Tapi begitulah,namanya juga selera. Apapun akan dilakukan walau nantinya aku mesti sedikitberhemat dengan uang gajiku.Selain itu, pulsa hp-ku pun belakangan ini cepat habis. Baru dua minggu sebenarnyaaku mengisi hp-ku dengan sejuta pulsa.Ya satu juta padahal biasanya cuma 100 ribu.Biasanya sih ini cukup untuk satu setengah bulan. Tapi seminggu ini aku getol bangetmenelpon kawan-kawan yang nomernya ada di hp. Bahkan yang tak pernah ku telponpun iseng-iseng kutelpon juga. Ber-haha-hihi-hehe atau cuma sekedar nanyakeluarganya.Apalagi ke Mimi2 di Cirebon, hampir tiap hari pagi, siang, sore atau malam kutelponmenanyakan kabarnya. Mimiku yang di Cirebon cuma terbengong-bengong sajamelihat ulahku yang seperti Miss Ring-ring3. SMS apalagi, entah berapa ratus SMSbelakangan ini dengan gencar kukirimkan ke semua orang. Ada saja yang kukirim.Kalau bukan SMS lucu, SMS cinta, SMS iseng ya SMS hikmah. O iya, SMS Hikmah,aku jadi ingat kok ini SMS yang paling sering kukirimkan ke teman-teman. Ke mantancewekku dan teman-teman cewekku pun begitu. Aku tiba-tiba saja rajin ber-SMS danbertelpon ria menanyakan kabarnya. Mantan cewekku baru saja dua bulankuputuskan jadi mantan. Kami berpisah dengan baik-baik sih sebenarnya. Soalnya diaragu dan aku jadi ragu setelah kali ketiga ia masih bimbang sewaktu kuajak menikah2 Mimi = Bahasa Cirebon untuk Ibu atau Mama3 Miss Ring-ring, julukan untuk orang yang hobbi menelpon via hpNamaku Izrail!______________________________________________________12
  • 12. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!tahun ini. Ahhh..., secara teknis belakangan ini memang aku lagi patah hati walaupuntidak terlalu menyakitkan. “Mungkin memang bukan jodoh”, ujar mamanya sewaktuaku informasikan bahwa kami memutuskan untuk berpisah. Akupun cuma bisamengiyakan. Pasrah.Juga baru sebulan yang lalu aku mengunjungi pernikahan orang yang pernah begitulekat di pikiranku. Mengucapkan selamat dan menyerahkan kado yang ia inginkan.Gelang emas 22 karat berukir "Dariku, Untukmu". Well, semuanya itu seperti mimpi,begitu saja berlalu. Tanpa sesal ataupun kehilangan yang terlalu mendalam. Mungkin,beda sekali kalau kejadian yang terlihat seeprti "menyedihkan" ini terjadi beberapabulan yang lalu. Barangkali aku akan kelimpungan layaknya lelaki kehilangan cinta.Tapi belakangan ini kok aku nampaknya cuek-cuek saja tuh.Swear, aku merasa tidak kehilangan apapun.Khususnya dua minggu terakhir ini.Namaku Izrail!______________________________________________________13
  • 13. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! 3. Namanya Izrail"Ya Allah", ujarku setengah tak percaya."Engkau...engkau...Izrail malaikat?", tanyaku.Ia mengangguk.Baru kusadari ia yang berdiri dihadapanku ini memang berkulit sangat bersih. Bahkanbisa kubilang bersinar. Persis seperti gambaran buku-buku tentang orang-orang yangahli ibadah. Halus, nyaris tanpa otot dan bulu. Ya mirip kulit bayilah.Ya bulu, samasekali tidak ada bulu dikulitnya. Wajahnya ganteng, bahkan nyaris cantik. Mungkinkenyal-kenyal dikit kalau dipegang-pegang seperti bunyi iklan sabun mandi “Dove”,pikirku. Aku yakin, ia bisa menjadi Casanova nomor wahid kalau ia mau. Atau kalaumau jadi iklan sabun mandi, mungkin cocok untuk sabun mandi apapun. Dalam artisabun mandi kecantikan atau kegantengan. Soalnya memang sampai saat ini, kalausaja ia tidak bersuara, sulit sekali membedakan antara laki-laki atau wanita.Rambutnya teratur rapi tidak panjang dan tidak terlalu pendek, lurus tergerai.Sedang-sedang saja, tidak seperti orang yang habis bercukur maupun tidak bercukurlama. Malah nampaknya tidak pernah ditumbuhi kumis. Alisnya nyaris bertemu diatashidungnya yang bangir. Dengan sorot mata yang lembut namun dingin. Bibirnyaseolah terus-menerus tersenyum simpul, setengah meledek melihat kebingungan dansekarang kekagetanku. Bahkan, sebenarnya lebih mirip bibir joker musuhbebuyutannya tokoh komik Batman dan Robin atau salah satu bintang film yangmenjadi ikon sabun mandi terkenal. Walah..., senyumnya memang mirip TamaraBlezinky.Tidak ada yang aneh sebenarnya kalau saja orang tidak berada dalam jarak dekatdengannya. Aku yang cuma beberapa puluh senti darinya bisa melihat keganjilansosok yang jangkung dan tampan ini. Bau harum yang tak pernah kucium dari bungaatau pewangi manapun dihirup hidungku. Rasanya bau harum, manis, danmenenangkan. Kok ya, si Izrail ini pake minyak wangi darimana pikirku. Bisa membuataroma terapi seperti itu. Mungkin efek wewangian ini juga yang menenangkan diriku,Entahlah, aku sendiri masing dipengaruhi kebengongan dan kebingungan.Namaku Izrail!______________________________________________________14
  • 14. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Aku masih membanding-bandingkan sosoknya dengan beberapa public figure yangsering kulihat di bioskop dan televisi. Seingatku tidak ada peragawan ataupun bintangfilm yang mirip dengan dia ini. Leonardo Di Caprio yang tampan imut-imut pun tidakseperti dia, atau Pau Min Che yang aktor F4 pun jauh banget. Entah suku apa si Izrailini. Dari melongo, kaget, bingung sekarang ada yang merambat pelan-pelan disekujurtubuhku. Bulu-bulu kudukku berdiri serentak, meremang diantara keringatku yangmulai merembes dan terasa dingin disekujur tubuhku. Aku mendadak disergap rasatakut amat sangat.Namun itu tak berlangsung lama. Entah darimana datangnya, perasaanku yangcampur aduk itu menemukan titik keseimbangannya manakala mencermati sosokyang berdiri dihadapanku ini. Wah, memang efek wewangian ini yang membuatkutenang pikirku. Tubuhku sudah kembali ke posisi rebahan di pembaringan. Tanpadaya. Kuamati lagi sosok Izrail yang ada di hadapanku. Tepatnya bukan dihadapanku.Tapi diujung ranjangku.Ya, saat itu aku sebenarnya lagi terbaring lemes dipembaringanku. Bukan sakit ataupun meriang. Cuma seperti kurang gairah. Waktu itu sudah menjelang tengah malam.Jadi sebenarnya aku sudah bersiap-siap mau rebahan untuk tidur setelahmembolak-balik beberapa lembar surat dari Al Quran versi H.B. Jassin yang diberijudul “Bacaan Mulia”4. Namun kedatangannya yang tiba-tiba membuyarkan kantukku.Tak ada yang bisa kukatakan saat itu. Pelan-pelan, karena kulihat ia juga cuma berdiridisitu, aku mulai mencoba menenangkan diri. Menatapnya dengan tolol. Lalukuberanikan diri membuka dialog lagi setelah beberapa detik kebisuan melanda kamiberdua. Aku mulai menyadari datangnya sesuatu."Sudah waktunyakah aku", tanyaku pelan.Sangat pelan sekali. Kupikir ia tak mendengar ucapanku."Ya, sudah saatnya menghadap Dia", katanya.4 H.B. Jassin , “Bacaan Mulia”, Penerbit Halco JayaNamaku Izrail!______________________________________________________15
  • 15. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Beberapa jenak aku pun cuma bisa menatapnya lagi. Tanpa komentar dan rasaapapun. Hambar. Lalu entah bagaimana tiba-tiba saja aku nyeletuk tenang. Lagi-lagi,kurasakan ketenanganku karena pengaruh wewangiannya." Boleh aku meminta sesuatu sebelum engkau mengambilku...", harapku.Ia tidak kelihatan bimbang, malah sepertinya sudah tau kalau aku akan sedikit rewel.Ia cuma mengangguk. Lalu, entah ide darimana, lidahku fasih bertanya."Ceritakan tentang kamu...".Namaku Izrail!______________________________________________________16
  • 16. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! 4. Hikayat IzrailBegitu saja.Ketika Ia Berkehendak melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya,maka aku mengada seperti yang lainnya dari jenisku.Tercipta begitu saja dari al-Haba dan Nur Muhammad,berkas-berkas debu dan cahaya yang memanifestasikan Kun Fa Yakuun.Aku adalah satu diantara yang tak terhitung,yang Dia ciptakan untuk menjaga kelangsungan Kun Fa Yakuun.Aku adalah bagian dari Kehendak dan Kemahakuasaan-Nya.Ada milyaran proses yang menyertai Kuasa-Nya.Sejumlah itulah kami ada.Baik yang nyata maupun yang kasat mata.Baik yang terasa maupun tidak terasa.Baik di dalam maupun di tapal batas semesta.Masing-masing dari kami mempunyai tugas-tugas yang spesifik.Aku adalah salah satunya yang bertugas setiap saat,bersiap sedia bilamana semua makhluk sudah tiba untuk dikembalikan kepadaNya.Karena aku dari jenis makhluk yang mengikuti kepatuhan-Nya,maka aku sebenarnya tidak pernah terikat oleh ruang dan waktu,kendati aku selalu mengikuti arus Sang Waktu,seperti layaknya mahluk lain yang berada dalam kisaran tersebut.Jadi pendeknya aku tak pernah mati,sebelum yang lainnya kumatikan atas kehendak-Nya.Atau makhluk semacam itulah;Yang bertasbih tanpa kenal lelah, tak kenal waktuataupun pengertian-pengertian relativistik seperti yang dinisbahkan kepada kaummu.Tugasku ya seperti yang kamu rasakan ini, mengembalikan serpihan-serpihan cahayakembali ke asalnya, ke awal mula penyaksian-Nya, ketika kalian bersaksi “Ya, Kamibersaksi!”5.5 QS 7:172 “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka danAllah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" MerekaNamaku Izrail!______________________________________________________17
  • 17. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Aku biasanya cuma sekedar menerima catatan dari Lauh Mahfuzh, siapa-siapa yangharus kujemput saat itu. Hanya saja, karena aku tak pernah mengenal waktu, aku bisaberada dimana saja, kapan saja, tapi bukan Coca Cola lho.O ya, ngomong-nomong soal debu & cahaya.Memang aku terbuat dari serpihan-serpihan debu & cahaya yang menjaga proses KunFa yakuun.Sebenarnya, aku dan yang lainnya ada karena Dia mempunyai Kehendak danKeinginan Yang Tak Terbantahkan;Dia ada karena Kekekalan diri-Nya,kemandirian-Nya,sehingga bagi selain-Nya,maka Dia adalah Perbendaharaan Tersembunyi.Aku ada, makhluk lainnya juga ada, semata-mata karena limpahan rahmat dan kasihsayang-Nya, sehingga ketika Dia mendeklarasikan Kekekalan-Nya danKemandirian-Nya yang Absolut maka Dia berkata: “Kuntu kanzan makhfiyyan fa ahbabtu an urafa fa khalaqtu al-khalqa fabi arafu-ni --Aku pada mulanya adalah harta yang tersembunyi, kemudian Aku ingin dikenal, Kuciptakanlah makhluk maka melalui Aku mereka kenal Aku.Dia ucapkan Basmalah sebagai Rahmat dan Kasih Sayang yang Dia limpahkan,sebagai bagian dari Perbendaharaan-Nya yang tak akan ternilai oleh semuamakhluk-Nya, tak akan terbalaskan kecuali oleh rahmat dan hidayah-Nya sendiri.Maka, dalam pemeliharaan Asma Ar-Rahmaan dan ar-Rahiim, Dia firmankankehendak-Nya “Jadilah!” dan muncullah cahaya kemegahan-Nya sebagai Nurmenjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di harikiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini(keesaan Tuhan)"Namaku Izrail!______________________________________________________18
  • 18. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Muhammad, sebagai citra awal mula-Nya yang sempurna; kemudian aku mengetahuibahwa melaluinya aku akan mengenal-Nya.Dalam pusaran wawu,yang berputar melawan detak Sang Waktu,Nur Muhammad adalah cahaya-Nya yang tidak tercitrakan di alam nyata;kecuali bagi mereka yang memiliki qolbu Mukminin dan mereka yang menempatkandirinya sebagai bagian darinya.Ketika Nur Muhammad menyinari zarah tanpa massa,yang kelak ditakdirkan menjadi al-Haba,maka dalam kuatnya pusaran wawu,Thaasin adala firman-Nya yang mamujudkan kekuasaan-Nya,terciptalah minyak zaitun yang diberkahi,yang kilau kemilaunya mampu menerangi, kendati tanpa disentuh api6;Simetri Kegaiban Mutlak-Nya pecah mandirikarena kehendak-Nya semata;Maka dari Kegaiban Mutlak-Nya,melimpah dengan Rahmat dan Kasih Sayang-Nya,al-Iradah-Nya goncangkan kegaiban sehinggagelombang al-Qudrah-Nya maujud mencapai batas-batasuntuk segera munculkan al-Haba sebagai debu awal mula dansemburat cahaya Nur Muhammad meneranginya,hingga “Jadilah!” lelehan minyak zaitun itu seperti minyak tak tembus cahaya,lantas kehendak-Nya terkonfirmasikan sebagai plasma awal mulayang meledak-ledak dengan sendirinya,ciptakan gelombang Dentuman Awal Mula (Big-Bang),yang lontarkan al-Haba sebagai debu-debu materi pemula,yang luaskan ruang awal-mula dalam ketakberhinggaan Sang Waktu yang mengada6 QS 24:35 Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuahlubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akanbintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya,(yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yangminyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis),Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuatperumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.Namaku Izrail!______________________________________________________19
  • 19. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! menjadi fondasi alam nyata;darinya muncul salah satu kaumku yang mampu menjangkau setiapsudut-sudut semesta; membangun superspace7 awal mula;Dari Nur Muhammad,maujud salah satu kaumku mengikat semua maujud al-Haba menjadi semua makhluk,baik sendiri-sendiri sebagai gelembung-gelembung kuantum,maupun sintesa dari banyak zarah menjadi citarasa-citarasa8,inti-inti, atom-atom,molekul-molekul, sel-sel, jaringan-jaringan,organ-organ, obyek-obyek,menjadi galaksi-galaksi,menjadi bintang-bintang,menjadi planet-planet, batuan, pegunungan, lautan, tumbuhan, binatang, manusia,dan menjadi dirimu.Kaum mu, tercipta dari proses setelah milyaran tahun Kun Fa Yakuun berjalan. Itulahtanah lempung dari seluruh penjuru bumi, yang pernah kuambil dulu. Lantas kemudianDia tiupkan Ruh dari cahaya-Nya. Dia berfirman ketika itu,Alif Laam Ra, (Qs 2:1)Alif Laam Mim Ra (Qs 13:1)Cahayamu Dia ciptakan dengan penuh rahmat, kasih sayang dan kemuliaan-Nya.Maka “Jadilah!” kaummu yang mengemban semua amanat kesempurnaan citra-Nya;Amanat yang tak sanggup diemban kaumku, amanat yang tak sanggup diemban olehsemua makhluk kecuali kaummu. Adam yang diciptakan sebagai manusia sempurnapertama, adalah moyangmu, yang memahami asmaa-a-kullahaa, yang menjadikhalifah pertama mengemban amanat itu.7 Superspace, struktur ruang-waktu alam semesta8 Quark, dikenal sebagai materi elementer terkecil dalam fisika teoritis yang hanya dapat dimengerti dengancitarasa-citarasa keatas, kebawah, menyenangkan, dan ungkapan metafisi lainnya.Namaku Izrail!______________________________________________________20
  • 20. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Kamu mungkin heran, kalau aku sendiri sebenarnya mahluk yang sangat tak kasatmata. Serpihan al-Haba dan Nur Muhammad adalah bahan bakuku, yang terhalusciptakan diriku. Disaat tertentu kaumku jadi sangat nyata dan bisa berbentuk apa saja.Persis seperti cahaya yang memantul atau bayang-bayang yang timbul dari setiapmakhluk dibawah cahaya. Karena aku dekat dengan esensi dirimu, makapenampakkanku sebenarnya sangat tergantung pada apapun yang menggerakkantindakanmu, motivasimu, dan niat-niatmu. Bagi kaum sejenis ku, bentuk tak berartiapa-apa.Selama milyaran tahun, Dia telah menetapkan masing-masing dari kami denganurusan-urusan yang spesifik. Dia telah berfirman,Thaahaa (QS 20:1)Untuk menyingkapkan segala sesuatu, dari Asma-asma-Nya yang menjadiketentuannya. Yang kelak engkau kenal sebagai,Alif, Ba, Jim, Da (ABJAD)l1,2,3,4 (desimal)10101010....(biner)Kami adalah kaum spesialis, dengan perintah-perintah-Nya, yang tak bisa kamibantah. Kami menyertai setiap gerak-gerik segala makhluk selain kaum kami. Karenatugas kami memang begitu. Kami awasi segala perilaku dan tindak tanduk kaummu,kesesatanmu, kemuliaanmu.Kami bukan memata-matai, tetapi sekedar mencatat atau tugas-tugas khusus lainnya.Semuanya kami catat sesuai dengan yang kami ketahui. Tapi lebih tepatnya menjadisaksi atas proses kesempurnaanmu, dengan rahmat, anugerah, kasih sayang, hikmah,keadilan dan kebijaksaan-Nya. Dia telah berfirman dengan kelembutan sebelumsemuanya ditampilkan dengan Basmalah,Kaf ha ya Ain Shaad (Qs 19:1)Namaku Izrail!______________________________________________________21
  • 21. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Kelembutan itu adalah “yatalaththaf” (Qs 18:19) yang memunculkan Rahmat danKasih Sayangnya ketika Kun fa Yakuun (Qs 36:82) dicetuskan sebagai perintahpenciptaan dengan ketentuan yang pasti terjadi (QS 69:1) .Tugas yang kuemban entah sampai kapan, aku sendiri tidak pernah diberi tahu.Seperti aku misalnya. Tugasku sangat spesifik untuk mengembalikan ruh segalamahluk kembali kepada-Nya. Setelah itu, ya sudah, petugas yang lain dari jeniskuakan meneruskan proses itu. Begitu saja setiap saat dari waktu ke waktu. Monotonmemang. Tapi entah kenapa aku senang-senang saja menjalankan titah-Nya itu.Bagiku menjalankan perintah-Nya bukan sekedar tugas atau perintah. Tapimenggairahkan unsur-unsur pembentukanku.Entah sudah berapa banyak aku mengembalikan ruh setiap mahluk di semesta ini.Dari kaum apa saja, dari ras apa saja. Yang baik-baik ataupun yang durhaka. Yangsedang sekarat ataupun yang sehat-sehat saja. Pokoknya, yang berdiam disetiapsudut semesta, yang mengikuti proses sejak Kun Fa yakuun difirmankan.Aku sendiri, tentu saja menjadi bagian dari proses itu. Tapi karena kuasa-Nya, tugaskami memang cuma menjaga agar proses itu berjalan seperti yang Ia Kehendaki.Kehendak-Nya adalah Kemutlakkan-Nya. Maka kaum kami seringkali merupakanbagian dari apa yang disebut sunnatullah. Aturan dan ketetapan-ketetapan yangmenyertai kun fa yakuun, baik yang pasti atau tidak pasti.Kenapa Aku?Kenapa aku yang ditugasi begitu?Ini ada sejarahnya.Kan tadi sudah kukatakan, bahwa aku dulu pernah mengambil debu dari bumi. KetikaDia hendak menciptakan Adam, moyangmu itu, Dia mengutus satu malaikat yangsebenarnya tugasnya memikul Arsy untuk membawa debu dari bumi.Ketika dia ngotot ingin mengambil debu dari bumi, Bumi berkata "Aku memintamudemi Zat Yang telah mengutusnya agar engkau tidak mengambil apa pun darikuNamaku Izrail!______________________________________________________22
  • 22. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! sekarang yang neraka memiliki bagian darinya". Malaikat pemikul Arsy terkejut, makadia pun batal mengambil debu bumi.Ketika ia melaporkan kepada-Nya, Dia berfirman "Apa yang mencegahmu untukmembawa apa yang telah aku perintahkan kepadamu?".Dia menjawab, "Bumi telah meminta kepadaku demi keagungan-Mu, sehingga akumerasa berat untuk menolak sesuatu yang meminta demi Keagungan-Mu". MakaAllah kemudian mengutus malaikat lainnya kepada bumi, tetapi bumi mengatakanalasan yang persis sama seperti sebelumnya.Demikian sampai entah berapa milyar tahun dalam ukuranmu sampai Allah mengutussemuanya.Akhirnya Allah mengutusku untuk mengambil debu. Bumi pun mengatakan sepertisebelumnya. Tapi, sudah menjadi kehendak-Nya kalau segala sesuatu yangberhubungan dengan debu dan tanah liat akan ditugaskan kepadaku.Aku berkata kepada bumi,"Sesungguhnya Dia yang mengutusku lebih berhak untukditaati daripada kamu".Bumipun bungkam seribu bahasa dan pasrah atas kehendak-Nya. Akupun mengambildari permukaan bumi seluruh tanah yang baik dan buruk, semua unsur yang ada diBumi yang mengandung Carbon, Hidrogen dan Oksigen, dan membawanyakepada-Nya. Lalu Dia mengucurkan air surga kekumpulan debu bumi itu sehinggamenjadi lumpur hitam yang diberi bentuk yaitu minthiin (Qs 23:12), dan darinya Ia 9menciptakan Adam." Itulah sebabnya kenapa aku ditugaskan untuk mengambil ruhmanusia dan mengembalikannya ke Yang Berhak Menentukan Nasib.Aku tak mengenal belas kasihan. Dulu, aku pernah berbelas kasih kepada manusiayang hendak kucabut nyawanya. Namun, kehendak Allah mengandungrahasia-rahasia yang tersembunyi, sehingga akupun malu melakukan penentangan9 Diriwayatkan oleh Said bin Manshur, Ibnul Munzir, dan Ibn Abi Hatim dari Abu Hurairah, ref 10, hal 50-51Namaku Izrail!______________________________________________________23
  • 23. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Kehendak-Nya. Suatu hari, aku diperintahkan mencabut nyawa seorang perempuandi padang pasir yang panas. Ketika kudatangi, dia baru saja melahirkan anak laki-laki.Aku menaruh belas kasihan kepada perempuan itu karena keterpencilannya, dan jugakasihan terhadap anak laki-laki perempuan itu karena masih bayi namun tidak terawatdi tengah padang pasir yang buas. Namun fatal akibatnya, karena anak kecil dimanaaku menaruh belas kasih itu ternyata adalah penguasa lalim dan tiran yang tak adaduanya di bumi. Dari situ, aku memahami bahwa “Mahasuci Dia yang memperlihatkankebaikan kepada yang dikehendaki-Nya!”. Ketika aku berbelas kasihan, maka akutidak mencabut nyawa bayi itu, tapi aku kemudian menyesalinya karena apa yangkuanggap kebaikan ternyata benih kejahatan yang kubiarkan tumbuh karena akusalah menafsirkan kehendak Tuhan.Izrail terdiam sejenak. Agaknya ia masih mengenang apa yang dilakukannya dulu.Kemudian ia melanjutkan.Jangan tanya siapakah ibu bapakku, seperti layaknya makhluk lainnya yang beribubapak. Katakan saja, aku manifestasi Kehendak Yang Kuasa. Manifestasi al-Qudrahsetelah Ia memfirmankan “kun!”. Seperti saya bilang tadi, kaum sejenisku terciptabegitu saja karena Ia Berkehendak. Kalau kamu bertanya berapakah banyak tugasyang telah kulakukan? Aku sendiri tidak tahu. Benar-benar tidak tahu. Karenapengetahuan tentang itu tidak kami miliki.Ada yang lain dari jenisku yang melakukan hitung menghitung. Itu bukan tugasku. Akujadinya memang mahluk yang sangat spesifik. Sebenarnya kalau soal spesialisasibegini, kami tidak ada apa-apanya dibanding kalian manusia. Soalnya, hanya kaumkalianlah yang diberi kehendak bebas untuk berpikir, memilah dan memilih denganbertanggung jawab. Kaum kami tak sanggup memikulnya, karena kami telah melihatdampak-dampaknya yang mengerikan.Dia pun menghendaki kami bertasbih dan sujud dihadapan Nenek Moyangmu.Pernah kami protes begini-begitu sewaktu kami diberitahu bahwa Dia Berkehendakmenciptakan mahluk manusia. Namun, Dia Maha Mengetahui atas apapun yangterjadi sejak Awal dan Akhir.Namaku Izrail!______________________________________________________24
  • 24. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Kami sebenarnya terikat Sang Waktu seperti kaummu. Sang Waktu adalah kaumsejenisku. Ialah yang memungkinkan perubahan. Kami sebenarnya pun tau kalaumanusia akan selalu begini begitu di semesta yang Dia ciptakan dengan rahmat dankasih Sayang-Nya yang tak terbalaskan. Yang tidak kami miliki ada pada makhlukyang satu ini. Keinginan, akal, dan atribut lain yang kami tau bakal jadi masalah nanti.Kami memang sedikit iri, sampai Dia menunjukkan kuasaNya atas semua makhlukmanusia. Kalian sebenarnya lebih tahu dari kami atas segala mahluk yang pernah Iaciptakan.Kami pun lalu sujud dihadapan nenek moyangmu, Adam. Cuma satu makhluk yangtak mau sujud. Ialah Iblis yang kemudian akan selalu mendampingi kalian dalamproses Kun Fa yakuun. Maka, iapun terkutuk. Allah berfirman :“Keluarlah engkau dari padanya, karena sesungguhnya engkau terkutuk, dansesungguhnya laknat atasmu sampai hari kemudian.”10Begitulah, Iblispun menjadi musuh abadimu dan musuhmu yang sejati. Ia menyusup dikumpulan-kumpulan debu al-Haba yang sekarang maujud menjadi semua bentuk,karena keinginan, karena hasrat, karena syahwat, karena ketamakan, kerakusan,kesombongan, dan penyakit-penyakit Sang Iblis lainnya. Aku tak kuasa mengusirnyadari sekitarmu, soalnya memang bukan tugasku. Kan tadi sudah kubilang kaumkuadalah kaum spesialis. Begitulah aku.Izrail mengakhiri kisahnya. Aku terdiam. Kemudian, karena tugas-tugasnya itu akubertanya tentang cara dia mengakhiri kehidupan seseorang, cara dia mengambil ruhmakhluk bernyawa.“Proses pengambilan ruh? “, dia mengangkat alisnya.Sebenarnya bagaimana caraku mengambil ruhmu itu tergantung dari banyak hal. Dansemuanya ada didiri kamu sendiri. Ada yang mungkin menurutmu kelihatan mudah,ada juga yang sulit. Ada yang berkesan ada juga yang tidak menyimpan kesan10 QS 15: 34-35Namaku Izrail!______________________________________________________25
  • 25. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! apa-apa. Aku sendiri tidak tau kenapa bisa tidak berkesan sama sekali. Ia maunyabegitu kok.Cara mengambilnya pun macam-macam. Kan sudah kubilang kalau bahan dasarkuadalah cahaya. Penampakanku sebenarnya tergantung dari kamu sendiri. Ada banyakhal yang mempengaruhi penampakan ku. Tapi, yang utama memang segala gerakgerik dan tingkah laku yang pernah kamu lakukan di semesta ini, akan mempengaruhiwujud penampakkanku. Demikian juga cara mengambil ruh kehidupan yangbersemayam di wujud fisikmu, tergantung pada kebandelan dan kepatuhanmu.Memang kaum mu ini termasuk makhluk yang diistimewakan-Nya. Sangat disayang,sangat sempurna dibanding makhluk lainnya. Hanya, seringkali kaum kamu itu ngeyel.Kalau tidak, malah bisa dibilang pin-pinbo alias pintar pintar bodoh.Dan yang paling menjengkelkan, kalau kaum kamu ini sudah dikuasai olehpenyakitnya Sang Iblis yang terusir. Walah, susahnya minta ampun. Padahalpengambilan ini sebenarnya proses yang biasa-biasa saja. Kamu sendiri kan tahu tiapsaat ada saja yang kuambil. Dengan baik-baik atau dengan paksa, dengansendiri-sendiri atau berkelompok, dengan senang atau dengan ketakutan.Memang sih aku sering datang tiba-tiba. Maklum namanya cuma makhluk yang cumamenjalankan perintah. Aku sendiri tidak tahu kapan harus segera menemuimu. Iturahasia Dia Yang Penuh Rahasia.Kaum kamipun, yang bisa dibilang 100 % patuh dan selalu beribadah kepada-Nya, taktau apa-apa kalau menyangkut urusan takdir makhluk. Sungguh, tugas kaum kamicuma memenuhi perintah Dia. Memang sih seringkali ada delay sewaktu kamimenjalankan tugas. Biasanya kalau ada delay, kehadiran kami akan didahului aurayang mempengaruhi kelakukan mahluk yang akan kami ambil. Mungkin kamu sendiritidak menyadari hal itu.Tapi begitulah. Kaum kamu sebenarnya ada di dalam genggaman-Nya dengan ketat.Ada yang digenggam erat-erat. Ada yang direnggangkan, sampai kesombonganmenyergapnya. Dan mengira, dirinya sangat hebat dan berkuasa, sampai-sampaidiapun menafikan peran Tuhannya. Padahal, semua malapetaka, semua kehinaan,Namaku Izrail!______________________________________________________26
  • 26. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! semua hal yang buruk-buruk dapat terhindar dari dia semata-mata karena Dia sangatmenyayanginya. Akhirnya, kesombongan itu menjerumuskan dirinya dalam banyakkesesatan dan kebodohan. Benar, sombong, bodoh dan sesat itu sebenarnya hampirberiringan, karena itulah karakter Azazil, sang Iblis yang mengira dirinya pantasdisujudi karena ilusi kesuciannya. Banyak kaummu yang terkena ilusi palsu itu. Makaberhati-hatilah, sebenarnya semua manusia mempunyai peluang untuk tergelincir kedalam perangkap tipu daya Sang Durjana yang dikutuk oleh-Nya.Kami yang mempunyai tugas mengambil sebenarnya cuma satu. Berhubung kamitidak terikat dalam proses yang kalian jalani, tidak oleh ruang maupun waktu, sepintaskami kelihatan ada banyak. Memang begitulah kejadiannya. Dalam satu waktu ukurankalian, kami bisa serentak mengambil banyak ruh dengan berbagai cara, dimana saja. Sudah tak terbilang, berapa milyar ruh yang kuputuskan dari semua harapan dan impiannya, dari semua angan-angan dan cita-citanya, dari semua keasyikannya, dari semua kesenangannya, hartanya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, rumah-rumahnya, mobil-mobilnya, perusahaan-perusahaannya, jabatan-jabatannya, pacar-pacar gelapnya, dan lain-lainnya. Tapi, itu tak cukup untuk mengingatkan manusia. Hingga iapun seperti keledai dipenggilingan masa, terperosok di lubang yang sama dari masa ke masa.Kelalaian manusia dari mengingat kedatanganku nampaknya sudah menjadi penyakitzaman. Dari waktu ke waktu melakukan tugasku, kelalaian mereka terhadapkedatanganku menimbulkan rasa sombong dan berpanjang angan-angan. Entahsudah berapa banyak aku menghanguskan “business plan” mereka. Kaummusemestinya mengingat syair yang dibuat oleh seorang arif ini,Namaku Izrail!______________________________________________________27
  • 27. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Kita lalai dari mati di pagi dan sore hari Seperti penghuni dunia yang lalai Dari kematian di sore dan pagi hari Seseorang berjalan di suatu hari seperti tubuh tanpa ruh Didepan mataku, setiap yang hidup adalah isyarat kematian Merintihlah jiwamu wahai orang miskin, bila engkau merintih Sungguh, kau akan mati meski kau berumur seperti Nuh.[17]Aku rasanya sudah kebal dengan semua keadaan ruh yang kutarik dalam keadaanapapun. Pembantu-pembantuku sejumlah mahluk berruh yang ada di semesta ini.Jadi, setiap saat sebenarnya aku mengintip semua makhluk, mengincar semuamakhluk. Begitu sinyal terakhir diisyaratkan Allah SWT maka akupun akan beraksimemadamkan semua kepongahan dan harapan manusia.Ketahuilah, sesungguhnya ruh dalam keadaan telanjang dalam tubuh seorang hamba,ia akan diambil apabila dikehendaki dan dilepaskan apabila dikehendaki oleh-Nya.Maka [17], Bersiaplah untuk mati wahai jiwa dan berusahalah untuk selamat, orang bijak yang siap meyakini bahwa tak ada keabadian bagi kehidupan dan tak ada tempat pelarian dari kematian. Engkau hanya peminjam apa yang mesti dikembalikan. Kita bukanlah pemilik kehidupan ini, juga bukan pemilik tempat hidup ini. Kita tak berharta, tak berkeluarga, tidak juga anak-anak kita miliki. Semuanya orang-orang telanjang Jiwa kita menuju masa yang dekat, Yang Meminjamkan akan mengambil yang dipinjamkan.Sebenarnya aku juga ditugaskan untuk mematikan malaikat, setan, iblis, pohon,binatang, dan makhluk bernyawa lainnya. Maka ia yang bernyawa, pastilah akangemetar melihat kedatanganku.Namaku Izrail!______________________________________________________28
  • 28. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Sebenarnya, ada banyak cara aku menarik ruh dari tubuh atau jasad mahlukbernyawa. Hal itu sebenarnya tergantung dari segala hal yang membentuk kamu,amal-amal kamu, dan kelakukan kamu. Mau tau bagaimana aku menarik ruh daritubuh manusia? Aku menariknya langsung dari jasad yang hidup melalui ubun-ubunkepala.Kamu seringkan menyedot minuman dari dalam botol? Persis! Seperti itulah akumenarik ruh manusia dari tubuhnya. Saat itu kulakukan, seluruh sel-sel genetistubuhmu mulai dari ujung kaki, sedikit demi sedikit akan mati. Maka, jemari kakilahyang akan mengalami kematian pertama kali, baru kemudian bergerak ke telapak kaki,tungkai, kemudian ke betis, lalu paha dan seterusnya. Pada keadaan ruh kutarik,ujung-ujung kaki akan mengejang, kaku. Dengan cara yang sama setiap bagian tubuhpelan-pelan akan kesakitan amat sangat dan kemudian mati rasa, bertanda ruh sudahmelalui bagian itu. Maka, berpisahnya tubuh dengan ruh akan terjadi setelah ruh dantubuh merasakan sakit yang sangat dahsyat.Bagaimana rasanya. Susah kugambarkan, karena aku cuma melihat saja, kan akuyang mencabut nyawa. Aku cuma melihat saja bagaimana manusia yang kucabutnyawanya berkelojotan dengan berbagai ekspresi rasa sakit yang dia rasakan saat itu.Jadi aku sendiri ndak tahu bagaimana rasanya ketika ruh kutarik dari jasad manusia.Tapi, baiklah, dari pengalamanku mungkin gambarannya bisa kusimpulkan demikian :Rasanya seperti disayat-sayat karena ruh kehidupanmu11, yang menempel disetiapatom tubuhmu, sel-sel genetismu yang menjadi jaringan syaraf, otot, pembuluh darah,persendian, rambut, kulit kepala, kulit yang membungkus tubuhmu, dan semua bagiantubuhmu kutarik-tarik, kubetot-betot dengan keras. Bayangkan saja jika ruhmuenggan meninggalkan dunia, maka semakin enggan, semakin sakitlah rasanya. Kalaundak percaya, coba saja kamu cubit kulitmu keras-keras. Sakit kan!Kamu pernah kan mengalami luka disayat. Perih! Begitulah teriakan sebagian darimereka yang kucabut ruhnya. Tapi luka tersayat yang sering dialami manusia tidakseberapa dibandingkan dengan tercabutnya ruh dari jasadmu dengan paksa. Kalau11 Dalam istilah Al-Ghazali, ruh kehidupan terdiri dari hayat atau ruh yang memberi energi kehidupan dan RuhIlahiah yang mengenal IlahiNamaku Izrail!______________________________________________________29
  • 29. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! sayatan luka kan cuma terjadi di sekitar luka saja, itupun sakitnya sudah luar biasadan terasa di bagian tubuh lainnya. Bisa dibayangkan bagaimana kalau seluruh seltubuh terasa disayat-sayat. Jangan heran kalau manusia akan berkeringat, menjerit,melolong-lolong, meraung-raung, dan menggeliat-geliat berkelojotan ketika ruh ditarikkeluar dari kepompong tubuhnya. Manusia akan terkuras tenaganya, akibatkelelahannya, ia bahkan tak lagi dapat bernafas, ia akan merasakan seperti tertimpabeban berat kesombongan, kedengkian, ketamakan, kemaksiatan, dan kejahilanlainnya. Namun demikian, apabila tubuh kuat, suara yang dikeluarkan ketika bernafasakan berbeda-beda. Ada yang dengan susah payah, ada yang mudah. Sesuai denganamal yang pernah dilakukan tubuhnya.Rasa sakit yang tak terkira muncul karena ruh yang lembut menjadi jinak dan menyatusetelah berhubungan dengan tubuh. Keduanya kemudian bercampur dan salingmerasuki satu sama lain, sehingga keduanya seperti menjadi sesuatu yang satu. Ruhdan jasad menjadi melekat. Keduanya tak akan terpisahkan, kecuali dengan suatuupaya penarikan yang kuat, sehingga manusia merasakannya sebagai suatukepayahan yang amat sangat dan sakit yang luar biasa.Ketahuilah, kesukaanmu akan syahwat, nafsu dan materi serta keduniawiancenderung akan semakin melekatkan ruhmu dalam jasadmu. Kenapa demikian, inikarena atom-atom tubuhmu semakin memiliki energi yang tinggi, sehinggaikatan-ikatan atomis dalam tubuhmu akan semakin kuat. Dikatakan bahwa tubuhmumenyimpan energi dalam yang berlebihan, sehingga seringkali energi berlebihan inimelonjak-lonjak dengan liar dan menumbuhkan berbagai syahwat dan nafsu.Kromosom-kromosommu akan terganggu, kode-kodenya yang asli akan jungkir balik,bahkan akibat langsungnya akan muncul menjadi berbagai penyakit yang payahseperti kanker, jantung, atau pikun. Itulah yang akan mencelakakanmu, akanmenyiksamu. Jadi semakin lekat ruh dalam jasad maka semakin sakitlah engkaurasakan ketika aku menarik-nariknya karena keengganan ruhmu meninggalkanjasadmu. Setelah rasa sakit tak terkira dan kekuatan jasad menurun, suara akanberangsur hilang, dan setiap bagian tubuh perlahan-lahan akan menjadi kaku.Sakitnya penarikan ruh memang menggentarkan siapapun juga. Jangankan manusiabiasa, para nabi dan rasul pun menggigil ketakutan manakala aku datang. KarenaNamaku Izrail!______________________________________________________30
  • 30. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! alasan itulah, seorang nabi yang paling dimuliakan diantara nabi-nabi dan rasul-rasul,Muhammad SAW, memohon kepada Allah SWT agar membebaskan beliau daripenderitaan dan kepedihan kematian. Beliaupun sudah mengingatkan, “Perbanyaklahmengingat sesuatu yang menghancurkan kelezatan, yakni kematian.”12 Banyak orangarif dan ulama yang membuat syair tentang hilangnya kelezatan ketika aku datang.Kata mereka, Ingatlah kematian yang menghancurkan kelezatan Dan bersiaplah untuk kematian yang akan datang Wahai yang hatinya lalai dari mengingat kematian Ingatlah tempatmu sebelum tiba saat perjumpaan Bertobatlah kepada Allah dari kelalaian dan segala yang lezat Sesungguhnya kematian sangatlah dekat Ingatlah musibah hari-hari dan saat-saat yang terlewat Jangan merasa tenang dengan dunia dan perhiasannya yang melekat [17].Dalam Al Qur’an, Allah menggambarkan kesakitan saat penarikan ruh dalam firmandengan gambaran berikut “Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan) (QS 75:29)”,yang banyak ditafsirkan oleh ulama sebagai berhimpunnya rasa sakit sakratul mautdengan kerugian karena melepaskan ridha Allah. Allah menyebut keadaan tersebutdengan “sakrah”, karena sakitnya kematian disertai dengan keburukan yang dihimpunakan membuat semaput pemiliknya, sehingga biasanya kesadarannya hilang. Allahberfirman, “Dan datanglah sakratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamuselalu lari daripadanya (QS 50:19)”[17].Bagaimana gambaran yang jelas mengenai rasa sakit dan penderitaan kematianmemang bermacam-macam. Sehingga terdapat gambaran yang tidak persis sama,namun intinya serupa yaitu suatu rasa sakit yang tak terkirakan. Kamu mungkin dapatmenyimak dari beberapa kisah tentang kematian berikut ini. Hasan bin Ali pernahmendengar sabda Nabimu yang mulia yang mengatakan padanya bahwa “pedihnyakematian setara dengan luka-luka tiga ratus tusukan pedang”. Ali Bin Abu Thalib kwj12 HR Tirmidzi no 2307, dikutip dari ref 17Namaku Izrail!______________________________________________________31
  • 31. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! bahkan menyebutkan setara dengan seribu pukulan pedang. Bisa kamu bayangkanbukan bagaimana sakitnya. Jangankan dipukul pedang, lha luka tergores silet sajabisa membuat manusia mengaduh-aduh nggak karuan, apalagi dipukul-pukul seribukali dengan pedang. Gambaran lain menyebutkan, kalau pedihnya kematian itu lebihtajam dari gigi gergaji, lebih tajam dari mata gunting, lebih menyakitkan daripadadipanggang diatas kawah panas gunung berapi. Makanya ada pepatah yangmengatakan bahwa “maut lebih menyakitkan daripada tusukan pedang, gergaji, atausayatan gunting”.Para nabi dan rasulpun mempunyai gambaran yang menakutkan betapa pedihnyaketika aku datang. Dikisahkan ketika Nabi Musa meninggal dunia dan ditanya Allahbagaimana rasa sakitnya kematian yang ia rasakan, ia menjawab bahwa kejadian ituseperti seekor burung yang dipanggang hidup-hidup, tapi nyawanya tidak juga lepasdan ia tidak menemukan cara untuk melepaskan diri. Musa juga menggambarkanperistiwa itu seperti kambing hidup yang sedang dikuliti.Bukankah Aisyah r.a pernah juga mengatakan bahwa ketika Nabi SAW akanmeninggalkan dunia fana ini, ada secangkir air penuh tergeletak didekat beliau. Beliaumencelupkan tangannya kedalam cangkir berulang-ulang dan membasahi danmembasuh wajahnya. Beliau berdoa kepada Allah supaya dibebaskan dari sakratulmaut.Demikian juga, khalifah kedua Umar bin Khatab r.a. meminta Kaab menggambarkankeadaan ketika seseorang dalam sakratul maut . Dia menjawab "Pencabutan nyawadari badan dapat dibandingkan dengan pencabutan duri-duri dari tubuh manusiasedemikian rupa sehingga seluruh tubuh merasakan cengkeraman rasa sakit yangamat sangat."Itulah sekelumit gambaran bagaimana kami melakukan tugas pencabutan ruh daritubuh manusia dan rasa sakit yang dirasakannya. Perlu kamu ketahui juga, kalaupengaruh pencabutan ruh, atau kematian itu tidak cuma sekedar ketika ruh dicabutdari jasadmu. Namun pengaruhnya akan terus-menerus dirasakan sampai kelianglahat.Namaku Izrail!______________________________________________________32
  • 32. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Akan kuceritakan sebuah riwayat lama yang menginformasikan hal ini. Pernahsekelompok orang datang kekuburan dan berdoa kepada Allah untuk menghidupkanseseorang yang telah meninggal. Maksud mereka adalah ingin mengetahuibagaimana penderitaan yang dialami si mati pada saat aku beraksi. Atas idzin Allah , simati yang kebetulan seorang yang bertakwa pun hidup kembali. Ia berkata, "Akumeninggal 50 tahun yang lalu, namun hingga kini rasa pedihnya belum hilang darihatiku!”. Bayangkan! Rasa sakit yang dialami ruh si mati yang nampaknya tidak hilangbegitu saja, namun terasakan hingga puluhan tahun.Aura kedatanganku yang menguat biasanya kalian sebut sebagai Sakratul Maut.Dalam keadaan sakratul maut, setiap saat sekarat demi sekarat akan manusia lalui,penderitaan demi penderitaan akan dirasakan, sakit demi sakit akan mengingatkanmanusia pada semua perbuatannya, dan hal itu terus akan terjadi sampai ruhnyamencapai kerongkongannya.Pada titik kritis ini, berhentilah perhatian manusia kepada dunia dan semua yang adadi dalamnya. Berhentilah semua harapan-harapan dan angan-angan mereka. Saat itu,simetri kegaiban pun terkuak dihadapannya, pemandangan alam akhirat pun munculbegitu saja. Pintu tobatpun ditutup dan manusia pun diliputi oleh kesedihan danpenyesalan. Ia mungkin akan teringat sabda Rasulullah SAW “Tobat seorangmanusia tetap diterima selama dia belum sampai pada kondisi sakratul maut (yaitusampainya nyawa di kerongkongan) 13”. Maka semakin menyesallah ia. Tapi semua ituterlambat dan ketika aku menampakkan diriku semakin nyata, maka saat itu janganpernah bertanya tentang pahit getirnya kematian ketika sakratul maut tiba. Pendekkata karena kengerian tentang kedatanganku maka rasulullah SAW pernah bersabdatentang aku, dengan sabdanya beliau sebenarnya hanya ingin mengingatkan manusia,katanya: “Kalau kalian melihat ajal dan perjalanannya, pastilah kalian akan membenci angan-angan dan tipu dayanya. Tak seorangpun penghuni rumah kecuali ada Malaikat Maut13 QS 4:18Namaku Izrail!______________________________________________________33
  • 33. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! yang memperhatikan mereka dua kali sehari. Orang yang didapati ajalnya telah habis, maka dia cabut nyawanya. Bila keluarganya menangis sedih, dia bertanya ‘Mengapa kalian menangis?’ Dan mengapa kalian bersedih? Demi Allah, Aku tidak mengurangi umur kalian, tidak pula mengekang rezeki kalian, dan akupun tidak berdosa. Sesungguhnya aku benar-benar akan kembali kepada kalian (yang masih hidup saat itu), kemudian kembali, dan kemudian kembali, sehingga aku tidak menyisakan seorangpun dari kalian.’ ”14Demikianlah, aku akan datang tanpa diundang dan pergi tanpa diantar. Ia yangsaatnya sudah ditentukan, maka ia akan menghadapi aku sesuai dengan keadaannya,rasa sakitnya, dan kengeriannya.Banyak ungkapan yang menggambarkan bagaimana rasa sakit ketika aku mencabutnyawa manusia. Namun, percayalah itu semua tidaklah lengkap benar karenakeluarbiasaan sakratul maut tidak dapat diketahui dengan pasti, kecuali oleh orangyang merasakannya sendiri. Tahukah kamu, bahwa pencabutan nyawa termasukkondisi spiritual yang cuma bisa dirasakan oleh orang yang kucabut nyawanya. Jadi,orang lain mungkin menggambarkan dengan ungkapan yang berbeda-beda. Tapi,begitulah kematian, ia hanya bisa dirasakan oleh yang meregang nyawanya sendirian.Karena kematian termasuk keadaan ruhani, maka menjadi jelas bahwa keadaanruhanimu sangat mempengaruhi bagaimana rasanya mati. Orang lain cuma bisamengira-ngira saja dengan menganalogikannya dengan rasa sakit yang benar-benarpernah dialaminya, atau dengan cara mengamati orang lain yang sedang meregangnyawa. Lewat analogi pula akan diketahui bahwa setiap anggota badan yang tidakbernyawa, tidak bisa lagi merasakan rasa sakit.14 Diriwayatkan oleh ad-Dailami dari Zaid bin Tsabit, ref 10 hal 51Namaku Izrail!______________________________________________________34
  • 34. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Akan kuperjelas lagi bagaimana rasa sakitnya kematian. Gambarkan saja satubagian dirimu terbakar api, maka rasa sakit yang dialami akan menjalar keseluruhtubuh dan jiwa. Dan sesuai dengan kadar yang menjalar ke jiwa, maka sebesar itupula kadar yang dialami oleh seseorang. Akan tetapi, rasa sakit yang dirasakanselama sakratul maut menghunjam jiwa dan menyebar keseluruh tubuh. Sehinggabagi yang sedang sekarat, maka ia merasakan dirinya ditarik-tarik, dibetot, dandicerabut dari setiap sel, urat nadi, syaraf, persendian, dari setiap akar rambut yangtumbuh dibadannya dan kulit kepala, hingga kaki. Jadi, jangan Anda tanyakan lagibagaimana derita dan rasa sakit yang tengah dialami oleh mereka yang dijemputolehku!Maka, perhatikanlah sekiranya kamu mengalami suatu peristiwa yang berhubungandengan kematian, apakah itu kematian salah satu keluargamu, tetanggamu, atauteman-temanmu. Perhatikan bagaimanakah keadaannya! Gunakan pengalamanmudalam mengiringi kematian sebagai pelajaran dan peringatan bagimu, bahwa tak adayang abadi, semua pasti akan mati!Namaku Izrail!______________________________________________________35
  • 35. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! 5. Portofolio Izrail“Pengalamanku? Wah kan sudah kukatakan banyakkk sekali. Aku tak bisamenghitungnya.”, Izrail masih tersenyum ditepi ranjangku ketika kutanyakanpengalamannya. Kemudian dia melanjutkan.“Memang banyak peristiwa yang bisa kuingat sewaktu aku menjalankan tugasku. Daribanyak ragam manusia. Mulai dari yang gila, sehat, sakit, yang soleh, yang bejat dandurjana, yang menjadi wali, nabi, dan rasul. Pokoknya sebanyak jenis manusia yangpernah ada di muka bumi ini, pernah aku alami. Nah apa pengalaman yangbagaimana yang ingin kau ketahui?” Dia balik bertanya kepadaku.Sejenak aku merenung, menghimpun daftar pengalaman Izrail yang ingin kuketahui.Seringkali, saat menuju kantor atau sekedar jalan-jalan, aku melihat banyak sekaliorang-orang yang gila baik secara fisik dan psikologis, ataupun yang nampak sebagaiorang gila beneran maupun secara tersamar, aku melihat aspek-aspek tekananpsikologis yang menuju kegilaan pada beberapa orang yang kutemui. Psst.., asal tahusaja, salah satu keahlianku memang membaca karakter seseorang baik dari perilaku,gaya bertutur, wajah, maupun berbagai aspek perilaku lainnya. Jadi, analisaku padaorang-orang yang sering kutemui seringkali tidak meleset jauh dari kesimpulan umumyang kuambil, kendati baru sekali bertemu.Salah satu yang menarik adalah kegilaan ini. Khususnya orang yang gila secara total :psikis dan fisiologis, sehingga ia sama sekali tidak sadar akan kemanusiaannya,kemudian menggelandang di jalanan dalam keadaan yang menyedihkan; maupunkegilaan jenis lain seperti gila wanita, gila harta, gila kehormatan, gila jabatan, gilauang, gila kekuasaan, gila karena syarafnya error, gila karena Allah, dan kegilaanlainnya.Gila dunia sudah jelas menjadi penyakit kronis dari sebagian orang yang gelagapanditerjang derasnya gelombang peradaban. Mereka belum siap menghadapi ganasnyadan kuatnya peradaban yang datang menggelombang berupa kemajuan, kekayaan,kebudayaan, pemikiran, dan lain sebagainya sehingga akal dan pikirannya menjadiNamaku Izrail!______________________________________________________36
  • 36. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! gelap gulita. Akhirnya dalam kegelapan akal pikirannya itu, maka kegilaan duniawilahyang muncul karena akal pikirannya tidak sanggup merespon gelombang yang datangdengan wajar.Gila karena Allah adalah yang nampak pada orang-orang tertentu sebagai kegilaanspiritual yaitu orang yang gila karena cintanya kepada Allah SWT. Gila yang demikianmemang sedikit tidak masuk akal bagi orang-orang yang ada di setiap zaman, kendatidari mulutnya meluncur kata-kata bijak penuh hikmah. Nah, ini saja kali yang akankutanyakan pertama kali. Akupun kemudian bertanya, ”Bagaimana sebenarnya kamumencabut nyawa orang yang gila beneran dan gila karena Allah?”Izrail sekilas mengernyitkan alisnya yang rapih kemudian bertutur dengan cueknya.Orang gila sebenarnya terbebas dari beban syariat Allah. Kalau kegilaannya itu karenakerusakan fisik seperti syaraf yang rusak, maka syariatnya hanya sebatas dia warassaja. Sedangkan orang yang gila karena dunia maka dia tetap menanggung semuaamal perbuatan karena kegilaan yang condong kepada keduniawian itu. Makahati-hatilah, karena kegilaan yang disebabkan hasrat keduniawian yang takterkendalikan sangat membahayakan. Inilah kegilaan si Iblis yang akhirnya terjebakdalam kebutaan hati, ia menjadi takabur, sombong, dan membangun ilusi dengankesucian diri, merasa paling patut untuk dihormati, sehingga iapun akhirnyamenentang perintah Allah untuk menghormati nenek moyangmu. Bagi dia yang gilakarena mencintai Allah, maka Allah akan menggenggam kehidupannya. Ia kekaldalam genggaman cinta-Nya. Maka iapun tidak pernah menoleh kembali kepadadunia.Kegilaan sebenarnya memang identik dengan mereka yang tertutup akal pikiran dankesehatan kejiwaannya. Gila secara fisis dan psikologis dapat disebabkan berbagaihal. Seperti kamu sebutkan tadi, ada gila harta, gila wanita, gila hormat, penyakitsyaraf, dan yang lainnya. Disini, kamu harus melihat bagaimana Allah sebenarnyamenciptakan semua makhluk dengan awal mula yang sempurna. Ketika makhlukditempatkan dalam ruang waktu, maka makhluk sebenarnya diharuskan untuk selarasdengan semua Kehendak Allah SWT, baik yang berupa perintah-perintah,larangan-larangan, hukum-hukum alam, maupun berbagai petunjuk yangdiungkapkan oleh para Nabi dan Rasul.Namaku Izrail!______________________________________________________37
  • 37. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!Tapi, gudang alpa adalah manusia, kendati semua itu sudah terhampar dalam dirinyadan di alam semesta, tetap saja manusia tergelincir. Ketika manusia mengabaikansemua petunjuk-petunjuk itu, maka berbagai ketentuan Allah pun terabaikan.Pengabaian inilah yang menyebabkan potensi manusia berubah tidak sesuai denganaslinya. Percayalah ini semua proses dalam ruang-waktu, semua makhluk bila tidakselaras dengan Kehendak Allah akan menerima konsekuensi, baik dirasakannya didunia maupun di akhirat; baik saat itu juga ataupun nanti.Ketika seseorang terlahir dengan wujud fisik yang tidak sempurna, katakanlah cacatmental, maka ruh yang ditiupkan Allah SWT yang memiliki kesempurnaan ditiupkan kedalam jasad. Ketika jasad terintegrasi dengan ruh, maka keseimbangan yang gaib danyang nyata terjadi. Ia yang terlahir cacat fisik, mungkin tidak akan memilikikeseimbangan yang optimum. Boleh jadi dalam pandangan manusia, ia disebut cacatmental atau bahkan tidak waras.Tapi, kenapa bisa tidak waras, bukankah Allah selalu menciptakan dengankesempurnaan?Itulah makna penting dari keselarasan dengan Kehendak Allah. Jasad biologis adalahproduk ikhtiar manusia. Dalam arti, kendati Allah melakukan intervensi langsungdalam proses penciptaan, maka manusia sebenarnya berperan dalam penciptaanketurunannya. Maka seringkali Allah menyebutkan diri-Nya sebagai “Kami” di dalam AlQur’an untuk menjelaskan adanya peran makhluk di dalam penciptaan itu. Ketikamanusia lalai atas kenyataan ini, dan kemudian ia tidak mematuhi perintah Allah,maka boleh jadi apa yang menjadi salah satu ciri alamiahnya di dunia, meneruskanketurunan akan mengikuti alur yang tidak menyenangkan.Ketika engkau diperintahkan untuk tidak berzinah, tapi engkau membangkang, makapotensi-potensi biologismu akan berubah. Boleh jadi dari dirimu akan lahirmakhluk-makhluk yang tidak sempurna, baik dari segi jasmani maupun ruhani.Ketahuilah, kendati manusia pada akhirnya memiliki berbagai bentuk fisik yangbiasanya kalian sebut sempurna dan tidak sempurna, Allah sebenarnyaNamaku Izrail!______________________________________________________38
  • 38. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! menginformasikan bahwa pembawaan fisik manusia tidak berpengaruh padajatidirimu yang halus dan lembut (lathifah15, yaitu qolbu). Allah berfirman bahwa ”Lalukami jadikan ia makhluk yang lain (QS 23:14)” berarti memanusiakan dirimu dari jasadyang hanya terdiri dari daging dan urat-urat syaraf dengan susunan unsur-unsur dantabiat, keadaan, dan kecenderungan tubuh yang paduannya menyebabkan pengaruh [22]pada kesehatan seseorang , baik lahir maupun batin . Maka ketika ruh ditiupkankedalam jasad difirmankan oleh Allah bahwa “Dia membentukmu, lalumenyeimbangkanmu (QS 82:7)”. Jadi, dalam firman ini Allah menginformasikanbahwa asal muasalmu yang diciptakan dari min thiin menjadi segumpal darah (QS23:12) dalam naik-turunnya tahapan-tahapan perkembangan manusia (QS 23:14);dan ketika ruh ditiupkan maka terjadilah sinkronisasi antara unsur material danimmaterial manusia sehingga dari integrasi dan sintesis kedua unsur pembentukmanusia tersebut muncullah apa yang disebut sebagai watak atau tabiat manusia,yang pada akhirnya mempengaruhi akhlak dan perilakunya. Apakah itu berakhirdengan sempurna atau tidak sempurna, maka faktor-faktor yang mempengaruhimanusia secara utuhlah yang lebih banyak mempengaruhinya. Sehingga dikatakanoleh sabda Nabi SAW bahwa manusia terlahir dengan fitrah yang suci, namunlingkunganlah (ibu bapaknya, pengasuhnya, teman-temannya, dll.) akhirnya yangakan membentuknya menjadi ini atau itu. Jadi, perhatikanlah bahwa aspek-aspekbiologis dan psikis manusia pada akhirnya tergantung dari keselarasannya dengansunnatullah, baik dalam pembentukannya maupun dalam pendidikannya setelahdilahirkan ke dunia, jadi akhlak manusia dipengaruhi aspek genetis danlingkungannya.Kebolehjadian adalah manifestasi dari Kehendak Allah yang nyata terekam dalamsel-sel genetis (gnome) manusia. Karena disitu tersimpan sejarah tentang nenkmoyangmu, kehidupanmu, takdirmu, dan qadā dan qadar anak cucumu. Ketikaanakmu cacat mental atau fisik, maka boleh jadi ada sesuatu yang salah dalam dirimu,ayahmu, kakekmu atau moyangmu. Ini bukan dosa turunan, karena fitrah asalmanusia sebagai ruh yang ditiupkan didalam jasad adalah tersucikan dari dosa. Bolehjadi ini karena aktivitas fisikmu di dunia, jasad biologismu yang mengendalikan dirimu,15 Lathifah dalam istilah sufi mengacu kepada suatu makna yang lebih mendalam, sedangkan lathifah manusiaadalah jiwa rasional yaitu qolbu. Qolbu pada hakikatnya berperan “menurunkan” derajat atau kualitas ruh padaNamaku Izrail!______________________________________________________39
  • 39. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! sehingga segala nafsu syahwat merajalela. Ketika keturunanmu cacat fisik, cacatmental, ada apakah ini? Kenapakah demikian? Apakah Allah tidak adil? Maka,sebelum melontarkan pertanyaaan ini, lihatlah ke dirimu sendiri? Apa yang salahdengan diriku, kehidupanku, apa yang aku makan dan minum, cara aku memperolehmakanan dan minuman, cara aku menyikapi kehidupan?Renungkanlah dengan pikiran yang terbuka, bukan dengan pikiran yang terbelengguoleh nafsu. Karena pikiran yang terbelenggu hawa nafsu adalah manifestasi Iblis yangbersemayam dalam jiwa dan ragamu. Ia akan membisikkan dirimu dengan buruksangka dan berkata “Tuhanmu tidak adil maka ikutlah aku (Iblis)”. Ketika engkau ikutibisikan Sang Durjana itu, maka engkau menjadi budaknya, yang menepiskan realitashakiki akan Tuhanmu yang menciptakan semua makhluk dengan limpahan rahmatdan kasih sayang-Nya.Ketika kegilaan fisis-biologis menimpa seseorang, tekanan mental yang dahsyatmuncul karena potensi jasad dan ruhanimu tidak terolah dengan benar, sehinggasemua fakta yang tercerap inderawi menjadi suatu beban yang tidak tertahankan.Ibarat cangkir, maka cangkirmu terlalu kecil sehingga tidak mampu menampungsemua limpahan rahmat dan kasih sayang Allah yang terus menerus, baik berupakemajuan-kemajuan zaman, peradaban, keduniawian, maupun limpahan-limpahanruhaniah. Maka pecahlah cangkir itu. Ia yang kemudian menjadi gila secara fisisbiologis, adalah ia yang terenggut dalam genggaman Allah dan mati sebelumdimatikan.Aku biasanya tidak terlalu dipusingkan dengan keadaan lahir seseorang ketikamencabut nyawanya. Hanya saja, dampak-dampak perilaku yang menyebabkankegilaannya seringkali membuatku terpaku, maka si gila yang meregang maut adalahia yang meregang dalam genggaman Allah. Hanya Dialah yang tahu bagaimana si gilaakan diperlakukan, kecuali kegilaannya itu jelas sebagai kegilaan si Iblis yangterhalusinasi akan kesucian diri dan kesombongannya.tingkat yang lebih mendekati dan sesuai dengan diri manusia di satu sisi , yaitu jasadnya, akan tetapi tetap sesuaidengan ruh di sisi lain, catatan kaki raf 22 hal 34Namaku Izrail!______________________________________________________40
  • 40. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Si gila karena cintanya kepada Allah adalah si gila yang menjadi tenggelam dalamgenggaman Allah. Entah kenapa, Allah sepertinya membiarkan kegilaan kepada-Nyabagaikan memberikan contoh kepada manusia bagaimana kegilaan makhluk yangter-baqa-kan dalam diri-Nya. Ia yang majnun16 dalam genggaman Allah kurenggutdengan citarasa kegilaan karena cinta-Nya. Maka seringkali akan engkau temuisyair-syair penuh kerinduan kepada-Nya dan mayat-mayat yang menggeletak disembarang tempat dengan senyum keabadian Sang Pecinta yang terlampiaskankerinduannya.Sejenak aku masih menatap Izrail menyelesaikan kisah tentang si gila. Pikirankumasih mengambang tanpa memikirkan apa-apa kecuali cerapan rasa takut yangmakin meliputi diriku. Kemudian terlintas seorang teman yang telah mendahuluiku. Iameninggal dalam keadaan yang biasa-biasa saja. Tanpa tanda-tanda ataupunfirasat-firasat, baik kesehatan maupun yang sifatnya spiritual. Entah kalau ia sendirimengalaminya. Aku tidak tahu. Yang jelas, ia sedang berolah raga kegemarannyaketika Sang Maut menjemput dengan tiba-tiba di usianya yang masih muda. Lalu,tercetus pertanyaanku, ”Bagaimanakah untuk orang sehat walafiat yang mendadakmeninggal?”“Haa, kamu teringat temanmu ya, atau dirimu sendiri yang merasakan kedatangankuyang tiba-tiba”, ia melihat kepadaku dan tersenyum dikulum. Aku menganguk perlahan.“Oke, akan aku ceritakan bagaimana aku mencabut yang sehat”, ujarnya.Banyak orang yang masih mengira bahwa kesehatan yang baik akan membawa umurpanjang. Pendapat ini , kalau ditinjau dari sisi manusia, memang benar adanya.Setidaknya, ia yang menjaga kesehatannya berupaya untuk selaras dengansunnatullah. Tetapi, ketahuilah bahwa masalah “hidup dan mati” adalah kehendakAllah yang penuh ketidakpastian dan keserbamungkinan. Aku sendiri tidak tahu kapansi A, si B, atau si C mati. Akan tetapi, yang jelas aku pasti mendatangi setiap makhlukkalau sudah diinginkan-Nya, karena kematian adalah suatu kepastian. Namun, kapanaku akan datang, itu tergantung kehendak-Nya semata.16 Majnun adalah tokoh fiksi dalam sastra Arab Kuno yang tergila-gila kepada seorang gadis cantik bernama Laila,sehingga ia menjadi sedemikian gilanya. Maka muncul istilah Majnun ynag identik dengan gila karena cinta.Namaku Izrail!______________________________________________________41
  • 41. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Tetapi, sadarilah!Aku selalu mengikuti setiap makhluk dalam setiap detik sang waktu berjalan.Percayalah, Sang Waktu dan aku sebenarnya selalu beriringan, sehingga dalamsetiap saat “hidup dan mati” sebenarnya sekedar anugerah Allah semata. Ketika Diaperintahkan aku untuk beraksi, maka saat itu juga aku beraksi. Maka manusiasebenarnya harus berhati-hati, karena setiap saat aku selalu mengincar dirinya. KetikaDia berkehendak padaku untuk mengambil si A atau si B saat itu, aku tinggalmengiyakan dan saat itu juga dia yang dikehendaki-Nya mati akan mati.Jadi, ingatlah selalu bahwa posisi semua makhluk sebenarnya sangat kritis sekali.Bagi yang bertasbih setiap saat maka tasbihnya adalah penghambaannya yangmutlak, seperti kaumku yang selalu bertasbih kepada-Nya. Bagi manusia makabertasbihlah setiap saat dengan selalu “mengingat-Nya”, lakukan dzikir. Tanpa itumaka boleh jadi engkau akan mati dalam keadaan “bermaksiat kepada-Nya”. “Na udzubillah min dzalik”. Sekiranya semua manusia menyadari hal ini, aku yakin bahwa bumiini akan sepi dari semua aktivitas karena rasa takut akan kedatanganku. Karena itudalam keadaan sehat, selalu ingatlah kepada-Nya, bertasbihlah selalu dengandzikir-dzikir qolbu yang ikhlas dan ridha bahwa kehidupan dan kesehatanmusebenarnya sekedar anugerah-Nya semata. Ia yang kucabut dalam keadaan sehatnya,akan mati sesuai dengan kondisinya saat itu. Aku sekedar melempangkan perintahdan kehendak-Nya, sehingga seringkali dia yang kucabut nyawanya tidak merasakankedatanganku.Seringkali, aku beraksi ketika ia sedang duduk minum kopi, membaca koran, di biskota, di jalanan, ketika manusia sedang giat-giatnya berolah raga, sedang bermaksiat,dan sebagainya. Makanya, seringkali kamu akan temui nasihat-nasihat dari si bijakuntuk berhati-hati dalam setiap tindak tandukmu. Namun, hal ini rupanya tidak disadarioleh banyak manusia bahwa “hidup dan matinya” tak lebih sekedar Kehendak-Nyasemata. Maka waspadalah dan ingatlah sabda Nabi berikut “Kematian yang tiba-tibaadalah rahmat bagi orang yang beriman, dan nestapa bagi pendosa (HR AbuDaud)[11]”.Namaku Izrail!______________________________________________________42
  • 42. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! “Dia yang selalu mengingat Allah SWT, menyadari dirinya adalah hamba-Nya semata,maka iapun menjalankan kesolehan seperti yang dijelaskan oleh para nabi, rasul, wali,dan para pewaris ilmu Nabi. Ikutilah kesolehannya, berkumpullah dengan mereka baikdalam keadaan senang maupun susah. Ia yang soleh sebenarnya dititipi cahayailahiah sehingga dalam setiap langkahnya adalah ibadahnya.” Ujar Izrail, kemudian diamenyitir salah satu firman Tuhan,”Dan sembahlah Tuhanmu sehingga datangkepadamu yang diyakini (ajal) (QS 15:99)”. Semua bulan, tahun, malam dan siang harimerupakan ketentuan ajal dan waktu untuk beramal. Semua akan berakhir dan berlaludengan cepat. Maka, dalam setiap detik waktu yang berjalan, sesungguhnya bagimereka yang beriman terdapat amal-amal ketaatan yang ditetapkan oleh Allah. Maka,jangan sia-siakan waktumu!Aku belum sempat bertanya lagi ketika Izrail bertutur meneruskan ceritanya tanpakuminta. Kemudian ia melanjutkan kisahnya tentang bagaimana ia seringkali merasamalu kalau mendatangi orang yang soleh, oleh karena kesolehannya.Dia yang mematuhi semua perintah Allah, dalam keadaan apapun, sebenarnya contohyang indah bagaimana aku dengan kelembutan mengantarkan dirinya memasukikeabadian. Kesolehannya akan menjadi penerang dirinya di alam barzakh yang luas.Disana, ia akan menanti keputusan, bahkan sebenarnya tidak menanti, sebabpenantiannya tidak memiliki makna temporal yang berarti baginya. Sehari serasaseribu tahun17. Dan ia merasakan kebahagiaan yang hakiki ketika berkumpul denganorang-orang yang soleh juga. Mereka bergerombol dalam kesolehannya. Sekali-sekali,iapun bisa berkomunikasi dengan karib kerabatnya yang masih ada di dunia, melaluimimpi, melalui getaran-getaran qolbu mukminin yang soleh, yang mampu menembusbatas-batas kegaiban alam barzakh. Semuanya terjadi atas kehendak-Nya semata,karena semua hasrat dan keinginan dirinya telah terbaqakan dengan Kehendak-Nyasemata.Aku mendatangi mereka yang soleh dengan kesantunan yang sebisa mungkin tidakmengagetkan dirinya. Bahkan aura kedatanganku sebenarnya sudah ia cium17 QS 32:5 Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yangkadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.Namaku Izrail!______________________________________________________43
  • 43. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! jauh-jauh hari sebelum aku dikehendaki oleh-Nya untuk melakukan penarikan ruhnyayang tercerahkan.Ahhh, seringkali aku merasakan kerinduan-kerinduan mereka kepada-Nya. Biasanyaauraku yang mendatanginya akan menyebabkan dirinya tergerak denganKehendak-Nya semata. Ia berbuat sesuai dengan Kehendak Allah. Ia menjadi asingatas perbuatan dirinya, kalau ia sadari hal itu. Namun, biasanya mereka sendiri tidaksadar bahwa semua gerak-geriknya sudah bukan lagi gerak-gerik yang disebabkankeinginan dirinya. Bisa dikatakan, bahwa si soleh yang menjelang kematiannya sudahterfanakan dan terbaqakan dalam semua Kehendak-Nya.Bagi yang matahatinya awas, boleh jadi gerak geriknya akan terpahami sebagai bukangerak gerik dirinya. Bagi yang tidak memahami, keasingan dirinya baru akan tersadarisetelah kematiannya. Tidak disadari oleh semua orang kalau gerak-geriknya adalahkehendak Allah semata. Ketika aku datang, maka aku biasanya datang diam-diamsupaya tidak mengagetkannya. Maka kucabut ia dalam sujud shalat lima waktunya,dalam shalat malamnya, dalam tafakkurnya, dalam tidurnya, dalam sakitnya, dalamsehatnya, dan dalam keadaan apapun ia berada saat itu. Kewaspadaannya akankedatanganku, menyebabkan ia tidak lalai mengingat Allah, ia tidak alpa untukwaspada terhadap kedatanganku yang mendadak. Hal ini menyebabkan aku malumenemuinya langsung. Maka akupun datang diam-diam dalam setiap keadaan dirinya.Maka iapun akan kucabut dengan keselamatan akhirat yang selalu melingkupinya.Boleh jadi kematian bagi mereka yang soleh akan dirasakan sangat ringan dan jugasangat berat. Bagi yang berat maka boleh jadi ia masih mempunyai hajat untukmencapai derajat tertentu, yang belum berhasil dicapainya melalui amal perbuatannya,maka kematian baginya sangat menyakitkan karena lepasnya peluang untukmencapai derajatnya di surga.Bagi yang kurang iman, katakanlah si kafir, terjadi sebaliknya khususnya bagi si kafiryang mempunyai amal baik yang belum memperoleh balasan. Maka ia akandimudahkan dalam kematian sebagai balas jasa kebaikannya dan nanti ia akanlangsung mendapatkan tempatnya di neraka. Jadi, jangan merasa selamat kalau adaamal kebaikan yang belum terbalas. Karena boleh jadi balasan itu hanya akanNamaku Izrail!______________________________________________________44
  • 44. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! diterimanya sebatas saat kematiannya saja. Setelah itu, semua amal akan dihisabsesuai kadarnya masing-masing.“Tapi, kesolehan bukanlah mutlak keselamatan dariku. Maka engkau harus hati-hati.”Tiba-tiba ia berkata begitu. Kemudian ia terus menuturkan.Yang soleh sekalipun sebenarnya masih rentan terhadap dua jenis keadaanmenentukan yang berujung pada “akhir yang buruk”. Salah satunya yang berbahayaadalah “pada saat sekarat dan mengalami kengerian maut, hatinya mungkin diliputioleh keraguan atau pun kekufuran, hingga ketika ruhnya dicabut, dia masih beradadalam keadaan seperti itu”, Yang kedua adalah, “pada saat kematian, kecintaan padamateri atau kesenangan duniawi mungkin telah menguasai hatinya....maka diapunakan menghadapkan wajahnya ke dunia, dan sebanding dengan kecondonganseseorang kepada dunia, itu semua akan menyebabkan tabir, yang menyebabkanturunnya siksa”.Aku menggigil mengingat Izrail berkata seperti itu. Lha..., yang soleh saja belum tentuselamat dalam menghadapi kematian, bagaimana dengan yang setengah hatisolehnya, atau yang sama sekali keblinger?“O ya, aku akan perdengarkan untaian nasihat dari sufi generasi terdahulu”. Katanyatiba-tiba saja ia menjadi romantis. Judulnya “Delapan Nasihat Hatim”18. Izrail pun punbersenandung [21]. Cintailah amal saleh, ia dapat memutuskan rantai kepemilikanmu kepada dunia, ia akan menjadi penerang kuburmu, pendampingmu disana dan tidak meninggalkanmu sendirian. Taatilah perintah Allah dengan ridha,18 Abu Abdur Rahman Hatim bin Unwan Al Ashamm (“si Tuli”), seorang sufi generasi awal dari pribumi Balkh,adalah murid Syaqiq al-Bakhi. Hatim mengunjungi Baghdad dan meninggal dunia di Wasyjard di dekat Tirmizpada tahun 237 H/852 M, lihat ref. 23, hal 190Namaku Izrail!______________________________________________________45
  • 45. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail!karena dengan keridhaan pada ketaatan-Nya maka keinginan hawa nafsumu akan terbelenggu (QS 79:40). Sedekahkanlah bagian duniamu kepada Allah Taala, karena apa yang ada disisimu semua akan lenyap, sedekah adalah tabunganmu disisi Allah, dan apa yang ada disisi-Nya adalah kekal (QS 16:96) Bertaqwalah kepada Allah SWT, karena disitu tersimpan Kemuliaan dan Keagunganmu (QS 49:13) sebagai suatu anugerah ketaqwaanmu kepada-Nya. Ridhalah kepada semua ketentuan Allah SWT, karena pembagian dari Allah sudah ditentukan sejak azali (Qs 43:32). Tanpa keridhaan pada semua ketentuan Ilahi, maka engkau akan dihinggapi hasud, penyakit Iblis yang timbulkan iri dan dengki karena harta, kedudukan, dan ilmu yang akan timbulkan saling cela dan gunjing diantaramu. Musuhilah syeitan, ia adalah musuh yang sangat nyata bagimu (QS 35:6). Ia mewujud dari semua hasrat , keinginan, penguasaan, dan kepemilikanmu; Ia muncul menjadi berbagai bentuk nafsu dan syahwat, yang akan mengikatkanmu kepada materi, duniawi, dan segala maksiat. Putuskan semua harapanmu dari selain Allah, jangan terpedaya dengan rasa takut akan rezekimu, Dia yang maha Pemberi telah menjamin dan menanggung semua rezeki makhluk-Nya (Qs 11:6), tanpa kecuali. Karena itu, perhatikan pencarian kehidupanmu dari syubhat, dari halal dan haram, dari yang menghinakan dirimu,Namaku Izrail!______________________________________________________46
  • 46. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! dari yang merendahkan kedudukanmu. Bertawakkalah kepada Allah SWT semata (QS 65:3). Dialah yang akan menjaminmu, mencukupkan keperluanmu, dimanapun kamu berada, dalam keadaan apapun. Jangan gantungkan dirimu pada tali gantungan syeitan yaitu uang, kekayaan, kekuasaan, kerajaan, pekerjaan, dan bergantung kepada makhluk lainnya. Gantungkan dirimu hanya pada Kehendak Allah SWT semata.Izrail tersenyum, alunan suara dan makna-makna yang terkandung dalam puisi“Delapan Nasihat Hatim” itu benar-benar semakin menggigilkan diriku, seolahmengingatkan bahwa aku masih jauh dari gambaran yang disampaikan Hatim.Aku masih tercenung di hadapan Izrail yang kulihat menatapku dengan lebih lembutseolah menenangkan diriku. Lantas, aku teringat Malin Kundang si anak durhaka.Bagaimanakah orang-orang seperti itu menghadapi sakratul maut sedangkan yangsoleh saja masih bisa dikatakan belum tentu bisa selamat melaluinya. Akuberatnya, ”Pernahkah engkau mendengar kisah Malin Kundang?” , kataku kepadaIzrail. Ia menjawab, “Ya, aku mengetahuinya. Bahkan di banyak belahan dunia, disetiap zaman, kisah-kisah si anak durhaka semacam itu cukup dikenal”.Izrail melanjutkan bagaimana ia menghadapi anak durhaka semacam itu, baik yangterhitung soleh maupun tidak.Banyak kisah yang mengerikan bagi manusia yang durjana. Namun, barangkali tidakada yang paling mengerikan bagi ia yang durhaka kepada orang tuanya sendiri.Silaturahim adalah kaitan fundamental yang membangun suatu masyarakat danperadaban yang sebenarnya aktualisasi dari Rahmaatan Lil Aalamin. Bila silaturahimini rusak maka bisa diprediksikan bahwa semua tatanan masyarakat cepat ataulambat akan mengalami kerusakan. Dan keluarga adalah tatanan masyarakat terkecilyang melibatkan lebih dari satu orang. Maka pemutusan silaturahim, apalagi kalau halitu melibatkan keluarga antara anak dan orang tua, maka bayang-bayang malapetakaNamaku Izrail!______________________________________________________47
  • 47. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! seperti menaungi kehidupan seseorang. Maka hati-hatilah dalam menjaga hubungandemikian. Tanpa alasan yang pasti, bahwa silaturahim itu mesti terputus karena Allahsemata, maka hati-hatilah karena pemutusan itu akan menyebabkan terputusnyabarokah Allah kepadamu.Bukankah dongeng klasik dari negerimu tentang si Malin Kundang yang membatuberhubungan dengan kedurhakaan karena menyia-nyiakan ibundanya. Ingat sajalahcerita-cerita kearifan bagaimana sakit hati orang tua akan mencegah si anakmemasuki kematian dengan wajar. Ada ancaman Allah disana, karena ridha ibundaadalah ridha Allah. Hati-hatilah dengan hal ini. Seburuk apapun hubunganmu denganibumu, Nabi SAW menyebutkannya sebanyak tiga kali berurutan ketika seseorangbertanya tentang keutamaan bakti anak terhadap orang tua, khususnya ibundanya.Dalam banyak kesempatan, hubungan keluarga memang sangat fundamental untukmembangun masyarakat dan peradaban. Namun, tanpa pijakan akan kebenaran,maka mempertahankan silaturahim yang membuta akan membahayakan karena yanglahir adalah fanatisme yang dungu maujud niat busuk Iblis yang menelusup kedalamdada manusia yang tidak waspada. Oleh karena itu, bila memang diperlukan,silaturahim dapat diputuskan karena Allah semata. Dalam era awal Islam, Nabi SAWmenyadari hal ini sehingga ketika keputusan untuk berperang ditetapkan, makasebagian dari pengikut Nabi SAW (bahkan Nabi sendiri) mengalami dilema ini, yaituterputusnya tali silaturahim. Namun, kehendak Allah sudah demikian jelas bahwa bilaputusnya silaturahim itu karena mempertahankan akidah yang benar, maka belalahAllah SWT. Allah memang patut dibela, oleh karena keberadaan dirimu di duniasebenarnya bagian dari proses yang memaujudkan Kehendak-Nya. Dan ketika satukeluarga berselisih mempertahankan akidah kebenaran dari Yang Maha Benar, makapilihlah jalan Allah.Ketahuilah bahwa kekafiran atau kesesatan seseorang adalah pilihannya sendiri,karena ia telah menutup dirinya dari Kebenaran Mutlak (al-Haqq). Namun, ingatlahjuga, keimanan dan kesolehan seseorang semata-mata adalah hidayah dananugerah-Nya. Manusia tidak mampu memberikan hidayah dan anugerah, sehinggaketika engkau sudah menyampaikan apa yang benar dari Allah, maka suatu kewajibanNamaku Izrail!______________________________________________________48
  • 48. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! untuk mempertahankannya meskipun hal itu akan memutuskan semua ikatan-ikatansilaturahim. Tetapi sekali lagi bila memang itu diperlukan dan tidak bisa dihindari.Ingat saja kisah Nabi Nuh yang tidak mampu menyelamatkan istri dan anaknya ketikabanjir tiba, kendati mereka istri dan anak seorang Nabi, namun tanpa hidayah Allahmaka tidaklah akan hadir keimanan meskipun sekecil zarah atom. Ingat juga kisahanak-anak Nabi Yaqub yang menipu orang tuanya sehingga nabi Yusuf, yang notabene adiknya saudara sekandungnya sendiri, mereka celakakan sampai Allahmenetapkan keputusan bahwa mereka akan dihadirkan kehadapan Yusuf dalamkehinaan karena kelaparan. Namun, Yusuf Yang Nabi maha pemaaf sehingga merekayang menghianati dirinya dimaafkannya. Ingat juga paman Nabi SAW, Abu Thalib,kendati ia begitu sayang dan mati-matian melindungi Nabi, namun tanpa hidayah AllahSWT, Nabi SAW pun tidak dapat berbuat banyak untuk mengislamkannya.Akan tetapi, sekali lagi, perlu kehati-hatian dalam menjaga hubungan silaturahim,kendati orang tuamu sesat dan sangat tersesat, maka nasihatilah dengan perkataanyang baik-baik. Setelah itu, berserah dirilah kepada Allah SWT, karena hanya Allah lahyang berhak memberikan hidayah dan anugerah kepada orang tuamu berupakeimanan yang benar kepada-Nya.Hindarilah kedurhakaan kepada orang tua yang berkepanjangan, apalagi kalau orangtuamu adalah orang tua yang solehah dan penuh kasih sayang kepadamu. Makacelakalah anak yang mendurhakai orang tua yang solehah. Tidak saja berdosa secaraharfiah sebagai orang yang mendurhakai orang tua, tetapi kutukan Tuhan akanmelingkupi dirinya dalam setiap kehidupannya. Tanpa ridha orang tua, maka semuaperbuatannya akan sia-sia, shalatnya tidak bermakna, puasanya tidak berguna,semua amaliahnya musnah tanpa guna. Sesoleh apapun kamu kelihatannya, ketikaengkau sakiti orang tuamu yang seiman, yang selalu berdoa dan memohon ampunandari Tuhan, maka semua ibadahmu sia-sia. Jadi, berupayalah dengan kesabaran dankerelaan ketika engkau berselisih dengan kedua orang tuamu. Jangan tanggapiperselisihan itu dengan percikan-percikan api syeitan sehingga ia akanmenjerumuskan dirimu dalam penyesalan yang tidak berkesudahan.Namaku Izrail!______________________________________________________49
  • 49. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! Akan kuceritakan sebuah kisah lama sebagai rujukan untuk manusia. Kisah inimemang bisa dibilang contoh umum bagaimana seseorang yang durhaka kepadaorang tuanya akan mengalami kesulitan ketika aku menjemputnya. Diceritakan bahwasuatu hari seseorang mendatangi Nabi SAW dan memberitahu seseorang bahwaseorang pemuda membutuhkan bantuan untuk dituntun mengucapkan kalimattayyibah19 menjelang kematiannya. Nabi mengatakan apakah anak muda tersebutsudah terbiasa mengucapkan kalimat tayyibah selama ia hidup sehat. Orang-orangkemudian menjawab bahwa si pemuda sudah terbiasa mengucapkan kalimattayyibah.Nabi keheranan karena orang tersebut terbiasa mengucapkan kalimat tayyibah, tetapimengalami kesulitan untuk mengucapkannya menjelang detik terakhir kehidupannya.Nabi kemudian mendatangi pemuda tersebut dan memandunya untuk mengucapkankalimat tayyibah, namun dia tetap tidak mampu mengucapkannya. Nabi kemudianberkata kenapa dia seperti itu. Anak muda itu memberitahukan bahwa hal itu terjadikarena dia tidak patuh kepada ibunya karena dipengaruhi istrinya. Nabi bertanyaapakah ibunya masih hidup. Dia membenarkan. Nabi kemudian meminta orang-oranguntuk memanggil ibu pemuda tersebut. Ketika perempuan itu datang, beliau bertanyakepadanya, apakah pemuda itu anaknya. Dia membenarkan. Kemudian bertanya apayang akan dia lakukan jika anaknya itu dibakar hidup-hidup di dalam api yangmenyala-nyala. Perempuan itu menangis. Ia memahami maksud Nabi SAW untukmemaafkan anaknya. Ia lalu menjawab bahwa ia akan memaafkan anaknya itu.Perempuan itu lalu melakukannya. Kemudian Nabi memerintahkan pemuda itumengucapkan kalimat tayyibah. Dengan mudah, pemuda itu melakukannya. Nabimerasa senang dan berkata bahwa Tuhan telah menyelamatkan pemuda itu darihukuman neraka20.Begitulah bagaimana hubungan anak dan orang tuanya sangat berperan untukmemperoleh ridha Allah dalam setiap keadaan. Bukan saja ketika masih hidup, namunmenjelang kematian pun, hubungan anak dan orang tua yang kurang harmonis akanberakibat fatal. Kesusahan yang muncul ketika nyawa di ujung kehidupan sebenarnyabukan keenggananku untuk mencabut nyawa pemuda itu. Tetapi semata-mata hanya19 Laa Ilaaha Ilallaah20 HR Baihaqi dan ThabraniNamaku Izrail!______________________________________________________50
  • 50. Atmonadi_______________________________________________Namaku Izrail! kasih sayang Allah SWT kepada pemuda tersebut, mengingat kesolehannya di dunia.Namun, ketika ia menyakiti orang tuanya, yaitu ibunya, maka semua amalnya seolahtanpa guna, sehingga Allah masih memberikan suatu peluang terakhir kepada dirinyaagar ibunya mau memaafkannya. Kalau tidak, maka sia-sialah semua upaya amalpemuda itu selama ia hidup di dunia. Sesoleh apapun pemuda itu, tanpa maaf orangtua maka akupun akan sejenak menunggu sampai ibunya memaafkannya. Apakah halini adzab atau kemurahan Allah? Maka jelaslah hal ini merupakan kemurahan Allahuntuk memberikan kesempatan bagi ibu pemuda tersebut untuk memberikan maafnya.Kendati si anak berdosa, sebagai orang tua, maka diapun memiliki tanggung jawabuntuk memaafkannya. Orang tua bagaimanapun juga memiliki tanggung jawabkenapa seorang anak bisa begini atau begitu. Karena, sebagai orang tua yangbertanggung jawab, ia sebenarnya menjadi bagian kenapa si anak menjadi tersesat,atau terhalang amalnya. Yang dibutuhkan sebenarnya adalah ridha orang tua sebagaiorang tua, dan menyadari bahwa orang tualah yang berperan dalam menentukanapakah seorang anak dikemudian hari menjadi majusi, nasrani, atau yang lainnya.Aku masih meresapi cerita Izrail tentang hubungan anak dan orangtua, sertaakibat-akibatnya di kemudian hari. Bayang-bayang keretakan dalam keluarga yangmakin hari makin sering kudengar atau kulihat sendiri menjadi jelas, bahwa dalamkeadaan apapun, silaturahim harus tetap dijaga. Dalam skala yang luas, retaknyasilaturahim adalah retaknya suatu jalinan sosial. Maka, bila silaturahim sudah terjadidalam skala yang luas, ancaman keretakan akan terlihat dipermukaan sebagaijatuhnya masyarakat ke dalam cengkeraman ketimpangan sosial dan ketidakadilan.Ketimpangan sosial dan ketidakadilan adalah sumber dari segala angkara murka,sumber dari iri dan dengki, sumber permusuhan yang memperlebar jurang antarayang kaya dan yang miskin, yang berpangkat dan yang tidak berpangkat, sehinggayang nampak hanyalah kesombongan-kesombongan yang dikenakan untuk menutupikekurangan-kekurangan; yang kaya akan mengenakan kekayaannya untuk menutupikekurangannya; yang miskin akan menutupi kemiskinannya dengan kesombongansebagai si miskin untuk menutupi kekurangannya. Banyak masalah sosial yang terjadidi negeri ini dan di zaman ini muncul karena ketidakadilan, ketika yang satumengabaikan yang lainnya, yang satu menelantarkan hak-hak hidup yang lainnya,maka jangan heran bila selalu akan terjadi pergesekan-pergesekan sosial yangmenghancurkan tali-tali silaturahim.Namaku Izrail!______________________________________________________51

Related Documents